I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 158



“Maaf Tuan Winter,” Panggil seorang prajurit yang berdiri di ambang pintu kemudian dengan sopan memanggil Winter yang kini bersama yang lainnya di ruangan Leathina.


Tampak mereka semua masih setia menunggu Leathina untuk membuka matanya kembali setelah Aelfric mengatakan bahwa Leathina berjanji akan segera kembali bersama mereka.


Winter menoleh karena dipanggil kemudian dilihatnya seorang prajurit sedang menunggunya di ambang pintu, ia mengangguk pelan menanggapi si prajurit.


Prajurit yang melihat Winter memberinya izin untuk masuk kemudian berjalan agak terburu-buru ke arah winter dan membungkuk di samping Winter kemudian membisikkan sesuatu di telinganya.


“Prajurit dari kerajaan datang bersama tuan Alfren dan beberapa kepala keluarga dari bangsawan lain tuan, kami sudah meminta mereka untuk mengirimkan surat terlebih dahulu sebelum bertemu dengan duke tapi mereka bersikeras untuk bertemu sekarang, mereka sekarang tengah cekcok dengan beberapa prajurit kami yang menahannya di ambang pintu.” Bisik prajurit memberitahukan pada winter kekacauan yang terjadi di luar.


“Ada apa?” tanya Edward yang menyadari bahwa mereka sedang membahas sesuatu yang akan menimbulkan masalah nantinya.


“Ah, tidak apa-apa. Terus awasi leathina untukku.” Jawab Winter tersenyum tipis kemudian segera keluar dari ruangan. “Nicholas kau ikut denganku.” Ucapnya yang tidak lupa membawa Nicholas bersamanya untuk membantunya menyelesaikan masalah di luar sebagai anggota asli keluarga Yarnell dan kandidat calon penerus selanjutnya.


“Ada apa?” tanya Nicholas yang sedikit berlari mengejar langkah panjang Winter yang memang berjalan lebih dulu sejak awal.


“Ada beberapa orang yang katanya berbuat masalah di gerbang.” Jawab Winter yang terburu-buru berjalan ke arah gerbang mansion, khawatir mereka akan memaksa dan menerobos masuk kemudian mendapat bahwa semua orang tengah berkumpul di mansion keluarga Yarnell, termaksud Zeyden dan Edward yang seharusnya tidak berada di sana dan yang paling ia takutkan adalah jika mereka menemukan Farkas dan mengetahui identitasnya yang sebearnya bukan lah manusia.


“Apa jangan-janagan, mereka yang datang?” tanya Nicholas curiga bahwa yang datang adalah para bangsawan yang ingin menggeledah mansion untuk mencari bukti dan hendak melakukan penangkapan.


“Benar, mereka yang datang.”


“Sebaiknya kita mengusir mereka sebelum menginjakkan kaki masuk ke dalam mansion, jika mereka menemukan Zeyden dan pangeran Edward ada d sini ayah mungkin akan benar-benar menjadi tersangka dengan tuduhan membuat aliansi baru untuk menggulingkan kerajaan.”


“Kita tidak bisa mengusirnya sekarang.”


“Kenapa? Kita punya otoritas di sini jadi kenapa kita tidak bisa mengusir mereka?”


“Kau tidak berfikir kenapa mereka sekarang terang-terangan datang ke sini dari pada sebelumnya yang selalu menggunakan taktik mengirimkan penyusup ke dalam mansion?”


“Kenapa, bukankah karena mereka bodoh?”


“Kau terlalu menganggap enteng semua masalah Nicholas, sebaiknya kau harus belajar menangani masalah dengan benar pada ayah mu nanti.” Ucap Winter kemudian menghela nafas penjang.


“Memangnya siapa yang berani membuat masalah dengan keluarga Yarnell secara terang-terangan? Keculi jika mereka tidak menggunakan otaknya maka hal itu akan mungkin terjadi.”


“Mereka berani masuk lewat pintu depan pasti karena meliliki sesuatu yang bisa melindugi mereka, itu berarti sekarang mereka telah mendapatkan surat persetujuan resmi dari pihak kerajaan yang ditanda tangani oleh raja. Jadi persiapkan dirimu untuk hal terburuk.”


“Astaga, itu sudah lain ceritanya jika raja telah memihak pada mereka. Kenapa harus di waktu genting seperti sekarang si.” Ucap Nicholas yang mulai khawatir dengan keadaan keluarganya sekarang terlebih memikirkan kondisi leathina yang masih belum sadar.


Mereka berdua dan seorang penjaga yang juga berjalan di belakang mereka segera mempercepat langkah kaki menuju gerbang untuk mencegat mereka masuk ke dalam mansion.


“Maafkan kami tuan, tapi anda tidak diizinkan masuk jika tidak membuat janji pertemuan terlebih dahulu dengan Tuan Duke leonard.” Ucap salah serang penjaga di gerbang berusaha mencegah mereka untuk masuk ke dalam mansion.


“Kurang ajar!” ucap salah seorang bangsawan kemudian meludah kesembarang tempat merendahkan si prajurit yang menahannya agar tidak masuk melewati gerbang.


“Berani-beraninya prajurit rendahan sepertimu menolak keberadaan kami.” Ucapnya lagi kemudian menampar si prajurit dan menendangnya untuk meluapkan rasa amarahnya.


Prajurit yang di tampar dan ditendang hanya menerima perlakuan para bangsawan tidak berani melawan karena mereka adalah seorang bangsawan.


“Tenangkan dirimu, benar katanya seharunya kita datang setelah mengirimkan surat pemberitahuan terlebih dahulu, duke leonard mungkin sedang sibuk sekarang.” Ucap Alfred mencoba menenagkan yang lainnya.


“Alfred! Kau terlalu lembek. Kita telah mendapatkan surat resmi penggeledahan properti dari kerajaan, bukankah ini salah satu bentuk penghinaan bagi raja karena titahnya tidak ditaati.”


“Aku tahu, tapi tuduhan yang kalian berikan pada keluarga Yarnell tidak berdasar. Kalian tidak memiliki bukti dan hanya mencurigai.”


“Curiga sudah merupakan salah satu bukti.”


“Ah, sudah. Kau cukup diam saja Alfred sebagai wakil dari pihak pengadilan selebihnya biar kami yang mengurusnya. Ingat keluargamu juga akan dalam bahaya jika tidak berhasil menemukan bukti pemberontakan dari keluarga Yarnell.” Ancam para bangsawan lainnya pada Alfred hingga membuatnya tidak lagi berkutik dan memilih diam saja.


Setelah perdebatan pro dan kontra, akhirnya mereka tetap memaksa dan menerobos masuk. Para prajurit yang berjaga tidak luput menjadi luapan dan kekesalan mereka yang menghadangnya, mereka menggunakan otoritasnya untuk menyiksa para prajuri yang menghadangnya.


“Ada apa ini?!” Tanya Winter setelah sampai di gerbang utama mansion dan melihat kekacauan yang disebabkan oleh aliansi para bangsawan yang ingin menerobos masuk ke dalam mansion.


“Cih, tidak sopan sekali. Duke bahkan tidak datang langsung menyambut kedatangan kami, dan hanya mengirimkan ajudannya. Seharusnya kau tidak meremahkan kami anak muda, jadi sekarang bawa kami masuk menemui duke Leonard!”


“Maaf tuan-tuan sesuai aturan yang berlaku kalian harus meminta janji pertemuan terlebih dahulu dengan Tuan Duke Leonard, jadi untuk sekarang kembalilah dan kirimkan surat kalian terlebih dahulu!” Ucap Winter tegas dan meminta mereka segera kembali dengan sopan.


“Kurang ajar! Kami datang atas dasar perintah raja, jadi kalian harus patuh pada kami.”


Winter mendekat kemudian mengambil gulungan kertas yang ditunjukkan padanya, dilihatnya digulungan tersebut tertulis surat izin melakukan penggeledahan di keluarga Yarnell guna untuk mencari bukti atas tuduhan pemberontakan yang dicurigai dilakukan Oleh Duke Leoanrd Yarnell, dan yag bertanda tangan adalah raja Daylen sendiri.


“Ini surat resmi, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk membiarkan mereka memasuki mansion karena Pangeran kedua dan zeyden sekarang ada di dalam.” Batin winter berfikir dengan keras untuk menemukan cara agar dapat mengusir mereka dari sana.


“Maaf atas ketidak sopanan kami tuan-tuan, tapi sebaiknya kalian pulang lah terlebih dahulu dan lakukan pertemuan sesuai dengan prosedur yang seharusnya. Ayahku orang sibuk jadwalnya ketat jadi kalian tidak akan bisa menemuinya setiap saat atau semau kalian.” Ucap Nicholas sambil menunjukkan jalan keluar dari sana.


“Keluarga Yarnell benar-benar sangat arogan bahkan sampai mengindahkan perintah langsung dari kerajaan!”


“Benar, kalian akan mendapatkan konsekuensi terhadap apa yang telah kalian lakukan.”


“Itu tidak akan terjadi.” Ucap Winter tegas dan masih meminta mereka semua kembali dengan sopan.


“Anak ini benar-benar, kau mendapatkan sikap keras itu dari mana?! Aku tahu ayahmu, dan ayahmu tidak seperti itu! Apa kau salah satu kaki tangan duke yang akan melakukan pemberontakan?” ucapnya pada Winter sinis menatap kemudian manjatuhkan tuduhan palsu pada Winter agar yang lainnnya ikut setuju dengannya.


“Jika aku melakukannya pun itu tidak akan ada hubungannya dengan kalian tuan-tuan jadi pergilah.”


“Tertera dalam gulungan kalian bahwa tuduhan kalian masih belum miliki bukti dan hanya tuduhan lisan dari beberapa orang yang sembrono,” Ucap Winter yang masih menantang keinginan mereka agar dibiarkan masuk ke dalam.


“Kamu ini!”


“kalian baru bisa masuk jika telah mendapatkan persetujuan dari duke atau telah memiliki bukti spesifik.” Jawab winter yakin menimpali ucapan para bangsawan yang terus menuding.


“Sudah datang.” Ucap mereka yang merasa lega ketika melihat rombongan kesatria dari kerajaan yang tadi mereka panggil untuk membantu mereka akhirnya datang.


“Hari ini, mau tidak mau kalian harus menurut. Raja ternyata menerima dan mengirimkan bantuan yang kami minta dan mengirimkan para prajurit elit kemari.” Mereka pun dengan mantap melangkahan kaki mereka masuk kedalam mansion.


“Tidak, anda masih tetap tidak boleh masuk ke dalam.” Ucap Winter yang juga menghadang mereka dengan Prajurit kesatria dari kediaman Yatnell.


“Tuan Winter, anda sebaiknya membiarkan kami masuk. Ini perintah!” Ucap salah satu kesatria yang merupakan pemimpin.


“Tidak bisa, kalian tidak diizinkan masuk.” Nicholas pun ikut menghadang menentang dengan keras kedatangan mereka.


“Maka pertarungan pasti akan terjadi sini.” Ucapnya menantang.


“Apa yang kalian lakukan di kediamanku! Bukankah ini sama saja kalian menghinaku?”


“Ayah!”


“Paman!”


Ucap Winter dan Nicholas hampir bersamaan saat tiba-tiba duke leonard telah berdiri di belakang mereka bersama beberapa kesatria yang mengawalnya.


“Kami di minta datang untuk membantu aliansi bangsawan mencari bukti pemberontakan yang anda lakukan.”


“Apa benar seperti itu? Kalian semua menuduhku memberontak?” ucap duke melirik ke arah para bangsawan sehinggi mereka terkejut dan langsung memalingkan pandangan mereka ke arah lain.


“Sekarang giliranmu, bicaralah.” Bisiknya pada Alfred dan mendorongnya ke depan untuk menjawab pertanyaan Duke Leonard.


“Huff”


Alfred menghela nafas panjang, lelah dengan sikap para bangsawan dari keluarga lain yang selalu berani mengancam tanpa berani bertindak mempertanggung jawabkan ucapan mereka.


“Alfred ada apa ini?”


“Duke, lama tida berjumpa.” Sapa Alfred kemudian tersenyum ramah.


“Aku tidak ingin mendengar basa basi dan jawab pertanyaanku, kalian membuang-buang waktu berhargaku. Aku berikan kesempatan tiga menit untuk kalian menjelaskan kekacauan ini padaku!”


“Duke setelah laporan yang dikirimkan dari kediaman Yarnell beberapa waktu lalu mengenai kekacauan yang timbul di hutan hitam membuat aliansi bangsawan mencurigai bahwa anda sedang mendalangi sebuah pemberontakan.” Ucap Alfred mulai memberitahukan pada duke leonard.


“Dengan bukti apa?” tanya duke Leonard.


“Mereka tidak memiliki bukti tapi hanya berspekulasi, karena hutan hitam mengalami kekacauan setelah anda mengutus orang-orang anda masuk ke dalam hutan hitam.”


“Apa maksudmu, aku mengutus mereka ke sana untuk mencari seorang kriminal tidak mungkin aku membiarkan seorang kriminal berkeliaran.”


“Tapi kami telah mendapatkan surat izin memasuki kediaman Yarnell.” Ucap salah satu bangsawan kemudian menyerahkan sebuah gulungan pada duke leonard.


Duke leonard membukanya melihat sekilas kemudian langsung merobeknya berkeping-keping.


“Kalian bisa masuk secara paksa jika telah memiliki bukti spesifik atau mendapat persetujuan langsung dariku, dan aku yakin tidak ada dari dua syarat itu yag kalian penuhi aku tentu tidak akan memberikan izin pada kalian yang telah menginjak-injak nama baik keluarga Yarnell.”


“Maafkan kami duke, tapi hari ini harus ada kemajuan kasus jadi dengan terpaksa kami akan menerobos masuk.”


“Kami mungkin belum memiliki syarat dari keduanya, tapi raja pun tidak mengatakan bahwa kami tidak boleh menerobos masuk ke dalam kediaman tersangka.”


“Jaga ucapan kalian! Ayahku bahkan belum masuk ke dalam kategori tersangka, kalian hanya menduga. Omong ksosong macam apa itu, bahkan anak-anak pun tahu ayahku tidak bersalah sama sekali.” Seru Nicholas tidak terima ayahnya direndahkan.


“Minggir!!”


Pemimpin kesatria yang datang masuk secara paksa mendorong Nicholas yang mencoba menghalanginya, untungnya Winter tepat waktu menahan tubuh Nicholas agar tidak jatuh dan terbentur batu.


“Kau tidak apa-apa, Nicholas?” tanya Winter kemudian membantunya berdiri dengan benar kembali.


“BERHENTI!” Teriak Duke menghentikan semua orang yang menerobos masuk ke dalam kediamannya tanpa izinya.


“Srekk”


Duke leonard menarik pedangnya kemudian membuat garis horizontal di hadapan mereka yang ingin masuk ke dalam otorirasnya.


“Selangkah saja kalian melewati garis ini jangan harap kalian akan kembali dengan badan utuh.” Ucapnya tegas dan berdiri paling depan menantang.


“Tidak akan aku biarkan kalian masuk!”


“Duke, maka kita akan menentangmu!” ucapnya yang tetap bersikeras untuk masuk.


“Srek”


Sebuah ayunan pedang menyabet kaki salah satu kesatria yang paling awal melewati garis yang di buat oleh duke leonard.


“Arghh!”


Jeritnya kemudian meringkuk menahan sakit, kaki dominan kanannya hampir terputus akibat serangan mendadak dari duke.


“Anda benar-benar ketelaluan!” ucap rekannya kemudian maju menantang.


“Srek”


“Srak”


Ayunan demi ayunan dari duke berhasil menebas setiap kaki-kaki yang melewati garisnya, percikan darah tak luput mengenai pakaiannya juga tangan serta pedangnya.


Mereka serentak mundur termaksud para bangsawan yang takut kakinya terputus.


“Anda benar-benar melakukan pemberontakan sek ...!”


“Stak!”


Duke melempar sarung pedangnya kemudian menancap tepat di depan kaki nya membuatnya tergagap dan tidak berani berucap lagi.


“Kembali!” ucap duke dingin, melangkah maju tapi mereka tiba-tiba mundur secara bersamaan karena takut duke kembali menyerang secara membabi buta.


Dilihatnya para kesatria yang datang dari kerajaan dibuat babak belur oleh duke seorang diri, para bangsawan akhirnya menyerah karena tidak memiliki tameng lagi.


“Ayo kembali!” serunya memberitahu yang lainnya dan segera berlari kembali masuk ke kereta kuda mereka masing-masing.


Sementara para kesatria dengan terburu-buru segera mengambil kawan-kawannya yang terluka dan membawanya pergi bersamanya.


“Kami akan kembali, dan disaat itu kalian pasti akan menyesali penghinaan kalian!” teriaknya sebelum benar-benar pergi.


“Ayah,” ucap Nicholas kemudian menyerahkan sarung pedang milik ayahnya yang tadi dilempar untuk mengusir mereka.


Duke mengayunkan pedangnya sekali lagi dengan sangat cepat hingga semua darah yang menempel di pedangnya terciprat dan hilang karena ayunannya. Setelah itu memasukkan kembali pedangnya dalam sarungnya.


“Paman ini,” ucap Winter kemudian menyerahkan sapu tangan miliknya agar tangan duke yang terkena percikan darah bisa ia bersihkan.


Duke menatap kepergian mereka tanpa berkedip, dilihatnya para bangsawan benar-benar ingin menjatuhkan keluarganya bahkan kesatria yang awalnya dilatih olehnya kemudian ditugaskan di kerajaan pun berani menyalahi perintahnya.


“Winter, Nicholas!” Ucap duke setelah semua orang telah benar-benar pergi dari kediamannya.


“Iya paman.”


“Iya ayah?”


“Cari tahu dan catat nama-nama semua bangsawan yang mengajukan laporan tudingan pemberontakan pada keluarga Yarnell dan semua orang yang bekerja sama dengan mereka, selidiki dan laporkan padaku!”


“Baik,” Ucap Nicholas  dan Winter bersamaan.


...***...