
“Aku baik-baik saja lihatlah, aku bahkan sama sekali tidak terluka. Bukankah sudah aku katakan sebelumnya bahwa aku ini kuat.” Jawab Leathina kemudian mendorong tubuh Edward yang condong ke padanya agar sedikit menjauh dari wajahnya.
“Dia menjadi sedikit gila setelah lama tidak bertemu” Batin Leathina saat mendapati Edward yang menjadi posesif jika membahas tentang dirinya.
“Ah, sebelum itu bagaimana dengan kalian bertiga? Aku belum mendengar keputusan kalian tapi akan lebih baik jika kalian semua kembali saja.” Ucap Leathina kembali fokus dengan percakapannya yang tadi teralihkan karena Edward tiba-tiba menanyakan tentang Almo.
“Katakan apa yang ingin kalian lakukan, jika kau ingin kembali maka kembalilah.” Ucap Edward kemudian membenarkan posisinya menjadi tegap kembali namun tidak kembali ke tempatnya semula ia malah ikut duduk di samping Leathina yang duduk di tepi tempat tidurnya.
“Ah, aku sepertinya tidak punya banyak pekerjaan di kerajaan jadi tidak masalah jika aku ikut dengan Tuan Edward dan Nona Leathina.” Jawab Troy dengan cepat karena takut saat Edward menodongkan pandangannya terhadapnya.
“Kenapa kamu jadi sopan seperti itu, sebelumnya tadi kau tetap memanggilku Leathina kenapa tiba-tiba berubah?” tanya Leathina seketika mendengar cara bicara Troy yang berubah menjadi jadi lebih sopan.
“Bagaiman dengan kalian berdua?” tanya Edward lagi pada Adam dan Nina tanpa memberi kesempatan pada Troy untuk menjawab pertanyaan Leathina barusan.
“Aku sepertinya butuh liburan dari pekerjaanku, cita – citaku saat liburan ingin pergi berpetualang jadi akan lebih baik jika nona Leathina mengizinkan saya untuk tetap tinggal dan ikut dalam perjalanan nona Leathina.” Jawab Nina setelah Edward menatapnya.
“Bukankah nona Leathina punya janji yang harus di tepati?” Ucap Adam ketika mendapati dirinya yang belum memberikan keputusannya.
“Ah, iya benar maafkan aku Adam aku belum membayar utang janjiku. Kalau kau mau mengatakan aku harus berbuat apa untuk menepati janjiku akan aku lakukan besok.” Jawab Leathina ketika mengingat pertama kali bertemu dengan Adam dan membuat kesepakatan bahwa jika Adam membantunya bersembunyi dari para prajurit kerajaan yang mengejarnya ia akan mengabulkan satu permintaannya.
“Untuk sekarang utang nona Leathina belum bisa Nona bayar.”
“Kenapa?”
“Karena untuk membayarnya nona harus ada di kerajaan dulu, jadi sampai nona belum kembai ke kerajaan anda tidak bisa membayarnya dan karena saya takut nona akan tiba-tiba menghilang lagi saya memutuskan untuk ikut dalam perjalanan panjang nona Leathina untuk berjaga-jaga.”
“Huff ...” Leathina kembali menghela nafas berat, “Jadi intinya kalian semua tetap ingin ikut bersamaku?” tanya Leathina lagi yang memang sudah tahu bagaimana jawaban akhirnya.
“Tentu saja kami akan ikut.” Jawab Adam, Nina, dan Troy hampir bersamaan.
“Itu karena aku ingin liburan sambil berpetualang.” Ucap Nina membuat-buat alasannya.
“Aku harus menjaga agar nona Leathina tidak hilang tiba-tiba dan tidak sempat membayar utang janji anda padaku.” Adam juga ikut membuat-buat alasannya.
“Ah, kalau aku ....”
“Cukup-cukup aku sudah tahu.”
Troy juga ingin ikut memaparkan alasannya tapi Leathina cepat-cepat menghentikannya karena sudah tahu apa yang akan Troy jadikan alasan agar tetap ikut bersamanya.
“Baiklah karena kalian semua bersikeras untuk tetap tinggal dan ingin ikut bersamaku maka aku tidak akan melarang.” Leathina akhirnya menerima keberadaan mereka berempat dan mengizinkan mereka semua untuk tetap tinggal dan ikut bersamanya dalam perjalanan panjangnya menghabiskan empat tahun di luar samapi umurnya melewati umur dua puluh lima tahun, dimana di buku dituliskan bahwa saat itu ia akan mati dieksekusi.
“Tapi dengan sebuah syarat.” Sambung Leathina lagi membuat Edward dan yang lainnya langsung terdiam dan hanya fokus pada Leathina yang tiba-tiba mengajukan sebuah syarat untuk mereka agar bisa fokus mendengar ucapan Leathina.
“Kalian tidak boleh memberi kabar ke kerajaan, biarkan mereka tidak menaruh perhatian pada kehilanganku sampai aku kembali atas keinginanku sendiri.” Ucap Leathina memberitahukan syaratnya.
“Bahkan pada duke, ayahmu?” tanya Edward masih tidak paham dengan syarat Leathina.
“Iya jangan.” Jawab Leathina sambil mengangguk mengiyakan ucapan Edward, “ Aku cukup memberitahukan bahwa diriku baik-baik saja, kalian tidak boleh dimana aku sekarang dan untuk apa aku melakukan ini.”
“Baiklah jika itu yang kamu inginkan, dan tentu saja kami tidak bisa memberitahu mereka apa tujuanmu hingga tidak mau kembali ke kerajaan kamu bahkan tidak mau memberitahukan alasannya.” Ucap Edward menyanggupi syarat yang diberikan oleh Leathina.
Yang membuat Leathina belum ingin kembali adalah karena ia takut jika keberadaan dirinya yang mengubah alur cerita dapat menimbulkan bencana, Leathina sudah tahu dengan pasti bahwa datangnya Almo mengamuk ke kerajaan adalah karena dirinya.
Yasmine yang berubah menjadi jahat karena dibutakan kekuasaan dan keinginan memiliki segalanya membuat keputusan gila, Yasmine malah menjual jiwanya pada iblis untuk mendapatkan jalan yang mulus sayangnya pengorbanannya tidak berhasil membuat jiwanya hanya diselimuti amarah dan keinginan untuk membalas dendam pada Leathina yang menurutnya telah mengambil posisinya. Hal itu membuatnya kembali kehilangan akal hingga tidak cukup mengorbankan jiwanya untuk menginginkan apa yang ia dambakan, karena kegagalannya mendapatkan kekuasaan dia akhirnya juga mengorbankan hidupnya untuk membalaskan dendamnya dengan cara mengorbankan dirinya untuk membangunkan sang naga hingga berakhir kehilangan nyawanya sendiri sebagai bentuk pengorbanan dan perjanjian pada sang naga agar mau mengabulkan permintaannya untuk mengamuk di kerajaan.
“Lea ...”
“Lea?”
“Leathina.”
“Ah! Maafkan aku.” Ucap Leathina yang sedikit terkejut dari lamunannya.
“Ada apa?” tanya Edward khawatir menatap Leathina lekat-lekat.
Leathina hanya tersenyum tidak memberikan alasannya. “Tidak apa-apa.” Ucap Leathina menenangkan.
“Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan menyesal untuk memilih keputusan ini.”
“Ah, baiklah Edward terimakasih.” Leathina kembali tersenyum perasaanya campur aduk memikirkan bagaimana nasib mereka berlima nantinya.
Leathina khawatir jika mereka ikut bahasa yang mungkin saja akan datang juga bisa melukai mereka.
“Leathina?” panggil Edward lagi saat Leathina kembali hilang fokus dan melamun.
“Ada apa?” tanya Edward.
“Bukan apa-apa, aku hanya penasaran apa yang terjadi setelah aku diculik oleh naga itu? Apa semua orang baik-baik saja? Bagaimana dengan keluargaku?” tanya Leathina mengalihkan pembicaraan tapi sebenarnya juga benar-benar ingin tahu apa yang terjadi setelah ia menghilang selama hampir dari setengah tahun.
“Besok saja ceritanya ini sudah sangat larut kau harus beristirahat.” Edward menepuk-nepuk bantal meminta Leathina untuk segera berbaring.
“Tapi aku penasaran apa yang terjadi setelah aku menghilang dan bagaimana dengan keluargaku Nora pasti sangat sedih bukan?”
“Kerajaan masih dalam perbaikan karena imbas amukan monster naga tapi tidak banyak orang yang terluka berkatmu dan untuk keluargamu mereka baik-baik saja.” Ucap Edward memberitahukan pada Leathina secara singkat. “ memang mereka khawatir tapi percayalah mereka baik-baik saja setelah mendapat surat darimu, sebelumnya mereka mengira kamu mungkin sudah mati tapi untung saja surat mu sampai sebelum keluargamu melakukan hal gila.” Ulang Edward lagi memberitahu Leathina agar Leathina tidak khawatir lagi.
“Benarkah? Memangnya apa yang Duke lakukan selama aku tidak ada?”
“Sudah ya, besok saja kita lanjut sekarang kamu istirahat.” Ucap Edward lembut kemudian tangannya dnegan cekatan menutupi tubuh Leathina dengan selimut.
“Kenapa kamu tidak tidur?” tanya Leathina dalam kegelapan karena Edward masih duduk di tempat tidurnya.
“Tidurlah, aku hanya ingin menunggumu tidur setelah itu aku juga akan tidur di tempatku.” Balas Edward tersenyum lembut sayangnya Leathina tidak bisa melihat wajahnya dengan baik karena pencahayaan telah dimatikan oleh Adam.
“Perasaanku sedikit tidak enak.” Batin Leathina.
Lambat laun Leathina pelan-pelan menutup matanya karena diserang rasa kantung hingga kemudian benar-benar jatuh tertidur.
Lama Edward berdiam diri, tidak beranjak ke tempat tidurnya yan sudah siap di tempati bahkan ia pun tidak bergerak sama sekali hingga tiba-tiba berdiri setelah Leathina benar-benar telah pulas tertidur.
“Bangun!” ucap Edward tiba-tiba, suaranya sengaja ia kecilkan namun masih terdengar tegas dan sulit untuk dibantah.
Seketika Adam, Troy dan Nina langsung terbangun ternyata mereka bertiga hanya berpura-pura untuk tertidur agar tidak menimbulkan kecurigaan di mata Leathina.
“Sudah tidur bos?” tanya Adam dengan suara pelan.
“Sudah.” Jawab Edward singkat.
“Jadi apa selanjutnya?” tanya Nina serius.
Edward tidak menjawab ia hanya menatap Leathina yang telah pulas tertidur.
“Bos?” panggil Adam lagi menunggu perintah selanjutnya yang akan Edward berikan pada mereka.
“Kembalilah ke penginapan sebelumnya tunggu aku disana, kita akan membicarakannya disana disini terlalu berisiko.”
“Baik.”
Adam, Troy dan Nina langsung pergi menuju penginapan mereka yang sebelumnya telah mereka sewa meninggalkan Edward dan Leathina di ruangan yang sama.
“Rasanya jika ku tinggal maka kau pasti akan menghilang lagi, Leathina.” Gumam Edward pelang kemudian kembali duduk di sisi tempat tidur Leathina setelah Adam, Troy dan Nina Pergi.
Edward kemudian beranjak berdiri kemudian membungkuk untuk melihat wajah Leathina yang masih pulas tertidur.
“Maafkan aku Leathina sepertinya aku harus tetap mengabari duke tentang keberadaan mu aku sudah terlanjur berjanji padanya jika aku menemukan mu maka aku harus segera memberi mereka kabar dan membawamu pulang.” Bisik Edward kemudian kembali merapikan selimut Leathina yang sedikit tersingkap karena bergerak.
“Kenapa rasanya banyak sekali rahasia yang kau sembunyikan Leathina.” Gumam Edward kemudian segera menyusul Adam, Troy dan Nina yang telah lebih dulu kembali ke penginapan yang sebelumnya mereka sewa.
Tidak membutuhkan waktu lama Edward telah sampai di penginapannya dan mendapati Adam, Troy, dan Nina telah menungguna di sana.
“Bos?” sambut Adam saat melihat kedatangan Edward.
“Kita akan memberikan kabar terlebih dahulu pada Duke mengenai kabar dan kondisi Leathina sekarang, jika Duke meminta kita untuk membawa Leathina tetap kembali maka kita harus membawanya kembali walaupun secara paksa. Bahaya baginya berkeliaran di luar seorang diri.” Ucap Edward menjelaskan.
“Nina pergilah dan segera kirimkan kabar pada kediaman Duke Leonard dan jangan sampai ada yang tahu tentang Leathina yang sudah ditemukan surat yang kamu kirimkan mewakili tentara bayangan katakan seperlunya saja selebihnya biar aku yang lakukan, setelah kemampuannya diketahui bahwa kekuatan penyembuhannya melebih dari pengguna sihir pada biasannya bahkan langsung bisa menyembuhkan duke yang telah hancur kakinya tanpa bekas, banyak orang-orang yang mulai mencari-cari kesempatan untuk menemukan Leathina menggunakan kemampuannya.”
“Benar bahkan banyak dari kalangan bangsawan atas yang memiliki banyak uang dan kekuasaan namun sakit-sakittan mulai mencari Leathina, bahkan kabarnya sudah sampai di telinga kerajaan seberang. Jika masih dalam kerajaan kita masih bisa menangani karena duke masih memiliki kekuasaan tertinggi di kalangan bangsawan tapi jika telah menyinggung kerajaan lain bisa berbahaya, Nona Leathina pasti akan dijadikan target penculikan bahkan bisa jadi banyak orang yang punya otak aneh menginginkan Leathina untuk diperistri agar mempunyai keturunan yang berpotensi memiliki kekuatan yang sama untuk dimanfaatkan.” Ucap Adam ikut menimpali kekhawatiran Edward.
“Saat melakukan pencarian nona Leathina aku juga bertemu dengan regu pencari lainnya yang bukan berasal dari prajurit kediaman duke, entah apa tujuannya mencari nona Leathina.” Ucap Troy yang ikut khawatir karena situasinya menjadi semakin runyam.
“Itu karena kemampuan penyembuh Nona Leathina unik tidak seperti sihir penyembuh lainnya. Pengguna sihir penyembuh yang lain memang bisa langsung menyembuhkan luka tapi itu hanya luka kecil sulit bagi mereka bisa langsung menyembuhkan luka besar dalam sekali pengobatan, bahkan waktu itu banyak orang yang memiliki luka besar karena tertimpa bangunan dan nona Leathina bisa langsung menyembuhkannya dalam sekejap mata tanpa meniggalkan bekas luka.” Nina pun ikut berkomentar. “Bahkan belakangan diketahui orang-orang yang secara acak disembuhkan oleh nona Leathina saat insiden malam itu beberapa dari mereka ternyata memiliki penyakit bawaan dan setelah Nona Leathina menyembuhkan luka nya penyakit bawaannya pun ikut sembuh bersama degan luka mereka yang menghilang, sihir penyembuh nona Leathina ini bisa dibilang sangat sempurna.” Sambung Nina lagi.
“Aku sudah tahu semuanya, bahkan bisa jadi lebih bahaya kedepannya. Kalian berdua.” Edward menatap Adam dan Troy sementara yang ditatap dengan tenang menunggu perintah selanjutnya.
“Kalian berdua carilah rute aman menuju desa selanjutnya, cari kemungkinan bahaya yang bisa muncul saat dalam perjalanan sebelum Leathina melewatinya saat meninggalkan desa ini.” Ucap Edward memberi perintah kemudian Adam dan Troy segera mengangguk paham.
“Ada apa Nina?” tanya Edward ketika mendapati ekspresi kekhawatiran pada wajah Nina.
“Tuan, bukannya aku membantah atau memberontak tapi apa tidak apa-apa melakukan ini setelah tadi anda telah berjanji pada nona Leathina untuk tidak mengirimkan kabar ke kerajaan tentang dirinya.” Jawab Nina mengingat tadi bahwa mereka semua telah berjanji untuk memenuhi syarat yang diajukan Leathina.
“Benar tuan, ini pertama kalinya anda melanggar janji yang telah anda buat.” Troy ikut merasa bersalah dengan Leathina.
“Ini untuk kebaikan Leathina, dan aku pun sudah berjanji pada duke untuk langsung memberitahukan kondisi anaknya jika berhasil ditemukan.” Ucap Edward sedikit tergoyah tapi tetap kembali pada keputusannya.
“Bagaimana jika Nona Leathina tahu?”
“Tugas kalian jangan sampai Leathina tahu atau kalian bertiga akan mendapat hukuman.”
“Baiklah, kami akan selalu mengikuti anda.” Ucap Adam kemudian diikuti oleh Troy dan Nina.
“Pergilah sekarang! Kembalilah sebelum Leathina bangun dan menyadari bahwa kita semua tidak berada di penginapan.”
“Baik!” Ucap ketiganya hampir bersamaan dan segera hilang dari pandangan Edward.
“Aku pun harus mengirimkan kabar pada Duke sebagai seorang pangeran bukan sebagai tentara bayangan.” Gumam Edward pelan kemudian segera pergi.
Sebelumnya Duke Leonard yang pasrah akhirnya meminta bantuan pada tentara bayangan yang terkenal dengan reputasinya sebagi organisasi pembunuh bayaran mereka juga dapat dengan mudah menemukan seseorang, Edward yang mengetahui bahwa Duke meminta bantuan organisasinya kemudian berpura-pura tidak mengetahui tentang tentara bayangan dan menawarkan diri untuk ikut bergabung dalam pencarian yang akan dilakukan oleh tentara bayangan.
Kabar yang beredar bahwa walaupun tentara bayangan sangat profesional dalam melakukan pekerjaannya namun tidak boleh di percayakan sepenuhnya karena berisi orang-orang licik kemudian duke yang khawatir pun menyetujui permintaan Edward yang ingin ikut dalam pencarian agar bisa menyampaikan kabar secara langsung mengenai perkembangan pencarian yang mereka lakukan.
“Aku juga harus menceritakan kondisi Leathina yang tidak mau kembali ke kerajaan, semoga saja mereka juga dapat memberikan informasi kenapa Leathina tiba-tiba ingin melarikan diri dari kerajaan.” Gumam Edward sambil menulis dengan serius pada surat yang akan ia kirimkan pada duke.
Setelah selesai menuliskan surat yang akan dikirimkannya ke kediaman duke, Edward segera keluar kemudian meniup peluit dan munculah seekor burung gagak yang diselimuti oleh asap hitam dengan patuh mendarat di lengan Edward.
“Kirimkan ini dengan selamat.” Gumam Edward sambil mengikatkan pesannya di kaki si gagak kemudian gagak itu langsung terbang dan menghilang di udara.
...***...