I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 27



“Kenapa? Bukankah lebih mudah jika meletakkannya di kamar padahal bungan ini cantik.”


“Itu karena jika kamu menyukai bunga ini kamu seharusnya akan menjaganya dengan baik jadi dia bisa  terus tumbuh dan bunga ini masih bisa kembali berbunga lagi dan kamu dapat menikmati kecantikannya kembali, bukan malah memotongnya dan memajangnya di sudut ruangan. Jika kamu memotong bunga ini, bunga ini hanya akan layu dalam beberapa hari dan pastinya akan berakhir dengan sia – sia.


“Oh jadi seperti itu, belum pernah ada yang memberitahuku seperti itu nona jadi aku tidak tahu.” Anne tertawa pelan setelah mendengar penjelasan dari Leathina.


Setelah Leathina selesai mengamati bunga anggrek biru yang sempat menarik perhatiannya tadi, dia kemudian beranjak dari tempatnya dan kembali berjalan menyusuri taman tersebut. Namun, setelah menyusuri seluruh area taman Leathina tidak berhasil menemukan apa yang menjadi tujuannya datang ke taman yaitu mencari sebuah kolam yang memiliki tumbuhan teratai sihir di dalamnya.  Dari tadi mereka berdua hanya berputar – putar di area taman saja dan masih belum menemukan apa – apa Leathina hanya sesekali singgah sebentar untuk mengamati bunga yang menarik perhatiannya dan kemudian berjalan kembali sampai keduanya merasa kelelahan terus berjalan mengelilingi taman tersebut.


Karena lelah terus berjalan mengitari area taman akhirnya Leathina memilih untuk beristirahat pada sebuah gazebo yang sengaja dibangun tepat pada tengah – tengah taman agar orang – orang yang duduk di sana bisa menikmati pemandangan seluruh area taman.


Setelah sampai Leathina langsung mendudukkan dirinya pada kursi yang ada di gazebo dan segera menyandarkan punggunya pada sandaran kursi dan menutup matanya untuk mengurangi rasa lelahnya, sementara Anne berdiri di sebelahnya sambil mengibas – ngibaskan tangannya ke arah Leathina agar Leathina merasa sedikit dingin karena terkena angin dari tangannya yang ia kibaskan ke arah Leathina.


“Anna apa tidak ada kolam di taman atau di mansion ini?” Setelah beberapa saat berada pada posisinya dan diam tidak bergerak sama sekali, akhirnya Leathina mulai berbicara kembali pada Anne.


“Ada nona?”


Benarkah?” Leathina kembali bersemangat setelah mengetahui bahwa ternyata memang benar ada kolam di mansion ini.”


“Iya dan kolam itu masih berada di area taman ini nona Leathina.”


“Kalau begitu cepat tunjukkan kolamnya apadaku, aku harus melihatnya sekarang.”


Leathina yang sudah tidak sabar ingin melihat kolam yang sudah dari tadi ia cari segera berjalan dan menarik tangan Anne berjalan ikut bersamanya. Leathina menjadi semakin penasaran dan memerintahkan Anne untuk mempercepat langkahnya agar mereka berdua bisa segera sampai dan Leathina juga bisa mengobati rasa penasarannya terhadap kolam yang sudah dia cari – cari sedari tadi.


“Ini kolamnya, Nona Leathina.”  Setelah sampai pada pinggiran kolam Anne segera berhenti dan memperlihatkan kolam yang ia ceritakan tadi pada Leathina.


Kolam tersebut ternyata tidak terlalu jauh dari gazebo yang di tempati Leathina tadi, hanya membutuhkan beberapa langkah dari gazebo tersebut untuk sampai pada kolam yang dimaksud oleh Anne.


“Ini kolamnya?” Semangat hidup Leathina kembali menciut setelah melihat kolam yang sudah ada di depannya itu.


Kolam sekecil ini mana bisa membuat orang tenggelam dan aku juga masih bisa melihat dasar dari kolam ini. Apa mungkin kolam yang akan menjadi tempat terjadinya insiden mengerikan tersebut belum dibangun sekarang. Iya itu mungkin saja ini kan masih belum waktunya. Aku jadi agak sedikit kecewa karena tadi terlalu bersemangat saat mengetahui bahwa ada kolam di sini, sudahlah aku kembali ke gazebo yang tadi  saja lagi untuk beristirahat.


“Eh sudah mau pergi nona, bagaimana dengan kolamnya?”


“Sudah tidak jadi, aku kira tadi aku bisa berenang, ternyata hanya kolam kecil saja bahkan seluruh badanku pun tidak akan terkena air jika aku masuk ke dalam kolam itu.”


“Apa mau saya beritahukan pada Tuan Duke bahwa nona menginginkan kolam yang besar untuk berenang, Tuan Duke pasti akan segera membangunkan sebuah kolam jika dia tahu bahwo Nona menginginkan sebuah kolam untuk berenang?”


“Tidak usah jangan menambah beban hidupku lagi Anne, lebih baik jika tidak ada kolam sekalian dan jangan meminta apa – apa pada Duke jika dengan mengatas namakan aku.”


"Baiklah Nona Leathina.” Anne hanya mendengarkan apa yang Leathina bicarakan dan mengikuti langkah kakinya dari belakang.


Leathina membalikkan badannya dan beranjak pergi dari pinggiran kolam tersebut, Leathina berjalan kembali menuju gazebo yang berada di tengah taman. Setelah sampai pada gazebo yang tidak jauh jaraknya dar kolam Leathina segera mendudukkan dirinya di atas kursi dan menyangga dagunya dengan telapak tangan kanannya.


“Kamu mau kemana Anne?”


Melihat Leathina yang kini sedang memasang ekspresi malas Anne kemudian beranjak pergi meninggalkan nonanya sendiri tapi sebelum itu Leathina yang melihat Anne pergi meninggalkannya segera menghentikan langkah kakinya. Dan mempertanyakan kemana Anne akan pergi meninggalkannya sendiri setelah mengajaknya keluar ke taman tadi.


“Saya mau masuk ke dalam dulu untuk mempersiapkan secangkir teh untuk Nona Leathina.”


“Ide bagus, tapi aku tidak terlalu berselera meminum minuman panas di saat matahari seterik ini.”


Apa di sini ada es yah? Aku tidak ingat di novel orang – orang dari dunia ini biasa minum es atau tidak. Tapi sepertinya di sini belum ada lemari pendingin meminta minuman dingin pasti akan membuat Anne bingung dan curiga lagi kepadaku, aku bisa repot jik dia melaporkannya pada Duke, ah sayang sekali padahal aku sangat ingin meminum minuman dingin.


“Jadi apa ada lagi yang nona inginkan.” Anne memecah lamunan Leathina yang masih membayangkan sebuam minuman dingin dari dunianya di masa lalu.


“Kamu tidak usah memnyiapkanku teh, bawakan saja aku air putih. Itu sudah cukup.”


“Baik akan segera saya bawakan Nona.”


Anne beranjak pergi meninggalkan Leathina yang asyik duduk di kursinya dan masih terus melihat bunga – bunga yang bermekaran di sekiar gazebo tempatnya beristirahat.


Apa yang sebenarnya sedang aku lakukan sekarang, kenapa aku harus repot – repot menyelamatkan orang yang takdirnya memang harus meninggal di usia muda dan mati karena tenggelam. Padahal hidupku juga sedang terancam seharunya aku hanya fokus untuk menjalani hidupku saja. Tapi meninggal diusia muda itu sangat mengerikan, aku bahkan pernah merasakannya sekali jadi apa salahnya menyelamatkan nyawa orang lain jika aku berhasil menyelamatkan Nora ini akan menjadi seperti sekali mendayung dua tiga pulai terlewati atau sambil menyelam juga meminum air, iya itu juga tidak terlalu buruk bukan. Jangan pikirkan lagi anggap saja sebagai terimakasihku karena bisa diberi kesempatan hidup dua kali.


......***......