I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 100



Melihat beberapa prajurit memasuki penginapan tersebut Ed’ memutar arahnya dan membawa Leathina duduk pada sebuah kursi tunggu yang berada tepat di depan meja si penjaga penginapan.


“Ed’ apa yang kau lakukan, kita akan tertangkap jika berada di area terbuka sepeti ini.” Leathina berbisik pada Ed’ yang juga duduk di dekatnya.


“Mereka tidak akan memperdulikan kita jika kita berada di tempat terbuka seperti ini, karena mereka yakin bahwa orang yang mereka cari pasti bersembunyi di dalam kamar.” Ucap Ed’ sambil memperbaiki tudung kepala Leathina.


“Tuan aku melihat orang yang sedang kami cari masuk ke dalam penginapan ini.” Ucap salah satu prajurit dan beberapa prajurit yang lainnya segera menyebar dan memeriksa kamar satu-persatu.


“Tuan! Tuan! Kamu tidak bisa sembarangan membuka kamar seperti itu, kau akan menganggu pelanggan kami.” Si pemilik penginapan berbicara sambil mencoba menghalangi tapi usahanya sia-sia para prajurit udah terlanjur memeriksa penginapannya.


“Tuan, apa kau melihat tiga orang masuk ke dalam penginapan mu satu perempuan dan dua orang lagi adalah laki-laki, umm.. dan laki-laki yang satunya berambut hitam.” Tanya si prajurit pada si pemilik penginapan sambil berfikir mengigat-ingat kembali ciri-ciri fisik orang yang sedang mereka cari.


“Tidak ada orang yang seperti itu tuan, mungkin anda salah lihat atau mereka masuk ke penginapan di sebelah, ada beberapa pelanggan yang tadi datang sebelumnya ada pria bertubuh besar dari pedesaan, kemudian seorang pria lagi dan seorang pria lagi berambut coklat bersama dengan keka....” Si pemilik penginapan mencoba untuk menjelaskan pelanggannya satu-persatu tapi tiba-tiba dipotong oleh prajurit yang lainnya.


“Mereka tidak disini.” Ucap salah satu prajurit yang baru saja datang setelah memeriksa kamar satu-persatu.


“Oh, kalau begitu kami minta maaf karena menganggu tuan. Kami akan segera pergi.” Si prajurit meminta maaf kemudian segera pergi meninggalkan penginapan tersebut.


Setelah para prajurit tadi telah benar-benar pergi Ed’ dan Leathina segera kembali ke kamar yang telah mereka pesan sebelumnya.


Ed’ berjalan sambil menutup kembali wajahnya dan rambutnya kembali berubah warna menjadi hitam.


“Umm.. Ed’ ucap Leathina ragu-ragu saat sampai di depan kamar yang akan mereka tempati.


“Ada apa Leathina, kau tidak akan masuk?” Jawab Ed’ sambil membukakan Leathina pintu dan mempersilahkannya masuk.


“Edward? Apa itu kau.” Leathina menatap Ed’ yang kini telah kembali seperti semula.


“Ah, kau melihatku? Aku ketahuan hahaha.” Ed’ hanya tertawa sambil menurunkan kembali penutup wajahnya agar Leathina bisa melihatnya dengan jelas.


“EDWARD!!” Jerit Leathina saat melihat wajah Edward yang kini rambutnya telah berubah menjadi kuning keemasan sama seperti rambut milik pangeran yang ia tahu.


“Hustt kau terlalu berisik Leathina!” cepat-cepat Edward menutup mulut Leathina dan menariknya masuk ke dalam kamar.


“Edward! Edward! Bagaimana bisa kau.. kau menjadi seorang ayah dalam usia semuda ini hahah.” Ucap Leathina dengan bersemangat kemudian tertawa.


“Ayah? Aku?” Edward kebingungan tidak bisa memahami ucapan Leathina.


“Iya, bukankah seluruh anggota dari tentara bayangan adalah anak-anak mu. Mendengar mereka sangat menghormatimu dan mengidolakanmu membuatku berfikir bahwa mereka adalah anak-anakmu hahah.” Leathina kembali tertawa setelah berbicara.


“umm.. Lea?”


“Iya ada apa Edward?”


“Bukankah kamu terlalu santai ketika mengetahui identitas ku yang sebenarnya.”


“Ah, umm iya aku sangat terkejut awalnya tapi sebenarnya aku sebelumnya sudah sedikit curiga.” Leathina menjawab pertanyaan Edward ragu-ragu.


“Kau sudah tau? Sejak kapan? Dan bagaimana kau bisa tahu? Padahal aku yakin sejauh ini belum ada yang mengetahui identitas ku yang sebenarnya apa jangan-jangan ada orang lain yang mengetahui identitas ku, aku harus segera mencari tau dan melenyapkannya.” Perkataan Leathina menganggu Edward dan mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


“Tidak, tidak seperti itu Edward. Tidak ada orang yang mengetahuinya, aku hanya memiliki firasat saja kau tau aku telah bertemu denganmu sebagai Edward dan sebagai Ed’ dan kalian hampir mirip, tapi bagaimana bisa kau mejadi pimpinan mereka.” Leathina bertanya mencoba mengalihkan pembicaraan Edward yang tadi mulai menginterogasinya.


“Aku tidak tahu, itu terjadi begitu saja. Saat itu aku hanya keluar untuk berpetualang dan menolong orang-orang yang tidak sengaja aku temui dalam perjalananku kemudian saat aku pulang ke kerajaan orang-orang yang berada di pihak kakakku merasa terancam karena keberadaan ku. Mereka takut bahwa aku akan mencuri tahtanya kelak jadi mereka merencanakan pembunuhan dan aku hanya melindungi diri tapi lama-kelamaan mereka semakin terobsesi untuk melenyapkan ku dan mulailah perang dingin diantar kami dan aku membangun benteng pertahanan ku dengan mendirikan organisasi ini.” Edward menjelaskan panjang lebar pada Leathina dan Leathina menyimak dengan penuh perhatian.


“Itu Ratu dan orang-orang yang mendukungnya, kau tahu anak dari perempuan yang tingkat kebangsawanannya rendah seperti ibuku selalu menjadi sasaran empuk, karena ibuku telah meninggal maka yang menjadi target sekarang adalah aku.” Edward berbicara pada Leathina sambil tertawa seolah-olah bahwa itu hanyalah hal biasa.


Aku baru tahu kalau Edward bukan anak dari ratu tapi anak dari selir, aku melupakannya atau memang kisah mereka tidak dijelaskan.


“Kau tidak perlu merasa kasihan padaku Leathina, justru aku yang merasa kasihan padamu yang kini hidup dalam pelarian haha.” Melihat Leathina termenung membuat Edward berfikir bahwa Leathina sekarang sedang memikirkannya dan mencoba untuk mencairkan suasana.


“Kau benar Edward, keadaanku lebih memprihatinkan. Aku diburu oleh keluargaku sendiri.” Ucap Leathina kemudian sambil membuka tudung kepalanya dan membiarkan rambutnya terurai begitu saja di depan Edward.


“Kau benar, tapi tidak usah terlalu memikirkannya.” Edward berbicara sambil mengacak-acak rambut Leathina.


“Hey, hey, singkirkan tanganmu dari kepalaku.”


“Kenapa? Aku lama tidak melihatmu Lea.” Edward kemudian mengangkat untaian rambut Leathina dan mencium aromanya.


“Hey apa yang kamu lakukan, kau terlihat seperti orang mesum tau.” Leathina menepis tangannya kemudian melangkah mundur untuk menjauhkan dirinya dari Edward.


“Tapi Edward kenapa kau mau menolongku?” tanya Leathina kemudian mengintrogasi Edward.


“Itu karena aku sudah terlanjur berjanji untuk melindungi mu, kau ingat jika kau berdansa denganku dan memberiku benda pengikat maka aku akan melindungi mu.”


“Tidak ada alasan lain?” Leathina kembali bertanya dengan tatapan yang serius.


“Itu karena sebelumnya kau juga menyelamatkanku.”


“Ah, kau benar pertama kali kita bertemu saat kau terluka.” Leathina berusaha mengigat-ingat kembali kejadian saat dirinya keluar secara diam-diam dan tidak sengaja terkepung antara pertarungan para bandit dan orang-orang milik Edward.


“Untunglah jika tidak ada alasan lain, aku pikir kau menyukaiku Edward haha.” Ucap Leathina membual dan disusul dengan suara tawanya sendiri.


“Kalau aku menyukaimu bagaimana Lea?” tanya Edward tiba-tiba membuat Leathina berhenti tertawa dan menatap mata Edward lekat-lekat tapi kemudian melihat Edward tersenyum dan tertawa.


“Ah, tidak mungkin. Kau terlalu pandai membual Edward kau hampir membuatku mati  mendadak karena terkejut hahah.” Leathina mengira bahwa Edward hanyalah membual.


“Tapi Edward.”


“Ada apa Leathina?” Leathina kini menatap mata Edward dengan serius kemudian perlahan-lahan mendekati Edward sementara Edward yang sedikit gugup segera mundur.


“Kenapa kepribadianmu sangat berbeda jika menjadi Ed’? sekarang kau terlalu banyak bercanda dan membual, tapi jika kau menjadi Ed’ jujur kau terlihat sangat menakutkan, bagaimana bisa satu orang yang sama memiliki dua sisi yang berbeda. Oh iya bagaimana rambutmu bisa berubah warna seperti itu.” Ucap Leathina kemudian sambil mundur kembali.


"Ini sihir." Edward memperlihatkan perubahan warna rambutnya pada Leathina.


"Wah, hebat sekali. Apa tidak bisa kau lakukan hal yang sama pada rambut ku? itu akan sangat berguna." Tanya Leathina dengan antusias.


"Aku tidak bisa, aku hanya melakukan pada rambut dan tubuhku sendiri. Aku takut melakukan nya pada orang lain kau tahu seperti memiliki efek samping seperti pusing dan lain-lain Karen kau harus terus-menerus menjaganya dengan sihir."


"Sayang sekali, andai aku juga bisa menggunakan sihir lainnya sayangnya aku hanya bisa sihir penyembuh." Leathina berbicara sambil menatap ujung rambutnya sendiri.


“Baiklah, cukup sampai disini hari ini. Tidurlah aku akan tidur bersama dengan Adam jika kamu berada dalam keadaan berbahaya berteriak lah maka aku akan mendengarmu kamar adam disebelah.”  Edward berbicara kemudian segera keluar dari kamar Leathina dan menutupnya kembali.


“Jadi dimatamu aku selalu bercada ya dan tidak pernah melihatku serius.” Gumam Edward setelah menutup pintu kamar Leathina  dari luar kemudian segera memasuki kamar yang berada di sebelahnya.


...***...