
“Putri kalian ada di luar.”
Mendengar Leathina sekarang ada di luar membuat Nora menjadi sangat bersemangat ia langsung berlari keluar ingin membuktikan sendiri dengan mata kepalanya, namun sayangnya dia di cegat oleh Nina.
“Kenapa?” tanya Nora bingung.
“Saya tau anda sangat ingin terburu-buru, tapi sebelum itu selesaikan dulu pembayarannya tuan muda.” Jawab Adam meminta bayaran nya segera di berikan sebagai balasan telah menyewa jasa mereka.
Nicholas, Nora, dan Duchess Nice secara bersamaan menoleh ke arah Duke Leonard, mereka semua gugup bahkan detak jantungnya pun berdegup dengan kencang saking bersemangatnya menantikan saat bertemu dengan Leathina kembali setelah kejadian yang menimpa kerajaan kala itu.
Mendengar itu Cepat-cepat Duke Leonard mengambil sebuah kota kayu berisi yang yang telah beliau persiapkan sebelumnya kemudian tanpa piki panjang langsung menyerahkan kotak uang itu pada Adam.
“Ini bayaran kalian, ambillah.”
Adam membuka kotak yang diberikan Duke Leonard kemudian tersenyum melihat isinya setelah itu menutup kotak itu kembali dan menyerahkannya pada Nina.
“Anda benar-benar dermawan tuan Duke Leonard, misi kami selesai disini terima kasih atas kerjasamanya.” Ucapnya senang setelah mendapat banyak uang di tangannya.
“Masuklah.” Panggil adam santai meminta Leathina masuk.
Sementara seluruh keluarganya sudah sangat cemas dan tidak sabar melihat Leathina setelah lama tidak bertemu.
Nicholas mengira-ngira, apakah kakak perempuannya itu baik-baik saja atau atau saudara perempuannya itu terluka mengingat bagaimana naga yang mengamuk membawanya pergi malam itu. Pikiran buruk di kepalanya berusaha Nicholas tepis jauh-jauh kini yang membuatnya gugup adalah bagaimana ia nanti berekspresi di depan kakak perempuannya itu. Nicholas kemudian melirik ayahnya, penasaran melihat bagaimana ekspresi wajah ayahnya yang dingin itu namun ekspresinya masih lah sama dingin tanpa ekspresi hanya matanya yang terlihat berbinar namun tidak mengubah keseluruhan wajah dingin yang selalu Duke Leonard pasang di wajahnya.
Duchess Nice mencengkram lengan suaminya ia gugup menunggu Leathina masuk, Nora dan Nicholas juga tidak kalah tegangnya.
“Mana?” tanya Nora tidak sabar setelah menunggu beberapa saat namun leathina tak kunjung menampakkan wajahnya.
“Nona Leathina, sekarang anda sudah boleh masuk.” Panggil Adam lagi.
Leathina yang masih belum memperlihatkan wajahnya membuat Adam dan Nina saling pandang karena khawatir cepat-cepat Adam segera memeriksa keadaan Leathina di luar.
“Aku gugup adam.”Bisik Leathina saat melihat wajah Adam yang datang menjemputnya, kakinya sulit yang gerakkan untuk melangkah masuk ke dalam ruangan yang berisi keluarganya itu.
Walaupun Leathina tahu dengan pasti bahwa keluarganya dan dirinya telah berdamai sebelumnya namun masi terasa canggung bagi Leathina, apalagi saat terakhir kali ia membuat kehebohan di seluruh kerajaan. Waktu itu Leathina masih mencoba mengakrabkan diri dengan ayah dan adik-adiknya tapi terjeda karena di bawa paksa oleh Naga yang mengamuk waktu itu.
“Tidak apa-apa, tidak akan ada yang terjadi padamu mereka semua telah lama menunggu kepulanganmu.” Adam menenangkan.
“Tapi..” Leathina benar-benar tidak percaya diri sekarang.
“Jika nanti kamu tidak suka dan tidak merasa nyaman disini kamu bisa pergi ke tempat kami.” Ucap Adam tulus, “Sekarang ayo masuk perlihatkan wajahmu, kau tidak ingin mengecewakan orang-orang yang ada di dalam bukan? Mereka sudah lama menunggumu pulang.”
“Terimakasih Adam, sampaikan juga terimakasih ku pada Troy dan Ed.” Bisik Leathina lalu kemudian akhirnya berjalan masuk setelah mendapatkan sedikit kekuatan dari Adam.
Leathina akhirnya masuk tapi dengan menunduk dalam-dalam karena tidak berani melihat orang tua dan adik-adiknya.
‘Ini lebih dari cukup setidaknya mereka menungguku pulang, tapi kenapa aku merasa kecewa setelah melihat rekasi mereka.’ Leathina akhirnya membuka mata tapi masih menunduk karena tidak mau bersitatap dengan mata keluarga mereka.
Sekelebat ingatan kemudian berputar di kepala Leathina.
‘Ha.. ini sudah sering terjadi rupanya aku mengharapkan apa sih, lagi pula ini juga bukan salah mereka aku yang dulu terlalu dingin terhadap keluarga ini yang aku pikirkan hanya menyelamatkan diri.’ Leathina mengingat kembali dinginnya keluarganya dulu terhadap dirinya dan juga mengingat dirinya yang dulu juga tidak menyukai ayah ibu dan bahkan adik-adiknya. ‘ini sudah lebih baik dari dulu.’ Batin Leathina menguatkan dirinya sendiri, entah apa yang mengganggunya tapi perasaanya dan pikirannya benar-benar kacau sekarang.
“Umm… A-aku pulan....” Ucap Leathina terbata- bata, namun belum sempat Leathina menyelesaikan ucapannya terasa sesuatu yang kencang menabrak tubuhnya.
“Akh!”
Karena tidak siap dan tidak kuat menahan dorongan tubuhnya akhirnya Leathina jatuh ke belakang dirasakan tangan seseorang melingkar di pinggangnya dengan erat.
Leathina terjatuh dan tudung jubahnya tersingkap barulah leathina melihat dengan benar.
Seorang anak bertubuh tinggi memeluknya dengan erat dan semua orang melihatnya berbaring di lantai dengan seseorang yang masih menempel padanya bahkan pelukannya makin erat di pinggang Leathina.
“Ka-kalian?!” Leathina tergagap, aneh melihat pemandangan langka yang di lihatnya sekarang.
Betapa terkejutnya Leathina saat melihat ayah nya yang dingin seperti es menangis tanpa mengeluarkan suara begitu juga ibu dan adiknya Nicholas, mata mereka semua sudah sembab ternyata diamnya mereka dan tidak bereaksi karena mereka sedang menangis, tiba-tiba Leathina merasa geli sendiri dengan dirinya bahkan merasa aneh melihat ayahnya menangis serta adiknya nicholas yang seperti batu itu bahkan juga sedang menangis sekarang.
‘Kalau begitu anak yang memelukku ini?’ Leathina tersenyum, entah kenapa perasaannya sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Aku pulang, maaf lama.” Ucap Leathina pada akhirnya dengan membalas pelukan Nora.
“SELAMAT DATANG KEMBALI!!!” Teriak Nora sekencang-kencangnya disusul dengan suara sesenggukan di dalam pelukan Leathina bahkan dirasakan baju Leathina basah karena Nora terus menangis.
“Selamat datang kembali, di rumah.” Ucap ibunya lirih begitu juga Nicholas dan ayahnya yang sekarang masih menangis walaupun dengan tampang sok tegar mereka menyambut Leathina yang baru kembali.
“Hu… mengharukan sekali.” Gumam Adam dengan mata berkaca-kaca sekuat tenaga menahan diri agar tidak ikut menangis.
“Dasar aneh, kenapa matamu merah? Mereka kan klien mu bukan keluargamu.” Celetuk Nina kesal melihat wajah Adam yang entah kenapa tampak mengesalkan di matanya.
“sekarang kita harus pulang, jangan ganggu reuni keluarga orang lain.” Nina menarik paksa Adam yang masih ingin tinggal menonton tapi akhirnya pasrah dan ikut Nina keluar.
“Tapi kamu kan juga menangis, hidungmu bahkan ikut menangis juga.” Balas Adam, mengekor di belakang Nina sambil menyeka air matanya sambil tersenyum jahil melihat Nina yang sekarang matanya berkaca-kaca menahan tangisnya sendiri.
“Diam kau!” Nina mengusap kasar matanya dan berjalan dengan cepat ke luar, kekesalannya semakin bertambah saat melihat Adam tersenyum dengan cara aneh di wajahnya.
Saat melihat Nina dan Adam keluar orang-orang dengan pakaian berjubah berkumpul.
“Kami akan pulang ke markas terlebih dahulu, tim yang bertugas sebagai penjaga untuk sementara akan tinggal, jangan sampai kalian tertangkap awasi mansion ini dan jika ada yang mencurigakan segera laporkan.” Ucap Adam memberi perintah kemudian bergegas kembali dengan Nina.
...***...