
“Ah, jadi begitu. Sekarang sudah sangat jelas. Baiklah Emely terimakasih untuk informasinya.”
“Setelah mendengar pengakuan dari Emely bukan tidak mungkin bahwa Yasmine lah yang mengirimkan pembunuh bayaran saat kompetisi berburu bahkan ada kemungkinan Yasmine juga lah yang ingin menjebak ku saat insiden terakhir kali. Tidak, itu bukan kemungkinan berdasarkan cerita dari Emely aku yakin sudah pasti Yasmine lah dalang dari semua skenario ini.”
“Jadi apa yang harus saya lakukan Nona Leathina?” Pertanyaan Emely membuyarkan Leathina yang sedang memikirkan semua kejadian yang terus ia alami secara berturut-turut.
“Kembalilah ke kediaman Baron dan lakukan seperti biasa yang kamu lakukan di saat itu kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, pertama tulis nama-nama orang yang menurutmu setia di pihak Yasmine dan juga nama orang yang tidak menyukai Yasmine dan kirimkan secara diam-diam padaku.”
“Baik Nona.”
“Dan amati rencana dan pergerakan Yasmine dan segera laporkan padaku yang paling penting jangan sampai kamu dicurigai dan sampai tertangkap karena akan sulit bagiku untuk melindungi mu.”
“Baik terimakasih Nona Leathina.”
Setelah pembicaraan yang mereka berdua lakukan Leathina menyempatkan bermain dengan anak-anak dan Agam setelah itu segera kembali.
“Sepertinya Nona Leathina sedang merasa baik hari ini, apa ada yang terjadi selama aku tidak berada di sisi Nona Leathina?” Tanya Anne saat melihat Leathina terus mengembangkan senyum pada bibir merahnya.
“Tentu saja aku senang Anne aku baru akan memasang jaring tapi sudah ada ikan yang terjaring. Tapi, tentu saja aku tidak boleh terlalu senang dulu aku harus memasang banyak jaring agar lebih banyak yang tertangkap dan berhati-hati untuk tidak melepaskan tangkapan ku begitu saja.”Jawab Leathina dan kembali tersenyum.
“Walaupun aku tidak mengerti dengan maksud perkataan Nona Leathina, tapi aku tetap bahagia mendengarnya.”
“Hahaha, terimakasih Anne.”
Beberapa saat kemudian Leathina kembali terdiam dan tampak berfikir dengan serius, Leathina larut dalam pemikirannya. Mencoba memikirkan rencana terbaik yang bisa dia ambil dan gunakan karena tidak akan ada kesempatan kedua untuk melakukan perbaikan.
“Itu kereta yang pernah digunakan Yasmine saat mengunjungi rumah judi!”
Leathina melihat ke arah keluar jendela dan secara tidak sengaja matanya menangkap sebuah kereta kuda yang pernah digunakan Yasmine sebelumnya. Kereta kuda milik Yasmine yang Leathina lihat terparkir di dekat sebuah restoran mewah yang berada di tengah-tengah perkotaan.
“Berhenti! Berhenti!” Teriak Leathina membuat kusir yang membawanya menghentikan kereta secara mendadak.
“Apa yang terjadi Nona Leathina?!” Tanya Anne cemas tapi tidak dijawab oleh Leathina.
Leathina terus melihat kearah restoran mecoba mencari seseorang tapi tidak kunjung ia temukan.
“Ada apa Nona kita belum sampai di tujuan apa ada masalah?” Tanya si kusir setelah menghentikan kereta secara mendadak dan turun untuk memeriksa keadaan penumpangnya.
“Aku aku meminjam ini Tuan, Anne kembalilah dan jangan bilang siapa-siapa bahwa kau berkeliaran di jalanan sendiri. Aku akan segera kembali setelah menyelesaikan urusanku.” Teriak Leathina sambil merebut topi flat cap milik si kusir dan melompat turun dari kereta setelah pintu terbuka.
Anne tidak bisa bereaksi untuk menghentikan nonanya karena kejadiannya begitu cepat hingga Anne hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali mecoba untuk memahami situasi dan pada akhirnya Anne memilih untuk tetap kembali ke mansion tanpa Leathina karena Leathina sudah terlanjur menghilang.
Anne menggulung rambutnya dan menyembunyikan rambut merahnya itu di balik topi yang sedang ia pakai milik kusir yang tadi ia pinjam dan dengan langkah santai berbaur pada pejalan kaki lainnya hingga akhirnya sampai di depan restoran mewah yang di depannya terparkir kereta kuda milik Yasmine.
“Anda tidak bisa masuk Nona, ini bukan tempat sembarang orang untuk masuk kerestoran ini.” Salah seorag penjaga yang berdiri di depan pintu restoran mencegat Leathina saat mencoba masuk ke dalam restoran.
Karena Leathina bersikeras untuk tetap masuk ke dalam akhirnya dua orang penjaga secara paksa menyeret Leathina sampai di pinggir jalan dan memperingatinya agar tidak kembali atau menerobos masuk.
“Sial!.” Umpat Leathina karena tidak berhasil masuk.
“Ah, karena ini aku tidak boleh masuk?’ Gumam Leathina saat melihat pantulan dirinya saat tidak sengaja melihat jendela kaca kemudian meraba gaunnya yang terlihat sangat sederhana seperti orang biasa.
Dengan gaun sederhana dan topi flat cap yang identik dengan pekerja yang ia gunakan membuat penjaga tadi langsung mencap Leathina sebagai orang miskin hingga tidak di perbolehkan masuk ke dalam restoran.
“Oh, Ini!” gumam Leathina lagi saat merasakan sebuah benda kecil berbentuk bulat di kantungnya.
Leathina menemukan sebuah cincin emas dengan ukiran lambang keluarganya, sudah pedang bersilang di depan sebuah perisai.
“Ini cincin yang hanya dimiliki anggota keluarga Yarnell, setelah aku kembali Anne memintaku untuk terus membawanya kemanapun aku pergi. Jika aku memperlihatkan ini aku tidak perlu membayar atau jika aku terlibat masalah aku hanya perlu memperlihatkan cincin ini.”
Leathina menyeringai sambil menatap cincin yang di pengangnya itu, muncul sebuah ide yang membuatnya kembali bersemangat.
Leathina kembali ke restoran tadi dan hal yang ia alami tadi terulang kembali beberapa penjaga kembali menghadang Leathina dan memintanya untuk segera pergi.
“Jadi aku di usir, baiklah aku akan pergi.” Ucap Leathina sambil berpura-pura memperbaiki topinya dan memperlihatkan jari tengahnya yang memakai cincin emas berukiran lambang keluarga Yarnell.
“Maafkan kami Nona, kami tidak menyadari keberadaan anda.” Ucap kedua penjaga tadi yang sifatnya tiba-tiba berubah ramah dan segera membungkuk untuk meminta maaf.
“Tidak menyadari apanya, jelas-jelas tadi mereka menyeret ku keluar secara paksa.” Leathina menggerutu kesal dan berpura-pura marah di depan para penjaga.
“Mohon maafkan kami Nona, kami benar-benar menyesal. Apa ada yang bisa kami lakukan untuk menebus kesalahan kami pada anda nona?” Tanya penjaga khawatir jika Leathina akan memperpanjang masalah ini.
“Benarkah, kau ingin melakukan apa yang aku minta?” Tanya Leathina kembali untuk memastikan ucapan si penjaga.
“Tentu saja Nona, kami akan melakukan apa pun untuk menebus kesalahan kami.”
“Baiklah, panggilkan atasan kalian sekarang!”
“Baik Nona.”
Salah satu penjaga segera masuk ke dalam restoran dan tidak beberapa menit kemudian si penjaga akhirnya kembali dan di ikuti oleh pria paruh baya dengan potongan dan gaya rambut rapi yang mengekor di belakangnya.
“Jadi, apa ada yang bisa saya bantu Nona?” Tanya nya setelah bertemu langsung dengan Leathina.
“Tuan apa sekarang ada pelanggan yang masuk dengan rambut pirang?” Tanya Leathina.
“Maafkan kami Nona, tapi kami tidak bisa membeberkan informasi pengunjung kami.”
“Benarkah? Apa karena aku tidak menggunakan gaun mahal jadi tidak diperbolehkan masuk dan mengetahui jenis-jenis orang yang datang mengunjungi restoran ini?” Leathina berbicara sambil memamerkan cincin yang ada di tangannya dengan berpura-pura memperbaiki posisi topinya.
“Entah apa yang akan dikatakan Duke Yarnell nanti saat mengetahui anggota keluarganya dilarang masuk? Aku tadi bahkan di seret keluar oleh penjaga. Mungkin tempat ini akan di tutup atau bahkan orag-orangnya akan di masukkan ke dalam penjara bawah tanah.” Leathina bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri sengaja mendengarkan apa yang ia katakan pada si pemilik restoran dan para penjaga yang tadi menyeretnya keluar.
“Astaga.. tidak mungkin orang terhormat seperti nona dilarang masuk ke sini. Baiklah, baiklah jadi apa yang ingin nona tahu?” tanya si pemilik restoran sambil memelototi anak buahnya seakan mengatakan bahkan setelah ini kalian akan tamat.
“Apa ada wanita berambut pirang masuk ke sini?” Tanya Leathina tanpa basa-basi lagi.
“Iya nona dia datang bersama seorang pria.”
“Bagus tunjukan di mana mereka sekarang.”
“Umm Nona, maafkan kami tapi kami tidak bisa melakukan apa yang nona minta, karena mereka memesan ruangan privat.”
“Apa restoran juga memiliki ruangan pribadi seperti itu?”
“Seperti yang nona ketahui, restoran ini untuk orang-orang dari kalangan atas. Biasanya beberapa bangsawan menginginkan ruangan privasi untuk makan atau berdiskusi dengan Ade yang lainnya, saya harap nona paham dengan situasi kami.” Si pemilik restoran berusaha sebaik mungkin untuk membuat Leathina mengerti dengan aturan restoran nya.
“Baiklah aku paham tuan. Jadi, sekarang tunjukkan dimana tempatnya.” Ucap Leathina sambil menarik kerah baju si pemilik restoran dan menyertnya masuk bersamanya.
“Se.. sepertinya nona masih belum mengerti.” Gumam si pemilik restoran pasrah dan menunjukkan dimana tamu yang dimaksud oleh Leathina.
Si pemilik restoran naik ke lantai dua dan terlihat beberapa ruangan yang biasanya digunakan para bangsawan yang ingin sendiri atau melakukan pertemuan sementara lantai pertama masih seperti restoran pada umumnya menggunakan meja-meja yang di jejerkan.
“Mereka ada di dalam sini Nona.” Mereka berdua sampai di depan sebuah pintu dan si pemilik restoran memberitahu bahwa orang yang di cari Leathina sekarang berada di dalam ruangan yang ada di depannya itu.
“Baiklah kau akan memesan ruangan yang berada tepat di sampingnya aku tidak ingin diganggu jadi jangan datang samapi aku keluar aku akan membayarmu nanti jadi sekarang pergilah kau pasti sibuk bukan melayani para pelanggan yang menyebalkan.” Leathina berbicara sambil mendorong si pemilik pergi agar tidak menganggu.
Setelah hanya tinggal dirinya sendiri Leathina langsung menempelkan kupingnya ke pintu ruangan yang di tempati Yasmine tapi sayangnya Leathina tidak bisa mendengarkan apapun dari dalam.
“Aku tidak mendengar apa-apa dari dalam.” Gumam Leathina pasrah dan kemudian segera memasuki ruangan yang berada tepat di samping ruangan yang sedang di tempati oleh Yasmine.
Leathina kembali menempelkan kupingnya di dinding tapi pendengarannya masih belum bisa menangkap suara dari ruangan di sebelahnya.
“Itu dia, kenapa aku tidak melihatnya dari tadi.” Leathina melihat sebuah balkon yang ada di ruangannya ia segera membuka pintu dan berjalan keluar melihat balkon dan ternyata di setiap ruangan memiliki balkonnya sendiri termaksud ruangan yang berada di samping ruangan Leathina.
Karena jaraknya hampir berdekatan Leathina memilih untuk menyebrang ke balkon seberang yang berhubungan dengan ruangan Yasmine dan dengan hati-hati mendekat dilihatnya dua orang yang sedang berbicara di ruangan tengah.
“Jadi apa rencanamu akan berjalan sesuai rencanamu Yasmine?”
“Tenang saja grand duke Alcott, aku telah berhasil membuat Ratu Juliette berada di pihakku. Apapun yang terjadi aku harus tetap menjadi putri mahkota dan menikah dengan pangeran.”
“Tapi perempuan itu telah kembali, sialnya perempuan sialan itu membuat putriku gagal untuk menikahi Nicholas. Rencanaku untuk menguasai kekuatannya melalui putriku menjadi berantakan.”
“Oh, astaga dasar serakah.” Leathina menggeratakkan giginya menahan emosinya mendengar apa yang di ucapkan oleh grand duke Alcott.
“Oh, jadi kabar tentang putrimu dipermalukan di depan umum benar.”
“Jaga ucapanmu nona Yasmine. Pikirkan tentang dirimu sendiri, posisimu akan terancam. Raja sendiri yang memilihnya bahkan setelah pertunangannya di batalkan dengan pangeran raja masih terus memintanya untuk memikirkan kembali apakah ia masih ingin menduduki posisi putri mahkota.”
“Apa yang mereka bicarakan itu aku?” Leathina dengan serius mendengar obrolan Yasmine dan grand duke Alcott dari luar balkon ruangan yang mereka berdua tempati.
“Yah, perlu aku akui dia sangat beruntung, aku sudah dua kali merencanakan pembunuhan dan satu kali menjebaknya tapi dia masih bisa tersu lolos, untungnya dia bodoh dan selalu mencurigai siapaun yang bersikap baik padanya dan pada akhirnya hanya tinggal dia sendiri dan akulah yang akan menjadi pemenang di akhir jadi kau harus selalu berada dipihakku grand duke.”
“Oh, dan masalah putrimu itu tenang saja. Saat aku menjadi ratu nanti aku akan menikahkanya pada kelurga apa saya yang kau mau grand duke, dengan titah kerajaan tidak akan ada yang bisa menolak.”
“Kau sungguh keterlaluan nona Yasmine. Tenang saja, selama aku masih memperoleh keuntungan darimu tentu saja aku akan memihakmu. Jadi, apa rencanamu selanjutnya untuk menjatuhkannya sekarang?”
“Ratu menyarankanku agar menurunkan qualitas dari perempuan itu, hingga tidak bisa lagi di angkat menjadi putri mahkota dan aku memiliki rencana yang bagus yang bisa menguntungkan kita berdua.”
“Apa maksudnya itu Nona Yasmine? Bagaimana caramu mengugurkannya sedangkan dia telah hampir sempurna dari awal kecuali amarahnya itu.”
“Dengan putramu, tentu saja gran duke.”
“Putraku? Jangan macam-macam dengan penerusku Nona Yasmine. Jangan kau berani merayunya seperti denganku.”
“Hahaha, apa maksudmu gran duke. Aku tidak merayumu kamu yang terpikat denganku dari awal dan ingat kita sedang bekerja sama orang bisa saja salah paham dengan uapanmu itu grand duke Alcott.”
“Tapi kenapa harus putraku, dan rencana apa yang kamu pikirkan?”
“Aku berencana menghilangkan kesuciannya, jika dia kehilangan itu secara otomatis dia tidak akan bisa menjadi pitri mahkota lagi dan tentu saja putrau yang hars bekerja untuk mengambilnya. Pikirkan jika putramu menikah dengannya maka kau juga akan mendapat dukungan dan tentu saja menantu yang berbakat.”
“Tuk!”
Mata leathina terbelalak tidak percaya mendengar apa yang baru saja Yasmine katakan mulutnya ia bekap kuat-kuat agar tidak bersuara sayangnya secara tidak sengaja sikunya membentur sesuat.
“Ada apa grand duke?”
“Sepertinya ada sesuatu di balkon, aku akan memeriksanya sebentar.”
“Ah, gawat! aku harus segera pergi sebelum tertangkap.” Leathina bergegas pergi dan menyebrang kembali ke balkon kamarnya dan segera masuk untuk bersembunyi.
“Apa ada sesuatu, di sana grand duke?”
“Tidak ada mungkin aku salah dengar.” Grand duke Alcott membuka pintu penghubung ke balkon dan tidak menemukan apa-apa disana. Karena tidak menemukan sesuatu grand duke kemudian menutup pintu dan kembali duduk bersama Yasmine.
...***...