
“Huufff” Bagaimana ini?”
Sudah satu minggu aku mengurung diri di kamar untuk berfikir dan beradaptasi dengan kehidupan baruku ini dan aku juga masih belum membuat rencana penyelamatan hidupku karena aku tidak bisa berfikir dengan jernih, aku memberitahu Anne dan semua orang bahwa aku tidak mau diganggu tapi orang-orang yang tinggal di mansion ini terus saja berdatangan untuk menggangguku.
(Kunjungan ke-1)
“Kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?”
“Aku baik-baik saja Tuan Duke?”
“Tuan Duke? Terakhir kali kita bertemu kau memanggilku ayah dan itu juga untuk pertama kalinya aku mendengarmu memanggilku dengan sebutan ayah.”
Uhh dasar bodoh, kenapa waktu itu aku memanggilnya ayah. Leathina tidak pernah sekalipun memanggil Duke Leonard dengan sebutan ayah itu karena ia sudah tidak mengharapkan dan sudah tidak menginginkan cinta seorang ayah lagi, karena setiap mereka bertemu dan bertatapan ayahnya hanya memberikannya tatapan tajam dan kebencian pada Leathina, Dari situ Leathina sadar bahwa dirinya tidak dicinta dan tidak diinginkan keberadaanya oleh Duke Leonard.
“Maafkan aku Duke Leonard itu tidak akan terjadi lagi, dan itu adalah pertama kalinya aku menyebut sebutan ayah dan juga akan menjadi yang terakhir kalinya juga.”
“Bukan.. bukan itu maksudku.”
“Jadi apa, apa aku juga tidak boleh menyebutmu dengan nama Duke Leonard dan menggantinya dengan Master.”
Sebutan master akan diberikan pada pelayan ke tuannya. apa orang ini sangat membenci Leathina atas kematian istrinya sampai ingin disebut master dari anaknya sendiri, Leathina kan tidak bersalah karena sudah dilahirkan dari darah mereka berdua duh.. kenapa jadi seribet ini sih.
“Tidak perlu. Bukan apa-apa aku hanya datang untuk melihat kondisimu saja.”
“Terima kasih sudah datang mengunjungiku lain kali tidak usah repot-repot datang kesini karena aku akan selalu baik-baik saja sendiri.”
Akhirnya dia pergi juga, tapi ada apa dengan tatapannya itu, sepertinya aku melukai perasaanya. Tapi kenapa dia tiba-tiba bersikap peduli pada Leathina seperti itu dalam novel yang pernah aku baca Duke Leonard tidak pernah sekalipun tertarik pada Leathina dan hanya memberikan dan mengabulkan apapun yang diinginkan Leathina untuk menebus rasa bersalahnya karena sikapnya itu, tapi itu adalah salah satu faktor besar yang membuat Leathina menjadi penjahat. Yah.. siapapun itu seorang anak tidak hanya butuh materi tapi juga membutuhkan kasih sayang bahkan hewan pun lebih berperasaan pada anaknya.
(Kunjungan ke-2)
“Permisi Nona Leathina.”
“Ada apa Anne?”
“Tuan muda Nicholas datang berkunjung apa aku harus menyuruhnya pergi?”
“Biarkan dia masuk.”
“Baik Nona.”
“Kau sudah sadar, kali ini kau tidak akan pingsan lagi bukan.”
“Kenapa? Kau kesal aku bisa selamat dari kejadian terakhir kali.”
“Aku tidak menuduhmu, tapi ngomong-ngomong kenapa kamu sangat sensitif apa kamu juga terlibat. Tapi apa kamu tahu bahwa memang benar Diana memberi makananku racun karena keinginannya sendiri tapi mungkin ada orang yang sudah menghasutnya sampai berani berbuat demikian, oh tapi jangan salah paham aku hanya menebak-nebak saja.”
Diana bekerja sama dengan Nicholas untuk mengawasi Leathina jadi memang ada kemungkinan bahwa Nicholas yang menghasut Diana dan dengan mudah Diana termakan hasutan Nicholas karena sudah muak dengan perilaku Leathina terhadapnya dan Leathina sudah tau bahwa mereka berdua sedang mengawasinya maka dari itu Leathina berbuat demikian dengan Diana, membuat Diana tersiksa setiap harinya. Sebenarnya Nicholas tidak benar-benar membenci Leathina. Walau Leathina bersikap dingin dan jahat tapi dia selalu membantu Nicholas jika menghadapi kesulitan dan karena itu Nicholas membenci Leathina karena ia tidak bisa melampaui kemampuan Leathina baik dalam seni berpedang maupun dalam urusan akademik Leathina selalu unggul dibanding Nicholas dengan kemampuan seperti itu Nicholas takut bahwa Leathina akan merebut posisinya sebagai penerus keluarga Yarnell.
Kata Anne sekarang aku berumur dua puluh tahun tahun sekarang dan umur Nicholas sekarang delapan belas tahun, Nicholas hanya bisa menjadi resmi penerus keluarga Yarnell jika sudah mencapai umur dua puluh tahun, jadi sekeras apapun Nicholas berusaha ia tetap tidak bisa menjadi penerus keluarga ketika belum mencapai umur dua pulu tahun sedangkan Leathina kapanpun bisa mengajukan diri untuk menjadi penerus keluarga Yarnell karena dia sudah memenuhi semua syarat yang dibutuhkan untuk menjadi penerus keluarga Yarnell.
“Omong kosong, aku datang hanya untuk memastikan apa kamu baik-baik saja.”
“Terimakasih sudah datang mengunjungiku lain kali tidak usah repot-repot datang kesini karena aku akan selalu baik-baik saja walau sendiri.”
“Huh kamu hari ini benar-benar terlalu banyak berbicara Leathina, biasanya kamu tidak seperti ini.”
“Seperti apa, mungkin kamu hanya tidak benar-benar mengenal saudarimu ini Nicholas.”
Yah itu karena aku bukanlah Leathina. Namaku Isabella dan aku ber-reingkarnasi ke dalam tubuh Leathina jadi bersiap-siap saja dengan kekacauan yang aku buat karena aku bukanlah Leathina yang penuh perhitungan dan pertimbangan. Walaupun Leathina memiliki karakter jahat dia tidak pernah mau untuk mempermalukan nama keluarganya sendiri itulah kenapa sampai sekarang dia masih bertahan di dalam keluarga yang tidak menganggapnya ada ini.
“Terserah apa katamu, aku pamit jaga dirimu baik-baik.”
(Kunjungan ke-3)
“Tok.. tok.. tok.”
“Permisi Nona Leathina, Duchess datang ingin bertemu dengan anda. Apa nona mengizinkan atau saya mengatakan bahwa nona sedang istirahat untuk pemulihan.”
“Suruh saja dia masuk.”
“Baik Nona akan saya lakukan.”
“Selamat datang Ibu, apa yang membawamu kemari tenang saja aku masih belum mati, jadi ibu harus bersabar lebih lama lagi untuk menghadapiku.”
“Huh Ibu? Apa kepalamu terbentur sesuatu atau otakmu sudah rusak karena racun yang kau minum biasanya kau memanggilku Duchess, tapi kata-katamu masih pedas seperti dahulu.”
“Yah mungkin aku sudah sedikit tidak waras sekarang otakku sudah tidak berfungsi dengan baik, apa aku tidak boleh memanggilmu ibu?”
“Terserah, panggil saja semaumu toh aku suka atau tidak suka kamu tidak akan peduli, aku datang melihatmu bukan karena aku mau tapi karena disuruh oleh ayahmu karena sudah melihatmu aku sekarang akan pergi, aku sibuk.”
Lihat wajahnya memerah, aku tahu kamu menyukainya, Duchess Nice sangat menginginkan anak perempuan tapi dia hanya memiliki anak laki-laki. Sejak dulu beliau selalu memberi perhatian lebih pada Leathina dia terpesona dengan kecantikan wajah anak tirinya itu dia jadi terobsesi untuk mengajarinya segala sesuatu tentang atitut wanita bangsawan sayangnya Leathina tidak menyukai perhatian yang berlebihan Leathina sering sekali berbuat ulah dengan ibu tirinya, dalam cerita di buku saat Duchess Nice baru tiba Leathina melemparinya dengan batu sampai berdarah, kemudian pernah mendorong dan mempermalukannya di depan umum mengatakan bahwa ia tidak pantas menjadi ibunya, aku jadi merasa bersalah pada Duchess Nice sekarang.
......***......