I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 187



“Mana kakak mu?” Tanya duke pada kedua anak laki-lakinya yang sudah sedari tadi menunggu di dalam ruangan, mereka harus bersama-sama untuk menyapa Raja dan Ratu bersama.


“Tidak tahu ayah, mungkin Pangeran Edward belum datang.” Jawab Nora sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu apakah Leathina sudah masuk atau belum ke dalam ruangan banquet.


“Aku akan keluar untuk memeriksanya.” Ucap Nicholas kemudian segera pergi.


“Kakak Lihatlah.” Nora menarik ujung pakaian Nicholas dan menunjuk ke arah pintu masuk dan disaat bersamaan pintu pun dibuka memperlihatkan beberapa orang yang masuk secara beriringan.


“Apa-apaan itu, kenapa mereka bisa masuk bersamaan.” Gumam Nicholas dan matanya tidak bisa beralih dari arah pintu masuk.


Semua tamu pun sama mereka melihat beberapa orang yang masuk secara bersamaan dan berjalan masuk.


“Bukankah itu Pangeran Edward.”


“Benar, tuan Winter juga dan ada orang asing yang berjalan bersamanya, kau tahu siapa dia?”


“Tidak aku baru pertama kali melihat laki-laki yang satunya.”


“Ah, ada seseorang lagi yang berada di belakang mereka bertiga.”


“Itu Nona Leathina!”


Seluruh isi ruangan mulai bergemuruh, geger melihat Leathina dan pangeran masuk bersamaan. Mereka pun juga terkejut karena ternyata Leathina terlihat baik-baik saja tidak seperti yang di bicarakan oleh orang-orang.


“Leathina bukankah kamu bilang aku bisa menggandeng tanganmu, kenapa malah aku yang harus berjalan masuk beriringan dengan dua orang aneh ini.” Bisik Pangeran Edward.


“Husst! Perbaiki ekspresi wajahmu Edward, kau bisa menakuti orang-orang jika kau memasang wajah aneh seperti itu.”


Leathina mencubit pinggang Pangeran Edward dari belakang agar dia mau kembali menatap ke depan dan memasang wajah tersenyum pada orang-orang.


Dengan terpaksa Pangeran Edward menuruti perkataan Leathina, sementara Winter sedari tadi hanya diam saja karena ia pun sebenarnya tidak suka berjalan memasuki pesta beriringan dengan seorang pria. Alex hanya tersenyum mendengar percakapan diantara pangeran Edward dan Leathina begitu pula dengan Winter yang sedari tadi hanya cemberut karena Leathina tidak memilih diantara mereka bertiga siapa yang akan menjadi pasangannya dan malah mengusulkan untuk masuk dengan beriringan.


“Alex, aku akan menemui keluargaku terlebih dahulu. Apa kau juga ingin ikut?” tanya Leathina setelah masuk ke dalam area banquet.


“Ah, tidak perlu Lea. Aku juga harus pergi menemui rombonganku mereka pasti menungguku, kami harus bersama-sama untuk bertemu dengan raja Daylen nanti.”


“Baiklah, samapi jumpa di lain waktu Alex.” Ucap Leathina melepas kepergian Alex.


Alex hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian segera berbalik mencari rombongannya yang merupakan utusan dari kerajaan barat.


“Bagaimana dengan kalian berdua, apa kalian juga ingin ikut denganku untuk menemui keluargaku?” tanya Leathina pada Pangeran Edward dan Winter.


“Aku sepertinya harus menyapa beberapa tamu Leathina, lihatlah para penjilat di sana sudah menatapku seperti mangsanya yang harus mereka kunyah sebelum pergi.” Bisik Pangeran Edward sambil melihat satu arah di mana para bangsawan berkumpul.


“Baiklah.”


“Aku akan mencari mu jika musiknya sudah di mulai,” ucap Pangeran Edward sebelum benar-benar pergi.


“Aku juga harus pergi menyapa beberapa tamu kenalan ku Leathina, maaf meninggalkanmu sendiri jika aku tidak menyapa mereka nanti akan menjadi merepotkan untuk ke depannya.” Ucap Winter yang merasa tidak enak dengan Leathina karena harus meninggalkannya sendiri.


“Tidak apa-apa, kalian pergilah. Membangun relasi adalah hal yang penting untuk masa depan kalian lagi pula aku akan kembali ke keluargaku sekarang.” Ucap Leathina melepas kepergian Pangeran Edward dan Winter.


Setelah keduanya pergi untuk menyapa beberapa tamu undangan yang mereka kenal, Leathina mengedarkan pandangannya mencari tahu dimana ayahnya dan keluarganya yang lainnya menunggunya.


“Yah, walaupun tidak semua dari mereka membenciku tapi tetap saja lebih banyak dari mereka yang tidak menyukaiku.” Leathina menghirup nafas dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan dari mulutnya berusaha mengontrol ekspresinya agar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman terhadap orang-orang.


“Aww!”


“Ah, tidak aku akan jatuh!”


Saat Leathina baru akan berjalan kembali untuk mencari keluarganya tiba-tiba saja seorang pria dengan tubuh besarnya dengan sengaja menabrak Leathina hingga membuat tubuh Leathina terpental kebelakang.


“Hei! kau seharunya berhati-hati tuan dengan tubuh besar.”


Leathina menunggu punggungnya terbentur ke tembok tapi beberapa saat kemudian ia menyadari bahwa seseorang telah menangkapnya hingga terhindar dari benturan yang lainnya, kemudian disusul suara yang familiar yang dengan sarkas memarahi orang yang menabrak Leathina saat Leathina mencari tahu siapa orang yang membantunya ia pun melihat wajah yang sangat ia kenali.


“Nicholas, sejak kapan dia ada di belakang ku?” Batin Leathina saat dilihatnya Nicholas lah yang ternyata telah menangkapnya hingga tidak terjatuh.


“Ah, maafkan kecerobohan saya tuan, saya tidak sengaja.” Ucap si pria besar yang tadi menabrak Leathina.


“Tidak sengaja apanya?! Jelas-jelas dia yang dengan sengaja berjalan dengan sangat cepat ke arahku.” Batin Leathina menatap tajam ke arah orang yang tadi telah menabraknya.


“Apa-apaan orang ini?!” batin Leathina terkejut saat si pria besar yang menabraknya tadi melirik ke arahnya kemudian mendengus kemudian memutar bola matanya karena tidak suka dengan Leathina dan dengan melihat ekpresinya itu dapat dengan jelas menggambarkan bahwa ia sedang merendahkan Leathina.


“Saya akan hati-hati lain kali. Tuan Nicholas Yarnell.” Ucapnya sopan pada Nicholas dan menekankan kata ‘Yarnel’ dan kembali melirik ke arah Leathina kemudian segera pergi.


“Laki-laki berbentuk babi ini benar-benar merendahkanku.” Batin Leathina yang mulai terpancing emosinya saat melihatnya untuk yang kedua kalinya dengan cara merendahkan.


“Hei gendut!” seru Nicholas emosi, saat laki-laki yang menabrak Leathina pergi.


“A-apa anda memanggilku?!” tanya si pria yang kini berjalan kembali ke tempat Nicholas dan Leathina berada, wajahnya sedikit memerah karena Nicholas memanggilnya dengan sebutan gendut di depan banyak orang.


“Iya! Memangnya siapa lagi orang yang bertubuh gendut selain kamu, sialan!” ucap Nicholas, nada bicaranya lebih sarkas dari sebelumnya membuat si pria yang menabrak Leathina tadi juga ikut emosi.


“Kau tidak seharusnya bertindak seperti ini Tuan Nichoas, walaupun kau dari keluarga bagsawan dengan derajat yang lebih tinggi kau tidak boleh merendahkan anak dari keluarga lain."


“HAH! Benarkah?! Kalau begitu bagaimana denganmu, katakan apa maksudmu menabrak kakakku dengan sengaja dan memutar bola matamu saa melihatnya?!” Nicholas semakin marah saat pria yang menabrak Leathina malah memutar balikkan fakta dan bertindak sebagai orang yang tidak bersalah.


“Apa maksud anda Tuan Nicholas, aku benar-benar tidak sengaja dan ka- kakmu itu bukankah dia...” ucapnya dan ragu-ragu meneyelesaikan kalimatnya.


“Kenapa dengan dia hah?! Kau bahkan tidak pantas menatap wajah kakakku! Apa mau bola matamu aku putar dan ku keluarkan sekarang, kau merendahkan kakakku kan?! Dasar kau babi sialan!!” ucap Nicholas yang emosinya sama sekali tidak menurun.


“Jika aku biarkan Nicholas mengamuk disini dan mengacaukan perayaan ulang tahun ratu seluruh keluarga akan mendapat masalah karena dianggap mempermalukan ratu nantinya.” batin Leathina saat dilihatnya orang-orang mulai berkerumun mengelilingi mereka.


“Nicholas, ayo! Ayah sudah menuggu kita sekarang.” Bisik Leathina pada Nicholas.


“Tidak, aku masik belum selesai dengan babi ini.” Ucap Nicholas memberontak.


“Kau akan melibatkanku dalam masalah jika berkelahi di perayaan ulang tahun ratu Nicholas, apa kau mau aku dipermalukan lebih dari yang babi itu lakukan padaku, kau tahu sendiri kan banyak orang yang tidak menyukaiku kau bisa mengurusnya jika tidak ada oang yang melihat.” Bisik Leathina dan akhirnya berhasil menenagkan kembali Nicholas.


Nicholas pun menurut dan melakukan apa yang di minta Leathina karena tidak ingin Leathina di permalukan.


...***...