
Sudah setengah tahu Leathina melakukan perjalanannya sendiri, tidak ada yang istimewa dari petualangan yang Leathina lakukan sendiri selain memasuki desa baru dan bertemu dengan orang-orang baru dan berbagai masalah yang muncul dengan sendirinya karena bertemu orang-orang aneh.
“Huff...
Leathina menghela nafas panjang setelah memasuki penginapan kemudian langsung membuka buku hariannya, menuliskan nama desa yang ia kunjungi serta nama penginapan dan hal apa saja yang telah ia lakukan agar bisa mengenangnya nanti di masa tuanya bahwa ia pernah berpetualang ke berbagai tempat.
“Setelah merasakan yang namanya disayangi oleh teman dan keluarga aku jadi merasa kesepian sekarang, padahal sebelumnya aku sudah sangat yakin bahwa akan pergi tanpa penyesalan.” Gumam Leathina kemudian mulai menyimpan barang-barangnya di dalam lemari.
“Huh? Apa ini?” Batin Leathina saat tidak sengaja menemukan sebuah gumpalan pada pakaiannya.
“Ah! Ini pakan yang aku kenakan saat Almo si naga gila itu membawaku bersamanya.” Ucapnya senang saat mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Almo.
“Tapi apa yang menggumpal ini?” gumamnya lagi kemudian memeriksa setiap sudut pakaiannya itu.
Alis Leathina berkerut saat menemukan korek api berbentuk aneh dan mengingat-ingat kembali dari mana ia bisa mendapatkan benda aneh itu.
“Ini korek api pemberian dari bawahannya Edward saat pertama kali aku bertemu dengannya, ah! Itu pertemuan pertama yang buruk.” Gumam Leathina kemudian tersenyum saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Edward dan para bawahannya.
“Bagaimana ya kabar mereka sekarang?” Gumam Leathina sambil kembali merapikan pakaiannya.
Setelah selesai merapikan barang-barangnya Leathina langsung menuju lantai bawah untuk berbaur dengan tamu lainnya yang juga menginap di penginapan yang sama untuk makan malam dan setelah menghabiskan makanannya Leathina memilih untuk berjalan-jalan sebentar mencari angin sebelum kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan panjangnya besok.
“Ah! Kenapa aku malah membawa-bawa korek aneh ini, apa jika aku nyalakan seseorang dari tentara bayangan akan langsung datang ya.” gumam Leathina sambil memperhatikan korek apa yang ada ditangannya.
“Tidak mungkin, kau ini kenapa berfikir yang aneh-aneh sih Leathina.” Batin Leathina menepis harapannya.
“Tapi memangnya bisa ya?” Gumamnya lagi sambil mencoba menyalakan korek apinya.
“Srek.”
“Srek.”
Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Leathina berhasil menyalakan api dari korek api, namun tidak ada yang terjadi selain apinya yang sedikit berbeda dengan warna api pada umumnya.
“Tidak ada yang istimewa.” Gumam Leathina kemudian menyimpan kembali korek apinya.
"Kenapa aku berharap dia datang ya." Batin Leathina sambil merenung sendiri.
Lama Leathina duduk sendiri di luar menikmati pemandangan malam kemudian akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangannya.
“Tunggu!” Panggil seseorang yang dengan tergesa-gesa mengejar Leathina yang akan kembali ke penginapannya.
“Ada apa? Dan siapa kamu?” tanya Leathina pada orang berjubah yang menghentikannya itu.
“Darimana kamu mendapatkan korek itu?” tanyanya lagi.
“Ini pemberian dari teman lama.” Jawab Leathina ramah.
“Duh...” Leathina mendengus kesal saat tiba-tiba diterpa angin yang membuat tudung jubahnya tersingkap dan memperilhatkan wajahnya dan rambut merahnya, cepat-cepat Leathina memperbaiki kembali jubahnya sebelum seseorang menegurnya karena warna rambutnya yang terlalu mencolok.
“Akh! Astaga apa yang kau lakukan dasar orang aneh!” Seru Leathina saat tiba-tiba laki-laki berjubah yang mencegatnya tadi langsung memeluknya dengan sangat erat membuat Leathina kesulitan untuk bernafas.
Beberapa kali Leathina mencoba untuk mendorongnya menjauh tapi sia-sia karena pelukannya semakin erat hingga pada akhirnya Leathina dengan sengaja menginjak kakinya hingga terjauh.
“Akh!” pekiknya kesakitan saat Leatina dengan sengaja menginjak kakinya dengan sengaja.
“Leathina!” serunya saat terjauh ke tanah.
“Kau...” Ucapan Leathina terputus kerkejut melihat orang yang tadi memeluknya secara tiba-tiba.
Leathina tidak menyangka akan melihat wajah familiar di tempat yang asing membuat Leathina mencubit pipinya sendiri mencoba membangunkan dirinya sendiri dari mimpi.
“E-edwar?!” Ucapnya terbata-bata sambil jatuh terduduk karena kedua kakinya terasa lemas karena terkejut.
“Leathina akhirnya aku berhasil menemukanmu.” Ucap Edward kemudian kembali memeluk Leathina erat seperti orang yang tidak ingin kehilangan miliknya lagi.
"Aku merindukan mu sebenarnya kemana saja kau selama ini." Bisik Edward merasa lega telah menemukan Leathina.
“Tu-tunggu dulu.” Leathina langsung kembali pada pemikiran rasionalnya kemudian mendorong Edward menjauh.
“Bagimana bisa kau menemukanku? Apa kau akan memkasaku kembali? Kalau itu yang ingin kau lakukan jangan harap aku akan menurut!” ucap Leathia tegas kemudian kembali berdiri dan mundur beberapa langkah menjauhi Edward.
“Leathina aku ...”
“Dari surat yang kau kirimkan enam bulan yang lalu.”
“Bagaimana bisa? Aku kan tidak menuliskan alamatku dan bahkan aku berpindah-pindah tempat.”
“Itu aku meminta bawahanku untuk melacak siapa yang membawa surat itu kemudian menemukan bahwa surat itu berasal dari sebuah desa terpencil yang bahkan namanya tidak dituliskan di peta dari situ aku mencari jejakmu berpindah ke tempat ke tempat yang baru setiap saat tapi masih belum bisa menemukanmu.”
“Jadi kenapa sekarang kau bisa menemukanku.”
“Karena kau menyalakan korek api itu, itu korek apa yang hanya dimiliki olehku dan orang-orangku sangat mencurigakan mendapat sinyal dari tempat seperti ini dan satu-satunya yang terbayang adalah kamu.”
“Humm.. jadi karena aku menyalakan korek apa ini ya.” gumam Leathina cemas. “Jadi kau akan memaksaku untuk kembali pulang?” tanya Leathina lagi.
“Tidak, kali ini aku hanya akan mengikuti kemanapun kau pergi aku tidak akan bertanya kenapa kau tidak ingin kembali karena kau pasti punya alasan yang tidak bisa kau katakan.”
“Bagaimana dengan tugasmu di kerajaan, tahtamu dan sebaginya?”
“Sejak awal disana bukan tempatku jadi tidak masala jika aku menghilang, Tapi Leathina apakah kau mengizinkanku untuk mengikutimu?”
“Tentu saja boleh kalau kau mau.” Jawab Leathina.
“Terimakasi Leathina.” Seru Edward kemudian langsung memeluk Leathina kembali.
“Aku pikir kau akan langsung melamarku atau mengajakku menikah jika bertemu denganku lagi.” Bisik Leathina pada Edward sambil cekikikan karena berhasil menggoda Edward.
Leathina merasa Edward sedikit lucu saat mendengar bisikannya wajahnya langsung memerah.
“Hahahah.” Tawa Leathina pecah seketika melihat wajah Edward yang memerah. “Tenang saja aku hanya bercanda kok.” Ucapnya lagi menenagkan Edward.
“Terimakasih karena tidak melupakanku dan telah datang padaku, aku juga merindukanmu Edward.” Ucap Leathina serius.
“L-leathina jika saja aku mela....”
“Bos!”
Baru saja Edward ingin mengatakan sesuatu pada Leathina tiba-tiba datang tiga orang yang mencarinya dan memotong perkataanya hingga membuat Edward mengurungkan niatnya.
“Bos?!”
“Kenapa tiba-tiba pergi seperti itu?”
“Ada apa bos?” tanya ketiga bawahannya ynag sepertinya kesusahan mengejar Edward yang meninggalkan mereka bertiga.
“Hallo! Apa kabar kalian bertiga?” sapa Leathina ramah pada ketiganya.
“LEATHINA!!” Seru mereka bertiga saat baru menyadari siapa yang menyapa mereka kemudian langsung berlari memeluk Leathina.
“Leathina apa kau baik-baik saja?”
“Bagaimana dengan naga gila yang meculikmu?”
“Kau tahu bos kami hampir gila karena tidak bisa menemukanmu dimanapun.”
“Aku baik-baik saja Adam, Troy, Nina.” Jawab Leathina sambil balas memeluk mereka bertiga.
Setelah pertemuan mereka Leathina membawa mereka berempat kembali ke penginapannya, melepas rindu dan berbagi cerita selama mereka berpisah.
Kedatangan meraka tidak membuat kecemasan Leathina akan takdirnya mereda tapi dengan adanya mereka membuat Leathina merasa lebih kuat dan tidak kesepian lagi dalam perjalanan panjangnya sekarang dan nanti sampai takdir tentang kematiannya berlalu.
...***...
Terimakasih telah membaca cerita ini Sampai selesai.
Ucapan terimakasih author ucapan pada teman-teman yang telah menyemangati dan mendukung saya selama ini. 💙💙💙
Sehat-sehat ya kalian semua sampai ketemu di lain kesempatan.
...Terimakasih....
...❤️❤️❤️...