
Yasmine geram karena Leathina, ketenangan dan aura intimidasi milik Leathina membuat nyalinya sedikit menciut tapi tidak mengurungkan niatnya untuk berhenti membunuh Leathina.
Angin kencang tiba-tiba muncul dan berpusat padanya hingga mengangkat ranting-ranting kayu sampai bertebaran kemudian memusatkannya pada satu titik dan melesatkan serangannya ke arah Leathina.
Dengan lincah Leathina menghindari ranting-ranting kayu yang melesat cepat kearahnya dan dengan pisau yang ia pegang ia gunakan untuk menangkis sebagian kayu yang lainnya.
Ada sedikit jeda ketika Yasmine mulai mengumpulkan kekuatannya kembali dan memusatkan pada satu titik Leathina yang mengetahui hal itu segera memanfaatkannya dan menerjang Yasmine sekuat tenaga untuk melumpuhkan Yasmine.
Yasmine terpental ketika Leathina menyerangnya untungnya ia tepat waktu sengaja memundurkan dirinya sendiri untuk menghindari serangan Leathina yang hendak merobek perutnya.
Yasmine melesatkan satu kayu kecil ke arah tangan Leathina yang memegang pisau hingga membuat tangan Leathina terluka dan tidak sengaja melepaskan pisau yang dipegangnya. Leathina yang berada di dekat Yasmine segera memberinya pukulan telak dan dengan kedua tangannya mencekik Yasmine.
“Bagaimana rasanya dibuang oleh orang-orang yang selama ini bersikap baik terhadapmu?” Tanya Leathina sambil terus mencekik Yasmine.
“Kau tahu aku telah melihat semuanya, kau bahkan telah dibuang oleh Yardley bukan?”
Yasmine menggeliat telinganya panas mendengar semua perkataan Leathina dan ia berusaha melepaskan cengkraman Leathina yang mencekik lehernya.
“Leathina!” Leathina tiba-tiba mendengar suara yang sangat familiar di telinganya ia segera menoleh kemudian dari kejauhan dilihatnya Zeyden, duke Leonard, Edward, Winter dan bahkan Nicholas berlarih ke arahnya.
Melihat siapa yang datang membuat nafas Leathina tertahan kaget ketika melihat orang-orang yang dulu selalu mengabaikannya datang untuknya.
“Mereka datang untukku?” Tanya Leathina pada dirinya sendiri.
“Bukan! Mereka tentu saja datang untukku, mereka datang untuk menyelamatkan isabella,” Ucapnya sedih.
“Brak!” Leathina tiba-tiba kehilangan kesadaranya refleks badannya jatuh ke samping.
Yasmine yang melihat Leathina hilang kesadaran segera bangkit kemudian segera mencekik Leathina tidak ingin menghilangkan kesempatan emasnya untuk membunuh Leathina yang berbaring tidak sadarkan diri di tanah.
“Aku, aku menangkapnya,” Ucap Yasmine saat melihat orang-orang yang datang ke arahnya.
“YASMINE!” Teriak Duke Leonard hampir bersamaan dengan Edward, Nicholas dan Zeyden.
Edward segera melompat menyerang Yasmine, sementara Duke Leonard dan Nicholas dengan cepat mengambil tubuh Leathina yang terkulai lemah tidak sadarkan diri sementara Zeyden dan Winter bergabung bersama Edward untuk menangkap Yasmine.
Yasmine mundur menghindari serangan Edward dan Winter juga Zeyden yang tiba-tiba ikut menyerangnya.
“Dia bukan Leathina!” teriaknya memberitahu semua orang, “Roh asing telah mencuri tubuhnya dia telah membunuh Leathina yang asli, percayalah aku melihatnya sendiri. Ucapnya sambil menunjuk ke arah Leathina.
“KAU KETERLALUAN YASMINE!” Teriak Edward emosi ketika melihat leher Leathina kini seluruhnya membiru karena Yasmine mencekiknya sangat lama.
Duke Leonard dengan hati-hati menggendong tubuh Leathina sementara Nicholas melepaskan jubahnya dan segera menutupi tubuh Leathina.
“Ayah tubuhnya mulai dingin,” Ucap Nicholas khawatir ketika memengangi tangan Leathina yang begitu dingin.
Duke segera meraba nadi Leathina dan dirasakan denyutannya kian lama kian melemah.
“Kita harus segera membawanya kembali!” Serunya sabil mengetatkan pegangannya pada Leathina.
“Zeyden Winter biar aku yang mengurus gadis ini di sini, kalian berdua kembali lah dan bawa Leathina kembali secepatnya.” Edward meminta Zeyden untuk menggunakan kemampuannya kemudian Zeyden mengangguk paham dan segera berjalan mendekati Duke Leonard dan Nicholas.
"Kau tidak apa-apa sendiri?" Tanya Winter pada Edward saat akan pergi meninggalkannya nya.
Edward mengangguk menjawab pertanyaan Winter, setelah mendapat jawaban dari Edward Winter segera bergabung bersama yang lainnya.
“Kita akan berangkat sekarang.” Zeyden meberitahu keduanya kemudian aura sihir miliknya segera menyelimuti mereka dan dalam sekejap mereka telah menghilang.
“Nah sekarang hanya tinggal kau dan aku disini sekarang.” Edward menarik pedang miliknya dari sarungnya dan mulai mengarahkan ujungnya pada Yasmine.
“Kenapa semua orang selalu berpihak pada perempuan tidak berguna itu.” Jerit Yasmine tidak terima dan tiba-tiba angin kencang kembali berpusat disekitarnya.
“Kenapa?” Ucap Edward mengulang perkataan Yasmine, “Tentu saja karena dia Leathina dan kau hanyalah Yasmine gadis yang hidup dengan menjadi parasit pada laki-laki bodoh.” Edward tersenyum merendahkan Yasmine yang sekarang telah memusakan serangannya padanya.
“Memangnya kau tahu apa, kau hanyalah pangeran yang tidak dianggap bukan? Jadi jangan bersikap seolah kau lebih baik dariku Edward.”
“Srek!”
“Argh!” jerit Yasmine kesakitan saat pedang Edward mendarat di tubuhnya.
Belum sempat Yasmine melepaskan serangannya Edward telah lebih dulu bertindak dan menyerang Yasmine, ia mengambil tangan kanan milik Yasmine kemudian melemparkannya ke sembarang arah.
“Berani sekali kau menyentuh leathina dengan tangan kotormu itu.” Ucap Edward yang mulai bersiap menyerang Yasmine kembali.
“Aku akan membuatmu menyesalinya seumur hidupmu Yasmine!”
Yasmine sadar bahwa kekuatannya tidak bisa dia gunakan untuk melawan Edward, ia mengambil tindakan cepat dan segera lari dari Edward.
Edward yang melihat Yasmine lari segera mengejar kemana perginya Yasmine tapi tiba-tiba badai menghentikan langkahnya membuatnya terpaksa harus mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh, setelah beberapa saat badai yang menghalanginya perlahan-lahan menghilang segera Edward kembali mengejar Yasmine masuk ke dalam hutan sampai akhirnya berhenti saat berada di perbatasan hutan hitam.
Ia segera merogoh sakunya kemudian mengeluarkan sebuah korek api dan segera menyalakan korek api yang merupakan alat sihir pemancar untuk memberitahukan keberadaanya pada bawahannya ia juga menggunakan nyala api untuk menerangi jalannya ke depana dilihatnya bercak-bercak darah Yasmine yang menetes meninggalkan jejak masuk ke dalam hutan.
“Darahnya akan memancing hewan buas yang ada di dalam hutan hitam,” Gumam Edward sambil terus mengamati bercak-bercak darah Yasmine yang memasuki hutan hitam.
“Bos!” seru Adam setelah sampai dimana lokasi Edward berada.
“Apa yang terjadi Tuan? Baru kali ini anda memancarkan syinyal darurat.” Tanya Troy yang juga datang bersama Adam.
“Aku khawatir dengan keadaan Nona Leathina, tadi aku melihatnya tidak sadarkan diri dalam gendongan Duke Leonard saat baru saja tiba menggunakan sihir teleportasi milik zeyden.” Gumam Nina khawatir karena telah melihat keadaan Leathina yang mengenaskan.
“Gadis yang membuat Leathina seperti itu telah lari masuk ke dalam hutan hitam ia meninggalkan jejak, ikuti itu dan temukan dia.” Ucap Edward memberitahu sambil menunjukkan bercak-bercak darah yang terlihat mengarah ke dalam hutan hitam.
“Anda tidak ingin ikut mengejar Bos?” tanya adam pada Edward.
“Tidak, Leathina lebih penting bagiku, lagi pula gadis itu pasti akan mati dengan lukan separah itu. Darahnya akan menarik perhatian para monster yang tinggal di hutan hitam."
“Jika tuan Edward tahu jika dia akan mati kenapa kita harus mengikutinya?” Tanya Troy bingung.
“Kalian harus memastikan perempuan itu mati di dalam sana dan jika dia masih bisa selamat walaupun dengan luka besar yang aku berikan tadi tugas kalian adalah harus segera membunuhnya.”
"Kalian juga harus membawa mayatnya kembali, aku ingin menggantung nya di alun-alun kota agar semua orang bisa melihatnya."
Mereka bertiga segera masuk ke dalam hutan hitam untuk mengejar Yasmine mematuhi perintah yang Edward berikan untuk mereka bertiga.
Setelah ketiga bawahanya menghilang dari hadapannya karena perintah yang ia berikan Edward langsung kembali untuk memeriksa keadaan Leathina.
....
Dengan sihir teleportasi milik zeyden mereka akhirnya dapat kembali ke kediaman Yarnell dengan cepat.
“Kakak Leathina” Jerit Nora ketika tiba-tba Zeyden muncul di depannya bersama ayahnya yang menggendong Leathina dan dilihatnya kondisi Leathina yang pulang dengan kondisi yang penuh luka di tubuhnya.
“Astaga, apa yang terjadi dengan Nona Leathina!”
“Kemana perginanya Nona Yasmine?”
“Apa yang sebenarnya telah terjadi di sini.”
Beberapa tamu undangan ternyata masih ada yang tinggal di aula utama sedangkan Zeyden sampai di aula utama hingga orang-orang dapat melihat mereka menggendong tubuh Leathina yang tidak sadarkan diri.
Segera Nicholas menarik jubah yang tadi ia gunakan untuk menutupi tubuh Leathina, ia menariknya sampai menutupi wajah Leathina agar orang-orang tidak melihat leher Leathina yang membiru.
“Nice!” Teriak Duke Leonard emosi ketika masih melihat beberapa tamu yang masih tinggal.
Dengan terburu-buru dan gugup karena melihat kondisi Leathina Duchess Nice segera meminta semuanya langsung keluar dari kediamannya meminta mereka semua yang tersisa untuk segera kembali, sebelumnya Duchess Nice kesulitan karena harus meminta maaf terlebih dahulu atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pesta yang ia adakan sebelum meminta mereka segera kembali tapi saat melihat Duke Leonard marah tanpa diminta pun mereka langsung terbirit keluar dari mansion kediaman Yarnell.
“Zeyden pergi kekerajaan dan bawa kemari pengguna sihir penyembuh!” Zeyden mengangguk paham kemudian segera pergi ke kerajaan menggunakan sihir teleportasi miliknya.
“Tuan anda harus segera membawa Nona Leathina ke ruangannya itu akan lebih baik dari pada anda terus menggendongnya seperti itu.” Ucap Anne gugup ketika Duke Leonard terus menggendong Leathina semenjak mereka tiba.
“Leonard cepat bawa Leathina ke kamaraya kau harus membaringkannya di tempat yang nyaman untuk membuat keadaanya membaik.” Ucap Duchess Nice kemudian berjalan lebih dulu menunjukkan jalan.
Dengan terburu-buru Anne berjalan di depan kemudian segera membukakan pintu kamar milik Leathina agar Duke dan yang lainnya bisa langsung masuk ke dalam.
Dengan hati-hati Duke Leonard membaringkan tubuh Leathina di atas tempat tidurnya.
“Ibu tangan kakak sangat dingin, dia tidak akan mati kan?” Tanya Nora sambil terus menggengam tangan Leathina mencoba untuk menghangatkanya kembali.
“Minggir Nora.” Ucap Nicolas sambil menyelimuti Leathina dengan selimut tebal berharap tubuh Leathina kembali menghangat.
“Apa yang terjadi Leonard?” Tanya Duchess ketika menyentuh pipi Leathina dan merasakan pipi Leathina yang dingin kemudian Duchess memeriksa nadi Leathina dan juga merasakan nadi Leathina yang melemah.
Duke hanya terdiam, terpaku meliha keadaan putrinya untuk yang kedua kalinya tidak sadarkan diri dan berada di ambang maut.
“Apa yang harus kita lakukan Nice, ini yang kedua kali untuknya dia masih terlalu muda untuk pergi.” Ucap Duke Leonard kemudian duduk di sisi tempat tidur Leathina dan mengusap kasar wajahnya.
“Bukankah kau berjanji dengan hidupmu akan melindunginya, kenapa ini bisa terjadi Leonard!” Bentak Duchess Nice emosi karena melihat keadaan Leathina yang menyedihkan, “Tadi dia baik-baik saja kenapa jadi seperi ini.” Ucap Duchess Nice lemah sambil duduk di sisi tempat tidur Leathina.
“Apa yang kalian bicarakan, kakak Leathina tidak akan pergi kemana-mana!” Jerit Nora yang paham kearah mana pembicaraan orang tuanya sementara Nichoal fokus menatap Leathina berharap Leathina membuka matanya kembali.
“Maaf tuan Duke, Tuan Zeyden telah kembali dengan membawa pengguna sihir penyembuh bersamanya,” Anne masuk memberitahu semua orang kemudian setelah itu segera mempersilahkan Zeyden dan orang yang ikut bersamanya segera masuk untuk memeriksa keadaan Leathina.
“Andy segera periksa keadaan Leathina,” Zeyden segera mendorong Andy agar mangkah agak cepat menuju Leathina sementara Nora dan Nicholas yang sedarai tadi terus berada di dekat Leathina segera pindah untuk memberikan ruangan pada Andy saat memeriksa Leathina.
Alis Andy berkerut ketika menyentu kulit Leathina yang terasa sangat dingin wajahnya semakin aneh saat memeriksa nadi Leathina yang berdenyut dengan lambat.
Aura sihir penyembuh milik Andy perlahan-lahan menyelimuti tubuh Leathina kemudian menyembuhkan luka-luka yang ada ditubuh Leathina juga menghilangkan luka lebam yang ada di leher Leathina.
“Sudah saya obati Tuan duke,” Ucap Andy dengan sopan kemudian mundur kembali.
“Kenapa belum sadar?” tanya Zeyden pada andy karena melihat Leathina yang belum juga membuka kedua matanya.
“Kondisi nona Leathina sangat mengkhawatirkan Tuan, mungkin jika kita menunggu beberapa saat lagi Nona Leathin akan terbangun kalau begitu saya izin kembali Tuan,” pinta Andy sopan.
“Tunggu disini!” ucap Zeydeng membuat mata Andy sedikit terkejut.
“Maaf?” tanyanya tidak mengerti.
“Kau harus tinggal disini sampai Leathina sadar.” Zeyden memberi perintahnya mutlak, mau tidak mau dia harus tinggal sampai Leathina terbangun.
Mereka semua tinggal di ruangan Leathina untuk menjaga sealigus memastikan keadaan Leathina tetap baik-baik saja. Beberapa jam telah berlalu malam sudah berganti pagi dan Leathina masih tidak terbangun.
“Kenapa Leathina belum juga terbangun, Zeyden?” Tanya Duke Leonard khawatir.
“Kenapa masih belum bangun?” Bentak Zeyden pada Andy hingga membuat Andy berkeringat dingin.
Andy dengan terpaksa kembali memeriksa kondisi tubuh Leathina dan dirasakan denyut nadi Leathina masih terasa lemah seperti sebelumnya bahkan mungkin lebih parah dari terakhir kali Andy memeriksanya dan bahkan kulitnya pun masih terasa dingin jika disentuh.
“Maafkan saya tuan, tapi kondisi Nona Leathina sepertiya semakin parah. Jika beruntung mungkin dia bisa bangun kembali seperti sebelumnya.” Ucap Andy takut-takut memberitahukan kabar buruk mengenai kondisi Leathina.
“Apa maksudmu? Bukankah semalam kau bilang sebentar lagi dia akan bangun.” Tanya Nicholas pada Andy.
“I-itu setelah saya memeriksanya untuk pertama kalinya tapi setelah memeriksa kondisi Nona Leathina untuk yang kesekian kalinya dan walaupun saya telah megobatinya yang saya sembuhkan hanyalah luka fisiknya saja. Saya merasakan kekosongan di dalam tubuh nona Leathina.”
“Apa maksudmu?” Tanya Duke Leonard tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh Andy.
“Maaf tuan sepertinya nona leathina jatuh dalam keadaan yang sangat menghawatirkan, kita hanya bisa berdoa agar Nona Leathina bisa sadar kembali.”
“Ini semua karena mu!” teriak Nicolas tiba-tiba mendorong Zeyden hingga membuat Zeyden mundur beberapa langkah.
“Nicholas hati-hati dengan ucapanmu.” Winter berusaha menenagkan Nicholas yang emosi.
“Kenapa kau tidak menggunakan sihir teleportasimu saat mencari keberadaanya!” jika kita tidak terlambat menemukannya tidak akan terjadi seperti ini!" teriak Nicholas lagi menyalahkan Zeyden.
“Itu karena aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi jika aku belum pernah pergi ke tempat itu, memangnya kau sendiri apa yang telah kau lakukan?” Tanya Zeyden pada Nicholas membuat Nicholas langsung terdiam.
Mereka semua kemudian jatuh dalam situasi terdiam tidak ada yang berniat berbicara apalagi menyalahkan mengingat mereka tidak dapat melakukan apa-apa saat kejadian terjadi.
...***...