
Padahal Leathina lah yang memanggilnya dengan nama Nico terlebih dahulu jadi bisa dikatakan bahwa Leathina yang membuat nama Nico untuknya. Aku melihatnya di ingatan Leathina, itu terjadi saat Leathina berumur sepuluh tahun dan Nicholas berumur delapan tahun.
“Kakak Lea, kemarin ayah membawaku ikut bersamanya ke luar kota, karena kakak tidak di izinkan keluar maka aku membelikan hadiah untukmu sebagai oleh-oleh.” Nicholas memberikan sebuah kotak hadiah pada Leathina.
“Benarkah? Terimakasih Nicholas, apa aku boleh membukanya sekarang?” Leathina kecil mengambil kotak hadiah yang diberikan Nicholas untuknya.
“Iya bukalah kak, kamu pasti sangat menyukainya.”
“Baiklah. Aku akan membukanya Nicholas.” Leathina segera membuka hadiah yang diberikan Nicholas untuknya.
“Wah cantik sekali Nicholas.”
Hadiah yang diberikan Nicholas pada Leathina adalah sebuah Bola kristal salju, di dalamnya terdapat pemandangan seorang gadis yang tengah bermain bersama anak laki-laki di bawah salju dan jika bola itu di gerakkan terdapat partikel-partikel putih yang menyerupai salju turun berguguran.
“Benarkan. Aku tahu kakak Leathina pasti akan menyukainya.”
“Nicholas karena aku tidak diizikan keluar jadi aku tidak bisa memberikanmu hadiah berupa barang. Tapi sebagai gantinya aku tetap akan memberimu hadiah karena aku tidak suka berhutang, Apa kamu mau?”
“Aku akan menyukai semua yang kakak berikan padaku dan apa maksudmu berhutang aku memberikanmu sebuah hadiah karena aku ingin memberikannya padamu.”
“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi Nicholas, kau tahu kan ayah tidak menyukaiku.”
“Baiklah kak. Tapi hadiah apa yang akan kamu berikan padaku?”
“Aku akan memberimu hadiah istimewa yaitu sebuah nama “Nico” bagaiman lucu kan itu sangat cocok untukmu.”
“Wah “Nico” aku menyukainya.”
“Karena itu adalah nama istimewa yang aku hadiahkan untukmu maka tidak semua orang boleh memanggilmu dengan nama itu.”
“Kenapa, bukannya nama itu terdengar keren. kakak bilang itu nama istimewa kenapa aku tidak boleh dipanggil Nico terus apa gunanya nama itu.”
“Karena nama itu istimewa makanya tidak sebarang orang yang boleh menggunakannya.”
“Jadi siapa saja yang boleh memanggilku dengan nama itu.”
“Orang yang boleh memanggilmu dengan nama Nico haruslah orang yang istimewa untukmu.”
“Orang istimewa itu seperti apa?”
“Umm Orang istimewa itu berarti orang yang sangat kamu sukai, orang yang ingin kau lihat setiap saat dan orang yang ingin kamu lindungi.”
“Wah keren. Terimakasih kakak Lea.”
...
...
Di masa lalu mereka berdua terlihat cukup akrab. Jadi apa yang membuat Nicholas dan Leathina menjadi saling membenci seperti sekarang. Ini terlalu menyebalkan untuk aku pikirkan karena semua ini seperti permainan puzzle yang membingungkan untukku aku hanya mengigat bagian-bagiannya saja tidak mengigat keseluruhan dari ingatan Leathina dan sekarang Nicholas sangat membenci Leathina. Untuk sekarang aku harus membuat kedua anak ini keluar dari kamarku secepatnya.
“Aku akan keluar jika Nora ikut denganku.”
“Tidak. Aku masih mau di sini.” Nora berteriak menolak ikut dengan Nicholas.
“Kau dengar sendirikan dia masih belum mau keluar.”
“Baiklah kalau begitu. Kalau kamu tidak membiarkan Nora keluar aku akan menantangmu.”
“Apa maksudmu? aku tidak akan menerima tantangan apapun darimu.”
Kenapa dengan anak ini, apa kepalanya sudah terbentur aku jelas-jelas tidak menahan Nora, dia sendiri yang mau tinggal bersamaku dan aku tidak mungkin mengusirnya itu akan melukai perasaanya nanti dan kenapa dia malah menantangku.
“Aku Nicholas Yarnell menantang Leathina Yarnell untuk berduel dalam sebuah pertarungan!”
“Huh. Apa kamu sudah gila Nicholas!”
“Aku tidak gila aku serius menantangmu, dan pertarungan kali ini aku yang akan mengalahkanmu, dan jika aku menang nanti kamu tidak boleh bertemu dengan Nora lagi.”
“Kakak Nicholas! Kenapa harus membuat pertarungan yang melibatkanku.”
“Itu karena aku ingin melidungimu dari wanita jahat ini Nora.”
“Tidak, tidak, tidak Nicholas. Aku tidak mau menerima tantangan darimu itu dan aku tidak mau bertarung denganmu Nicholas.”
Anak ini benar-benat sudah gila. Aku tahu kau tidak menyukai Leathina, tapi sampai menantangku dengan menyebutkan nama keluarga sudah kelewatan batas. Kenapa malah jadi rumit seperti ini, padahal hanya persoalan sepele. Hanya karena Nora datang mengunjungiku dia bertindak sejauh ini, lagipula aku juga tidak ingin di kunjungi. Ini menambah beban hidupku saja, aku menginginkan waktu sendiriku.
“Kau tidak bisa menolak tantanganku Leathina, kau lulusan dari akademi kesatria kau sudah bersumpah saat lulus bahwa kamu akan tetap menghunuskan pedangmu untuk kebaikan dan dengan keberanian. Kau tidak boleh menolak tantanganku atau kamu akan dihukum dan gelar kesatriamu akan di cabut karena seorang kesatria harus menghadapi segala rintangan dan tantangan.”
Oh sekarang aku tahu apa yang sedang kamu rencanakan Nicholas, rupanya kau sengaja menantangku dalam sebuah duel Nicholas, karena kamu tahu aku tidak akan mau melawanmu, dan jika aku kalah maka saat aku mengusulkan diri sebagai kepala keluarga aku harus melakukan sidang persetujuan terlebih dahulu dari pemimpin keluarga sebelumnya dan para petinggi lainnya dan sudah pasti aku akan ditolak bahkan sebelum aku melakukan persidangan untuk menjadi penerus keluarga Yarnell karena semua orang membenciku terlebih ibuku adalah rakyat biasa, jadi menurut mereka sejak awal keberadaanku adalah kesalahan dan aib bagi keluarga Yarnell. Sementara jika aku memilih untuk menolak tantangan dari Nicholas maka aku akan dijuluki sebagai seorang pengecut karena takut menghunuskan pedangnya sehingga namaku dalam daftar calon penerus akan dihapus.
“Kalau begitu batalkan tantanganmu itu terhadapku.” Walau bagaimanapun aku harus membatalkan pertarungan ini, aku nantinya tidak hanya dihapus sebagai calon penerus keluarga tapi skenario terburuknya adalah salah satu dari kami akan mati karena pertarungan bodoh ini. Parahnya aku bahkan sudah tahu bahwa yang akan kalah dalam pertarungan ini pastilah aku.
“Seorang calon kesatria sejati tentu tidak akan pernah menarik kembali ucapannya, kecuali jika kau seorang pengecut dan kau tahu sendirikan di dalam keluarga Yarnell tidak ada yang namanya pengecut.”
Iya benar kata Nicholas, motto keluarga ini adalah “Keberanian dan kesetiaan, lebih baik mati dengan kehormatan dari pada selamat dengan menanggalkan harga diri.” Dari dulu keluarga Yarnell sudah bertanggung jawab dan memegang kendali atas militer kerajaan itulah kenapa didikan di keluarga ini juga cukup keras.
“Nicholas aku akan memberimu kesempatan, jadi sekarang batalkan tantanganmu. Sudah berapa kali aku harus mengatakannya bahwa aku tidak ingin bertarung denganmu, dan aku tidak akan pernah menerima tantanganmu itu.”
“Apa sekarang kamu meremehkan aku Leathina karena menganggap bahwa aku tidak akan bisa mengalahkanmu dengan kemampuan yang aku miliki?”
“Bukan seperti itu Nicholas, hanya saja aku benar-benar tidak bisa bertarung denganmu.”
“Oh jadi benar kamu meremehkan kemampuanku, bahkan sampai sekarang kamu masih menolak tantangan yang aku ajukan padamu. Aku tidak akan membatalkan tantanganku Leathina dan kita lihat saja siapa yang sebenarnya yang lebih unggul diantara kita, aku akan mengalahkanmu Leathina.”
Aduh, kenapa dia malah tambah salah paham. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Memang benar Leathina berbakat dalam menggunakan pedang dan itu sudah di akui bahkan saat berada di akademi Leathina menjadi salah satu lulusan terbaik, yang jadi masalah sekarang adalah aku tidak mengigat bagaimana caranya menggunakan pedang.
......***......