I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 184



“Setelah masalah keluargaku berlalu penjagaan semakin longgar, ayahku tidak lagi meminta penjaga untuk membuntuti ku kemana-mana. Tapi tetap saja masih ada beberapa penjaga yang terus mengikutiku kemanapun aku pergi untuk menjaga keselamatan ku untungnya tadi aku berhasil melepaskan diri dan datang sendiri mengunjungi Nora di ruangannya, masih ada banyak waktu untuk bermain-main aku ingin ke kota lagi untuk memeriksa kondisi dan mendengar gosip apa yang sedang hangat di bicarakan orang-orang.”


Leathina kembali menyelinap dan diam-diam berjalan menuju perbatasan pagar mansion dan mulai memanjat seperti yang sering ia lakukan jika ingin keluar.


“Aku tidak tahu jika kau hobi memanjat seperti ini Nona.”


“Wah! Siapa?” Teriak Leathina terkejut dan refleks mencari orang yang mengganggunya tapi sayangnya pegangannya terlepas dan akhirnya terjatuh.


“Tangkapan yang bagus pangeran!” gumam Leathina kemudian melompat turun dari gendongan Edward.


“Ah, Untuk apa kau kesini?” tanyanya lagi kemudian memanjat kembali, tidak ia pedulikan Edward yang masih ada di sana dan melihat semua yang ia lakukan.


“Apa kau tidak malu aku melihatmu memanjat seperti monyet?” tanya Edward.


“Heh? Matamu rusak ya, mana ada monyet cantik seperti aku. Kau harus mencari perumpamaan yang keren jika itu berhubungan denganku.” Leathina akhirnya sampai di atas dan bersiap melompat turun ke sisi tembok yang satunya.


“Leathina itu berbahaya.”


“Hap!”


Edward langsung melompat naik dan menarik Leathina kembali turun ke bawah karena khawatir Leathina akan terjatuh.


“Kau bodoh?!” Bentak Leathina kemudian segera melompat turun kembali dari gendongan Edward dan kembali memanjat.


“Biar aku bantu!” ucap Edward kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Leathina dan melompat melewati pagar pembatas.


“Wah, kau seperti ninja? Bagaimana bisa kau melompat setinggi itu dengan membawa orang lain bersamamu?” Leathina terkagum-kagum dan mencoba mengukur berapa tinggi dinding yang dilompati Edward dengan perkiraannya.


“Itu mudah karena aku kuat.”


“Humm aku iri dengan kekuatanmu. Tapi aku juga kuat.”


“Dan ninja itu apa Leathina? Apa itu alat bantu memanjat?”


“Ah, mungkin seperti itu.” Jawab Leathina gugup.


"Duh! Aku seharusnya melupakan kehidupan ku yang dulu." Batin Leathina.


“Edward terimakasih atas bantuan mu kalau begitu selamat tinggal.”


Leathina kemudian berlari meninggalkan Edward, Tapi Edward kembali menahannya.


“Kenapa lagi?” tanya Leathina yang kini merasa kesal karena dari tadi Edward terus menganggnya.


“Para penjaga mencari mu saat aku datang, kau ingin pergi kemana?” tanya Edward.


“Aku hanya ingin berjalan-jalan ke kota sebentar!”


“Kau mau jalan kaki ke sana?”


“Tenang saja aku punya banyak kendaraan saat aku muncul di jalanan nantinya.”


“Bagaimana bisa duke pasti akan tahu jika kau mengeluarkan kereta kuda secara diam-diam.”


“Pangeran Edward! Nona Leathina! Kalian di mana?!” terdengar suara teriakan dari seberang tembok.


“Itu Aelfric, kalian datang bersama?” tanya Leathina ketika mengenali suara yang mencarinya.


“Aku bilang aku ingin mengunjungimu dan dia merengek ingin ikut denganku.”


“Dia belum kembali ke hutan timur? Atau kau sengaja menahannya di sini dan menjadikannya pelayanmu seperti yang kau bilang waktu itu?”


“Bukan begitu, Dia tidak mau kembali. Padahal aku sudah menyuruhnya beberapa kali untuk pulang.”


“Jadi begitu. Kau kembali urus dia, aku akan pergi bermain sekarang.”


“Pangeran Edward! Dimana lagi pangeran arogan itu, apa dia pergi bersama Leathina dan meninggalkan aku sendiri. Kalau saja dia tidak berstatus pangeran aku sudah menggiling nya dan menerbangkannya ke suatu tempat yang jauh hingga tidak tau jalan kembali.” Terdengar Aelfric terus mengumpat membuat Edward yang mendengarnya menjadi sedikit emosi, wajahnya mulai memerah dan tangannya mengepal.


“Ptfftt.” Leathina sebisa mungkin menahan tawanya agar tidak pecah, ia menutup mulutnya sendiri sekuat mungkin agar suara tawanya tidak terdengar.


“Kau sepertinya harus benar-benar mengurusnya Edward.” Bisik Leathina yang masih mencoba untuk menahan tawanya agar tidak pecah.


“Kau benar Leathina sepertinya Aku akan mengurusnya sekarang!”


Edward kemudian memungut sebuah batu kecil dan meleparkannya ke seberang tembok dan beberapa saat kemudian terdengar suara rigisan kesakitan dari seberang tembok.


“Aww!” pekiknya menahan sakit saat sebuah batu tiba-tiba mengenai kepalanya.


“Siapa yang meleparku?!” kekanak-kanakan sekali!” Teriak Aelfric yang dengan emosi mencari orang yang telah melemparnya batu.


“Oh, dia sekarang sudah pergi.” Bisik Leathina.


“Aku juga akan pergi sekarang.” Leathina pun kembali melanjutkan perjalanannya.


“Aku akan ikut denganmu.”


“Terserah kau saja.” Leathina pun tidak lagi mempedulikan Edward dan kembali melanjutkan perjalanan nya yang ingin pergi ke kota.


Leathina dengan langkah tergesa-gesa berjalan menuju jalan kemudian berlari saat sebuah kereta melewatinya.


“Tuan bawa aku ke kota.” Teriak Leathina sambil melemparkan beberapa koin pada si kusir kereta dan si kusir pun langsung melambatkan keretanya hingga Leathina bisa melompat naik dengan aman.


“Jadi ini maksudmu?” Bagaimana bisa kereta orang lain menjadi milikmu Leathina?”  Tanya Edward yang tidak mengerti isi pikiran Leathina.


“Saat aku menggunakannya berarti kereta itu milikku, kalau sudah turun baru bukan punyaku lagi.” Leathina malah membercandai Edward dan membuat Edward semakin tidak mengerti.


“Kita sudah sampai, tapi aku tidak mau berjalan denganmu pakaianmu terlalu mencolok sekali liat orang-orang pasti akan tahu kalau aku sedang berjalan bersama dengan seorang pangeran.”


“Kau juga, sekali liat orang-orang pasti akan tahu jika aku berjalan dengan satu-satunya gadis tercantik di kerajaan.”


“Duh, aku tidak tahu kalau kau juga ternyata pandai merayu wanita.”


“Aku pandai segalanya, kecuali satu hal.”


“Apa itu?”


“Membuatmu menjadi milikku?”


“Hah! Kau serius? Kau akan bertarung dengan banyak pria lainnya jika ingin memilikiku sendiri terutama Nicholas dan ayahku terlebih adik kecilku Nora, hahahah!”  ucap Leathina kemudian disusul dengan tertawa karena membayangkan Edward berkelahi dengan keluarganya hanya karena ingin bersamanya.


“Yah, tidak ada yang bisa aku lakukan dengan keluargamu. Kalau aku melenyapkan mereka kau pasti akan membenciku dan aku mungkin tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk memilikimu.”


“Coba saja, siapa yang tahukan? Mungkin besok tiba-tiba aku akan langsung benar-benar jatuh hati padamu.”


“Kau masih saja bercanda Leathina.” Gumam Edward.


“Sini, kita harus membeli jubah untuk kita kenakan agar tidak menarik perhatian orang-orang.” Leathina langsung menarik Edward pada sebuah toko pakaian yang ada di pinggir jalan membeli dua jubah hitam dan memberikan satu diantara yang ia beli untuk Edward.


“Kau ingin kemana Leathina?” tanya Edward setelah selesai mengenakan jubahnya.


“Aku hanya ingin berjalan-jalan untuk menghabiskan uang ku.”


“Baiklah, hari ini aku adalah pengawalmu Nona.”


Leathina dan Edward sepenuhnya hanya bermain-main, membeli makanan dan memakannya bersama serta melihat barang-barang antik yang di jual pada toko tua.


Beberapa orang yang melihat Leathina datang menghampirinya untuk mengajaknya berkenalan tapi setiap orang yang mendekati Leathina pasti akan menghadapi Edward terlebih dahulu.


Edward tidak membiarkan sebrang orang mendekati Leathina terlebih dengan laki-laki.


“Wah!” kita bertemu lagi Nona Leathina.”


“Alex!” seru Leathina kemudian segera berlari untuk menghampiri Alex yang hanya berjarak beberapa meter dengannya.


“Aku tidak pernah memikirkan akan bertemu denganmu disini Alex.”


“Siapa kau!”


Edwadr tiba-tiba menarik Leathina ke belakangnya dan membuat dirinya sendiri sebagai tameng untuk melindungi Leathina.


“Ah, Alex ini Edward teman baikku, dan Edward ini Alex orang yang menyelamatkanku saat kejadian beberapa waktu yang lalu, kau pati mengetahuinya bukan?”


“Suatu kehormatan bertemu dengan teman baik Nona Leathina, tapi akan lebih baik jika saya juga ada dalam daftar teman baik nona Leathina.” Ucap Alex kemudian tersenyum ramah.


“Maaf tuan Alex, pertemanan Leathina sudah penuh. Leathina tidak membutuhkan orang lain lagi terlebih laki-laki seperti anda.” Ucap Edward kemudian menarik paksa Leathina pergi meninggalkan Alex.


“Ah, Alex selamat tinggal. Senang berjumpa denganmu.” Seru Leathina melambaikan tangannya. Tapi Edward malah menarik tangannya yang melambai ke arah Alex dan membiarkan Leathina berjalan di depannya.


“Selamat tinggal nona Leathina, saya jauh lebih senang karena bertemu dengan anda hari ini. Ini pasti adalah hari keberuntungan untukku.” Teriak Alex yang balas melambaikan tangannya tapi tiba-tiba Edward menoleh dan menatapnya tajam hingga Alex kembali menurunkan tangannya dan hanya bisa tersenyum melihat ke arah Edward yang membawa Leathina pergi.


“Leathina kau tidak boleh dekat dengan pria aneh itu.” Edward menunduk dan berbicara tepat di telinga Leathina.


“Kenapa?” tanya Leathina kemudian menoleh ke arah Edwar tapi kemudian tertegun karena ternyata wajah Edward terlalu dekat dengannya.


“Kenapa menurutmu Alex berbahaya?” tanya Leathina lagi setelah merasa tenang.


Melihat ekspresi wajah Leathina membuat Edward tersenyum.


“Kenapa kau terkejut melihat wajahku Leathina, apa aku sangat tampan?”


“Kau memancingku lagi! Aku mengakui bahwa kau tampan Edward.” Jawab Leathina blak-blakan.


“Kau bisa memilikinya untukmu jika kau mau.” Ucap Edward dengan nada candaan.


“Saudaramu si putra mahkota juga tampan, Winter juga tampan, Nicholas juga, ayahku juga dan Alex juga, Aelfric juga oh dan Far...”


“Cukup, Leathina. Apa semu laki-laki terlihat tampan di matamu. Aku merasa terhina karena kau samakan dengan mereka.” Ucap Edward menghela nafas berat karena ternyata masih banyak pria lain yang Leathina pikirkan.


“Hahah! Aku tahu reaksi mu akan seperti ini, lagi pula kenapa kau suka sekali memancingku sih.” Leathina tergelak karena melihat tingkah Edward yang menurutnya lucu.


“Jadi kenapa aku harus menjauhi Alex?” tanya Leathina lagi.


“Bukankah kau bisa tahu dengan melihat ekspresi wajahnya yang palsu, saat pertama kali kita bertemu kau langsung tahu aku orang seperti apa.”


“Ummm... sulit bagiku untuk melihat dirinya yang sebenarnya kali ini. Wajahnya terlalu tampan mungkin aku sudah terpesona dengan ketampanannya. Kau lihat tadi tubuhnya tinggi, dadanya lebar dan bibirnya merah seme...”


“Leathina!”  Bentak Edward karena tidak tahan dengan Leathina yang terus memuji Alex di depannya.


“Hahaha!” Leathina hanya tertawa karena berhasil membuat Edward kesal.


“Jangan membunuhku hanya karena aku membuatmu marah.” Ucap Leathina setelah puas tertawa.


“Hah! Kenapa lagi kau berkata seperti itu. Leathina kenapa kau terus mengatakan bahwa aku akan membunuhmu! seakan-akan aku pernah mencoba untuk membunuhmu!” Edward yang emosi mencengkram bahu Leathina erat dan menatap mata Leathina lekat-lekat.


“Upss, sepertinya candaan ku kali ini terlalu berlebihan. Edward benar-benar marah.” Batin Leathina saat dilihatnya dengan jelas wajah Edward sekarang tengah memerah karena menahan emosinya, bahkan urat-urat nadi di lehernya terlihat dengan jelas.


“Ini sakit bahuku bisa remuk Edward, apa kau marah?” Tanya Leathina.


“Iya aku marah.” Jawab Edward kemudian melepaskan tangannya yang mencengkram kedua bahu Leathina.


“Kau marah padaku?” tanya Leathina lagi.


“Tidak, mana bisa aku marah padamu.”


“Terus dengan siapa?”


“Aku marah karena kau terus menyebut nama Alex dan bilang aku akan membunuhmu.”


“Sama saja, kau marah padaku.”


“Aku bilang tidak! Leathina kau mempermainkan aku?” tanya Edward lirih.


“Woah! Kau terlihat imut bersikap manja seperti ini Edward.” Seru Leathina mencubit kedua pipi Edward yang sepertinya sedang merajuk.


“Leathina kau benar-benar mempermainkan aku sampai membuatku kesal dan aku tidak bisa melampiaskan kekesalan ku karena penyebabnya adalah kamu.”


“Baiklah, baiklah, aku minta maaf. Aku terlalu berlebihan padamu kali ini. Tapi aku tidak menyangka seorang yang dirumorkan kejam malah menja.... ptffft....”Leathina kembali berusaha menahan tawanya.


Leathina!”


“Iya, iya aku berhenti sekarang. Jadi jangan menatapku seperti itu lagi kau akan membuatku tidak tahan untuk menganggumu.”


Leathina menghirup nafas sebanyak mungkin kemudian menghembuskan nafasnya pelan melalui mulutnya, setelah itu barulah Leathina bisa tenang kembali.


“Jadi mengenai Alex, aku bisa melihat bahwa dia memang orang yang cukup berbahaya tapi aku tidak memandang orang dari tampilannya selama itu tidak mengangguku maka tidak masalah bagiku. Lagi pula jika aku dalam bahaya kau akan melindungi ku bukan? Kau sudah janji, itu bayaran ku karena memberimu gelang pengikat dan menjadi pasanganmu di perayaan ulang tahun ayahmu.” Ucap Leathina dan melirik pergelangan tangan Edward yang masih mengenakan gelang yang ia berikan padam Edward saat kompetisi berburu kemudian kembali fokus melihat pajangan yang ada di toko.


“Leathina.” panggil Edward yang kembali menjadi serius.


“Humm?” Leathina tidak terlalu memperdulikan Edward dan sibuk melihat beberapa pameran yang terpajang.


“Dalam waktu yang dekat Ratu akan mengadakan perayaan ulang tahunya.”


“Ita aku tahu, kenapa?” Tanya Leathina yang masih sibuk melihat barang-barang pameran.


“Apa kau akan pergi?”


“Tidak aku sibuk. Lagi pula aku tidak suka berbaur bersama orang-orang yang memiliki dua wajah dan mulut yang berbisa seperti ular. Kenapa kau bertanya?” Leathina akhirnya melihat Edward.


“Aku ingin meminta mu menjadi pasanganku, aku tidak suka diganggu wanita lain.”


“Bukankah mudah bagimu mengurus hal seperti itu?”


“Tidak untuk situasi seperti itu.”


“Heh? Kau kan hanya tinggal menatap mereka dengan tatapan tajam seperti yang sering kau perlihatkan pada target pembunuhan mu aku yakin para wanita akan langsung ketakutan kemudian menjauhi mu.” Ucap Leathina yang memberi saran tanpa berfikir kemudian kembali sibuk melihat barang yan di pajang di toko yang dikunjunginya.


“Tidak bisa jika di keramaian seperti itu. Kau tahukan mereka mengenalku sebagai pangeran kedua yang lembut dan baik hati, oh! dan juga tentu saja tampan.”


“Wah! Aku benar-benar terkejut dengan perkataanmu barusan.” Ucap Leathina berdecak kesal.


“Cari lah partner lain kalau begitu tuan baik hati dan tampan.”


Setelah puas melihat barang-barang yang ada di toko Leathina pun berjalan keluar berniat mengunjungi toko lainnya.


“Kau pikir Nona Leathina akan datang?”


“Tidak mungkin, aku mendengar kabar bahwa dia sekarang sedang sekarat.”


“Apa itu karma untuknya? Walaupun dia berbuat baik tapi bukankah menurutmu dia terlalu arogan.”


“Jadi kau berharap yang mana dia selamat atau tidak?”


“Aku tidak tahu, bagaimana nasib nona Yasmine sekarang?”


“Aku tidak tahu, bukankah sekarang gambarnya tersebar dimana-mana sebagai kriminal tingkat atas dan paling diburu?”


“Iya aku melihat gambarnya di papam pengumuman yang ada di alun-alun kota.”


“Ah, aku tidak berharap Nona Leathina sekarat atau semacamnya tapi aku berharap dia tidak datang ke pesta perayaan ulang tahun ratu. Kau tahu jika dia datang semua perhatian pasti hanya untuknya.”


“Benar, dan tidak ada kesempatan bagi kami mendapatkan perhatian kedua pangeran atau para bangsawan muda.”


“Iya, kenapa dia terlahir seperti itu sih.”


Leathina tidak snegaja mendengar beberapa gadis muda yang sepertinya juga berasal dari keluarga bangsawan tengah menggosipkan tentang dirinya, membuat wajah Leathina memerah karena menahan emosinya.


“Jangan, biarkan saja.” Leathina menghentikan Edward yang akan menghampiri para gadis yang bergosip tentangnya.


“Ah, Leathina mereka...”


“Tidak perlu membelaku, lagipula aku tidak mengalami keruagian sama sekali.”


“Wah aku benar-benar tidak percaya dengan gadis-gadis ini. Itu sama saja kalian menginginkan aku mati kan! Memangnya apa salahnya jika aku telahir cantik dan kaya! Apa aku salah karena terlahir seperti itu, akan aku balas. Pokoknya akan aku balas!” Batin Leathina yang masih menahan emosinya agar tidak meledak.


“Tapi wajahmu memerah dan sepertinya ada asap yang keluar dari telingamu?”


“Edward!” ucap Leathina yang tiba-tiba menjadi sangat serius hingga membuat Edward terkejut dengan perubahan sikap Leathina yang tiba-tiba berubah.


“Aku akan pergi!”


“Kemana?”


“Aku akan pergi dan menjadi pasanganmu!”


“Benarkah?!” Tanya Edward kegirangan dan memastikan apakan Leathina benar-benar menerima ajakannya.


“Iya aku akan pergi! Aku juga akan meminta Winter dan pangeran Yardley untuk menjadi pasanganku! Aku juga akan menggaet semua bangsawan-bangsawan tampan dan menjadikannya pengikutku, ah aku juga akan meminta Aelfric dia juga cukup tampan.” Ucap Leathina dengan berapi-api memikirkan pembalasan dendamnya pada gadis-gadi yang membicarakannya tadi.


“Pokonya aku akan membalas mereka dan menjadikan mereka perawan tua!”


“Ah. Le- leathina?” ucap Edward yang gugup melihat Leathina yang terlihat menakutkan di matanya.


“Oh, Astaga! maafkan aku Edward. Aku hanya berusaha menahan emosiku.” Ucap Leathina tersenyum ramah dan telah kembali berada dalam keadaan waras dan telah berfikir dengan logis.


“Wanita benar-benar menakutkan, aku pernah mendengar Troy mengatakan bahwa wanita sangat menakutkan aku tidak tahu jika wanita benar-benar menakutkan.” Batin Edward yang masih takut-takut untuk berbicara dan menyinggung perasaan Leathina.


“Baiklah kita sudah janji menjadi pasangan di hari perayaan ulang tahun ratu, kau tidak akan menarik ucapanmu kan?” tanya Leathina sambil tersenyum.


“Ah, i-iya. Tentu saja tidak.”


“Baiklah bagus.”


Mereka berdua pun kembali berjalan-jalan mengelilingi tempat-tempat ramai di kota. Leathina tidak lagi marah karena senang menghabiskan waktunya berjalan-jalan di kota. Sementara Edward selalu setia mengikuti kemana pun Leathina pergi.


...***...