
Jadi ternyata Anne berhutang budi pada ibunya Leathina karena telah menolongnya dan membebaskannya dari perbudakan, karena Anne merasa berhutang budi makanya dia mau bekerja sebagai pelayan pribadi Leathina sekarang, ini seperti kisah - kisah klasik di zaman kerajaan. Perbudakan selalu jadi masalah dan titik balik dari semua cerita yang ada pada kisah - kisah kerajaan zaman dulu untung saja di dunia asalku sudah tidak ada lagi yang namanya perbudakan.
Jika Anne sempat bertemu dengan ibu Leathina, lantas berapa umur Anne sekarang? Aku kira dia seumuran denganku tapi nampaknya dia agak lebih tua karena masih bisa bertemu dengan ibu Leathina.
“Anne?”
“Anne!”
Leathina memanggil nama Anne namun tidak ada respon dari Anne, gadis pelayan tersebut sibuk dengan lamunannya dan tidak menyadari Leathina yang sedang memanggil namanya.
“ANNE!” Karena tidak mendapat respon dari pelayannya itu akhirnya Leathina memilih untuk lebih mengeraskan suaranya agar pelayan pribadinya itu bisa terbangun dari lamunannya.
“Eh, iya.. iya nona Leathina.”
“Kenapa kamu malah melamun dari tadi aku berbicara padamu.”
“Maafkan saya nona Leathina, tadi saya kepikiran sesuatu.”
“Anne, aku ingin mandi dan tolong bantu aku membersihkan lukaku. Kali ini aku memerlukan bantuanmu.”
Selama ini aku mandi sendiri tanpa dibantu oleh pelayan, tapi karena keadaanku yang sekarang aku jadi tidak bisa menggerakkan tanganku sehingga aku perlu dibantu untuk membersihkan badanku.
“Baiklah nona, akan saya persiapkan air hangatnya terlebih dahulu.”
Anne kemudian pamit keluar dari kamar Leathina, ia bergegas menuju ruang pelayan dan memanggil beberapa pelayan yang lain untuk membantunya mengangkat sebuah bathtub personal yang terbuat dari kayu, para pelayan mengangkat bathtub tersebut memasuki ruangan Leathina kemudian pelayan yang lainnya juga mengikuti di belakangnya dengan membawa ember yang berisi air hangat.
Setelah bathtub kayu di letakkan dengan baik para pelayan kemudian mengisikan bathtub tersebut air hangat setelah selesai Anne kemudian memasukkan tangannya ke dalam air dan memeriksa suhu air yang dimasukkan ke dalam bathtub.
Setelah suhu air dirasa sudah sesuai air tidak terlalu panas dan juga tidak dingin Anne memberi tahu pelayan yang membantunya untuk memasukkan kelopak bunga mawar agar mengeluarkan aroma khas yang dapat membuat tenang karena wangi bunga mawar tersebut, setelah semuanya telah siap Anne memberikan kode pada pelayan yang lainnya untuk menyuruh mereka keluar dan setelah para pelayan keluar Anne menutup kembali pintu ruangan dan menguncinya agar tidak ada orang yang mengannggu.
“Air mandinya sudah siap Nona Leathina.” Anne memberitahu Leathina bahwa air mandinya sudah siap untuk digunakan.
“Umm Anne berapa umurmu sekarang?”
“Umur saya sekarang 25 tahun nona. Kenapa nona bertanya?”
“Tidak saya hanya penasaran saja.” Oh jadi Anne lima tahun lebih tua dariku, diumur dua puluh lima tahun seharunya Anne sudah bisa menikah, baiklah nanti sebelum aku keluar dari mansion ini aku akan memberi gaji pensiun yang banyak padanya agar bisa menikah dan hidup dengan baik nanti.
“Baiklah kalau begitu bantu aku membuka perban di tanganku terlebih dahulu Anne.”
Anne dengan hati-hati membuka lilitan perban yang ada dilengan Leathina setelah selesai membuka lilitan perban tersebut Leathina masuk ke dalam bathtub yang terbuat dari kayu dengan hati-hati agar luka yang ada di lengannya tidak terkena cipratan air.
“Baiklah nona kalau begitu saya akan membantu.”
“Eh tidak usah Anne.”
"Tapi tangan nona tidak bisa digunakan.”
“Tenang saja aku masih bisa menggunakan tanganku yang satu lagi.” Uh aku bilang aku mau dibantu untuk mebersihkan badanku karena aku terluka tapi aku tiba-tiba merasa aneh dimandikan oleh orang lain.
Karena bantuannya ditolak oleh Leathina akhirnya Anne pergi meninggalkan Leathina, Anne memilih pergi untuk mempersiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Leathina untuk tidur nanti, setelah selesai memilih pakaian yang akan dikenakan oleh Leathina, Anne segera kembali ke dekat Leathina untuk mengawasi majikannya yang sedang terluka tersebut. Sementara Leathina dengan hati-hati membersihkan luka yang ada di Lenganya itu, luka tersebut masih terlihat sangat segar dan masih mengeluarkan sedikit darah. Leathina kemudian membasuh kulit yang masih ditempeli oleh darah pada sekita luka miliknya.
Leathina masih memperhatikan lukanya dengan seksama, berfikir bagaimana caranya sebuah sihir akan menyembuhkan luka robekan yang ada di lengannya itu.
“Umm Anne?”
“Iya nona Leathina, apa nona membutuhkan sesuatu?”
“Aku penasaran kenapa lukaku tidak disembuhkan dengan sihir.”
“Ada apa nona? Apa luka nona terasa sangat sakit, apa nona baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja Anne, aku hanya penasaran saja kenapa aku tidak diobati dengan sihir penyembuh.”
“Itu karena tidak semua orang bisa menggunkan sihir jenis penyembuh nona, pengguna sihir penyembuh hanya bekerja pada kerajaan makanya tadi tuan duke ingin memanggilkan dokter kerajaan.”
“Kenapa? Bukankah semua orang bisa menggunakan sihir?”
“Sebenarnya tidak semua orang yang bisa menggunakan sihir, hanya orang-orang yang jumlah mana dalam dirinya kuat yang bisa menggunakan sihir.”
“Mana? Oh apakah itu seperti bahan bakar?”
“Iya bisa dikatakan seperti itu nona.”
“Apa sihir yang digunakan juga terbagi-bagi?”
“Iya nona, pengguna sihir terbagi menjadi beberapa bagian seperti sihir elemen api, sihir elemen air, sihir elemen tanah, sihir elemen angin dan terakhir sihir penyembuh, ada juga orang yang bisa menggunakan dua, tiga, atau empat elemen sihir sekaligus tapi itu sangat jarang hanya orang-orang terpilih yang bisa menggunakan banyak elemen sekaligus dan salah satunya adalah si pemilik menara sihir tuan zeyden.”
“Benarkah, berapa elemen yang bisa Zeyden gunakan?”
“Tuan menara sihir bisa menggunakan semua elemen sihir kecuali sihir penyembuh.”
“Kenapa dia tidak bisa menggunakan sihir peyembuh?”
“Itu karena sihir penyembuh sangat sulit dipelajari dari elemen-elemen sihir yang lain dan sangat berisiko untuk digunakan, pengguna sihir jenis ini biasanya hanya bisa menggunakan sihir penyembuh saja karena membutuhkan energi yang kuat.”
“Apa maksudnya itu Anne?”
“Itu karena sihir penyembuh beda dengan sihir yang lainnya dimana sihir elemen air, api, tanah dan angin membutuhkan mana untuk membuatnya bekerja sedangkan sihir penyembuh tidak menggunakan mana melainkan menggunakan energi tubuh dari pemilik tubuh si pengguna sihir dan jika energinya habis sementara sihirnya masih terus digunakan bisa berbahaya bagi si pengguna sihir dia bisa mati karena kehabisan energi, itulah kenapa pengguna sihir penyembuh sangat jarang jikapun ada pasti hanya bekerja di kerajaan saja.”
“Oh jadi seperi itu, menggunkan sihir penyembuh sederhananya seperti kita mengirimkan energi kita ke orang lain untuk menyembuhkan.”
“Iya nona.”
“Baiklah Anne. Aku sudah selesai tolong bantu aku membalut lukaku kembali.”
Setelah selesai Leathina dengan hati-hati keluar dari bathub. sementara Anne dengan hati-hati pula menyelimuti Leathina dengan kain agar tidak kedinginan, Leathina kemudian mengenakan pakaian yang telah disediakan Anne untuknya dan setelah itu meminta tolong pada Anne untuk membalut kembali lukanya.
Anne dangan sangat hati-hati membalut luka yang ada di lengan Leathina setelah selesai Anne kembali ke ruangan pelayan untuk memanggil pelayan membantunya membersihkan kembali bathtub kayu yang digunakan oleh Layla setelah semua selesai dibersihkan Anne pamit pada Leathina dan meninggalkan Leathina sendiri agar Leathina bisa beristirahat.
......***......