I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 56



Setelah sampai pada kursi kebesarannya Raja Daylen tidak langsung duduk melainkan masih tetap berdiri dan memulai menyampaikan sedikit pidatonya untuk para tamu undangan.


“Aku mengucapkan terimakasih ku pada kalian yang masih bersedia mengorbankan tenaga dan materi untuk terus mendukungku sampai aku memasuki usiaku yang ke 43 tahun ini, aku harap kalian akan selalu setia untuk mendukungku dalam menjalankan pemerintahan pada kerajaan kita yang makmur ini.”


Setelah menyampaikan pidatonya Raja Daylen kemudian mengambil cawan emas yang berisi alkohol dan meneguk isinya setelah itu mengangkat cawan tersebut melewati kepalanya yang menandakan bahwa pembukaan Festival yang akan diselenggarakan selama tujuh hari telah dimulai.


“Selamat ulang tahun Raja Daylen sumber harapan dan cahaya dari kerajaan Coniferland, semoga panjang umur dan sehat selalu!”


Secara serentak tamu undangan yang hadir pada acara malam itu mengucapkan selamat ulang tahun pada Raja Daylen dan mereka melakukan hal yang sama.


mereka semua mengambil gelas yang berisi alkohol kemudian meminumnya dan mengangkat gelasnya tinggi – tinggi sebagai tanda suka cita mereka.


Raja Daylen kemudian duduk di kursi kebesarannya begitu pula istri dan ke dua putranya. Tidak lama kemudian orang – orang dari keluarga terpandang, bangsawan dan utusan dari penguasa daerah lain mulai menghampiri Raja dan memberikan ucapan selamat serta hadiah yang telah mereka persiapkan sebagai hadia ulang tahun untuk Raja Daylend.


“Salam Raja Daylend, Ratu Juliette, Pangeran Yardley dan Pangeran Edward saya utusan dari kerajaan barat mengucapkan selama ulang tahun dan semoga pajang umur menjadi penguasa makmur tanah coniferland.”


Segerombolan orang yang terdiri sekitar lima orang berjalan mendekati Raja Daylend dan membungkuk untuk memberi hormat sambil memberitahukan identitasnya.


“Bangunlah.” Raja Deylen memerintahkan mereka untuk bangun dan membalas ke lima utusan itu dengan ramah.


“Raja kami mengirimkan mantel yang terbuat dari kulit beruang putih yang berusia 100 tahun dari barat sebagai hadiah untuk Raja Daylen.” Mereka berbicara sambil memperlihatkan sebuah mantel yang diselimuti dengan bulu halus berwana putih.


“Baiklah, Karena telah menghadiahkan padaku barang langka sampaikan ucapan terimakasihku pada raja kalian, silahkan nikmati pestanya tuan – tuan.”


“Terimakasih atas keramahannya Raja Daylend, dan pesan yang anda kirimkan akan kami pastikan untuk menyampaikannya pada raja kami.”


Setelah raja Daylen menerima hadiah yang mereka bawa ke lima utusan tadi kemudian segera pergi dan menikmati pesta seperti yang dikatakan oleh Raja Deylen.


“Ada apa dengan pria itu, Kenapa terus menatapku seperti itu?” Batin Leathina saat meliat salah satu dari ke lima utusan terus memandanginya saat berjalan meninggalkan Raja Deylen.


Ah iya! Aku ingat sekarang apa yang aku lupa tadi, aku lupa mempersiapkan hadiah untuk Raja Deylen. Dasar Leathina bodoh kenapa bisa sampai lupa sih jika menghadiri perayaan ulang tahun harus membawa hadiah.


Akhirnya Leathina mengigat apa yang sedari tadi ia lupakan ia baru mengigatnya setelah melihat hadiah dari kerajaan utara.


Kini datang giliran untuk keluarga Duke Leonard yarnell untuk memberikan hadiah dan ucapan pada Raja Daylen.


“Salam Raja Daylen salam Ratu Juliette dan ke dua pangeran."


Duke Leonard membungkuk untuk memberikan hormat pada keluarga kerajaan diikuti oleh anggota keluarga nya yang lain.


"Salam Raja Daylen."


Nicholas, Nora, dan Leathina hampir bersamaan memberi salam pada Raja Daylen saat Raja Daylen menyapa nya.


"Selamat ulang tahun Raja Daylen saya harap anda akan selalu hidup sejahtera."


Duke Leonard berbicara sambil memberikan sebuah kotak yang berisi hadiah ulang tahun untuk Raja Daylen.


"Oh Leathina apa kamu ingin berbicara berdua dengan Pangeran Yardley?"


"Terimakasih Raja Daylen atas kebaikan anda, tapi seperti yang anda ketahui saya tidak mempunyai hubungan apa - apa lagi dengan Pangeran Yardley jadi saya tidak membutuhkan kesempatan ini dan pastinya Pangeran Yardley juga berpendapat hal yang sama."


Setelah Raja Daylen menyebutkan namanya Pangeran Yardley melirik ke arah Leathina karena penasaran ingin mengetahui bagaimana reaksinya. Tapi karena melihat reaksi Leathina yang tidak seperti biasanya ia kembali memalingkan wajahnya ke arah lain karena tidak ingin Leathina mengetahui bahwa dari tadi ia sedang memperhatikannya.


"Kalau begitu aku akan memperkenalkan putra kedua ku."


"Aku telah mendengar banyak hal tentang anda Nona Leathina, Perkenalkan saya Pangeran Edward Arathorn pangeran kedua dari kerajaan Coniferland."


Edward beranjak dari tempatnya mendekati Leathina kemudian sedikit membungkuk dan mencium tangan Leathina sebagai salam perkenalan baginya.


" Benarkah? saya harap kabar yang anda dengar bukanlah rumor aneh tentang saya."


Leathina juga balas membungkuk sebagai balasan pada pangeran Edward yang sekarang ada di depannya itu.


Setelah mereka berdua selesai berkenalan Duke Leonard kemudian segera pamit meninggalkan Raja Deylen karena menyadari masih banyak tamu undangan yang datang ingin menyapa Raja secara langsung.


Duke Leonard dan istrinya Duchess Nice pergi untuk menyapa para tamu undangan dari keluarga lain dan menambah relasinya, sementara Nicholas dan Nora juga pergi bersama dengan teman - teman sebayanya Sementara Leathina juga pergi memisahkan diri dari keluarga ia sibuk mencari pelayanan Anne yang sudah sejak tadi berpisah dengannya.


Karena Leathina tidak menemukan orang yang ia cari, ia berjalan menuju tempat paling tidak mencolok dan duduk di sana berusaha menjaga jarak dengan orang - orang.


"Astaga aku tidak menemukan Anne di manapun mungkin dia sedang menikmati pesta di tempat yang lain." Leathina bergumam sambil menjatuhkan dirinya diatasi tempat duduk yang ia pilih untuk mengasingkan dirinya sambil menghembuskan nafas panjangnya.


"Oh iya untuk saja tadi Duke Leonard memberikan hadiah sebagai perwalian keluarga jadi aku tidak perlu repot - repot mencari alasan kenapa aku tidak membawa hadiah untuk Raja Daylen."


Leathina bergumam sambil memperhatikan orang- orang yang tengah asik menikmati pesta.


......***......