I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 108



“Trek”


Suara deritan pintu terdengar saat pintu kamar penginapan di buka oleh Adam dari luar dan dilihatnya seorang Wanita berambut merah tengah duduk di ambang jendela sambil memperhatikan kesibukan orang-orang yang sedang bekerja maupun berlalu-lalang dari balik jendela.


“Kau mengunciku lagi Adam.” Saat melihat Adam memasuki kamarnya Leathina berjalan menjauh dari jendela dan duduk di pinggir kasurnya dilihatnya Adam kini duduk pada sebuah kursi kayu.


“Maafkan aku Lea, aku terpaksa menguncimu agar kau tidak keluar dan berakhir tertangkap oleh para prajurit yang dikirimkan ayahmu untuk mencarimu.”


“Jadi kapan aku bisa keluar dari kamar ini, aku sudah tujuh hari terus berada disini.”


“Kita akan kembali ke markas hari ini.”


“Benarkah, tapi kenapa?”


“Adikmu Nicholas dan para bawahannya telah kembali ke pusat kerajaan kemarin, dan tentu saja hari ini kita akan kembali, jadi kemasih barang-barang mu.”


“Akhirnya aku bisa keluar juga dari tempat ini.” Ucap Leathina lega, kemudian segera mengemasi barang-barangnya, memasukkan pakaiannya ke dalam tas kain miliknya yang selalu ia bawa kemana-mana dan segera mengenakan jubah miliknya.


“Apa semuanya sudah kau bawa?” Tanya Adam pada Leathina yang kini sudah menenteng tas kainnya di depannya.


Leathina menjawab pertanyaan Adam dengan anggukan cepat tanda bahwa barang-barangnya telah ia kemasi semua.


“Oh, tunggu Adam, ambil ini aku banyak membuat kerajinan saat kau mengunciku di kamar ini.” Leathina memberikan Adam sebuah gelang berwarna kuning yang ia anyam dari benang-benang yang ia beli bersama Troy dan Nina.


“Apa ini?” tanya Adam sambil mengambil pemberian Leathina.


“Oh, ini sebuah gelang. Kalau kamu tidak suka buang saja lagi pula aku masih punya banyak aku juga akan memberikannya pada Troy dan nina yang lainnya juga kalau mereka mau.”


“Kenapa harus berwana kuning, apakah ada warna yang sedikit lebih keren dari ini Lea?”


“Kau tidak suka? Aku memberikanmu gelang berwarna kuning karena kuning adalah simbol persahabatan, baiklah aku akan menggantinya dengan warna lain. Kalau begitu ambillah gelang yang ini.” Leathina kemudian merogoh tas kainnya kemudian mengambil sebuah gelang berwarna abu-abu dan memberikannya pada Adam.


“Ini apa artinya?” tanya Adam pada Leathina lagi saat melihat Leathina mengambilkannya gelang warna abu-abu.


“Umm.. aku tidak tahu, aku hanya asal memilih saja.”


“Kalau begitu aku aku ambil yang ini saja.” Adam akhirnya tetap memilih gelang pemberian Leathina yang pertama dan menolak gelang yang berwarna abu-abu.


“Ayo, kita harus segera kembali.”


“Oh, iya.” Adam berjalan lebih dulu meniggalkan penginapan dan di ikuti oleh Leathina.


Mereka berdua kemudian mengambil kuda yang mereka titipkan pada pemilik penginapan terlebih dahulu dan segera meninggalkan penginapan itu untuk kembali ke markas tentara bayangan.


“Lea! Syukurlah kau kembali dengan selamat.” Troy berteriak menyambut Leathina sesaat setelah Leathina masuk ke dalam bar mini yang ada di mansion tua, Troy segera menghampiri Leathina dan memeluknya hangat sebagai ucapan selamat datang.


“Aku kembali.” Seru Leathina melihat Troy berjalan ke arahnya.


“Selamat Datang Lea!” Nina juga menyambut Leathina dan berjalan ke arahnya.


“Aku khawatir kau tidak akan kembali.” Nina memeluk Leathina hangat bergantian dengan Troy yang kini sudah mengerumuni Leathina.


“Astaga kau tahu para prajurit sialan itu datang tanpa di undang dan pergi begitu saja setelah mengacak-acak kamar orang lain.” Nina mendengus kesal mengigat kembali saat para prajurit datang dan melakukan pemeriksaan di tiap-tiap kamar penginapan mereka.


“Biarkan dulu Lea, duduk.” Adam yang melihat semua orang dengan ramah menyambut kedatangan Leathina kembali segera membukakan Leathina jalan dan mendudukkannya di kursi.


“Oh astaga kau pasti Lelah, melakukan perjalanan dan terus bersembunyi.”


“Terimakasih, terimakasih karena telah mengkhawatirkan aku.” Ucap Leathina saat mendengar ucapan-ucapan kekhawatiran yang di tujukan untuknya.


“Jangan sungkan Lea.”


“Iya, kau bagian dari kami sekarang.”


Ucap yang lainnya untuk menyemangati Leathina. Mereka semua telah menganggap Leathina bagaian dari mereka.


“Baiklah karena sekarang kita sedang bersuka cita karena Lea kembali dengan selamat bagaimana kalau kita sedikit berpesta.” Troy kembali menghidupkan suasana dan di sambut oleh yang lainnya.


“Pesta kali ini, Adam yang traktir.” Teriak Troy lagi sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.


“Hey! Hey! Kenapa harus aku yang berkorban.” Teriak Adam tidak setuju dengan keputusan yang dibuat Troy secara sembarangan.


“Aku tidak pernah melihatmu membelanjakan uangmu Adam, sebenarnya aku ingin menjadi orang yang membayarnya tapi kau tahu kemarin Nina menghabiskan seluruh uangku di kota.”


“Apa urusanku, aku tidak mau. Kau traktir lah dirimu sendiri.” Adam masih bersikeras menolak Troy.


Kenapa kau menjual namaku Troy, saat kau sendiri yang menghabiskan seluruh uangmu di kota kemarin.” Kini Nina juga angkat suara tidak setuju ketika Troy membawa-bawa namanya.


“Aku yang Traktir, Kalau aku jatuh miskin kalian bertiga yang harus memberiku makan.” Karena tidak tahan akan pertengkaran mereka bertiga akhirnya Leathina yang bersedia membayar semua minuman dan makanan untuk hari itu.


Karena senang melihat kedatangan Leathina dengan selamat tanpa ada luka sedikitpun, mereka semua merayakannya dengan sedikit berpesta dan bercerita bersama. Leathina yang juga ikut senang karena kepulangannya di sambut dengan baik juga ikut dalam pesta kecil yang di buat secara mendadak karena kedatangannya.


“Brak.”


Ditengah-tengah pesta kecil yang sedang mereka nikmati itu tiba-tiba masuk seorang pria dengan wajah ketakutan matanya melihat semua orang dengan takut dan berlari ke arah Adam yang duduk tepat di sebelah Leathina.


“Ada apa Carlos?” Tanya Adam pada pria yang baru saja datang dengan ekspresi ketakutan


“Adam ini gawat.”


“Iya Ada apa Carlos, katakan dengan jelas.” Pinta yang lainnya agar Carlos menjelaskannya dengan benar agar dapat di mengerti.


“Mereka.. mereka.. datang.” Ucapan Carlos terbata-bata karena paik tapi tetap berusaha menjelaskan.


“Siapa yang datang.” Tanya Troy lagi pada Carlos.


“Merek, maksudku para prajurit dari kerajaan datang lagi ke sini. Aku melihatnya saat kembali dari desa karena tau hari ini Lea akan kembali aku mengambil jalan memutar agar mereka tidak melihatku.”


“Apa katamu? Bukannya mereka sudah kembali beberapa hari yang lalu.”


“Mungkin kau salah liat?”


“Aku bersungguh-sunggu, aku melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri.” Ucap Carlos bersungguh-sungguh karena sebagain dari mereka masih tidak mempercayainya.


“Tapi kali ini siapa yang datang? aku melihat sendiri anak Duke itu telah kembali dari perbatasan beberapa hari yang lalu.”


“Winter.” Gumam Leathina pelan sambil berfiki menebak-nebak siapa kira-kira yang akan datang mencarinya.


“Apa kau tahu siapa yang akan datang Lea?” Tanya Nina pada Leathina yang mendengar gumaman Leathina tadi.


“Winter, pasti Winter yang datang dari awal mereka tidak pernah kembali ke kerajaan. Tapi masih tetap di kota perbatasan.”


“Apa maksudmu Lea?” tanya Adam dan Troy pada Leathina hampir bersamaan.


“Ini gawat, mereka membagi dua regu. Regu pertama di bawa pimpinan Nicholas dan regu kedua di bawa pimpinan Winter.” Jelas Leathina dengan panik, dan berjalan ke arah jendela dilihatnya sebuah rombongan prajurit kini tengah memasuki pekarangan mansion tua tempat mereka bersembunyi.


...***...