I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 176



Setelah Anne keluar meninggalkan Leathina sendiri di ruangannya karena ingin pergi bersama teman-temannya ke kota menghabiskan waktu liburnya, Leathina pun kembali fokus pada bukunya dan kembali membaca.


“Aku juga harus pergi!” Ucap Leathina menutup kembali bukunya karena pikirannya teralihkan dengan hal lain.


“Gara-gara insiden kemarin, aku jadi tidak jadi masuk ke dalam restoran misterius itu.” Gumam Leathina.


“Aku harus meminta izin dulu, pada ayahku dan yang lainnya. Aku akan mengatakan ingin pergi ke kota sore ini untuk suatu keperluan dan akan kembali dalam waktu yang lama jadi aku tidak membuat mereka khawatir padaku.”


Leathina bergegas keluar mencari keberadaan duke Leonard dan tidak sengaja berpapasan dengan Nora yang baru akan berkunjung ke ruangannya.


“Kakak Leathina mau kemana? kakak terlihat sangat terburu-buru.” Tanya Nora pada Leathina.


“Ah, Nora. Apa kau tahu di mana ayah sekarang?” Tanya Leathina kembali.


“Ayah mungkin ada di ruangan kerjanya, ada apa?”


“Terimakasih Nora, tetaplah belajar.” Ucap Leathina yang langsung segera meninggalkan Nora tanpa menjawab pertanyaannya.


“Padahal aku baru akan mengunjunginya tapi kakak sudah pergi lagi.” Gumam Nora sedih karena Leathina terlihat sedang sibuk.


“Aku sebaiknya berpura-pura untuk berkunjung ke kota dibanding menyelinap keluar secara sembunyi-sembunyi agar tidak menimbulkan masalah nantinya.”


Leathina bergegas untuk menemui ayahnya di ruangan kerjanya tapi saat telah sampai Leathina langsung terdiam dan mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan duke Leonard.


“Ah, tidak usah memberitahu ayahku.” Ucap Leathina memberitahu penjaga yang baru akan masuk memberitahukan pada duke Leonard bahwa Leathina berkunjung.


“Bagaimana perkembangannya Winter?” Tanya duke pada Winter yang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu yang penting.


"Paman, Sekarang para aliansi bangsawan cukup diam sementara waktu ini tidak ada pergerakan. Tapi sebaiknya kita harus lebih berhati-hati karena mereka sekarang mungkin sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar.”


“Baik aku paham, tetap awasi pergerakan mereka.”


Secara tidak sengaja Leathina mendengarkan percakapan antara ayahnya dengan Winter dan karena tidak ingin menganggu mereka Leathina kemudian mengurungkan niatnya karena tidak ingin menjadi pengganggu dalam urusan ayahnya.


“Sebaiknya aku lebih baik menyelinap keluar saja malam ini." gumam Leathina kemudian langsung kembali ke ruangannya.


“Kemana?”


“Ahhk! Kau mengagetkan aku Nora!” Seru Leathina yang langsung mundur beberapa langkah ke belakang Karen terkejut.


Tiba-tiba saja Nora kini telah berdiri di sampingnya membuat Leathina menjadi terkejut karena ia pikir bahwa tadi Nora kembali ke ruangannya dan tidak mengikutinya.


“Ah, No- nora?! Sejak kapan kamu berdiri di sana?” tanya Leathina gugup karena kini Nora menatapnya dengan tatapan curiga.


“Aku baru saja sampai dan mendengar apa yang kakak Leathina ucapkan.”


“Me- memang apa yang kau dengarkan?”


“Sebaiknya aku menyelinap keluar malam ini.” Jawab Nicholas memberitahu Leathina mengenai h yang ia dengar serta tidak lupa Nora menirukan cara Leathina mengucapkan kalimatnya dengan gaya yang cukup misterius.


“Kau pasti salah dengar, maksudku malam ini mungkin saja ada orang lagi yang menyelinap masuk ke mansion kita dan menimbulkan kekacauan.” Leathina berusaha mengelak serta menghindari bersitatap mata dengan Nora.


“Tapi aku baru saja dengan jelas mendengar kakak mengatakannya, jadi kenapa kakak harus mengelak?"


“Itu tidak penting, jadi sebenarnya.” Leathina yang ragu dengan Nora berakhir memberikan penjelasan yang berbelit-belit karena mencoba mengelabui Nora agar tidak curiga lagi dengannya.


“Jadi apa kakak Leathina yang selama ini selalu menyelia.... mmppp....!!”


“No- nora adikku yang baik.” ucap Leathina yang panik karena Nora menangkap basah dirinya.


“Humpp...”


“Ah, maafkan aku Nora.”


Leathina tidak sadar bahwa tangannya masih kuat menutup mulut Nora hingga membuat Nora tidak dapat berbicara dan saat setelah tersadar dengan apa yang telah ia lakukan Leathina langsung melepaskan Nora dan memperbaiki kembali rambut dan pakaiannya yang berantakan karena Leathina menyeret Nora secara paksa.


“Jang...”


“Aku tidak akan memberitahu siapapun.”


Leathina yang baru saja akan memperingati Nora agar tidak memberitahu siapapun tapi Nora sudah berbicara kembali dan memotong ucapannya.


“Bahkan aya ...”


“Aku juga tidak akan memberitahu ayah dan ibu!” ucap Nora tegas.


Leathina menelan salivanya kemudian menatap Nora dengan gugup karena perangai Nora yang imut tiba-tiba berubah.


“Sejak kapan anak manja ini berubah menjadi sedewasa ini, ini mengerikan melihatnya menatapku dengan tatapan marah seperti itu.” Batin Leathina saat memperhatikan Nora dengan baik dan mendapati beberapa perubahan pada Nora yang tidak ia sadari sebelumnya.


“Jangan menatapku seperti itu kakak Leathina, aku tidak akan memberitahukan siapapun mengenai masalah ini.”


“Benarkah?” tanya Leathina yang kemudian langsung merasa senang karena Nora akan menutup mulut untuknya dan tidak memberitahukan pada duke Leonard tentang dirinya yang sering menyelinap keluar mansion di malam hari.


“Aku akan bertanya pada kakak Leathina dan kakak Leathina harus menjawabnya dengan jujur, dan aku tidak akan memberitahukan masalah ini pada siapapun.”


Leathina langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat seperti hewan peliharaan yang tunduk pada majikannya.


“Apa yang sebenarnya aku lakukan sekarang, aku bahkan patuh pada anak-aak sepertinya, kenapa aku harus melakukan ini sih? Tapi jika tidak aku lakukan aku memiliki firasat bahwa akan ada sesuatu hal tidak baik yang akan terjadi terlebih dengan tatapannya itu. Aku baru pertama kali melihatnya seperti ini.” Batin Leathina.


“Beberapa hari yang lalu seseorang memecahkan jendela di salah satu ruangan yang berlawanan dengan ruangan kakak Leathina, apa kakak yang melakukannya?” tanya Nora mengintrogasi Leathina.


“Apa-apaan anak ini, itu bukan pertanyaan namanya tapi sebuah tuduhan yang menurutmu sudah sangat yakin, tapi kenapa anak ini tiba-tiba berubah menjadi menyebalkan seperti ini?” Batin Leathina yang mulai memikirkan perubahan sikap Nora yang menurutnya aneh.


“Kakak jawab aku!” seru Nora yang sedikit mengguncang Leathina karena Leathina melamun.


“I- itu, sebenarnya bu-bukan, ah sebenarnya malam itu aku tertidur jadi aku tidak tahu apa-apa mengenai kaca jendela yang pecah di ruangan baca. Kenapa bisa pecah yah? Apa ada penyusup yang lain masuk ke dalam mansion kita.” Ucap Leathina yang kembali mencoba untuk mengelabui Nora dan  berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang di maksud oleh Nora barusan.


Nora tidak menjawab atau menimpali elakan Leathina, ia hanya menatap Leathina dengan intens tanpa berkedip membuat Leathina menjadi semakin gugup dibuatnya.


“Anak ini benar-benar..” batin Leathina yang mulai merasa sangat jengkel karena tertekan.


“A- ap, ke- kenapa kau menatapku seperti itu Nora?” tanya Leathina yang kemudian menjadi gugup karena takut ketahuan.


“Itu kakak!” seru Nora sambil menunjuk Leathina. “Itu kakak Leathina yang memecahkan jendela malam itu.” Serunya lagi tapi langsung dibekap oleh Leathina.


Leathina reflek langsung membekap mulut Nora kemudian tanpa sadar memelintir tangan Nora yang menunjukknya dan terakhir menendang bagian belakang lutut Nora hingga membuat Nora langsung bertekuk lutut dan karena Leathina Nora pun menjadi kesulitan bergerak atau berbicara.


“Oh, Astaga maafkan aku Nora!” ucap Leathina saat melihat mata Nora berkaca-kaca dan akan menangis.


“Aku pasti mengejutkanmu.” Gumam Leathina kemudian melepas cengkramannya dan membiarkan Nora dapat kembali berbicara serta langsung membantunya duduk.


...***...