I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 38



Setelah memberikan kantung uang miliknya Leathina kembali berjalan meninggalkan Toni dan Messy yang saling memandang satu sama lain karena terkejut dengan uang pemberian Leathina untuk mereka.


Leathina melanjutkan perjalananya untuk meneliti jalan – jalan yang ada di sekitar area kerajaan bagaian barat dan sudah tidak mempedulikan lagi dengan kedua anak yang tadi, Leathina hanya memberikan uang karena Leathina teringat pada kehidupan sebelumnya yang bernasib sama, sebelum ber-reingkarnasi dan masuk ke dalam tubuh yang ia gunakan sekarang dulu Leathina sangat kesusahan karena kekurangan uang bahkan harus sampai mencuri untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


Awalnya aku tidak merasa terganggu dengan dua anak ini tapi lama kelamaan kok mereka berdua makin membuatku jengkel. Aku sudah memberi mereka uang tapi kenapa masih mengekoriku kemana saja aku pergi. anak – anak ini sudah seperti anak ayam yang mengekori induknya.


“Hey.. hey aku tahu kalian merasa berhutang budi padaku tapi jangan mengikutiku seperti ini, itu sangat mengangguku.” Karena sudah tidak tahan mendengar dua anak yang terus saja bercanda sambil mengikutinya Leathina berhenti berjalan dan memarahi Toni dan Messy yang  dari tadi mengikutinya.


“Tidak. Kami tidak mengikuti Nona, betulkan Messy?”


“Iya betul, perjalanan kami juga mengarah ke sana.” Messy berbicara sambil menunjuk sebuah jalan yang ada di depannya kemudian di benarkan oleh kakaknya Toni dengan anggukan.


“Baiklah kalian berdua berjalan lebih dulu.”


Leathina mempersilahkan kedua anak tadi berjalan lebih dulu dan anak – anak itu benar – benar berjalan melewati Leathina dan melanjutkan kembali perjalanannya. Namun belum lama kedua anak itu berjalan di depan kini mereka berdua telah kembali berada di belakang Leathina.


Dasar anak – anak nakal, aku sudah menyuruh mereka berdua berjalan lebih dulu di depanku tapi sejak kapan mereka kembali berjalan di belakangku dan mengekoriku seperti anak ayam.


“Katakan apa yang kalian inginkan dariku? bukankah uang yang aku berikan sudah lebih dari cukup.”


“Kami tidak butuh apa – apa lagi.”


Toni dan Messy berjalan lebih dulu karena diperintahkan oleh Leathina setelah itu Leathina kembali fokus melanjutkan perjalanannya sementara dua anak tadi singgah bermain di pinggir jalan dan setelah Leathina melewatinya Toni dan Messy kembali mengikuti Leathina dari belakang.


“Terus kenapa kalia berdua masih mengikutiku?”


“Itu karena kami sebenarnya sedang mengawal Nona, area ini berbahaya bagi wanita bangsawan seperti nona cantik seperti nont.”


“Nona Bangsawan?” Leathina memiringkan kepalanya karena bingung kenapa Toni dan Messy bisa mengetahui identitasnya.


“Iya di sini sangat berbahaya Nona, makanya kami mengikuti untuk menjaga nona.” Messy ikut – ikutan membetulkan perkataan kakaknya.


“Dari mana kalian tahu kalau aku seorang bangsawan?”


“Mudah saja Nona sangat cantik dan wangi gadis – gadis yang tinggal di sini tidak ada yang secantik Nona.” Toni dengan polosnya langsung menjawab pertanyaan Leathina.


“Jubah Nona juga bagus, jubah dengan lambang pedang bersilang di depan sebuah tameng  tanda anda dari keluaga kalangan kesatria.” Messy berbicara sambil menunjukkan lambang kecil yang ada di dada sebelah kanan Leathina.


“Astaga! Anne aku kira dia memberiku jubah biasa pasti dia sengaja mengambilkanku jubah ini agar orang – orang tidak ada yang berani mengangguku pantas saja di sepanjang jalan tadi tatapan orang – orang sangat aneh mereka seperti sangat membenciku tapi takut menyentuhku, ternyata karena lambang ini, ini lambang keluarga Duke Yarnell dari devisi militer.”


“Anak – anak dengarkan aku, jangan pernah mengatakan bahwa ada seseorang yang datang ke wilayah ini dengan labang ini, kalian paham?”


Toni dan Messy mengangguk secara bersamaan setelah mendengar perkataan Leathina.


“Toni apa aku bisa minta tolong?”  


“Tentu bisa nona katakan saja.”


“Dekati orang yang juga mengenakan jubah yang berdiri di sana dan belilah jubahnya untukku.” Leathina berbicara pada Toni sambil menunjuk seseorang yang juga mengenakan jubah Leathina juga memberikan 10 keping uang emas pada Toni.


Toni segera berlari ke arah orang yang di tunjuk oleh Leathina tadi kemudian berbicara dengan orang itu tidak beberapa lama kemudian Toni datang lagi dengan membawa jubah di tangannya.


“Terimakasih Toni, kamu anak pintar sisanya kamu simpan saja.” Toni tersenyum lebar saat mendengar pujian Leathina untuknya.


“Terimakasih Nona.”


Leathina mengambil jubah yang di bawa oleh Toni untuknya dan melepaskan jubah miliknya kemudian mengenakan jubah yang diambilnya dari Toni.


“Nah kalian berdua pulanglah, di sini sangat berbahaya bagi anak – anak seperti kalian.”


“Umm jangan memandang remeh kami, tenang saja nona ini wilayah kami jadi kami tahu semua situasi di sini?” Toni berbicara sambil menunjuk dirinya sendiri sementara Messy hanya mengangguk membenarkan saudaranya itu.


“Baiklah terserah kalian saja aku tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada kalian.”


“Tenang saja Nona kami yang akan mengawal Nona di wilayah kami.”


Leathina hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali saat mendengar Toni dan Messy akan menjaganya kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.


“BAJINGAN!!!


“Kejar!”


“Bunuh mereka!”


“Jangan biarkan mereka sampai lolos!”


Saat masi dalam perjalanannya terdapat dua kubu kelompok sedang berkelahi, kubu yang satunya berlarih ke arah tempat Leathina sedang berdiri sementara kubu yang lainnya datang untuk mengejar.


“Toni? Mereka tidak datang ke arah kita kan?” Karena panik Leathina segera bertanya pada Toni mengenai apa yang ia lihat itu.


Leathina tidak berani menoleh karena takut jika orang – orang yang sedang bertarung di depannya itu tiba – tiba saja datang dan menyerangnya mata Leathina terus mengawasi pergerakan mereka.


“Toni?”


“Messy?”


Leathina kembali memanggil nama Toni dan Messy karena tidak mendengar jawaban apa – apa dari kedua anak itu. Dan karena penasaran kenapa Toni dan Messy tidak menjawab pertanyaanya Leathina akhirnya sedikit menoleh ke arah kedua anak itu tapi Leathina tidak menemukan siap – siapa. Leathina kemudian segera memutar badannya untuk mencari kedua anak itu dan tidak mempedulikan lagi pertarungan orang – orang yang ada di depannya dan mencari tahu ke mana perginaya Toni dan Messy.


“Sialan Kalian. Toni! Messy!  Kenapa pergi menyelamatkan diri tanpa mengajakku!”


Leathina berteriak pada Tony dan Messy yang sudah hilang sedari tadi mereka berdua sudah berlari menyelamatkan diri tanpa memberitahu Leathina. Leathina kini hanya bisa melihat dua punggung anak kecil yang berlari meninggalkannya sendiri di tengah – tengah pertarungan.


“Maafkan kami Nona! Akan kami pastikan untuk membawa bantuan dan menolong nona setelah kami selamat.” Toni berteriak membalas perkataan Leathina sambil berlari dengan kencang dan memengang tangan Messy.


“Sampai saat itu jangan mati dulu Nona! Kami pasti akan datang secepatnya!” Messy juga berteriak untuk memberitahu Leathina.


Dasar anak kurang ajar, tega sekali meninggalkan aku sendiri padahal tadi mereka bilang mau menjagaku tapi malah lari penyelamatkan dirinya sendiri. Setidaknya beritahu aku juga agar aku bisa ikut berlari menyelamatkan diriku sendiri.


......***......