
“Kau akan meninggalkan aku?”
“Tentu saja memang apalagi yang kamu harapkan.”
“Tapi, bagaimana jika....”
“Huss! Diam sebentar.”
Saat Pangeran Yardley masih berbicara dengan cepat Leathina menutup mulutnya kemudian samar – sama terdengar beberapa suara orang – orang yang berjalan menuju tempat mereka berdua.
“Kapan kalian menyerangnya?”
“Hari pertama kompetisi dimulai.”
“Sial kalian menyerangnya terlalu cepat bagaimana jika dia mati karena kehabisan darah.”
“Tapi kami tidak menyerang bagian vitalnya, ketua.”
“Aku tahu tapi jika dia mengalami pendarahan dan tidak ada yang menemukannya dia pasti akan mati, dimana tubuhnya kalian tinggalkan.”
“Mereka orang yang telah menyerangku.”
“Sudah diam dan ayo cepat bersembunyi mereka datang untuk mencari mu.” Leathina segera memapah tubuh Pangeran Yardley dan membawanya bersembunyi dibalik semak – semak.
“Kami meninggalkan tubuhnya disini.”
“Mana? Mana? Aku tidak melihat apapun selain bangkai kuda.”
“Mungkin seseorang telah menemukannya dan membawanya pada perkemahan.”
“Itu tidak mungkin karena belum ada satu peserta yang kembali mereka semua baru akan kembali pada tengah hari nanti.”
“Kamu mengenal mereka?” Bisik Leathina pada Pangeran Yardley yang berada di sampingnya, sementara yang ditanyai menggeleng tidak tahu.
“Kalau begitu kenapa mereka mencari mu dan malah ikut menyusahkan aku.” Gumam Leathina saat mendapati jawaban dari Pangeran Yardley.
“Aw.. aw.”
Pangeran Yardley terkejut ketika mendengar gumaman Leathina yang seakan – akan bahwa dirinya adalah beban bagi Leathina Karena selama ini Leathina tidak pernah menguluhkan dirinya karena itu spontan ia menoleh ke arah Leathina sayangnya karena gerakan spontanitas itu ia merasakan nyeri pada punggungnya yang masih terluka dan tidak sengaja mengeluarkan suara.
“Siapa disana!” Para pembunuh bayaran yang mendengar suara segera mengeluarkan pedangnya dan perlahan – lahan mendekati tempat Leathina dan Yardley bersembunyi.
“Hais! Aku benar – benar sial bertemu dengamu Yardley.”
Leathina mendengus kesal saat melihat para pembunuh bayaran menyadari keberadaan mereka berdua.
“Tunggu disini dan jangan keluar apapun yang terjadi, tetaplah bersembunyi.” Leathina memegang pedangnya dan bersiap – siap untuk memberikan serangan mendadak ketika para pembunuh bayaran sudah agak dekat dengannya.
“Kamu mau kemana?”
“Aku akan mengalihkan perhatian mereka.”
“Aku juga akan membantumu.”
“Jangan, dasar bodoh kamu malah akan membebaniku karena harus bertarung sambil melindungimu.”
“A.. a.pa bodoh katamu?” Pangeran Yardley kembali terkejut mendegar Leathina dengan tidak sopan mengatai dirinya ini pertama kali baginya seseorang mengumpat dengan terang – terangan ke arahnya.
“Diam disitu!”
Setelah memberikan pangeran Yardley perintah dan para pembunuh bayaran telah sangat dekat dengannya Leathina segera melompat memberi serangan mendadak.
“Srek”
Serangan Leathina berhasil melukai titik vital dari salah satu pembunuh bayaran.
“Sialan!” bunuh dia setidaknya ada beberapa orang yang sangat mengiginkan kematiannya.”
Leathina kemudian menjadi target para pembunuh bayaran, ada sekita sepuluh orang yang kini mengepung Leathina.
Menyadari bahwa dirinya tidak akan mampu melawan sepulu orang sekaligus Leathina segera berlari memasuki hutan untuk melarikan diri.
“Kejar!”
“Kejar gadis itu jangan sampai berhasil melarikan diri.”
Leathina masih bisa mendengar teriakan para pembunuh bayaran yang mengejarnya dengan jelas.
“Mereka benar – benar ingin membunuhku.”
Jika aku tertangkap maka kali ini aku akan benar – benar mati ditangan mereka. Aku tahu bahwa aku memang akan ditargetkan makanya ingin bersembunyi tapi ternyata tidak hanya satu atau dua orang saja yang menginginkan kematianku, tapi ada banyak orang. Apa yang sebenarnya telah kamu lakukan pada orang – orang Leathina.
“Itu dia, kepung perempuan itu!”
Leathina berhasil terkejar dan saat mencoba untuk melarikan diri kembali Leathina kembali berhasil terkejar dan malah berakhir terkepung oleh para pembunuh bayaran.
“Tenang saja Nona bangsawan ini tidak akan memakan waktu lama, setelah kami menghabisi nyawamu semua akan baik – baik saja dan kamu tidak perlu menderita karena selalu menjadi taget pembunuhan setelah itu memohonlah pada tuhan agar dikehidupan selanjutnya diberi kehidupan yang baik. Jadi menyerah saja kali ini.”
“Kalian pikir aku kucing punya sembilan nyawa atau zombie yang bisa hidup kembali.”
“Apa zo.. ombie?”
“Hei kamu tahu apa yang dia bicarakan?”
Para pembunuh bayaran tidak paham dengan ucapan Leathina dan bertanya pada temannya yang lain tapi hanya dibalas gelengan kepala karena mereka juga tidak tahu.
Semua pembunuh bayaran mengangguk mendengar pertanyaan dari Leathina.
“Jadi apa kalian penasaran apa itu Zombie, kalian bisa mempelajarinya mungkin nanti kalian akan mendapat pekerjaan untuk membunuhnya, Kalian harus tahu Zombie itu tidak bisa dibunuh dengan cara biasa.” Leathina sengaja membuat mereka semua penasaran dan merendahkan nada suaranya hingga ia berbisik membuat seakan – akan apa yang ia bahas adalah percakapan rahasia yang tida boleh dibicarakan disembarang tempat.
“Zombie itu nama manusia?”
“Umm. Bukan, bukan, eh iya, iya.”
“Katakan dengan jelas manusia atau bukan!”
“Maksudku Zombie itu awalnya adalah manusia tapi bermutasi mereka makan daging mentah fisiknya lebih kuat dari manusia biasa dan tidak akan mati walau ditebas tapi ada cara khusus untuk mmebunuhnya kau tahukan semua makhluk pasti ada cara tersendiri untuk membunuhnya.”
“Jika mereka tidak bisa dibunuh walau ditebas bagaimana caranya membunuh mereka?” orang – orang yang mengepung Leathina mulai tertarik dengan topik pembicaraan.
“Huss! Pelankan suara kalian sebenarnya ini adalah rahasia dari organisasi hitam tapi karena pekerjaan kalian adalah pembunuh bayaran makanya akan aku beritahu.”
“Cepat beritahu kami, akan kami ingat.”
“Akan lebih baik jika langsung kalian praktikkan.”
“Ide bagus jadi apa yang harus kami lakukan.”
“Mudah saja pertama kalian harus menancapkan pedang kalian ke dalam tanah sedalam mungkin, cepat lakukan sekarang.”
“Seperti ini, apa selanjutnya apa ada ritual atau mantra khusus yang harus diucapkan?”
Parah pembunuh bayaran ini benar – benar mempercayai ucapanku, bagaiman mereka bisa bekerja sebagai pembunuh dengan otak dangkalnya, tapi untung saja mereka bodoh aku jadi mempunyai kesempatan untuk kabur.
“Oh iya, iya sepertinya ada ritual khusus yang harus dilakukan, tapi sayangnya?”
“Tapi apa?”
“Iya cepat katakan ini menarik untuk diketahui.”
“Nah, jadi begini sayangnya sekarang aku lupa ritual selanjutnya mungkin aku akan memberitahu kalian dipertemuan selanjutnya, kalau begitu aku pamit dulu jaga diri kalian.”
Setelah para pembunuh bayaran yang mengejar Leathina menancapkan pedangnya sedalam mungkin ke dalam tanah Leathina menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.
“Gadis itu membohongi kita.”
“Sialan, cepat cabut pedang kalian!”
“Kejar dan tangkap dia, biar aku yang membunuhnya.”
“Ini semua salahmu karena mau dibodohi, Roland!”
“Tapi kamu juga percaya padanyakan, buktinya kamu ikut menancapkan pedangmu di tanah.”
“Hais! diam jangan bertengkar dan kejar perempuan itu sebelum pergi terlalu jauh.”
Segala sumpah serapah diucapkan para pembunuh bayaran karena Leathina berhasil kabur dan membodohi mereka semua. Mereka kemudian segera mencabut pedangya kembali dari tanah dan mengejar Leathina yang sudah berlari lebih dulu.
“Menyerah sajalah Nona bangsawan, kali ini aku pastikan kamu tidak akan bisa melarikan diri lagi.”
“Aku akan membalasmu karena telah membodohiku.”
“Tidak, tidak, aku tidak mebodohi kalian zombie itu benar – benar ada kok.”
Leathina kembali berhasil terkejar oleh para pembunuh bayaran, kali ini ia benar – benar tidak mempunyai kesempatan untuk melarikan diri itu karena Leathina terkepung di antara pinggiran tebing.
“Tuan-tuan para pembunuh bayaran jangan seperti itu kita bisa membicarakan ini baik – baik.”
“Omong kosong, kali ini benar – benar akan aku bunuh. Kamu telah membunuh beberpa dari teman – teman kami.”
“Aii, tidak seperti itu. Aku hanya tidak sengaja membunuhnya itu karena mereka ingin menebasku dengan pedang aku hanya membela diri.” Leathina berusaha membujuk para pembunuh bayaran untuk bernegosiasi.
“Habisi dia.”
“Tunggu, tunggu dulu! Jangan mendekat lagi aku akan mati jika kalian mendekat lagi. Kau tahu aku bisa menggunakan sihir penyembuh. Aku bisa menyembuhkan luka kalian aku bahkan pernah menyembuhkan bos kalian. Kalian dari tentara bayangankan? Eh apa namanya pembununuh bayangan yah? Ah terserahlah apapun namanya lepaskan aku yah. Lihat pedangku sudah aku buang.”
“Omong kosong cepat habisi dia.”
“Tresk.”
“Ah sial aku benar – benar akan mati kali ini.”
“Aaaaaa!!!”
Saat mencoba menjauhi para pembunuh bayaran yang sedang mengepunya salah satu kaki Leathina tidak sengaja menginjak bibir tebing dan terperosok jatuh ke bawah teriakannya menggema di seluruh penjuru hutan kemudian perlahan – lahan menghilang.
“Dia terjatuh sendiri.”
“Benar tugas kita selesai di sini.”
“Bagaimana dengan pedangnya.”
“Biarkan saja agar orang – orang mengira ini adalah kecelakaan.”
“Baiklah ayo pergi sekarang sebelum ada orang yang melihat kita.”
......***......