I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 15



“Nona kita sudah sampai.” Anne berbicara sambil membukakan pintu untuk leathina.


“Terimakasih Anne.”


Akhirnya aku sampai juga di tempat ternyaman dari seluruh tempat adalah kamarku sendiri, aku merindukan selimutku ini, walau sebenarnya bukan milikku tapi milik Leathina. Apa yang harus aku makan untuk makan malamku. Salah satu yang patut aku syukuri sekarang adalah aku tidak perlu khawatir lagi mengenai masalah makanan dan uang, tapi aku masih harus memikirkan bagaimana aku bertahan hidup.


“Nona, kenapa Tania tidak dipecat saja, tadi dia sudah menghina nona Leathina, aku tidak terima.” Anne berbicara dengan nada kesal ia masih merasa kesal pada Tania.


“Biarlah toh tadi sudah aku hukum juga.” Ada apa dengan pelayan satu ini, kenapa masih terus dia ungkit, kalau terus mendengar orang kesal aku juga bisa ketularan kesal tau, apa lagi aku sudah sangat lelah sekarang kalau begini bukan lagi kesal tapi aku juga akan emosi denganmu Anne jadi tolong diam sedikit.


“Itu bukan hukuman namanya, seorang pelayan tidak boleh menghina majikannya bukannya itu sama saja merendahkan dan menghianati.”


“Benarkah? Terus bagaimana denganmu Anne?”


“Apa maksudmu Nona Leathina, tentu saja aku tidak akan menghinamu.”


Dasar pembohong. Aku tahu kamu bekerja untukku hanya untuk mengawasi gerak gerikku dan melaporkannya pada seseorang. Lihatlah bagaimana dia sangat yakin saat berbicara, itulah kenapa aku tidak boleh mempercayai siapapun di dunia ini. di kehidupan sebelumnya ayahku juga menghianatiku meninggalkanku sendiri dengan hutang-hutangnya yang menumpuk. Dasar rubah licik, tapi aku penasaran dengan siapa dia bekerja.


“Jangan berbohong padaku Anne, jika hanya ingin terlihat baik di depanku.”


“A.. a. Apa maksudmu nona?”


“Bukankah kau sedang mengawasiku dan melaporkannya pada seseorang?”


“Tidak nona! Aku tidak melakukannya.”


“Katakan saja yang sebenarnya. Asal kau tahu aku telah mengetahui semuanya, sejak awal kamu sudah mengawasiku. Sekarang katakan pada siapa kau melaporkannya atau jika kamu tetap setia pada majikanmu itu mungkin saat kau datang melapor padanya lidahmu sudah tidak ada ditempatnya!”


“MAAFKAN AKU NONA!! SAYA BERSALAH!!” mendengar ucapan dari Leathina yang seakan-akan telah mengetahui semuanya Anne hanya bisa tercengang tidak menyangka bahwa ia akan diketahui dengan sangat mudah, Anne kemudian jatuh ke lantai dan meminta maaf pada Leathina.


“Kenapa kamu malah meminta maaf, jawab pertanyaanku?”


“I..itu.. itu..”


“Asal kau tau aku tidak akan bermurah hati padamu, bukankah kau sendiri yang bila tadi bahwa pelayan harus diberikan hukuman jika menghianati majikannya, bahkan tadi kamu menyuruhku untuk memotong tangan Tania hanya karena dia menghinaku terus jika dilihat dari kejahatan yang telah kamu lakukan hukuman apa yang pantas aku berikan padamu Anne?”


“Ma..maafkan aku nona, aku sunggu bersalah.”


“Jadi sekarang katakan dengan siapa kau bekerja!”


“Itu.. itu aku bekerja untuk Tuan Duke, maafkan aku nona, aku pantas dihukum karena telah menghianatimu.”


“Dengan Duke Leonard?” kenapa Duke Leonar meminta seorang pelayan untukmengawasi seluruh pergerakannku, memangnya apa yang ia pikirkan sampai harus mengawasi anaknya sendiri.


“Iya betul nona, Duke Leonard memerintahkanku untuk mengawasi nona leathina dan melaporkan padanya.”


“Kenapa dia mengawasiku?”


“Soal itu aku juga tidak tahu nona, aku hanya diberi perintah saja.”


“Apa yang kau laporkan padanya?”


“Aku melaporkan kegiatan apa yang nona lakukan, makanan apa yang nona makan, dan kondisi kesehatan nona serta apa yang nona sukai.”


“Hanya itu?”


“Iya hanya itu, setiap saya datang melapor dia hanya menanyakan seputar itu saja.”


“Kapan kamu pergi untuk melapor?”


“Aku datang melapor pada tuan duke setelah nona tertidur saat malam hari.”


“Hanya itu?”


Aneh aku kira Anne akan bekerja pada orang lain, aku tidak menyangka dia malah bekerja untuk Duke Leonard, dan duke leonard meminta Anne untuk mengawasiku pasti hanya karena ia penasara apa yang sedang aku lakukan.


“Baiklah sekarang kamu tidak usah menjadi pelayan pribadiku lagi.”


“Ampuni saya nona, maafkan kesalahanku. Beri saya kesempatan satu kali lagi untuk melayani nona.”


“Melayaniku?” Aku heran kenapa Anne malah ingin menjadi pelayan pribadiku sementara pelayan yang lainnya malah takut mendekatiku. Aku yakin dia sudah tidak bekerja dengan siapa-siapa lagi selain tuan duke, jadi apa lagi yang dia inginkan bukankah tidak bekerja denganku sama dengan memberimu kebebasan kebanyakan pelayan di sini yang mau bekerja untukku hanya karena terpaksa duke yang memerintahkan mereka.


“Aku akan melayani nona, bahkan jika perlu aku juga bisa memberikan hidupku pada nona. Tolong percayalah padaku.”


Sepertinya dia benar-benar ingin bekerja untukku, baiklah aku akan memberimu satu kesempatan lagi. Lagipula Anne akan sangat berguna untukku jika dia setia melayaniku, aku memang perlu seseorang untuk untuk menyukseskan rencanaku karena aku tidak betul-betul tahu isi diri dunia ini, dalam novel hanya menceritakan secara umum saja tentang wilayah kerajaan ini. aku perlu seseorang untuk menunjukkan bagian-bagian dari daerah sekitar sini, aku juga butuh Anne untuk keluar diam-diam dari mansion ini jika ingin melakukan observasi nantinya untuk mencari tempat pelarian yang aman. Tapi akan aku tes dulu sebelum memperbolehkannya menjadi sekutuku.


“Kenapa kamu mau bekerja untukku? Bukankah kau tau sendiri aku bukan majikan yang baik.”


“Tidak. Nona sangat baik padaku dan aku tahu bahwa nona sebenarnya bukan orang jahat seperti yang dirumorkan. Nona leathina juga merupakan gadis paling cantik yang pernah aku lihat. Karena itu aku ingin bekerja dengan nona.”


“Terus kenapa aku harus percaya padamu, sedangkan kamu sudah pernah menghianatiku dengan bekerja dengan orang lain."


“Karena aku sangat menyukai nona Leathina. Aku tidak akan pernah menghianati nona lagi, percayalah padaku nona Leathina.”


“Baiklah aku akan memberimu satu kesempatan lagi.”


“Benarkah nona Leathina?”


“Iya aku memberimu sebuah kesempatan, jadi pergunakan baik-baik, tapi jika aku tau kamu menghianatiku akan aku pastikan menghukummu dengan tanganku sendiri.”


“Baik nona aku mengerti, akan aku ingat baik-baik. Seluruh hidupku sekarang aku serahkan padamu. Terimakasih banyak nona Leathina."


“Tapi nona... “


“Ada apa lagi? Apa kau sekarang sudah berubah pikiran dan menyesal.”


“Tidak.. tidak.. bukan seperti itu. Aku tidak akan pernah menyesali keputusanku.”


“Terus kenapa?”


“Nona leathina apa yang harus aku lakukan dengan perintah tuan duke?”


“Oh soal itu tetap lanjutkan saja.”


“Tapi itu berarti aku akan tetap mengawasimu dan melaporkannya pada tuan duke?”


“Iya tetap lanjutkan seperti itu. Tapi sebelum kamu melapor datang kepadaku terlebih dahulu aku akan memberitahumu apa yang boleh dan tidak boleh kamu katakan pada Duke Leonard. Apa kamu mengerti Anne?”


“Iya saya mengerti nona Leathina, akan saya laksanakan.”


“Baiklah kalau kamu sudah paham keluarlah aku lelah, aku ingin beristirahat.”


“Tapi nona apa yang harus aku katakan pada tuan duke untuk laporan hari ini?”


“Hari ini kau juga akan melapor padanya? padahal tadi aku sudah bertemu dengannya.”


“Iya nona, aku harus tetap melaporkan aktivitas nona untuk hari ini.”


“Baiklah, untuk hari ini katakan saja semuanya.”


“Baiklah nona saya mengerti, kalau begitu saya permisi dan selamat beristirahat nona Leathina.”


... ...


...***...