
“Apa masalahnya?” tanya duke pada kedua anak nya yang masih terlihat emosi.
“Kalian sendiri yang telah meyelesaikan masalah kalian, ayah tidak ikut campur untuk menghargai keputusan yang kalian putuskan untuk menyelesaikan masalah kalian sendiri, apa kalian berdua menyesal, perlu memperpanjang masalahnya?”
“Tidak perlu ayah.” Jawab Nora.
“Jadi apa masalahnya?” tanya Duke lagi.
“Aku kesal, mereka bilang kakak pantas mendapatkannya.”
“Jadi mereka menghina kakak perempuan mu lagi?”
Nora mengangguk, matanya berkaca-kaca tapi berusaha ia tahan agar tangisannya tidak pecah.
“Menangis saja jangan ditahan.” Ucap Nicholas namun masih melihat ke arah lain, tidak ingin melihat waja Nora takut jika adiknya itu tersinggung.
Nora menggeleng cepat, kemudian mengusap sudut matanya yang berair dengan bahunya. “Aku tidak menangis.” Ucapnya pelan.
“Ayah apa masih belum ada kabar?” tanya Nicholas.
“Belum ada,” jawab Duke Leonard singkat.
setelah menjawab pertanyaan Nichola mereka bertiga kemudian diam larut dalam pikiran masing-masing sampai mereka tiba di mansion.
“Selamat datang tuan.” Sambut pelayannya yang memang menunggu kepulangan Duke Leonard.
“Ada apa?” tanyanya.
“Sebuah surat baru saja tiba Tuan.”
“Memangnya kenapa kalau ada surat yang datang, kan setiap harinya memang selalu ada surat yang di kirimkan untuk ayahku.” Ucap Nicholas yang baru saja keluar dari kereta setelah ayahnya keluar dan mendengar percakapan mereka.
“Suratnya diikatkan pita merah tuan Duke, jadi saya rasa isi suratnya mungkin penting dan harus segera dibaca.”
“Dari kerajaan?” tanya Duke lagi.
“Tidak ada simbol kerajaan Tuan Duke, suratnya polos hanya diikatkan pita merah.”
"Berikan padaku.”
Si pelayan memberikan surat yang dimaksud pada Duke kemudian segera kembali. Sementara Duke memperhatikan surat itu sebelum dibuka, dilihatnya surat yang sangat bisa tidak ada pola identitas dari mana ia dikirimkan dan siapa yang mengirimnya hanya pita merah yang dengan rapi melilit gulungan surat yang di pegangannya itu.
Dengan hati-hati Duke mulai membuka gulungan pita, membuka kertas lusuh yang masih tergulung dan mulai membacanya.
Betapa terkejutnya Duke ketika membaca sebaris kalimat awal.
Lama tidak berjumpa ayah.
Tulisan yang tertera pada kalimat awal, membuat Duke hilang kesembimangan dan hampir terjatuh, keringat dingin mulai terasa membaluri telapak tangannya.
“Ayah ada apa?!” tanya Nicholas dan Nora terkejut melihat reaksi ayahnya setelah membuka surat yang diberikan padanya. Baru kali ini Nicholas dan Nora melihat ekspresi ayahnya yang sangat terkejut seperti itu.
“Ayah, ini ....” ucap Nicholas tergagap ketika tidak sengaja ikut membaca separuh kalimat awal dari surat yang masih tangan ayahnya itu dengan kuat.
“Diam, jangan katakan apapun.” Ucap ayahya tegas kemudian segera berjalan menuju ruangan kerjannya diikuti Nicholas dan Nora.
Duke meminta Nicholas untuk mengunci ruangan kerjanya dari dalam kemudian langsung mengambil posisi duduk dan membaca isi surat yang di terimannya itu dengan teliti.
Lama tidak berjumpa ayah.
Ini aku putrimu, Leathina Yarnell. Setelah aku dibawa pergi oleh Naga yang mengamuk dikerajaan banyak hal yang terjadi padaku, aku tidak bisa menjelaskannya secara rinci tapi aku baik-baik saja sekarang. Aku mungkin tidak akan bisa kembali dalam waktu yang lama jadi jangan terlalu mengkhawatirkanku dan berhentilah melakukan pencarian. Tolong sampaikan salamku pada Nicholas dan Nora juga pada ibu.
Leathina Yarnell.
Duke Leonard termenung setelah selesai membaca isi surat, digengammnya surat itu kuat-kuat. Pelupuk matannya basah merasa lega sebab kekhawatiran tentang kabar kematian Leathina yang tersebar tidaklah nyata. Namun disaat yang sama ia juga kahwatir kepalanya penuh tanda tanya kenapa putrinya tidak bisa kembali jika memang dalam keadaan baik-baik saja.
“Ayah.” Panggil Nicholas yang khawatir melihat ayahnya terus melamun sedari tadi, kemudian mengambil surat dan ikut membacannya Nora pun ikut mengintip di sampingnya.
“Ayan, ini?!” ucapnya lagi yang sama terkejutnya dengan ayahnya.
“Kenapa kakak Leathina tidak bisa kembali?” tanya Nora kecewa.
“Dengarkan aku.” Ucap Duke Leonard tegas kemudian tangannya mengambil kembali surat Leathina dari tangan Nicholas, kedua anaknya seketika langsung menyimak dengan serius.
“Masalah Leathina bukan lah masalah biasa, setelah kemampuannya diketahui banyak orang yang menginginkan kakak kalian. Leathina menjadi target orang-orang yang ingin memanfaatkan kemampuannya yang unik beberapa dari bangsawan luar bahkan telah mengirimkan surat untuk menawarkan bantuan dalam melakukan pencarian namun dengan syarat Leathina harus melakukan pernikahan politik jika ditemukan, mereka berusaha mendapatkan keturunan dengan kemampuan yang sama dengan Leathina. Jadi rahasiakan kabar ini, jangan sampai ada orang yang tahu bahwa Leathina baik-baik saja dan mengirimkan kabar, sebisa mungkin jangan melakukan kontak dengan orang luar untuk berjaga-jaga.”
“Baik ayah.” Ucap Nicholas dan nora paham.
“Nora kembalilah ke ruanganmu.” Pinta Duke Leonard, mau tidak mau Nora harus menurut walau pun sebenarnya ia masih ingin tetap ikut mendengar kabar tentang kakaknya Leathina yang sudah lama tidak ia dengar.
“Ayah apa yang akan kita lakukan.” Tanya Nicholas serius.
“Aku akan tetap melakukan pencarian, jika mendadak berhenti maka orang-orang akan curiga.”
“Apa ayah benar-benar akan membiarkan Leathina yang mengambil keputsan seperti itu?”
“Tidak, ayah akan tetap mencarinya sampai menemukannya. Akan lebih aman jika dia kembali. Leathina mungkin belum tahu bahwa dirinya sekarang menjadi target politik dan bisnis orang-orang dari kalangan atas yang gila akan kekuasaan.”
“Apa-apaan situasi seperti ini, aku rasa ini benar-benar tidak adil untuknya.” Gumam Nicholas tidak percaya, situasi Leahina semakin berbahaya dan keadaan semakin runyam.
“Untuk sekarang kembalilah ke ruanganmu Nicholas, selebihnya biar ayah yang akan mengurusnya.” Ucap Duke Leoanrd kemudian menyimpan baik-baik surat pertama yang dikirmkan Leathina untuknya.
“Ah, ayah!” Pekik Nicholas mendapat sesuatu yang menurutnya baik.
“Ada apa Nicholas?”
“Ayah bilang kita tidak boleh diketahui orang-orang bahwa Leathina baik-baik saja,”
“Kita belum bisa memastikan jika kakakmu Leathina benar-benar baik-baik saja, bisa jadi dia mengatakan seperti itu karena tidak ingin membuat kita khawatir.” Ucap Duke Leonard kembali berfikir.
“Ayah tidak ingin orang mengetahui kabar tentang kakak Leathina tapi ayah tetap ingin melakukan pencarian secara diam-diam, tapi siapa yang ayah percaya?” tanya Nicholas.
“Benar, jika ayah yang langsung meninggalkan kerajaan maka orang-orang akan langsung curiga dan jika ayah mengirmmu pergi juga sama bahayannya. Kita juga tida bisa terus-menerus mengutus Winter melakukan pekerjaan untuk alasan pribadi.”
“Ayah bagaimana jika kita meminta bantuan dari kelompok tentara bayangan mereka juga handal dalam mencari seseorang, walaupun mereka adalah pembunuh berdarah dingin mereka tetap melakukan pekerjaan mereka dengan aturan yang ketat walaupun harus di bayar dengan harga tinggi jika menggunakan jasa mereka.”
“Ucapanmu masuk akal, tapi terlalu berisiko untuk Leathina ayah takut jika mereka juga menginginkan Leathina.”
“Kenapa berhenti?” tanya duke.
“Leathina akrab dengan organisasi mereka, saat Leathina menghilang sebelumnya apa ayah ingat saat mengutusku dengan winter untuk mencarinya kami kesulitan menemukan Leathina karena organisasi itu menyembunyikan Leathina dan sepertinya berusaha melindungi Leathina.”
“Ayah juga berfirki seperti itu, jika melihat sifat Leathina yang tidak terbuka dengan siapapun kita juga tidak tau dengan pasti.”
“Tapi ayah hanya tinggal ini yang resikonya lebih kecil.”
“Baiklah, ayah mengerti. Kamu masih terlalu muda untuk bertemu orang-orang seperti mereka, ayah akan mengutusmu pergi bersama dengan Winter. Untuk sekarang berpurah-puralah tidak terjadi apa-apa.”
“Baik ayah aku mengerti,”
“Kembali lah ke ruanganmu.”
Setelah mendiskusikan rencana yang akan mereka lakukan Nicholas dengan patuh kembali ke ruangannya meninggalkan ayahnya sendiri.
Duke sendiri segera menuliskan sebuah surat dan meminta seorang penjaga untuk mengirimkannya sesegera mungkin pada Winter yang sebelumnya ia minta untuk beristirahat.
“Nora.” Seru Nicholas terkejut ketika melihat Nora berjongkok di samping pintu tidak segera kembali saat di suruh ayahnya tadi.
“Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Nora yang masih khawatir.
Nicholas menatap Nora khawair dan tidak tahu apa yang harus ia katakan untuk membuat adiknya itu berhenti bersedih ia juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada Nora yang sepertinya sangat berharap mendapatkan kabar baik.
“Bukankah kau sudah lihat isi suratnya, Leathina baik-baik saja.” Ucap Nicholas yang pada akhirnya tetap memberikan harapan yang tidak pasti pada Nora.
“Tapi dia juga tidak akan kembali, bagaimana jika selamannya dia tidak akan pernah kembali lagi ke sini ini semua karena orang-orang aneh itu.” Ucap Nora emosi mengingat bagaimna orang-orang memperlakukan Leathina.
“Tidak seperti itu,” Nicholas menghela nafas kemudian membisikkan sesuatu pada Nora. “Ayah akan tetap melakukan pencarian dan membawa Leathina kembali jadi jangan terlalu khawatir.” Bisik Nicholas.
Nora senang mendengar bahwa mereka tidak menyerah untuk melakukan pencarian tapi kemudian langsung murung kembali mengingat sudah lama mereka mencari tapi belum juga bisa menemukan keberadaan Leathina.
“Ayo cepat kembali ayah sudah meminta kita kembali.”
Cepat-cepat Nicholas segera pergi meninggalkan ruangan kerja ayahnya di ikuti oleh Nora kemudian berpisah menuju ruangan masing-masing.
...
“Tuan muda ada surat dari kediaman kelurga Duke Leonard, sepertinnya ini surat penting karena di antar langsung oleh orang dari kediaman Duke dan orang ini tidak ingin memberikan surat yang dibawanya pada saya karena duke Leonard memerintahkannya harus memberikan surat ini langsung pada Anda.” Ucap seorang pelayan yang datang memberitahukan pada Winter yang ada di halaman belakang yang sedang berlatih pedang.
“Baiklah, suruh orang yang mengantar surat itu datang menemuiku.” Jawab Winter kemudian menyimpan pedangnya menunggu orang yang di maksud pelayannya itu.
Baik, Tuan.”
Tidak lama kemudian pelayan tadi datang kembali dengan diikuti oleh seorang prajurit yang mengekor di belakangnya.
“Ada apa?” tannya Winter.
“Duke Leonard Yarnell meminta saya memberikan ini langsung pada anda.”
“Baiklah, kembalilah.” Ucap Winter setelah menerima surat yang ditujukan padannya itu.
Setelah menunaikan tugasnnya prajurit tadi segera kembali ke kediaman duke di antar oleh pelayan tadi sampai di pintu utama.
“Kenapa tiba-tiba Duke Yarnell mengirimkan surat yang sepertinnya sangat penting setelah memintaku untuk berlibur.” Gumamnya kemudian duduk pada gazebo yang berada tidak jauh dari tempatnya tadi berlatih.
“Leathina, ini bagaimana bisa?!” Ucapnya tidak sadar menyebut nama Leathina.
Dalam surat yang Dikirimkan Duke pada Winter mengatakan bahwa Leathina mengirimkan surat tapi tidak memberitahukan dimana dia sekarang, tidak ada yang tahu siapa yang mengirimnya dan dari mana surat itu berasal. Duke meminta Winter secepatnya datang menemuinnya.
“Ada apa tuan?” tanya pelayannya saat berpapasan dengan tuannya itu sedangkan dirinya baru akan kembali ke halaman belakang.
“Aku akan bertemu Duke leonard, segera persiapkan pakaiannku.” Ucap Winter disusul oleh pelayannya yang juga ikut terburu-buru karena Winter.
Setelah membersihkan badannya dan mengenakan pakaian yang disediakan untuknya Winter bergegas untuk pergi ke kediaman Duke Leonard seperti yang di minta duke dalam suratnya.
“Apa yang terjadi paman?!” tanya Winter langsung ketika bertemu dengan Duke Leonard.
“Leathina mengirimkan surat dan baru sampai siang tadi, dia tidak akan kembali dalam waktu yang lama dan anehnya dia tidak ingin kami untuk mencarinnya.” Ucap Duke kemudian meletakkan sepucuk surat berisi tulisan tangan Leathina di atas meja untuk di perlihatkan pada Winter.
“Paman apa ini benar-benar tulisan tangan Leathina?” tanya Winter sedikit ragu dengan surat yang sedang dibacannya itu.
“Benar, ini tulisan tangan Leathina aku sudah memastikannya berkali-kali.”
“Ah! Kenap tiba-tiba jadi seperti ini, apa dia tahu bahwa dirinya sekarang dijadikan target oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan kemampuannya itu?”
“Dia belum tahu, dan sepertinnya dia tidak ingin kembali karena alasan lain.”
“Kalau begitu kita harus menjemputnya paman, sebelum seseorang memanfaatkannya.”
“Sepertinnya akan sulit.”
“Bagaimana dengan suratnya, kita bisa mendapatkan petunjuk jika mengetahui dari mana kertas ini di produksi dan siapa yang mengantarkannya.”
“Jenis kertas surat yang dikirmkannya itu sangat rendah kualitasnya bahka kualitas surat di daerah kumuh yang ada di kerajaan kita pun lebih baik dari jenis kertas yang kau pegang itu jadi sudah dipastikan bahwa Leathina tidak ada di kerajaan ini dan sepertinnya Leathina sekarang benar-benar ada di tempat yang sangat jauh dan sulit untuk di jangkau.”
“Benar apa yang dikatakan paman, surat ini sepertinnya sudah lama di tulis dan lama dalam perjalanan dilihat dari tintannya yang mulia luntur dan kertasnya yang sangat lusuh dan koyak.”
“Kau tahu sendiri Leathina mungkin dalam bahaya jika orang-orang mengetahui bahwa Leathina ternyata masih hidup jadi kita akan melakukan pencarian dua arah, pertama tetaplah melajutkan pencarianmu secara terang-terangan agar orang mengira bahwa Leathina masih belum ditemukan dan kedua Nicholas mengusulkan untuk melakukan pencarian secara rahasia dengan meminta bantuan organisasi hitam tentara bayangan.”
“Tapi paman, organisasi itu berisi orang-orang yang tidak bisa di percaya paman tahu sendiri bukan?”
“Aku tahu, tapi mereka sangat ahli dalam hal ini tidak ada pilihan lain aku juga tidak bisa tiba-tiba mengirmmu kembali keluar setelah aku memberimu izin untuk mengambil cuti.”
“Benar apa yang paman katakan, hanya ini satu-satunnya cara untuk melacak keberadaan Leathina.”
“Malam ini pergilah ke guild mereka bersama Nicholas secara diam-diam dan buatlah permintaan untuk mencari seseorang, walaupun berisi orang-orang licik mereka tetap lah profesional menjaga rahasia pelanggannya.”
“Baiklah paman saya paham, malam ini saya akan pergi ke guild mereka bersama Nicholas.”
“Kalau begitu pergilah ke ruangan Nicholas, aku memintanya menunggumu disana aturlah agar tidak ada orang yang mengetahui apa yang kalian lakukan.”
Winter mengangguk paham kemudian segera keluar menuju ruangan Nicholas, bepura-pura untuk mengunjunginnya agar tidak dicurigai oleh orang-orang.
...***...