I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 16



“Huaahh”


Aku masih mengantuk, aku bangun terlalu pagi tadi. Aku terbangun karena sebagian ingatan Leathina tiba-tiba saja teringat di ingatanku dan itu membuat kepalaku sedikit merasa sakit.


Dalam ingatan kali ini leathina masih berumur dua belas tahun dia menghadiri pesta teh pertamanya dan adik tirinya Nicholas juga ikut bersamanya, mungkin seperti pertemuan dikalangan anak-anak karena aku melihat banyak anak-anak bangsawan yang lainnya juga ikut hadir di cara itu. Awalnya acara pesta teh tersebut berjalan lancar, di sana Leathina hanya diam saja sementara anak yang lainnya asyik bercerita tentang pakaian dan mainan mahal yang baru mereka beli kemudian seorang anak bernama Janneth dari keluarga Baron tiba-tiba saja mengubah topik pembicaraan Janneth menceritakan bagaiman ibunya merawatnya dan memberikan apa yang ia mau, ia kemudian dengan sengaja menyinggung Leathina yang dibesarkan tanpa ibu dengan mengatakan “Upss maafkan aku nona Leathina, aku lupa bahwa nona Leathina pasti tidak tahu bagaimana kasih sayang seorang ibu, karena nona Leathina dibesarkan tanpa ibu.” Mendengar perkataan Janneth yang sengaja menghinanya Leathina kemudian berdiri dan berjalan mendekati Janneth, tanpa pikir panjang Leathina langsung mengambil secangkir teh dari meja dan menyiramkannya ke arah Janneth. Janneth kemudian menangis dengan kencang hingga membuat semua anak-anak yang ada di acara perjamuan tersebut sangat terkejut. Karena Leathina hanya diam saja tanpa memberitahu mereka apa yang sebenarnya terjadi orang-orang menjadi salah paham mengira Leathina melakukannya tanpa alasan. Kesempatan tersebut kemudian digunakan Janneth untuk melebih-lebihkan kejadian tersebut ia mengatakan bahwa Leathina sudah gila, Nicholas yang terlambat melihat kejadian itu tidak mengetahui kebenarannya dan langsung melaporkannya pada Duke Leonard, Leathina kemudian diberi hukuman kurungan selama tujuh hari di kamarnya.


Dasar mereka semua bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya anak itu lakukan pada Leathina. Bahkan ayah Leathina tidak meminta Leathina untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan malah langsung menghukum Leathina.


“huh di dunia tempatku berasal dan di dunia tempat Leathina tinggal selalu saja ada orang yang suka menyebar hoax.”


“Nona Leathina, silahkan makan sarapan anda jika tidak makanannya akan segera dingin dan itu sudah tidak enak untuk dimakan. Dari tadi nona Leathina hanya melamun saja.”


“Ah iya baiklah akan aku makan terimakasih Anne.”


“Tapi nona apa maksudnya Hoax? Aku tadi mendengar nona menyebutkannya.”


“Oh itu aku membacanya di buku hoax itu berarti informasi tidak benar yang disebarkan olah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.” Duh aku lupa bahwa Anne juga ada di sini bersamaku, aku keceplosan.


“Oh seperti itu yah, berarti sama saja tukang gibah ya?”


“Ah.. iya anggap saja seperti itu.”


“Jadi begitu.”


“Anne, duke Leonard kemarin memberitahuku bahwa akan ada perayaan di kerajaan.”


“Iya nona itu adalah hari perayaan ulang tahun kaisar yang akan diadakan sebentar lagi, tapi kalau dihitung-hitung sekarang perayaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini, nona bahkan di undang secara khusus karena merupakan tunangan Pangeran Yardley. Nona pasti belum membaca undangannya? Undangannya ada di atas meja nona itu sudah dikirimkan oleh kerajaan semenjak dua hari yang lalu.”


“Benarkah aku tidak tahu bahwa di sana ada surat.”


“Tunggu sebentar akan saya ambilkan nona.”


“Huh tidak usah, lagipula aku sudah tahu isinya apa.”


“Ohiya, sebelumnya aku tidak memberitahu nona tapi melihat keadaan nona sekarang mungkin tidak apa-apa.”


“Apa itu Anne?”


“Nona Leathina harus segera membeli gaun untuk menghadiri undangan itu.”


“Benarkah?” Ini kesempatan bagus untukku, akan aku gunakan alasan pergi berbelanja di kota kemudian aku juga akan memeriksa dan mengobservasi jalan-jalan yang ada di kota aku juga harus mempelajari kehidupan dan suasana di luar mansion jika ingin berbaur nantinya.


“Karena nona Leathina masih dalam masa pemulihan, maka aku yang akan memanggil pemilik toko pakaian dan membawanya ke sini jadi nona hanya perlu memilih baju yang disukai tanpa harus mengeluarkan tenaga yang banyak.”


“eh.. jangan. Aku yang akan ke pusat kota untuk membeli pakaianku sendiri.” Aku harus melihat keadaan kota dan jalan-jalannya terlebih dahulu kemudian menghapalkannya nanti agar saat aku sudah siap untuk kabur aku bisa lolos dengan mudah nanti.


“Tapi Duke Leonard tidak akan mengizinkan nona Leathina untuk keluar dari mansion ini, mengigat bahwa nona baru saja sadar dari koma dan masih dalam tahap pemulihan, apa lagi nona pernah pingsan dan tidak sadarkan diri selama tiga hari hanya karena syok melihat banyak orang.”


“Katakan saja padanya bahwa aku hanya berjalan-jalan sebentar ini juga bagus untuk memulihkan kesehatan dan tenang saja kali ini aku tidak akan pingsan lagi.”


“Tapi?”


“Kali ini aku harus keluar Anne, aku malah bisa mati karena terus terkurung dalam mansion ini.”


“iya.. iya akan aku beritahukan”


“Tok.. tok.. tok..


Di saat Leathina dan Anne masih berbicara tiba-tiba terdengar ketukan dari arah luar.


“Oh sepertinya hari ini nona kedatangan pengunjung lagi, tunggu sebentar akan saya cek terlebih dahulu.”


Anne kemudian meninggalkan Leathina dan berjalan ke arah pintu untuk memeriksa siapa kali ini yang datang mengunjungi Leathina. Setelah beberapa saat Anne datang kembali pada Leathina untuk memberitahukan siapa yang datang.


“Siapa Anne?”


“Tuan muda Nora datang ingin mengunjungi anda nona, apa saya harus memberitahukannya untuk berkunjung dilain waktu saja?”


“Tidak. Suruh saja Nora masuk.”


“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu untuk menyiapkan teh dan camilan untuk nona dan tuan muda Nora.”


Anne kemudian kembali berjalan ke arah pintu mempersilahkan Nora masuk dan menutup pintu dari arah luar.


“Kakak Leathina.”


“Oh kau datang Nora, apa yang membawamu kemari?”


“Ah itu. Aku hanya ingin mengunjungimu.”


“Baiklah duduklah terlebih dahulu.”


“Iya terimakasih kak Lea.”


“Tapi aku tidak bisa mengajakmu bermain Nora, kepalaku sedikit pusing.”


"Tidak apa-apa kak Leathina, aku juga harus menyelesaikan tugas membacaku yang diberikan oleh guru pengajarku.” Nora menunjukkan buku yang sedang ia genggam pada Leathina.


“Nora, aku akan berbaring di atas kasurku untuk meringankan sakit di kepalaku. Apa tidak apa-apa kamu aku tinggal sendiri di sini Nora?”


“Iya tidak apa-apa kak Leathina. Tapi apa aku boleh membaca di sampingmu?”


“Memangnya apa kamu tidak akan terganggu nantinya?”


“Tidak itu bukan masalah bagiku.”


“Baiklah kau boleh membaca di sampingku, tapi usahakan jangan membuat keributan.”


“Baiklah kak terimakasih, akan aku pastikan tidak akan menganggumu.”


Kenapa Nora sangat suka mengunjungi Leathina, padahal aku kira hubungan mereka tidak terlalu akrab. Aku tidak terlalu mengingat cerita di novel yang membahas tentang Nora, itu karena Nora hanya pemeran tambahan dan penulis hanya menceritakan mengenai kejadian tragis tentang kematian Nora. Aku sudah terlanjur mengatakan bahwa ia boleh datang kapan saja jika dia mau, tapi biar sajalah toh Nora juga nantinya akan bosan datang mengunjungiku.


 


...***...