I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 19



Aku mengatakan bahwa aku tidak akan bertarung melawannya tapi lihatlah di mana aku sekarang, aku sekarang sedang berada di tengah arena pertarungan memegang sebuah pedang yang tidak tahu harus aku apakan padahal sekarang aku telah berhadapan dengan anak kurang ajar ini, Nicholas.


Sudah berkali-kali aku memperingatkannya dan mengatakan bahwa aku tidak akan menerima tantangan darinya tapi anak kurang ajar ini malah tidak mau membatalkan tantangannya. Dia malah mengocehkan hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak dapat aku mengerti, aku juga tidak mungkin menolaknya karena jika itu aku lakukan maka hal itu akan membuat harga diri yang telah susah payah Leathina pertahankan selama ini hancur, walau Leathina sudah tidak ada dan aku yang menempati tubuhnya sekarang tapi aku juga harus menghargai usahanya untuk mempertahankan harga dirinya. Sudah banyak luka dan rasa sakit yang Leathina rasakan hanya untuk tidak direndahkan oleh orang lain, Leathina berusaha sepuluh kali lebih keras dari orang lain karena semua orang memandang rendah Leathina hanya karena Leathina lahir sebagai darah campuran atau setengah bangsawan ibunya adalah orang biasa ditambah dengan ayahnya yang tidak memperdulikannya jadi walau bagaimanapun aku juga harus tetap menjaga apa yang paling Leathina lindungi dan pertahankan selama ini.


Tapi aku tidak sampai berekspektasi bahwa akan banyak orang yang datang untuk menyaksikan pertarunganku dengan Nicholas, bahkan Duke Leonard yang sangat sibuk juga ada di pinggir arena untuk menyaksikan, tepat di sampingnya juga ada Duchess Nice dan Nora. Sedangkan di seberang arena sana juga terdapat beberapa orang yang menonton, mungkin mereka adalah para prajurit yang dilatih langsung oleh Duke Leonard, Anne juga ternyata datang untuk menyaksikanku dia berdiri di samping arena dan terus memelototiku dari tadi, mungkin karena dia khawatir padaku. Tadi saat membantuku berpakaian dia selalu saja menanyai apa aku baik-baik saja atau tidak. Aku jadi semakin gugup saja jika disaksikan oleh banyak orang seperti ini


“Nicholas kenapa ada banyak orang yang datang?”


“Aku yang mengumumkan duel kita pada mereka.”


“Kau mengumumkannya tanpa persetujuanku?”


“Aku sengaja, mereka datang untuk mengawasi pertarungan agar tidak ada yang memihak nantinya dan mereka juga pasti langsung mengetahui jika kamu berbuat curang dalam pertarungan nanti.”


Uh dasar apa-apaan dia itu, walau jahat sekalipun Leathina tidak pernah berbuat curang dan selalu jujur setiap melakukan bertarung.


“Baik karena pihak penantang dan pihak penerima sudah ada di tengah arena untuk melakukan duel, pertarungan akan dilakukan sampai salah satu dari kalian mengaku kalah, tidak boleh sampai membunuh lawan atau sengaja mengincar organ vital dari lawan untuk merusak dan melumpuhkan, dengan ini pertarungan dimulai!”


Seorang prajurit kemudian berbicara dan memberitahukan peraturan dalam pertarungan yang akan dilakukan oleh Leathina dan Nicholas. Setelah memberitahukan peraturan prajurit tersebut kemudian memerintahkan untuk memulai pertarung tanda bahwa kedua belah pihak sudah diperbolehkan untuk saling menyerang satu sama lain.


Terlihat Nicholas telah memasang kuda-kudanya dengan mantap dan memposisikan pedangnya dalam keadaan siap menyerang atau menagkis serangan. Sementara Leathina masih berdiri di tempatnya dan menggoyang-goyangkan pedangnya ke kanan dan ke kiri untuk menyesuaikan berat pedang dengan gerakannya nanti.


Duel ini sudah dimulai rupanya, apa yang harus aku lakukan dengan pedang ini. baiklah aku akan mencobanya semoga saja ingatan Leathina yang asli tiba-tiba muncul saat pertarungan dilakukan.


“Karena kamu tidak menyerangku maka aku yang akan menyerangmu duluan Leathina.” Nicholas berjalan maju mendekati Leathina untuk menyerangnya terlebih dahulu dan dengan sekuat tenaga Nicholas mengayunkan pedangnya mengarah pada Leathina.


Oh Nichola sudah datang menyerangku terlebih dahulu gerakan seperti apa yang harus aku lakukan untuk menghindari serangannya, apa pedangku harus aku arahkan seperti ini.


Leathina segera mengangkat pedangnya untuk menagkis serangan dari Nocholas yang sudah semakin dekat dengannya.


“Srekkk.”


“Aaah!” Leathina berteriak saat terkena serangan dari Nicholas.


Pedang Nicholas berhasil mengenai lengan kanan Leathina hingga merobek pakaian bahkan tembus merobek kulit Leathina, seketika baju yang di kenakan Leathina berubah warna menjadi merah, darah terus mengalir dan membasahi seluruh pakaian dari bahu sampai ke telapak tangan. Leathina yang merasakan sesuatu mengalir keluar dari tubuhnya menoleh ke arah bahunya yang kini sudah robek memamerkan luka yang tengah mengaga, Leathina kemudian perlahan-lahan jatuh terduduk karen syok melihat lengannya.


“BODOH!!”


“Brukk.”


“Leathina!!, kaka Lea!!”  Duke Leonard juga Nora hampir berteriak secara bersamaan memanggil Leathina.


Nicholas yang melihat lengan Leathina segera melepaskan pedangnya dan berlari ke arah Leathina dan berusha menangkapnya karena akan terjatuh ke belakang tapi Leathina sudah lebih dulu terjatuh sebelum di tangkap oleh Nicholas.


“Uh Nicholas, kamu memenagkan pertandingan.” Leathina segera berbicara saat melihat Nicholas berlari ke arahnya.


Ah aku terkena serangan telak dari Nicholas, pada akhirnya aku tidak dapat mengigat apa-apa mengenai teknik berpedang milik Leathina dan aku juga telah menghancurkan dan memberikan kesan buruk pada Leathina. Aku benar-benar bodoh.


“Kenapa kamu tidak menghindari seranganku, apa kamu sengaja mengalah? Aku tidak akan menerima kemenagan pengecut seperti itu, bagaiman jika tadi aku menyerang titik vitalmu tentu kau bisa saja mati! Kau bodoh Leathina, kamu sungguh bodoh aku tidak akan bertarung lagi denganmu!” Nicholas malah membentak dan memuntahkan amarahya pada Leathina, karena Leathina tidak menghindari atau menagkis serangannya dan malah membiarkan dirinya terkena serangannya.


“Srekkk.”


Nicholas merobek pakaiannya dan segera mengikat lengan Leathina berusaha untuk menghentikan darah yang masih terus mengalir dari lengan kanan Leathina.


“MINGGIR!!”


Seorang pria berperawakan tinggi, berwajah tegas dan juga tampan tiba-tiba saja mendorong Nicholas ke belakang dan segera mengangkat dan menggendong tubuh Leathina kemudian segera membawanya ke ruangan berobat yang biasanya digunakan untuk mengobti dan merawat para prajurit  jika terluka saat latihan.


Melihat Leathina dibawa pergi ke ruangan berobat, Duke Leonard, Nora dan juga Anne berlari mengekor di belakang pria tersebut, di wajah Duke Leonard, Nora dan juga Anne terlihat kekhawatiran yang terpancar dari wajah mereka semua.


Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut sangat terkejut melihat kejadian yang barusan terjadi, mereka merasa heran melihat kejadian yang tidak terduga tersebut karena selama ini Leathina terkenal sebagai wanita tangguh bahkan menjadi Ratu arena karena selalu memenangkan pertarungan.


...


...


Melihat Leathina dibawa pergi dengan banyak darah yang masih mengalir dari lengannya membuat Nicholas syok, Nicholas tidak mampu bergerak dan hanya tetap terduduk di tempanya matanya mengekori kerumunan orang yang membawa pergi Leathina.


“Nicholas, kamu tidak apa-apa?” Melihat keadaan anaknya yang terlihat sangat terkejut, Nice segera menghampirinya dan memeriksa keadaan anaknya itu.


“Uh Ibu? Aku tidak bermaksud melukainya.”


“Iya aku tahu Nicholas, kamu tidak bermaksud melukainya. Kamu anak baik.”


Nice berusaha menenangkan anaknya Nicholas yang masih dilanda syok, ia kemudian membantu Nicholas untuk berdiri dan menggiringnya meninggalkan arena pertarungan yang memiliki noda merah di atasnya karena tetesan darah Leathina.


......***......