
“Baiklah Nona Leathina silahkan pindah dan berbaring sebentar di sini.” Andy yang akan memeriksa Leathina lebih lanjut meminta Leathina untuk pindah dan berbaring pada sebuah tempat tidur berukuran kecil yang memang biasanya digunakan oleh pasien yang datang untuk pemeriksaan kesehatan.
Andy kemudian mengambil tempat duduk tepat di samping Leathina dan mulai memeriksa keadaan tubuh Leathina dengan memegang nadi radialis yang ada di pergelangan tangan Leathina kemudian samar – samar terlihat aura hijau menyelimuti tubuh Leathina.
Luka yang ada di bahu kanan Leathina perlahan – lahan beregenerasi dan menutup luka Leathina, setelah memastikan keadaan Leathina baik – baik saja aura penyembuh yang dikeluarkan oleh Andy perlahan – lahan menghilang.
“Baiklah luka yang ada di bahu Nona Leathina telah pulih sepenuhnya.” Andy berbicara sambil membantu Leathina untuk duduk.
“Benarkah Nona Leathina baik – baik saja? Bagaimana dengan keadaan tubuhnya? Apa benar tidak ada yang bermasalah Tuan Andy?” Anne yang mendengar bahwa Leathina baik – baik saja segera memastikan kembali pada Andy yang telah memeriksanya.
“Iya, apa benar Leathina baik – baik saja, setelah sadar dari masa komanya dia seperti orang yang telah kehilangan separuh ingatannya?” Duke Leonard juga ikut menanyai Andy tentang keadaan putrinya Leathina.
Jadi memang benar selama ini Duke Leonard dan Anne telah mencurigai aku karena tingkahku yang tidak seperti biasanya, dan karena itu mereka tidak mau memberitahukan aku terlebih dahulu dan langsung membawa aku dan memeriksaku langsung pada dokter kerajaan.
“Kemungkinan itu terjadi karena Nona Leathina telah terlalu lama tidur maka otaknya mengalami kemunduran fungsi dan mengakibatkan sedikit kerusakan otak mungkin itulah yang menyebabkan ia sedikit kehilangan ingatan untuk sementara tapi semuanya saya pastikan bai.. Argh.”
Belum sempat Andy menyelesaikan ucapannya tiba – tiba sebuah botol obat berukuran kecil terlempar kearahnya dengan bantuan dorongan sihir yang sengaja di gerakkan oleh Zeyden.
“Arghh, kenapa dilemparkan ke arahku Zeyden!” Andy yang terkejut segera meneriaki Zeyden yang sekarang berjalan ke arahya.
“Maafkan aku Andy, tanganku tidak sengaja tadi.” Zeyden tanpa rasa bersalah tetap berjalan dan berdiri di samping Andy dan ikut mengamati Leathina.
“Jika pengalaman saya keadaan tubuh Nona Leathina mungkin terlihat baik – baik saja sekarang tapi kita harus melakukan beberapa pemeriksaan dan..” Zeyden tanpa di minta ikut memberikan pendapat pada keadaan tubuh Leathina.
“Tapi aku sudah memeriksanya dan semuanya terlihat baik – baik saja.”
“Kita perlu memantau keadaan Nona Leathina, siapa yang tahu kan bagaimana keadaanya nanti setelah berbagai hal yang telah dia lalui.”
“I.. i.. iya benar kesehatan Nona Leathina harus di pantau dulu sebelum menyatakan bahwa dirinya baik – baik saja.”
Andy terpaksa berbicara membenarkan perkataan Zeyden karena melihat Zeyden menatapnya tajam dan sambil mengancamnya dengan menginjak kaki Andy. Sementara Zeyden hanya tersenyum tanpa rasa bersalah agar Duke Leonard tidak menanyainya lagi.
"Baiklah kalau begitu akan aku beri kau akses masuk di kediaman keluarga kami untuk memantau kesehatan Leathina.” Duke Leonard menyetujui perkataan Zeyden dan Andy.
“Tapi Ayah, aku baik – baik saja.”
“Perkataan Zeyden benar Leathina, semenjak terbangun kamu mulai bersikap aneh, setidaknya biarkan mereka melihat perkembangan kesehatanmu.”
Sepertinya orang – orang yang tinggal di sekelilingku mulai menyadari perubahan – perubahan karena kau yang menempati tubuh ini, aku kira tidak akan ada orang yang akan menyadari perubahanku karena Leathina sebelumnya tidak pernah dekat dengan siapa pun tapi sekarang orang – orang malah selalu penasaran denganku.
Setelah Duke Leonard berbicara Leathina tidak lagi berani berbicara karena semua pendapatnya tidak akan didengarkan oleh Duke Leonard.
“Baiklah kalau begitu kami harus segera pergi, masih ada urusan yang harus diselesaikan.”
“Baiklah hati – hati Tuan Duke dan Nona Leathina semoga selalu disertai kesehatan.”
Zeden dan Andy mengantar Duke Leonard beserta Leathina sampai pada pintu keluar dan setelah mereka pergi meninggalkan ruangan berobat tersebut barulah mereka berdua masuk kembali.
“Bos kenapa kita harus memantau Nona Leathina padahal saat aku memeriksa tubuhnya dia baik – baik saja dan tidak ada yang aneh dengannya.” Andy berbicara sambil berjalan menuju tempat kerjanya dan merapikan beberapa barang yang berantakan.
“Tidak biasanya Bos Zeyden penasaran dengan seseorang, Tapi walaupun biasanya bangsawan tidak pernah mengucapkan terimakasih pada orang yang derajatnya lebih dibawa darinya mungkin tadi dia hanya mengucapkannya secara tidak sadar.”
“Tapi itu tetap saja aneh bagi wanita sepertinya dan kamu mungkin berpendapat seperti Itu karena kamu belum pernah bertemu dengan perempuan itu sebelumnya jadi kamu tidak tahu berapa besar perbedaanya sekarang.”
“Walaupun sebelumnya aku belum pernah bertemu dengan Nona Leathina. Tapi aku mendengar beberapa rumor tentangnya.”
“Semua rumor tentangnya itu bohong.” Zeyden berbicara sambil membuang mukanya ke arah lain dan tidak lagi memperhatikan Andy yang sedang sibuk merapikan beberapa barang yang berserakan.
“Apa maksudmu bos Zeyden sepertinya dia hanya seperti gadis pada umumnya saat aku lihat."
“Rumor yang diceritakan orang – orang itu salah, sebenarnya sifat buruknya lebih dari itu, aku pernah beberapa kali bertemu dengannya baik saat aku masih anak – anak ataupun sekarang sifatnya lebih buruk dari rumor yang beredar tentang dirinya.”
“Aku sih tidak bisa berkomentar lebih bos, tapi ada satu yang bisa aku yakini tentang rumor yang beredar tentang dirinya setelah bertemu langsung dengan Nona Leathina tadi.”
“Apa? Aku pikir dia tadi hanya berpura – pura baik saja.”
“Bukan.. yang aku maksud bukan masalah jahat atau baiknya dia.”
“Terus apa yang membuatmu tertarik dengan wanita sepertinya?”
“Rumor yang mengatakan bahwa dia iblis berwajah malaikat, bos kamu lihat tadi betapa cantiknya dia, mungkin ini pertama kalinya aku melihat wanita cantik secara langsung dan bisa mengajaknya berbicara aku bahkan juga bisa menye.. Arggh.”
Belum sempat Andy menyelesaikan ucapannya sebuah buku pelayang ke arah mukanya dengan cukup keras Andy hanya bisa merintih kesakitan sambil terus mengusap wajahnya yang agak perih tertabrak oleh buku yang dilayangkan Zeyden untuknya.
“Kenapa aku di lempar buku sih!”
“Itu salahmu, kenapa kamu memuji orang yang tidak aku sukai di depanku.”
“Tapi benarkan Nona Leathina itu cantik.”
“Tak.”
“Bruuk.”
Zeyden menjentikkan jarinya dan kemudian tercipta angin yang cukup kencang sehingga seluruh berkas dan buku yang ada di ruangan itu terbawa oleh angin, setelah seluruh kertas dan buku melayang di udara Zeyden menghentikan mantranya sehingga angin kencang tadi tiba – tiba menghilang membuat seluruh kertas dan buku yang melayang tadi terjatuh dan berserakan di lantai.
“Bersihkan buku dan kertas – kertas yang berserakan dan jangan menggunakan sihir.”
“Astaga Bos, apa kamu sedang menyiksaku sekarang? Jentikkan saja jarimu sekali lagi dan semuanya akan kemabli seperti semula, lagipula aku hanya bisa menggunakan sihir penyembuh jadi tentu saja aku tidak bisa menggunakan sihir untuk merapikan kekacauan ini.”
“Ini hukuman untukmu, dan kamu harus menyelesaikan hukumanmu sebelum matahari terbit besok karena kita akan berkunjung ke kediaman keluarga Duke Yarnell.”
Zeyden kemudian berjalan menuju pintu keluar dan meninggalkan Andy yang mendengus kesal sambil menatap punggung Zayden yang berjalan pergi meninggalkannya di ruangan itu.
......***......