
“Nona.. Nona.. Nona Leathina.”
“Umm.. ada apa Anne? Biarkan aku tidur sebentar lagi.”
“Nona harus bangun, ini adalah hari penutupan Festival anda harus segera bersiap.”
“Inikan masih siang, sementara penutupannya nanti saat malam.”
“Pokoknya Nona harus bangun, nona bisa pusing nanti. Sudah dari kemarin Nona hanya tidur dan berdiam diri di dalam kamar.”
“Aku harus mengisi tenagaku kembali, aku menggunakan banyak energi saat di hutan.”
“Aku yakin energi Nona sudah terisi penuh, lihatlah sekarang berat badan anda mungkin telah naik.”
“Benarkah?”
Anne memaksa Leathina untuk membuka matanya dan setelah dia berhasil membangunkan Leathina ia kemudian segera keluar mempersiapkan segala sesuatunya untuk Leathina.
Hufft.. lelah sekali rasanya padahal penutupan diundur karena insiden terakhir kali, ini sudah hari ketiga setelah aku dinyatakan tidak bersalah dan sudah tiga hari pula aku hanya berada di kamarku.
Leathina menghela nafas panjang kemudian kembali berbaring setelah Anne keluar dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
“Eh.. kok malah tidur lagi.” Saat Anne masuk kembali ke dalam kamar Leathina ia melihat Nonanya itu telah kembali tertidur.
“Bangun Nona, bangun.” Untuk membangunkan Leathina Anne mengguncang tubuh Leathina berusaha untuk menyadarkannya kembali.
“Umm.. Anne aku mengantuk biarkan aku tidur sebentar lagi.”
“Tidak bisa Nona.”
“Kenapa?”
“Tuan Duke dan Duchess, meminta Nona untuk makan bersama di meja makan.”
“Eh?”
Leathina langsung membuka matanya setelah mendengar perkataan Anne kemudian duduk dan menatap Anne berusaha memastikan bahwa pendengarannya tadi telah salah mendengar yang Anne ucapkan.
“Anne katakan lagi apa yang barusan kamu katakan.”
“Tuan dan Nyonya meminta Nona untuk makan bersama siang ini.”
“Oh, ternyata aku tidak salah dengar. Aku tidak mau, kenapa aku harus makan bersama mereka setelah bertahun – tahun lamanya.”Leathina tanpa pikir panjang menolak permintaan ayahnya dan menjatuhkan badannya kembali tidur serta kembali menutup kepalanya dengan selimutnya.
“Ba.. baiklah kalau begitu akan aku katakan pada mereka bahwa Nona masih kurang sehat.”
Apa aku harus makan bersama mereka? Sepertinya tidak perlu aku lakukan karena memang biasanya aku makan sendiri. Tapi, jika aku ingat – ingat Duke Leonard dan yang lainnya sudah baik padaku akhir – akhir ini. Aku harus sedikit bersikap baik pada mereka untuk membalasnya sebelum aku pergi.
“Eh tunggu Anne! Baiklah aku akan makan bersama mereka. Bantu aku bersiap.”Leathina berteriak menghentikan Anne yang separuh badannya telah melewati pintu, kemudian dengan malas Leathina duduk dan bergeser ke pinggiran tempat tidurnya sambil sesekali menguap dan menepuk pipinya pelan berusaha untuk menghilangkan rasa kantuknya.
“Baiklah, aku akan membantu Nona Leathina untuk bersiap.” Sebuah senyuman mengembang di wajah Anne saat mendengar perkataan Leathina kemudian dengan cekatan ia mulai membantu Leathina untuk bersiap.
Tidak beberapa lama Leathina akhirnya selesai kemudian keluar dari kamarnya untuk yang pertama kalinya setelah tiga hari meringkuk di atas kasurnya. Tapi, tidak berselang beberapa saat kedua alis Leathina berkerut ia merasa ada sesuatu yang aneh pada orang – orang yang tinggal di kediaman keluarga Yarnell.
Ada apa dengan orang – orang? Tidak biasanya mereka berperilaku aneh seperi ini terhadapku.
Setiap pelayan atau orang yang berpapasan dengan Leathina membungkuk dengan sopan dan menyapa Leathina dengan ramah bahkan pelayan yang pernah Leathina tampar pun membungkuk kepadanya.
“Anne, apa telah terjadi sesuatu?” Leathina berbisik pada Anne yang berjalan bersamanya untuk mengantarnya ke meja makan.
“Kenapa orang – orang sangat ramah kepadaku hari ini? Lihatlah mereka membungkuk kepadaku dan bahkan tersenyum saat melihatku.”
“Kenapa bertanya nona, bukankah seharusnya memang seperti itu?”
“Tidak, tidak, pasti ada yang salah. Kamu tahu sendirikan bagaimana sikap mereka, apa kamu tahu sesuatu?”
“Begini nona, bukankah dulu ada iblis wanita yang berkeliaran dan menyembuhkan orang – orang di mansion. Mereka sangat menghargai bantuan iblis itu jadi mungkin karena itu.”
Dengan wajah serius Anne lebih mendekat lagi kepada Leathina kemudian mulai berbisik, dan tersenyum lebar saat ucapannya akan berakhir. Sementara Leathina yang mengetahui maksud Anne hanya memutar bola matanya karena Anne berhasil mempermainkannya.
“Duduklah!” Duke Leonard memberi perintah saat melihat Leathina memasuki ruangan.
Leathina mengangguk kemudian memilih duduk pada tempat duduk yang menurutnya paling jauh dengan keluarganya.
“Kenapa kamu duduk disana? Duduklah di dekat ayahmu, Nicholas dan Nora akan duduk di sampingku.” melihat Leathina yang sengaja mengambil tempat duduk yang agak terpisah dengan mereka Duchess Nice segera meminta kembali Leathina duduk ditempat baru.
“Ah, tidak perlu aku nyaman duduk disini.”
“Duduklah disini!” Duke Leonard kembali memberi perintah dengan menunjuk kursi kosong yang ada didekatnya.
Dengan agak canggung Leathina beranjak dari tempat duduknya dan berpindah pada kursi yan ditunjukkan ayahnya, setelah itu para pelayan mulai menyiapkan makanan untuk Leathina.
“Tapi, ayah apa ada yang ingin anda katakan kepadaku?”
“Tidak ada, makanlah dengan tenang.”
“Tapi kenapa ayah memanggilku bergabung?”
“Memangnya butuh alasan jika keluarga makan bersama.” Duke Leonard berbicara sambil fokus menikmati makanannya sendiri, tanpa melirik Leathina yang sedang mengajaknya berbicara.
“Tap..”
“Makanlah sup mu akan dingin.”
Saat Leathina kembali ingin bertanya, Nicholas yang sedari tadi gemas melihat Leathina yang terus – menerus bertanya memotong perkataan Leathina dan menyuruhnya agar segera memakan makanannya.
“Ah, iya, iya akan aku makan kok. Aku pasti akan memakannya. Aku takut makananmu juga akan aku rebut!” Dengan nada malas Leathina membalas perkataan Nicholas.
Eh! Apa itu barusan, dia tersenyum? Apa dia barusan tersenyum? Aku yakin tadi melihat sudut bibirnya mengembang.
Saat memperbaiki posisi duduknya Leathina tidak sengaja melihat sekilas Duke Leonard tersenyum. Tapi saat memastikan kembali apa yang barusan dilihatnya, kini Leathina hanya melihat wajah datar ayahnya kembali.
“Nora apa ada yang ingin kamu katakan padaku? Kau telah menatapku semenjak aku datang?” Leathina menyadari bahwa Nora telah sejak awal telah mempertaruhkan nya dan bertanya padanya karena mungkin ada sesuatu yang ingin adik bungsunya itu sampaikan kepadanya.
Nora yang tiba – tiba mendapat pertanyaan dari Leathina menggeleng cepat dan kemudian segera menunduk mengambil segelas air dan meminumnya.
“Aku sudah kenyang.” Nora buru – buru menyelesaikan makan siangnya dan melompat turun dari kursinya segera meninggalkan ruangan.
“Ada apa dengannya, tidak biasanya dia mengabaikan aku seperti itu.” Gumam Leathina setelah Nora meninggalkan ruangan.
Setelah Nora pergi, Leathina kembali fokus ke makanan yang ada di depannya. Hal yang sama juga dilakukan Oleh Duke Leonard, Nicholas dan Duchess Nice hingga hanya terdengar suara garpu dan sendok saling beradu di atas piring.
Aku pikir akan ada sesuatu yang ingin mereka katakan padaku karena ini pertama kalinya mereka memintaku secara khusus, tapi kali ini mereka hanya benar – benar memanggilku untuk makan bersama.
......***......