
Anne menyingkap derss Leathina yang masih tidak sadarkan diri kemudian terlihat luka di sekujur kaki Leathina yang masih mengeluarkan darah.
"Tidak mungkin Nona Leathina merencanakan kejahatan jika satu - satunya orang yang mengundang Nona Leathina datang ke taman adalah Tuan muda Nora sendiri."
"Aku tanya sekali lagi apa kalian melihat Nona Leathina melakukan kejahatan? Apa kalian melihat segores luka pada
tubuh Tuan muda Nora? satu - satunya alasan yang paling masuk akal adanya darah di tubuh Nona Leathina adalah karena mencoba melindungi adiknya."
Anne mencoba menunjukkan sedikit kebenaran yang ia ketahui untuk melindungi Leathina.
"Ucapan mu tidak bisa membuktikan kebenaran Anne, dan ingat aku adalah salah satu petinggi kerajaan sadari posisimu dengan siapa kau berbicara!
"Tuan Duke Leandro, maafkan kelancanganku tapi aku pikir anda telah menerima kebenaran Nona Leathina tapi ternyata semua yang anda lakukan hanyalah untuk mengawasinya saja. Anda harus ingat bahwa Istri anda meminta untuk menjaga putri satu - satunya yang ia miliki."
Emosi Anne telah sampai pada puncak tertinggi, ia kini tidak peduli lagi status yang rendah, Anne tidak habis fikir bahwa semua orang memperlakukanmu Nonanya seperti orang buangan, padahal Leathina masih memiliki datar bangsawan.
Bahkan walaupun Anne tidak memiliki darah banget Leathina masih pantas mendapatkan pembelaannya dari seorang ayah.
"Tetap bawa dia ke ruangan tahanan!" Duke Leonard masih bersikeras untuk menahan Leathina.
"Tidak! Anda tidak boleh!" Anne mencoba menghalangi para penjaga yang ingin membawa Leathina pergi.
"Bawa dia juga! aku yakin dia sangat ingin menemani Nonanya bahkan sampai kematiannya pun dia pasti akan ikut."
"Tuan Duke! aku yakin anda pasti akan menyesalinya, dan tentu saja aku akan ikut kemanapun Nona Leathina pergi ibunya menitipkannya padaku!"
"Cepat Bawa dia!"
Para penjaga kini membawa paksa Anne dan Leathina karena perintah langsung dari Duke Leonard, orang - orang yang melihat kejadian tersebut hanya menonton seperti sebuah tontonan yang sangat menarik untuk disaksikan.
...
Semenjak di rumah pengobatannya kerajaan kini tengah mengobati Nora yang disampaikan oleh Nicholas dan Ibunya Duchess Nice.
"Apa yang sebenarnya terjadi? tidak ada luka serius pada tubuh Nora terus dari mana datangnya semua darah yang ada di pakaian Leathina." Duchess Nice bergumam sambutan terus memperhatikan tubuh anaknya yang masih tidak sadarkan dari."
"Jangan.. jangan.." Ucapan Duchess Nice terpotong kemudian segera beranjak dari tempat duduknya.
"Ibu, ada apa?" Nicholas yang melihat tingkah ibunya yang tidak biasa segera bertanya untuk memastikan.
"Nicolas, jaga adikmu ibu ingin memastikan sesuatu." Duchess Nice kemudian pergi meninggalkannya ruangan pengobatan dan kembali ke taman.
"Nora!" Nicholas melihat jari tangan Nora bergerak sekali.
Tidak beberapa lama setelah Duchess Nice pergi meninggalkan ruangan terlihat bulu mata Nora bergerak, disusul dengan gemertakan giginya yang terdengar dengan jelas.
"Nora, nora, bangunlah kamu pasti trauma."
Spontan Nora membuka matanya karena Nicholas.membangunkannya.
"Syukurlah kamu sudah sadar Nora, apa kau baik - baik saja? tidak ada yang sakit kan?."
Nora tidak langsung menjawab pertanyaan Nicholas melainkan melihat ke seluruh ruangan mencari sesuatu.
"Nora, kamu mencari siapa?"
"Kakak Leathina? mana Kakak Leathina?"
"Sudah aku peringatkan Jangan akrab dengannya, kamu bahkan sampai tidak menyadari bahwa Leathina mencoba membunuh mu lagi."
"Membunuhku?"
"Iya, beruntung kamu cepat di temukan, sekarang mungkin ayah akan menghukumnya."
Nora terkejut mendengarnya perkataan Nicholas, kemudian segera melompat turun dari tempatnya namun karena baru saja sadar ia malah terjatuh dan di tangkap oleh Nicholas.
"Apa yang kamu lakukan, Nora! itu berubah."
"Kakak Nicholas! aku harus segera bertemu kakak Leathina." Nora berbicara sambil meremas kerah pakaian Nicholas
"Untuk apa?"
"Dia tidak mencoba membunuh atau semacamnya malah sebaliknya dia yang menolong ku."
"Apa, bagaimana bisa kalau begitu dadih mana semua darah yang ada di pakaian Leathina?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku harus segera ke sana sebelum terlambat, kalau tidak mungkin ayah bisa.. Andy, ikut lah ke taman!" Nora bersikeras untuk pergi ke taman dia juga meminta Andy untuk ikut ia adalah pengguna sihir penyembuh yang tadi mengobati nya.
"Ayo, aku akan membantu mu."
Nicholas segera menggendong Nora di punggungnya kemudian membawanya secepat yang ia bisa menuju taman. Mereka bertiga kemudian pergi bersama.
"Nora? Nicholas? dan tuan Andy, apa yang kalian lakukan di sini?" Mereka bertiga tidak sengaja bertemu dengan Duchess Nice yang ternyata belum pergi ke taman karena ditahan oleh Yasmine yang mengajak nya bercerita.
"Ibu? aku harus segera bertemu dengan kakak Leathina." Nora menjelaskan singkat kemudian segera berlalu.
"Tunggu, ibu juga akan ke sana. Nona Yasmine pembicaraan ini sepertinya cukup sampai di sini saja aku harus segera pergi."
"Baiklah Nyonya Duchess, terimakasih karena telah meluangkan waktu untukku."
Duchess Nice kemudian segera pergi meninggalkan Yasmine dan ikut menyusul Nora dan Nicholas yang pergi ke taman.
"Tetap bawa dia ke ruangan tahanan!" Duke Leonard masih bersikeras untuk menahan Leathina.
"Tidak! Anda tidak boleh!" Anne mencoba menghalangi para penjaga yang ingin membawa Leathina pergi.
"Bawa dia juga! aku yakin dia sangat ingin menemani Nonanya bahkan sampai kematiannya pun dia pasti akan ikut."
"Tuan Duke! aku yakin anda pasti akan menyesalinya, dan tentu saja aku akan ikut kemanapun Nona Leathina pergi ibunya menitipkannya padaku!"
Samar - samar merek semua mendengar suara Duke Leonard dan Anne yang sedang beradu argument, semakin mereka mendekat, semakin jelas mereka mendengar percakapan mereka berdua.
"Cepat Bawa dia!"
Nora dan yang lainnya, melihat beberapa penjaga membawa paksa Anne dan mengangkat Leathina yang tidak sadarkan diri.
"AYAH! AYAH! APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN."
Nora segera melompat turun dari dari atas punggung Nicholas dan berlari menarik Leathina yang sedang dibawa oleh penjaga.
"LEPASKAN TANGANMU DARINYA!" Nicholas juga mengikuti Nora dan mengambil Leathina dari para penjaga.
"Da.. darah, darahnya terus mengalir." Saat Nicholas memindahkan Leathina dan menggendong Nicolas merasakan rembesan darah hangat dari tubuh Leathina.
"Andy, tolong hentikan pendarahannya." Duchess Nice segera meminta Andy untuk mengobatinya dan menghentikan pendaraan yang dialami Leathina.
"Apa yang terjadi, Nice?" Duke Leonard dibuat bingung oleh kejadian barusan, terkejut karena situasi yang tiba - tiba berubah.
"Ayah, wanita bodoh mana yang melaporkan kebohongan padamu! Kakak Leathina tidak mencoba melukai atau membunuhku malah sebaliknya dia mencoba menyelamatkan aku yang terjatuh ke danau karena terpikat oleh bunga sihir, dia bahkan mengorbankan dirinya agar aku tidak diikat oleh akar teratai sihir sehingga tubuhnya yang terluka."
Nora berbicara dengan menatap ke arah Janneth dan orang - orang, membuat yang ditatap menjadi ketakutan dan segera memalingkan wajahnya ke arah lain.
......***......