I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 70



“Oh, Aku tidak tahu siapa yang meninggal tapi aku turut berduka cita.”


Saat dalam keadaan hening tiba – tiba saja seorang wanita berbicara dan berlalu dengan santai tanpa memperhatikan apa yang sedang terjadi pada saat itu.


“NONA LEATHINA!”


Anne berteriak histeris saat melihat siapa yang berbicara air matanya pecah dan segera berlari ke arah Leathina.


Duke Leonard, Nicholas, Nora, Pangeran Edward, Winter dan bahkan Pangeran Yardley juga berlari menghampiri Leathina yang muncul secara tiba – tiba.


”Nona apa ini benar - benar anda?”


“Iya ini aku Leathina, dan ada apa Anne? Kenapa kamu histeris dan menangis seperti melihat orang yang baru bangkit dari kematiannya.”


“Itu anda Nona! Anda yang baru bangkit dari kematian. Lihatlah orang – orang bahkan memasang batu dan membawa bunga mawar putih untuk Nona.” Anne menunjukkan sebuah batu yang terdapat ukiran nama Leathina di atasnya.


“Astaga! Itu aku.. pemakaman ini untukku wah apa kalian semua benar – benar menginginkan kematianku padahal belum menemukan jasadku?”


“Leathina lenganmu terluka mari kita obati terlebih dahulu.” Duke Leonard segera menarik Leathina kembali ke tenda karena orang – orang mulai membicarakan Leathina.


“Tunggu.. tunggu dulu! Leathina apa kamu baik – baik saja? Tanganmu terluka bagaimana kamu bisa selamat? Aku sangat mengkhawatirkanmu.” Tiba – tiba saja Pangeran Yardley menarik kembali Leathina dan memeriksa keadaan Leathina sendiri membuat suara bisikan orang – orang semakin bergemuruh.


“Lihatlah pakaiannya, dia mungkin sengaja merobek pakaiannya sendiri.”


“Benar, gadis itu mungkin sengaja menyembunyikan dirinya agar bisa membuat keributan dan menjadi pusat perhatian orang – orang penting.”


“Bukankah itu aneh, para kesatria telah mencarinya sepanjang malam tapi tidak menemukannya.”


“Bangsawan macam apa yang memperlihatkan bagian tubuhnya, dia sudah seperti wanita penggoda, pangeran bahkan telah ditipu olehnya.”


“Tunggu.. tunggu dulu pangeran Yardley, saya rasa anda tidak punya kewenagan menyentuh saya seperti ini.” Leathina melepaskan tangan Pangeran Yardley secara paksa. Leathina sudah tidak tahan lagi mendengar orang – orang yang membicarakan dirinya.


“Oh iya.. ma.. maafkan aku.” Dengan agak canggung Pangeran Yardley melepaskan tangannya dan perlahan – lahan mundur menjauhi Leathina yang menatapnya dengan marah.


“Kalian se.. eh? Oh.. terimakasih Pangeran Edward.”


Saat Leathina baru akan menegur orang – orang yang mengkritik penampilannya tiba – tiba saja Pangeran Edward menutupi tubuhnya dengan jubah miliknya karena pakaian Leathina yang terbuka gaunnya robek hingga memperlihatkan pangkal pahanya dan pakaian di lengannya juga robek sehingga lengannya juga terlihat.


Bagaimana bisa gadis sialan itu kembali dengan selamat, bahkan tidak memiliki luka yang serius. Para pembunuh bayaran itu benar – benar tidak becus menjalankan tugasnya, aku harus melakukan sesuatu. Yasmine melihat Leathina dari tengah – tengah kerumunan kemudian perlahan – lahan mendekati seorang pria tua yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.


“Tapi bukankah ini Aneh, dia tiba – tiba kembali setelah pangeran Yardley ditemukan terluka ditengah – tengah hutan dan kata para regu pencari yang kembali mereka mengatakan bahwa Pangeran terakhir kali bertemu dengan Nona Leathina. Aku takut bahwa ini adalah rencana pembunuhan terhadap anggota keluarga kerajaan karena pertunangannya dibatalkan.” Yasmine terus berbicara sendiri seolah – olah ia merasa janggal dengan keadaan yang  sedang terjadi.


“Maafkan aku Nona Yasmine, aku tidak sengaja mendengar perkataan Nona barusan.”


“Oh, salam Tuan Alfred senang bertemu dengan anda. Ah itu tadi hanya dugaanku saja karena merasa aneh tapi jujur aku tidak punya maksud apa – apa karena aku tidak tahu persoalan hukum seperti Tuan Alfred.”


“Sebenarnya aku juga merasa sedikit janggal, tapi karena ternyata Nona dan beberapa orang yang lain juga berpikir demikian maka keadilan harus ditegakkan siapaun yag berani menyentuh keluarga kerajaan harus mendapat hukumannya.”


“Oh Astaga seperti yang dirumorkan orang – orang, anda benar - benar bijak sekali dan berpengetahuan luas Tuan Alfred, hakim agung kerajaan Coferland.”


“Anda terlalu memuji saya Nona Yasmine, baiklah kalau begitu saya permisi nona ada yang harus saya urus.”


“Silahkan Tuan Alfred.”


Oh, sepertinya pria tua bodoh ini terpancing dengan ucapanku. Yasmine tersenyum kemudian diam – diam berjalan melewati kerumunan untuk mendekati Pangeran Yardley.


“Tunggu dulu, Tuan Duke Leonrd.”


“Maafkan aku Tuan Alfred tapi seperti yang anda lihat aku ingin mengobati Luka Leathina, jadi jika anda ingin membahas masalah pekerjaan aku tid..”


“jadi apa?”


“Sebagai pemegang kekuasaan atas hukum kerajaan aku tidak bisa mengabaikan hal ini. Aku telah mendapatkan beberapa keluhan dan laporan dari orang – orang yang berkumpul disini mereka menuntutku agar kasus percobaan pembunuhan pada keluarga kerajaan harus di tuntut tuntas.”


“Silahkan Tuan Alfred lakukan pekerjaanmu, sementara aku akan membawa Leathina terlebih dahulu.”


“Tidak bisa anakmu adalah tersangka utama dalam kasus ini, pengawal giring dia!” setelah Tuan Alfrend memberi perintah beberapa pengawal kerajaaan kemudian berjalan ke arah Leathina.


“Apa – apaan ini, kalian menuduh Puriku yang merencanakan pembunuhan?”


“Kami tidak menuduh tapi semua kemungkinan mengarah pada putrimu, tunggu apa lagi bawa dia.” Tuan Alfred yang sangat menjunjung keadilan bersikeras membawa Leathina untuk di adili.


“Tunggu, kalian salah paham Leathinalah yang menolo..”


“Syukurlah pangeran Yardley anda tidak terluka parah, benar kata Tuan Alfred segala kemungkinan menuju pada Nona Leathina.” Pada akhir kalimatnya Yasmine sengaja berbisik agar perkatannya tidak didengar oleh orang lain.


“Ya.. yasmine?” Bisikan Yasmine pada Pangeran Yardley membuatnya bimbang dan kemudian memilih untuk diam.


Saat Pangeran Yardley mencoba untuk membela Leathina tanpa ia sadari Yasmine telah memeluk lengannya dan memeriksa apakah Pangeran masih memiliki luka lain di tubuhnya.


“Srek”


Duke Leonard yang melihat Leathina akan ditangkap segera menarik pedangnya dari sarungnya dan membuat goresan di tanah.”


“jika kalian berani melewati garis yang aku buat maka orang – orang dari kediaman Yarnell akan menjadi musuh kerajaan, berani sekali kalian ingin menyentuh putriku.”


Putriku? Wah ini pertama kalinya Duke Leonard menyebutku sebagai putrinya di depanku dan di depan semua orang, dia bahkan berani menyatakan perang pada kerajaan. Tapi, walaupun dia membelaku aku harus ingat bahwa dia mungkin membelaku agar nama keluarga tidak dipermalukan. Leathina terus menatap ayahnya yang menariknya berlindung dibelakang tubuh ayahnya itu agar para prajurit tidak bisa menggapainya.


Astaga aku tahu ini akan terjadi lihatlah pangeran bodoh yang berdiri di sana aku bahkan telah menyelamatkannya dengan nyawaku tapi tidak berani membelaku hanya karena perempuan sialan yang bergelayut di lengannya itu, tunggu saja aku membalas kalian berdua. “Hais” Leathina mendengus kesal setelah tidak sengaja melihat Pangeran Yardley dan Yasmine.


“Tuan Alfred, aku yakin anda pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika hal ini anda teruskan, bukan.” Duke Leonard memberikan sebuah kode kemudian para anggoa militer dibawah naungan keluarga Yarnell yang berugas berjaga di perkemahan berkumpul membentuk sebuah tameng yang menutupi tenda milik keluarga Duke Leonard.


“Duke Leonard, apa anda benar – benar akan menentangku? Akan ada pertumpahan darah disini jika dilanjutkan.”


“Bagaimana denganmu Tuan Alfred? Jika kamu serius maka akan aku tanggapi dengan serius pula.”


“Mundur!”


Tuan Alfred memerintahkan para prajurit untuk mundur menjauhi Duke Leonard.


“Tenang kalian berdua.” Raja Daylend mencoba untuk menegahi mereka berdua.


“Salam Raja Daylend.”  Duke Leonard dan Tuan Alfred hampir bersamaan memberi salam pad Raja Daylend.


“Raja Daylend aku tidak bisa membiarkin ini.” Tuan Alfred sebagai hakim agung berbicara lebih dahulu.


“Raja Daylend, ini adalah sebuah penghinaan bagi keluarga Yarnell, dia bahkan menuduh tanpa bukti logis dan menuntut hanya berdasarkan dugaan.” Duke Leonard juga membela keluarganya.


“Aku tidak bisa memihak salah satu dari kalian karena kalian berdua adalah orang – orang kepercayaanku. Tapi sebenarnya aku tidak bisa mempercayai bahwa Leathina mencoba membunuh dan aku juga tidak bisa mengabaikan hal ini. Jadi, aku perintahkan Tuan Alfred sebagai hakim agung dan Tuan Duke Leonard sebagai penegak keadilan kerajaan untuk melakukan investgasi. Tidak ada yang bisa pergi dari perkemahan ini sebelum pelakunya ditemukan.”


“Terimakasih Raja Daylend, cahaya dari kerajaan Coniferland.”


Setelah mendengar keputusan Raja Daylend secara serentak orang – orang membungkuk untuk memberi hormat sebelum Raja kembali ke tenda kerajaan.


......***......