
Setelah hampir setengah jam melakukan perjalan menuju Istana kerajaan akhirnya kereta kuda yang membawa Leathina telah sampai pada gerbang, seorang penjaga kemudian menghentikan kereta kuda mereka dan menanyakan darimana mereka berasal.
Anne dengan sigap turun dari kereta dan memperlihatkan undangan Leathina dan setelah itu mereka diperbolehkan untuk masuk.
Keluarga Leathina yang lain telah sampai lebih dulu karena memang kereta yang membawa mereka berangkat lebih awal dari kereta yang dilewati Leathina, mereka semua menunggu Leathina di depan pintu masuk agar bisa masuk bersama – sama.
Setelah Leathina bergabung dengan mereka barulah Duke Leonard dan yang lainnya masuk ke dalam istana. Sementara Anne segera memisahkn diri masuk ke dalam melalui pintu lain karena hanya keluarga inti yang diperbolehkan masuk melewati pintu utama.
Sementara Leathina sengaja berjalan paling akhir agar dirinya tidak terlalu menarik perhatian tapi menyadari Leathina sengaja menjaga jarak Nora segera memperlambat jalannya dan berjalan menyejajarkan dirinya dengan Leathina.
“Nona Leathina Yarnell biarkan aku Nora Yarnell untuk menjadi pasangan anda malam ini.” Nora tiba – tiba saja membungkuk dan menawarkan dirinya menjadi pasangan Leathina untuk menjadi pasangannya.
“Sejak kapan kamu menjadi sedewasa ini Nora, oh iya baiklah. Maafkan aku Tuan Nora Yarnell tapi malam ini aku tidak bisa menjadi pasanganmu, sebaiknya carilah pasangan yang seusia denganmu.”
Awalnya Leathina hanya menaggapi perkataan Nora dengan candaan tapi melihat Nora masih membungkuk dan menjulurkan tangannya seperti laki – laki bangsawan yang telah dewasa akhirnya Leathina juga ikut membungkuk Layaknya seorang gadis bangsawan dan menolak tawaran Nora dengan sopan.
“Kenapa? Aku bisa menari kok.”
“Iya aku tahu kok, tapi...” Ucapan Leathina terhenti kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Nora dan membisikkan sesuatu kemudian segera berlalu melewati Nora.
Senyum Leathina mengembang mengetahui motif Nora yang sebenarnya adalah untuk menghibur dirinya karena kejadian tadi, dengan gemas Leathina mengacak – acak rambut Nora dan segera berlalu meninggalkannya.
Saat sampai di depan pintu utama kerajaan dua orang penjaga kembali memeriksa kartu undangan mereka satu – persatu setelah itu barulah pintu dibukakan untuk mereka dan seorang pelayan memberitahukan kehadiran mereka.
“Duke Leonard dari keluarga Yarnell beserta keluarganya telah tiba!”
Setelah kehadiran mereka diumumkan, mereka semua kemudian berjalan memasuki banquet hall melewati sebuah karpet merah yang terbentangg menuju sebuah meja khusus untuk keluarga Yarnell. Di atas meja tersebut tertulis sebuh tanda lambang keluarga dari kediaman Yarnel, yaitu sebuah perisai dengan dua pedang yang saling bersilang didepannya.
Seketik semua mata tertuju pada mereka yang tengah berjalan di atas kerpet merah menuju meja yang telah disediakan untuk mereka.
“Jangan membuat masalah dan menarik perhatian lagi, Leathina.” Nicholas sengaja berjalan lebih lambat dan menyejajarkan langkah kakainya dengan Leathina kemudian menunduk dan berpura – pura membersihkan pakaiannya kemudian segera berbisik dan memberitahukan Leathina agar tidak melakukan apaun yang menarik perhatian.
“Urus saja urusanmu sendir!” dengan kesal Leathina balas berbisik pada Nicholas dan meninggalkannya.
Tapi sayangnya walaupun Leathina tidak berbuat apa – apa semua perhatian orang – orang sudah tertuju padanya.
Yang paling membuat mereka semua penasaran dan terheran – heran adalah gadis berambut merah yang ikut berjalan bersama yang lainnya. Mereka semua memang sudah sangat penasaran mengenai kabar Leathina setelah terbangun dari tidur panjangnya ditambah lagi banyaknya rumor – rumor miring tentangnya setelah terbangun.
“Itu dia wanita itu benar – benar sudah bangun.”
“Aku penasaran keributan seperti apa lagi yang akan dia buat.”
“Tapi yang membuatku sedikit iri padanya kenapa wajahnya bisa secantik itu andaikan sifatnya seperti Nona Yasmine.”
“Dia cantik tapi percuma dia adalah wanita jelmaan iblis.”
“Huss.. kecilkan suaramu nanti dia dengar.”
Tiba – tiba Nicholas menoleh ke arah orang – orang yang tegah sibuk berbisik tapi suaranya masih bisa didengrkan dengan jelas. Wajah Nicholas terlihat memerah dan menunjukkan tatapan tidak suka terhadap kumpulan gadis – gadis yang sedang bergosip, membuat mereka ketakutan dan segera menunduk dan sebagain yang lain menoleh ke arah lain agar tidak bertatapan dengan Nicholas.
Bisikan demi bisikan terdengar dari setiap mulut, dan yang menjadi topik pembicaraan mereka tentu saja adalah Leathina si gadis tak berperasaan dan si pembuat masalah dari keluarga kebesaran Duke Yarnell yang dimana ia juga dicap sebagai gadis pembawa sial karena ibunya meninggal saat dia dilahirkan
Aku mendengarnya, aku bisa mendengarnya tahu, aku mendengar semua yang kalian ucapkan tentang diriku. Kalau bergosip setidaknya bergosiplah saat orangnya tidak ada. Untung saja Nicholas melotot ke arah mereka, walaupun ia melakukannya karena mereka menjelek – jelekkan nama keluarga tetap saja Nicholas sudah membuat mulut mereka berhenti bergosip.
Leathina berusaha menjadi Leathina yang biasanya, berjalan dengan tegap tidak memandang siapapun dan sengaja memasang wajah datar agar tidak ada yang berani mendekatinya atau mengajaknya berbicara.
Tapi sayangnya walaupun bersikap seolah – olah menjadi Leathina yang biasanya, ia tetap tidak bisa menaggung dan menyembuyikan emosinya dengan sempurna. Karena merasa takut melakukan kesalahan tangan Leathina malah gemetaran.
“Apa kamu tidak apa – apa kakak Leathina?’
Walaupun Leathina menyembunyikan ketakutannya dengan baik tetap saja ternyata bisa disadari oleh Nora yang berjalan di dekatnya ia cukup peka saat melihat keadaan sekitanya sehingga Nora terus memperhatikan Leathina sedari tadi karena khawatir dengan kakak perempuannya itu.
“Aku tidak apa – apa dan ingat apa yang tadi aku beritahukan.”
Nora mengangguk mengerti kemudian segera berjalan lebih cepat meninggalkan Leathina.
Mereka semua kemudian duduk ditempat yang sama dan terdengar beberapa nama keluarga yang telah tiba diumumkan kembali setelah mereka, dengan tenang mereka semua menunggu acar selanjutnya yang akan diselenggarakan.
Setelah semua tamu undangan hadir dan telah diumumkan kehadirannya pelayan akhirnya mengumumkan kehadiran keluarga kerajaan.
“Raja Daylen Arathorn Raja dari kerajaan Coniferland!”
“Ratu Juliette Arathorn!”
“Pangeran pertama Yardley Arahthorn dan Pangeran kedua Edward Arathorn!”
“Akan memasuki Ruangan semua hadirin memberi hormat!”
Setelah pengumuman tersebut semua hadirin membungkuk untuk memberi horpat saat Raja Daylen saat berjalan melewati mereka menuju singgasananya diikuti oleh ratu Julitte dan kedua putranya.
Kini perhatian para hadirin tidak lagi tertuju pada Leathina melainkan pada keluarga kerajaan yang baru saja memasuki banquet hall, terutapa pada pangeran kedua yang baru pertama kali mereka lihat wajahnya.
Edward? Namanya sama dengan si ketua pembunuh bayaran, tapi mana mungkin mereka orang yang sama, lihatlah mereka berdua sangat berbeda yang satu berambut hitam dan yang satunya lagi memiliki rambut blonde. Mungkin hanya namanya yang sama, Tidak mungkin juga seorang pangeran menjadi pembunuhkan? Apasih yang sedang kupikirkan, eh tapi sepertinya ada yang aku lupa.
Leathina kemudian menggelengkan kepalanya beberapa kali berusaha menghilangkan kebiasaan berfikirnya yag selalu menduga - duga padahal tidak memiliki bukti atau alasan yang cukup.
......***......