
Kini giliran Winter yang berdansa bersama Leathina, mata orang – orang kembali tertuju pada Leathina.
Tidak beberapa lama kemudian musik terakhir yang dimainkan para pemain orkestra telah berakhir Leathina dan Winter saling membungkuk satu sama lain untuk saling menghormati pasangan masing – masing sebelum keduanya berpisah.
Setelah mereka menari Winter menuntun Leathina keluar dari tempat dansa.
“Terimakasih Non Leathina, selanjutnya mauka.....”
“Winter maafkan aku, aku harus pergi sekarang ada sesuatu hal mendesak yang harus aku selesaikan.”
“Apa perlu aku antar Nona Leathina?”
“Tidak perlu, ini urusan wanita.”
“Baiklah silahkan Nona Leathina.”
Saat Winter baru saja memulai obrolan dengan Leathina, Leathina dengan terburu – buru malah pamit dan pergi meninggalkan winter, sementara Winter yang paham dengan kondisi Leathina membiarkannya pergi.
Leathina pergi meninggalkan Winter setelah menari bersama, ia berjalan menyusuri koridor mencari ruangan yang bisa ia gunakan untuk beristirahat. Leathina berbohong pada Winter mengenai masalah wanita, Leathina hanya ingin cepat – cepat beristirahat karena betisnya mulai terasa sakit akibat menari sebanyak dua kali padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal – hal semacam itu. Otot – ototnya yang kaku menjadi sakit karena dipaksakan untuk bergerak dan secara berlebihan.
“Apa kamu lihat wanita sialan tadi?”
“Iya aku melihatnya dengan jelas dia bahkan menggoda dua pria sekaligus padahal pertunangannya baru saja hancur.”
“Betul sekali.”
“Aku yakin wanita yang mereka maksud adalah aku.” Gumam Leathina saat tidak sengaja mendengar obrolan beberapa gadis – gadis yang sedang berkumpul.
Saat mencari ruangan kosong untuk beristirahat secara tidak sengaja Leathina mendengar para gadis – gadis yang berkumpul di salah satu ruangan yang dilewati oleh Leathina sedang membicarakan dirinya.
Leathina dengan sengaja memperlambat langkah kakinya dan mengendap - endap mendekati ruangan tersebut kemudian menguping pembicaraan para wanita yang ada di dalam ruangan.
“Bagaimana bisa wanita dingin seperti itu bisa menggait dua pria sekaligus?”
“Aku penasaran bagaimana dia merayu Pangeran Edward yang baru ia temui dan Tuan Winter yang baru kembali dari perbatasan.”
“Aku rasa perempuan itu mengancam Pangeran Edward dan Tuan Winter untuk menjadi pasangannya agar dia tidak terlalu terlihat menyedihkan di depan orang – orang.”
“Perkataan mu ada benarnya dan yang seharusnya mendapat perhatian lebih malam ini adalah Nona Yasmine karena kebaikannya dan kelembutannya bukan wanita pembawa sial itu.”
Dasar wanita – wanita bermulut kotor! Berani sekali dia membicarakan aku seperti itu, padahal aku tidak pernah menganggu mereka sama sekali. Tunggu saja apa yang bisa aku perbuat pada kalian sebagai pembalasan.
“Bukankah kalian sangat keterlaluan dengan Nona Leathina? Jangan membicarakan orang jika tidak tahu kebenarannya.”
Emosi Leathina meninggi saat mendengar pembicaraan para wanita yang ada di dalam ruangan tersebut Leathina berniat untuk memergoki mereka dan memberikan hukuman karena telah menghinanya. Namun, baru saja Leathina ingin masuk Leathina mendengar seseorang membelanya membuat Leathina mengurungkan niatnya dan ingin mendengar pembicaraan mereka lebih lanjut lagi.
“Yasmine? Ini suara Yasmine dan dia membelaku? Wah seperti yang diharapkan si pemeran utama memang benar – benar berhati malaikat tidak rugi Pangeran Yardley menyukainya.” Leathina bergumam pelan sambil terus mendengarkan pembicaraan mereka dari luar.
“Maafkan kami Nona Yasmine, kami tidak bermaksud menjelekkannya tapi kami merasa tidak terima jika dia mendapat perhatian lebih banyak dibandingkan Nona Yasmine yang baik hati ini.”
“Benar Nona.”
Wanita yang lain membela diri atas tuduhan Yasmine kemudian mereka semua membenarkan perkataan mereka sendiri setelah itu pembicaraan mereka berganti mereka kini menceritakan bagaimana mereka hidup dengan mewah dan barang – barang mahal yang mereka miliki.
Leathina tidak tertarik lagi mendengar pembicaraan mereka dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut tapi saat berbalik Leathina menabrak seseorang dan membuatnya hampir kehilangan keseimbangan tapi untung saja Leathina masih bisa mempertahankan posisinya dan tidak terjatuh.
“Leathina apa kau tidak apa – apa? Apa yang kamu lakukan disini?”
“Pangeran Edward? Oh maksudku Edward kenapa kamu bisa ada di sini?” Leathina terkejut melihat Pangeran Edward yang tiba – tiba saja berdiri di dekatnya dan bahkan ia menabraknya karena tidak menyadari keberadaannya.
“Jawab pertanyaanku, aku yang bertanya lebih dulu.”
“Ah, itu aku, aku sedang mencari ruangan untuk beristirahat kamu tahu menari dengan dua pria membuatku kelelahan, kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa Edward.”
Leathina berbicara sambil terus melihat ke arah lain kemudian setelah menjawab pertanyaan Pangeran Edward Leathina segera pergi meninggalkan Pangeran Edward, Leathina takut jika Pangeran Edward menyadari bahwa dirinya sedang menguping pembicaraan orang lain dan menganggapnya sebagai wanita aneh.
“Tungu... tunggu dulu..”
Pangeran Edward mencoba menghentikan Leathina saat ia pergi meninggalkannya tapi sayangnya Leathina sudah terlanjur pergi dan dengan cepat meghilang dari pandangannya.
“Gadis tidak berperasaan apanya? Wanita jahat dari mana nya? Mereka menyebarkan rumor bohong dia bahkan tidak bisa membela dirinya sendiri padahal sudah dengan jelas ia mendengar perkataan para wanita tadi.” Gumam pangeran Edward saat tidak lagi melihat Leathina yang sudah pergi meninggalkannya.
Takk..
Pangeran Edward menendang pintu ruangan yang merupakan tempat para wanita untuk berkumpul membuat pintu yang ditendangnya rusak dan terbuka sehingga para gadis – gadis yang ada di dalam ruangan itu berteriak karena terkejut.
“Pangeran Edward?”
“Salam pangeran Edward.”
Setelah menyadari bahwa Pangeran Edward lah yang menendang pintu ruangan yang mereka tempati mereka semua kemudian berdiri dan membungkuk pada Pangeran Edward.
“Apa anda membutuhkan sesuatu, Pangeran Edward?” Yasmine dengan ramah segera menanyai Pangeran Edward yang masih berdiri di ambang pintu.
“Tutup mulut kalian! Jangan membicarakan orag lain dibelakang, Leathina tidak menggodaku akulah yang memintanya menjadi pasanganku untuk menari.” setelah agak lama berdiam sambil menatap orang – orang yang ada di dalam ruangan Pangeran Edward kemudian berbicara dengan nada dingin membuat semua orang takut dan hanya menunduk tidak berani memandang ke arah Pangeran Edward yang terlihat sangat marah.
“Pangeran Edward pasti tidak sengaja mendengar pembicaraan para gadis – gadis ini, mohon maafkan mereka Pangeran, aku telah menegurnya tadi agar tidak membicarakan orang lain.” Yasmine berbicara sambil berjalan ke arah Pangeran Edward kemudian setelah berada di depan pangeran Edward, Yasmine meraih tangan Pangeran Edward berusaha untuk menenagkan emosinya.
“Oh! Begini caramu merayu saudaraku Yardley? Dengarkan, aku tidak tahu namamu karena aku tidak tahu siapa kamu tapi cara seperti ini tidak akan berhasil untukku.” Melihat Yasmine yang dengan enteng menyentuhnya membuat Pangeran Edward semakin marah dan setelah selesai berbicara Pangeran Edward segera pegi meninggalkan ruangan itu.
“Maaf? Aku tidak... tunggu dulu...”
Kata – kata dari Pangeran Edward membuat Yasmine sangat terkejut, ia tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan perlakukan kasar dari Pangeran Edward padahal ia hanya ingin menenagkannya saja. Yasmine kemudian mencoba untuk meluruskan kesalapahaman tersebut tapi Pangeran Edward tidak mempedulikan panggilannya dan pergi tanpa mempedulikan Yasmine.
“Apa anda tidak apa – apa Nona Yasmine?”
Saat pangeran Edward telah pergi para gadis – gadis kemudian segera berjalan mendekati Yasmine yang masih berdiri di tempatnya.
“Aku tidak apa – apa, maafkan aku sepertinya aku punya urusan yang aku lupakan kalau begitu aku akan pergi lebih dulu.”
Yasmine kemudian pergi dari ruangan itu meninggalkan teman – teman wanitanya yang lain.
......***......