
Para regu pencari sekarang telah memasuki hutan dan sudah berjam – jam mereka menelusuri hutan untuk mencari keberadaan Pangeran Yardley.
“Kalian menemukan sesuatu?”
“Tidak Pangeran Edward, Tuan Winter, kami belum menemukan jejak.”
Matahari kini telah digantikan oleh bulan dan semakin dalam para regu pencari masuk ke dalam hutan, kabut juga semakin menebal menghalangi jarak pandang mereka.
“Bangkai kuda.” Winter tidak sengaja melihat bangkai kuda tidak jauh dari tempatnya berada ia memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas lagi karena jarak pandangnya terhalang oleh kabut.
“Ada apa Winter?”
“Pangeran Edward, di sana ada bangkai kuda.”
“Betul katamu Winter, kuda itu... milik Pangeran Yardley.”
Pangeran Edward dan Winter segera menuju bangkai kuda yang dilihatnya sementara para kesatria melakukan penelusuran disekitar area tersebut.
“Pangeran Yardley!”
“Pangeran Yardley! Anda ada dimana?”
“Aku disini!”
Samar – samar terdengar suara seseorang dari balik semak – semak yang tidak jauh dari tempat bangkai kuda berada.
“Disana!” Nicholas berteriak memberitahu semua anggota ketika melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya.
Pangeran Edward dan Winter beserta seluruh regu pencari yang lain segera menuju ke tempat yang Nicholas beritahukan.
Nicholas yang lebih dulu sampai segera menebas seluruh semak – semak yang menghalangi jalannya kemudian ia melihat Pangeran Yardley yang kini bersandar pada batu yang ada didekatnya, setengah pakaiannya telah robek pada bagian kiri dan terdapat luka yang diperban seadanya, masih terlihat bekas – bekas darah yang telah mengering pada perban yang menutupi lukanya.
“Pangeran Yardley apa yang terjadi?”
“Nicholas, apa yang terjadi pada Pangeran Yardley?”
“Dia terluka!”
“Bagaimana bisa kau terluka Yardley?”
“Edward! Winter! Nicholas! Cepat masuk ke dalam hutan.” Pangeran Yardley menarik kerah pakaian pangeran Edward dan memerintahkannya untuk segera masuk kedalam hutan.
“Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Cepat masuk ke dalam hutan! Tangkap mereka!”
“Segera obati Pangeran, dia terluka!” Winter berteriak memberitahu para kesatria yang bertugas untuk masalah medis.
“Ini tidak penting cepat masuk ke dalam hutan, mereka lari ke arah sana.” Pangeran Yardley mendorong orang – orang yang mencoba mengobatinya dan malah memerintakan untuk masuk ke dalam hutan.
Ucapan Pangeran Yadrley semakin tidak jelas dan tidak bisa dipahami oleh orang – orang, ia terlalu panik sehingga memberi perintah yang tidak dapat di pahami.
“Ini robekan dari gaun miliki Leathina, Pangeran kemana saudariku? Kenapa pakaiannya robek dan ada padamu!”
“Ini karena, tad..”
“Cepat katakan dimana saudariku!”
Ucapan pangeran Yardley yang tidak dapat dipahami oleh orang – orang karena terlalu terburu – buru serta desakan pertanyaan dari Nicholas membuat susana menjadi kacau dan tidak terkontrol sementara orang – orang hanya kebingungan melihat situasi tersebut karena tidak memahami apa sebenarnya yang sedang terjadi.
“Tenang! Tenang kalian berdua Pangeran Yardley sampaikan secara jelas dan Nicholas jangan mendesak Pangran Yardley.”
Pangeran Edward yang sudah tidak tahan melihat situasi tersebut berteriak dengan kencang dan seketika susana menjadi hening.
"Nah, sekarang jelaskan apa yang telah terjadi Yardley."
“Aku diserang oleh sekelompok pembunuh bayaran di hari pertama kompetisi kemudian pada hari ke tiga Leathina menemukanku dan mengobatiku setelah itu para pembunuh bayaran tadi ternyata datang lagi untuk mencariku.”
“Apa yang terjadi pada Leathina?”
“Diamlah Nicholas, dengarkan penjelasan Pangeran Yardley terlebih dahulu.” Winter menengkan Nicholas yang terlihat gusar setelah Pangeran Yardley menyebutkan nama Leathina.
“Disaat itu Leathin mencoba untuk mengalihkan perhatian mereka karena aku terluka dan ternyata para pembunuh bayaran itu juga telah menargetkan Leathina karena ada beberapa orang yang menginginkan kematiannya.”
“Sial! Prajurit bawa Pangeran Yardley pulang ke perkemahan aku akan mencari Leathina.”
Pangeran Edward, Winter dan Nicholas segera melompat menaiki kudanya masing – masing kemudian memacu kudanya melesat masuk ke dalam hutan.
Sial padahal aku telah berjanji untuk melindunginya semalam, kenapa malah terjadi hal seperti ini. Aku tidak meragukan kemampuan berpedangnya itulah kenapa aku tidak mengkawatirkan Leathina. “Ayo cepat, kita harus segera menemukan Leathina!” Pangeran Edward berteriak memberikan arahan pada Winter dan Nicholas.
“Tak” Pangeran Edward melemparkan sebuah alat sihir yang telah diisi oleh mana dimodifikasi sedemikian rupa hingga berbentuk seperti bola saat dilemparkan ke udara seketika muncul cahaya terang menyinari jalan mereka.
Mereka bertiga melesat cepat menyusuri hutan dituntun oleh alat sihir yang tadi dilemparkan oleh Pangeran Edward, mata mereka fokus mengikuti jejak – jejak yang mengarah masuk ke dalam hutan kemudian berakhir pada sebuah pinggiran tebing.
“Jejak mereka hilang di sekitar tebing ini!” Nicholas berbicara sambil melompat turun dari atas kudanya dan kembali menyusuri area tebing tersebut.
“Lihat ini pedang milik Leathina!”
Setelah beberapa saat mencari Winter menemukan pedang milik Leathina yang tergeletak di pinggir tebing.
“Mungkinkah Leathina terjatuh dari tebing ini.” Pangeran Edward melihat ke bawah tebing untuk memeriksa tapi tidak menemukan apa – apa karena terlalu gelap dibawah sana.
“Kalau begitu kita harus segera turun dan mencarinya.”
“Jangan gegabah Nicholas.”
“Tapi Leathina?”
“Kita harus kembali melaporkan ini pada ayahmu, pencarian akan sia – sia jika dilakukan sekarang karena terlalu gelap dan banyak kabut disini.”
Pangeran Edward menghentikan Nicholas yang sedang berusaha memanjat turun ke bawah tebing untuk mencari Leathina karena terlalu berbahaya mencari dengan keadaan hutan yang dipenuhi kabut terlebih lagi tebing tersebut merupaka area perbatasan dengan hutan hitam yang dipenuhi aura jahat.
“Kalian berdua kembalilah ke perkemahan untuk memberikan laporan, aku akan tinggal di sini untuk mencari lagi.”
“Tapi Winter, ini terlalu berbahaya.”
“Tenang saja aku sudah terbiasa berada di wilayah perbatasan.”
“Baiklah kalau begitu kami akan pergi.”
Pangeran Edward dan Nicholas kembai ke perkemahan untuk memberikan laporan sementara Winter masih tetap tinggal untuk mencari Leathina.
“Aku harus kembali ke tempat awal, sepertinya ada seseorang yang ingin menjebak Leathina panah yang menancap pada bangkai kuda pangeran Yardley sama dengan warna anak panah milik Leathina, dan semoga saja Leathina baik – baik saja dia wanita yang kuat.”
Setelah Winter memastikan bahwa Pangeran Edward dan Nicholas telah benar – benar pergi ia segera melompat naik ke atas kudanya dan kembali ke tempat bangkai kuda milik Pangeran Yardley berada ia mengambil beberapa anak panah dan membakarnya sampai tidak tersisa kemudian segera kembali lagi ke tebing tempat ia menemukan pedang milik Leathina.
...
“Ayah!”
“Nicholas dan Pangeran Edward anda telah kembali.”
Nicholas dan Pangeran Edward melihat Duke Leonard yang telah menunggu mereka kembali, mereka berdua segera melopat turun dari atas kudanya dan berjalan menuju ke tempat Duke berada.
“Ayah.”
“Bagaimana dengan Leathina?”
“Maafkan kami Tuan Duke Leonard kami menemukan pedang milik Nona Leathina di pinggir tebing dan sepertinya dia ....” Pangeran Edward berbicara dengan memperlihatkan pedang milik Leathina.
“Tidak! Dia mungkin hanya tidak sengaja menjatukan pedangnya. Perintahkan para kesatria untuk membentuk regu pencari yang baru kita akan melakukan pencarian kembali ke dalam hutan.” Duke Leonard memotong perkataan Pangeran Edward tidak mau mendengar kelanjutan dari perkataaanya itu dan malah memerintahkan untuk membentuk regu pencari untuk kembali mencari Leathina.
“Bagiamana apa ada kemajuan Winter?”
Duke Leonard yang baru saja sampai ditempat mereka menemukan pedang Leathina segera menghampiri Winter yang masih mencari di sekitar area hilangnya Leathina.
“Paman, aku telah mencari ke seluruh area tapi aku hanya menemukan..”
“Apa? Kamu menemukan apa Winter?”
“Seperinya Nona Leathina benar – benar terjatuh, aku menemukan beberapa bercak darah yang menetes di sekitar pinggiran tebing.” Winter memperlihatkan bercak – bercak darah yang telah mengering pada Duke Leonard.
“Itu mungkin saja darah milik orang lain, cepat lakukan pencarian.” Duke Leoard memberikan perintah pada para kesatria agar segera melakukan pencarian.
Meraka semua telah melakukan pencarian sepanjang malam tapi hasilnya tetap saja sama Leathina masih belum ditemukan bahkan tubuh Leathina juga tidak dapat ditemukan walaupun sudah beberapa kali menuruni tebing untuk mencarinya.
“Tuan, sepertinya Nona Leathina telah benar – benar meghilang terlebih ini adalah wilayah perbatasan memasuki area hutan hitam.”
“Baiklah, perintakan seseorang untuk segera kembali ke perkemahan dan mempersiapkan berita duka kerajaan.”
“Baik Tuan Duke Leonard.”
Semua orang diseluruh perkemahan telah mengetahui tragedi yang menimpa Leathina, mereka bahkan telah berkumpul dengan membawa setangkai bunga mawar putih sebagai simbol berduka cita untuk keluaga bangsawan, bahkan Raja Daylen dan Ratu pun membawa bunga.
Sebuah batu besar dengan ukiran nama Leathina diletakan ditengah – tengah area perkemahan, bunga mawar putih yang dibawa orang – orang nantinya akan diletakkan dibawah batu tersebut sebagai tanda kepergian Leathina.
“Oh, Aku tidak tahu siapa yang meninggal tapi aku turut berduka cita.”
Saat keadaan dalam keadaan hening tiba – tiba saja seorang wanita berbicara dan berlalu dengan santai tanpa memperhatikan apa yang sedang terjadi pada saat itu.
“NONA LEATHINA!”
Anne berteriak histeris saat melihat siapa yang berbicara air matanya pecah dan segera berlari ke arah Leathina.
Duke Leonard, Nicholas, Nora, Pangeran Edward, Winter dan bahkan Pangeran Yardley juga berlari menghampiri Leathina yang muncul secara tiba-tiba.
......***......