
Raja dan Ratu memasuki area banquet dengan anggunnya diikuti dua pangeran yang juga berjalan memasuki area banquet, sorak kagum serta pujian menderu di seluruh ruangan hingga Raja dan Ratu sampai di kursi kebesarannya semua hadirin pun serentak memberi salam.
“Selamat datang Raja Daylend dan Ratu Juliette! Kami menyambut yang mulia raja dan ratu serta kedua pangeran!” ucap seluruh hadirin dengan khidmat sembari membungkuk.
“Bangunlah!” Ucap Raja Daylend dan serentak semua hadirin kembali berdiri tegak.
“Hari ini adalah hari kebahagiaan Ratu Juliette, aku harap kalian menikmati pesta ini dengan suka cita. Ah, dan tentu saja aku juga harus membahagiakan ratuku jadi aku telah mempersiapkan hadiah untuknya, bawah hadiahnya kemari!”
Setelah perkataan Raja Daylend seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi kotak hadiah kecil kemudian dengan sopan memberikan kotak tersebut pada Raja Daylend.
“Ini hadiah dariku, semoga kau senang dengan ini dan selamat ulang tahun ratuku!” Ucap Raja Daylend sembari menyerahkan hadiahnya secara langsung.
Ratu Juliette tersenyum kemudian sedikit membungkuk untuk mengormati Raja Daylend sebagai rasa terima kasihnya dan setelah itu barulah ia mengambil hadiahnya kemudian memberikannya pada pelayan agar pelayannya nya menyimpannya.
“Terimakasih yang mulia.” Ucapnya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, “Simpan hadiah ini baik-baik jangan sampai rusak.” Ratu Juliette memperingati pelayannya.
"Selamat ulang tahun Ibu, semoga panjang umur!”
“Selamat ulang tahun Ratu, semoga panjang umur!”
Ucap Pangeran Yardley dan Pangeran Edwar yang hampir bersamaan.
Ratu Juliette menatap Pageran Edward lekat kemudian berbisik. “Kapan kau mau memanggilku ibu pangeran, apa kau mau mempermalukanku?”
“Ah, saya tidak berani Ratu Juliette.” Balas Pangeran Edward sambil menatap mata Ratu secara langsung.
“Ka....”
“SELAMAT ULANG TAHUN RATU JULIETTE IBU SELURUH RAKYAT!”
Baru saja Pangeran Yardley ingin menegur Pangeran Edward tiba-tiba seluruh hadirin langsung bersorak mengucapkan selamat ulang tahun pada Ratu Juliette hingga suara pangeran Yardley tidak dapat terdengar, sadar jika Pangeran Edward pasti akan mengabaikannya ia pun memilih diam.
Setelah pembukaan selesai, seluruh hadirin pun mengantarkan hadiahnya pada Ratu Juliette untuk memperlihatkan diri agar bisa mendapat dukungan dari kerajaan di masa depan kelak.
“Selamat ulang tahun Ratu Juliette, kami harap ratu selalu sehat!” ucap Duke Leonard memberi salam di ikuti oleh istri dan anak-anaknya setelah itu seorang pelayan menyerahkan sebuah kotak yang berisi hadiah untuk Ratu Juliette.
“Ah, terimakasih Duke Leonard, saya merasa tersanjung anda dapat hadir dengan keluarga anda di pesta perayaan saya.” Ucap Ratu dengan ramah.
“Aku dengar putri tertua mu sakit parah, apa sekarang dia baik-baik saja?” tanya ratu Juliette sambil melirik ke arah Leathina.
“Putriku sudah sehat sekarang dia baik-baik saja Ratu, terimakasih telah mempedulikan putri kamu.” Jawab Duchess Nice mewakili Duke Leonrad.
“Ayo Lea, beri salam pada Ratu dan Raja.” Pinta Duke Leonard pada Leathina.
Leathina dengan hati-hati sedikit maju mendekati Raja dan Ratu kemudian memberi salam dengan sopan.
“Salam Raja Daylend dan Ratu Julitte, Teimakasih telah mengkhwatirkan saya Ratu.” Ucap Leathina sopan.
“Ah, Leathina!” seru Raja Daylend dengan ramahnya yang terlihat seperti seorang paman yang sudah lama tidak bertemu dengan keponakannya.
“Apa kau benar-benar baik-baik saja? Apa perlu aku panggilkan dokter kerajaan?” Ucap Raja Daylend khawatir sambil membolak-balikkan tubuh Leathina untuk memeriksa secara langsung.
“Raja tolong singkirkan tangan anda dari putriku, ingat dia itu putriku!” ucap Duke Leonard penuh dengan penekanan, mendengar itu raja Daylend hanya tersenyum kemudian melepaskan Leathina.
“Aku kan sudah sama seperti pamannya, Lea apa kau ingat dulu waktu kau kecil aku lebih banyak menggendongmu daripada ayahmu.”
“Saya rasa candaan Raja Daylend sedikit berlebihan, tolong perhatikan ucapan anda agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.” Duke semakin geram kemudian menarik putrinya ke belakangnya sengaja menjatuhkan Leathina dari jangkauan Raja Daylend.
“Ah, kau ini terlalu protektif duke.” Ucap Raja Daylend dengan nada candaan. “Nah kalian berdua berbicaralah dengan Leathina, temani dia aku dan duke punya urusan untuk dibicarakan.” Raja Daylend mendorong kedua putranya.
Pangeran Edward melihat Leathina dengan antusia dan terus menatapnya berharap Leathina mau meliriknya dan saat bersitatap dengan Leathina ia cepat-cepat menghampiri Leathina dan mengucapkan beberapa kata basa-basi.
“Leathina ayo pergi!” Pangeran Edward meraih genggaman Leathina dan langsung menariknya pergi tapi baru beberapa langkah Leathina sudah menghentikan langkah pangeran Edward yang menariknya.
“Ada apa Leathina?” tanya Pangeran Edward kebingungan.
“Edward, apa kau sedang bertengkar dengan kakakmu itu? Dari tadi dia terus melihatku dengan mata melotot.” Bisik Leathina sambil melirik ke arah Pangeran Yardley.
“Tentu saja tidak, lagipula untuk apa aku menghabiskan energiku hanya untuk berdebat dengannya. Ayo Leathina disana ada banyak makanan.”
“Ta-tapi...”
“Salam Nona Leathina.”
Belum sempat Leathina menyelesaikan ucapannya Pangeran Yardley ternyata telah berdiri di dekat mereka bahkan menyapa Leathina.
“Ah, Salam Pangeran Yardley.” Balas Leathina.
“Pangeran apa ada lagi yang ingin anda katakan?” tanya Leathina tidak sabar.
“Ayah bilang aku harus mengajakmu mengobrol tapi kau hanya diam saja, sejak dulu yang terus memulai mengobrol hanya kau jadi aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan denganmu.” Ucap Pangeran Yardley dengan polosnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
“Haaa..” Leathina menghela nafas panjang, menatap Pangeran Yardley dengan tatapan pasrah.
“Kau tidak usah repot-repot mengajaknya mengobrol, ada aku jadi kau tenang saja.” Pangeran Edward menarik Leathina pergi tapi saat ia menariknya Pangeran Yardley pun menarik Leathina hingga keduanya saling memperebutkan Leathina.
“Yardley lepaskan tangan Leathina.” Pangeran Edward menaikkan nada suaranya meminta Pangeran Yardley untuk segera melepaskan tangan Leathina.
“Jika kau punya urusan pergilah Edward, aku punya beberapa kata untuk aku bicarakan dengan Leathina.” Balas Pangeran Yardley yang juga bersikeras untuk menahan Leathina.
“Kalian berdua sudah tidak memiliki hubungan lagi jadi tidak ada lagi yang bisa kalian bicarakan, ayo Leathina.” Pangeran Edward kembali menarik Leathina tapi Pangeran Yardley juga masih gigih ingin berbicara berdua dengan Leathina.
“Haa...” Leathina kembali menarik nafas panjang melihat tingkah kedua pangeran yang seperti sedang memperebutkan sebuah mainan.
Leathina menatap Pangeran Edward kemudian memberikah isyarat bahwa iya akan baik-baik saja jadi dia akan setuju untuk berbicara dengan Pageran Yardley.
“Tapi Leathina dia itu....”
Leathina kembali mengangguk kemudian tersenyum mengatakan bahwa dia tidak masalah berbicara sebentar dengan pangeran Yardley.
“Baiklah aku mengizinkanmu berbicara dengan Leathina tapi hanya sepulu menit saja.” Ucap Pangeran Edward tegas.
“Atas dasar apa kau membatasi pembicaraanku dengan Leathina!” Pangeran Yardley tidak terima Pangeran Edward membatasi waktu bersamanya dengan Leathina, ia semakin kuat menarik Leathina ke arahnya.
“Ah, pangeran Yardley saya pikir yang dikatakan Pangeran Edward benar kita tidak memiliki hubungan dekat hingga berbicara lama saya rasa waktu yang diberikan Pangeran Edward sudah lebih dari cukup.”
“Baiklah Leathina, saya paham.” Mendengar ucapan Leathina Pangeran Yardley langsung mengerti dan menerima begitu saja.
“Nah, sekarang katakan apa yang ingin pangeran Yardley katakan” Ucap Leathina memulai percakapan terlebih dahulu karena Pangeran Yardley hanya diam saja.
“Ah, itu... apa kita tidak perlu pergi ke tempat yang tenang disini agak terlalu...”
“Tidak, katakan saja disini jika ada yang ingin pangeran katakan padaku, aku tidak ingin mendapat kesalapahaman lagi karena anda Pangeran.” Ucap Leathina tegas.
“Ba-baiklah kalu itu keinginanmu Tapi Edward kenapa kau tidak pergi dan masih tetap disini.” Pangeran Yardley merasa terganggu karena Pangeran Edward hanya berjarak dua meter dengannya dan Leathina.
“Kau katakan saja apa yang ingin kau katakan, aku disini untuk menjaga Leathina. Aku takut kau akan berbuat sesuatau pada Leathina.”
“Kau!” Pangeran Yardley menjadi kesal karena ucapan Pangeran Edward.
“Pangeran Yardley tolong dipercepat, pangeran telah menghabiskan waktu saya dengan sia-sia.” Ucap Leathina menenangkan Pangeran Yardley agar tidak terjadi perkelahian diantara mereka berdua.
“Ah, iya Leathina. Sebenarnya saya ingin meminta maaf atas semua yang saya lakukan padamu, jadi saya minta maaf atas segala perbuatanku bisa kah kita seperti dulu lagi?”
Alis Leathina berkerut matanya memandang curiga Pangeran Yadrley karena sikapnya yang arogan padanya tiba-tiba berubah dan mau meminta maaf secara sukarela.
“Apa kepalanya sudah terbentur hingga menjadi gila?” batin Leathina curiga dengan tingkah laku Pangeran Yardley.
“Ah Leathina, jangan menatapku seperti itu maksudku bukan seperti sepasang keka...”
“Iya, iya, aku tahu kau hanya ingin berbicara denga bebas seperti yang dilakukan Pangeran Edward padaku bukan?” ucap Leathina memotong ucapan Pangeran Yardley.
Mendengar perkataan Leathina, Pangeran Yardley terperanjat kemudian lama-lama pipinya memerah dengan sendirinya.
“Pangeran tolong dengarkan perkataan saya karena saya tidak akan mengulanginya dua kali.”
Pangeran Yadrley mengangguk mengiyakan perkataan Leathina kemudian mendengar dengan serius apa yang akan Leathina katakan.
“Saya telah memaafkan pangeran lagipula bukan saya yang anda sakiti, pangeran juga boleh mengobrol dengan saya seperti yang lainnya. Tapi, hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi jadi saya mohon tolong jaga sikap anda perlakukan saya seperti gadis pada umumnya dan saya akan memperlakukan anda seperti pria pada umumnya terimakasih telah meminta maaf aku menghargai itu, cukup sampai disini saya pamit pergi pangeran.” Leathina membungkuk memberi hormat dengan sopan kemudian pergi meninggalkan Pangeran Yardley yang tiba-tiba terdiam tidak berkutik setelah mendengar ucapan Leathina.
“Eh! Tunggu dulu Leathina, masih ada yang ingin aku kata....”
“Waktumu sudah habis Yardley! Sebaiknya kau tidak lagi menganggu Leathina, ini peringatan, ingat itu!” Saat Pangeran Yardley hendak menghentikan Leathina Pangeran Edward langsung menghentikannya kemudian memperingatinya agar tidak lagi menganggu Leathina.
Setelah berbicara dengan pangeran Yardley, Pangeran Edward pun segera bergegas mengejar Leathina yang telah pergi terlebih dahulu karena tidak ingin berurusan lebih lama dengan pangeran Yardley sebelum masalah muncul.
...***...
Hai! Author kembali lagi nih!! 💙
Author meminta maaf yang sebesar-besarnya pada para pembaca karena tidak update selam beberapa waktu.🙇
Selamat membaca. 💙💙