
“Oh jadi seperti itu, tentu saja karena aku yang membuatnya.” Leathina menjawab perkataan Winter dengan candaan kemudian tertawa karena candaannya sendiri.
“Aku.. aku.. aku juga mau kakak Leathina.” Tiba – tiba saja terdengar suara anak kecil yang menyela percakapan diantara mereka bertiga.
“Nora! Sejak kapan kamu berdiri di sana?”
Leathina yang merasa tidak asing mendengar suara itu segera mencari sumber suaranya dan menemukan Nora yang berdiri di belakang Pangeran Edward dan Winter karena tubuhnya kecil jadi Leathina tidak bisa melihat keberadaan Nora.
“Aku sudah berdiri di sini dari tadi, aku kesini mengikuti mereka berdua tadi.”
“Benarkah?”
Nora mengangguk dengan cepat menjawab perkataan Leathina dan segera mengulurkan tangan kirinya agar Leathina memasangkan gelang untuknya.
“Baiklah karena kamu sala satu favoritku aku akan memberikan satu untukmu, Nora.”
Leathina kembali mengambil satu gelang dari kantung kain miliknya kemudian memasangkannya pada pergelangan tangan Nora setelah itu mengacak rambut Nora karena gemas melihatnya yang terus – menerus tertawa memamerkan gigi – giginya yang rapi.
“Yey, terimakasih Kakak Leathina, nanti aku akan memberikanmu hadiah sebagai balasannya.”
“Akan aku tunggu hadiah darimu Nora.” Leathina hanya tersenyum kemudian kembali merapikan rambut Nora yang tadi dia acak.
“Apa yang kalian lakukan disini, kompetisi telah dimulai dari setengah jam yang lalu tapi kalian malah masih berdiri dan mengocehkan hal – hal yang tidak jelas diini.”
“Pangrena Yardley?”
Saat Leathina, Pangeran Edward, Winter dan Nora masih berkumpul dan bercanda bersama tiba – tiba saja Pangeran Yardley datang menghampiri dan menegur mereka.
“Kami disini untuk meminta benda pengikat dari Nona Leathina, apa kamu juga mau? lihatlah ini lebih mudah dibawa dibandingkan sapu angan yang bisa hilang kapan saja.” Pangeran Edward berbicara lebih dulu untuk menjawab pertanyaan Pangeran Yardley kemudian dibenarkan oleh Winter dan Nora.
“Aku tidak mau, aku sudah bosan mendapat benda pengikat dari Leathina dari tahun – tahun sebeumya dia bahkan memaksaku untuk menerima saputangan miliknya dulu dan sekarang adalah kebebasan untuk ku lagipula aku telah mendapatkannya dari Yasmine.” Pangeran Yardley berbicara sambil memperlihatkan sebuah sapu tangan yang ia ikatkan pada gagang pedang miliknya.
“Aku juga tidak mau memberikannya padamu, aku tdak pernah berharap akan menjalin hubungan lagi denganmu.”
Karena kesal mendengar ucapan dari Pangeran Yardley ia menjawab pangeran dengan ketus kemudian segera melompat naik ke atas kuda miliknya sayangnya karena terburu – buru Leathina malah hampir terjauh dan di tangkap oleh Winter.
“Hati – hati Nona Leathina.”
“Terimakasih Winter oh iya jangan paggil aku Nona panggil saja namaku langsung kita sudah cukup akrab bukan.”
“Baiklah Leathina, aku akan membantumu.”
“Aku juga.”
Winter dan Edward sama – sama membantu Leathina untuk naik ke tas punggung kuda. Winter mengangkat Leathina naik ke atas punggung kuda sementara Edward memegang tangan Leathina agar bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Setelah berhail naik Leathina pamit pada Anne dan Nora kemudian segera memcut punggung kudanya sehingga kudanya segera berlari masuk ke dalam hutan. Setelah Leathina pergi kini Pangeran Yadrley juga pergi memasuki area hutan meninggalkan Pangern Edward dan Winter yang masih berada di tempat yag sama.
“Kamu menyukai Leathina?” tiba –tiba saja Pangeran Edward mengajukan pertanyaan pada Winter saat hanya tinggal mereka berdua.
“Itu bukan urusan anda Pangeran Edward, perasaan saya adalah urusan pribadi saya.”
Setelah menjawab pertanyaan Pangeran Edward, winter kemudian membungkuk dengan sopan kemudian pergi meninggalkan Pangeran Edward untuk mempersiapkan barang bawaanya sebelum masuk ke dalam hutan.
“Aw.. aw...”
“Maafkan aku Nona aku pasti tidak memperhatikan sekitarku.”
“Nona Yasmine?” saat membantu orang yang ditabraknya untuk berdiri Winter menyadari bahwa wanita tersebut adalah Yasmine.
“Tidak apa – apa Tuan Witer ini salahku karena terburu – buru.”
“Kalau begitu saya akan pergi Nona Yasmine.”
“Tunggu.. tunggu dulu Tuan Winter.” Saat Winter akan pergi Yasmine dengan sengaja menarik tangan Winter untuk menghentikannya.
“Ada apa Nona Yamine? Apa ada yang terluka?”
“Bukan, Bukan, jadi aku memiliki sapu tangan yang telah aku sulam dan jumlahnya agak banyak apa kamu mau menerima satu saputangan dariku?” Yasmine dengan malu – malu menawari Winter saputangan sulaman miliknya.
“Oh terimakasih atas kebaikan anda Nona Yasmine, aku sudah memiliki benda pengikat dari Nona Leathina dan ini sudah cukup untukku.” Winter berbicara sambil memperlihatkan gelang yang tadi dipasangkan Leathina untuknya kemudian segera pergi meninggalkan Yasmine.
“Pangeran Edward anda ternyata juga ada disini, mengenai semalam sebagai permohonan maaf aku akan memberikan saputangan yang telah aku sulam untuk Pangeran.” Mata Yasmine kini tertuju pada pangeran Edward yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya dan menawari Pangeran Edward sebuah sapu tangan.
“Nona Yasmine, apa anda tidak merasa bersalah dengan saudaraku Yardley kalau dia tahu kamu juga memberikan benda pengikat pada laki – laki lain mungkin dia akan kecewa, lagipula aku juga telah mendapat benda pengikat dari Leathina.” Pangeran Edward berbicara sambil memperlihatkan gelang yang ada di tangannya pada Yasmien.
“Tidak apa – apa Pangeran Edward aku menyulam banyak sapu tangan untuk cadangan jadi dari pada sapu tangannya sia – sia lebih baik aku berikan saja pada orang – orang.”
“Jadi seperti itu, kalau begitu kenapa Nona Yasmine tidak memberikannya pada mereka saja, mereka semua terlihat mengiginkan benda pengikat dari Nona Yasmine.” Pangeran Edward berbicara sambil menujuk beberapa kesatria yang dari tadi terus memandangi Yasmine dari kejauhan, mereka tidak berani mendekat karena Yasmine masih bersama dengan Pangeran Edward.
Setelah pangeran Edward menujukkan pada Yasmine beberapa kesatria yang terus memandanginya pangeran Edward segera pergi meninggalkan Yasmine.
Yasmine menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Pangeran Edward dan melihat beberpa kestria yang sedang memandanginya melihat itu Yasmine segera menoleh kembali ke arah Pangeran Edward ingin menjelaskan bahwa mereka tidak sedang memandanginya tapi Yasmine tidak menemukan siapa – siapa dan hanya melihat punggung Pangeran Edward yang telah pergi meninggalkannya.
“Sialan, mereka semua mengabaikan aku!” Yasmien mendegus kesal setelah ditinggalkan oleh Pangeran Edward.
Yasmine berjalan menuju pada salah satu tenda milik kesatria memperhatikan orang – orang disekitarnya kemudian segera masuk ke dalam tenda secara diam – diam.
“Oh lihat siapa yang datang, sudah lama kita tidak bertemu Nona Yasmine.”
Orang – orang yang ada di dalam tenda tersebut segera menyambut kedatangan Yasmine.
“Roland, aku punya tugas untukmu aku akan membayarmu setelah rencanaku berhasil.”
“Sebenarnya kami telah memiliki misi lain itulah kenapa kami mengikuti kompetisi ini. Tapi, karena nona Yasmine adalah pelanggan setia kami maka tentu saja kami akan melakukan pekerjaan yang Nona Yasmine berikan asalkan ada bayaranya.”
“Tenang saja akan aku bayar setelah rencanaku berhasil.”
“Katakan Nona Yasmine apa yang harus dilakukan tapi, jujur saja aku selalu kagum padamu yang bisa menutupi sifat aslimu.”
“Lukai Pangeran Yardley dan tinggalkan jejak buat seolah – olah Leathina lah yang melakukanya. Tapi ingat jangan sampai membunuhnya.”
"Kenapa kamu sangat membenci Nona Leathina sehingga menjadikannya target?"
“Bukan urusanmu! Lakukan saja seperti yang aku perintahkan dan jika tidak berjalan dengan lancar maka kalian harus langsung membunuh Leathina dan buat seolah – olah itu adalah kecelakaan.”
“Baiklah akan kami lakukan.”
“Bagus, aku menaruh harapan padamu Roland.”
Setelah memberikan intruksi pada Roland yang merupakan pembunuh bayaran, Yasmine kemudian segera keluar dari tenda tersebut meninggalkan Roland dan para bawahannya yang kini tengah bersiap – siap memasuki area kompetisi berburu.
......***......