
***
Di kediaman jendral ho semua orang telah bangun dari tidur nya. fang yin pun seperti biasa tengah berjalan menuju kamar xia yu berniat untuk menyiapkan air untuk rutinitas mandi nona nya.
"selamat pagi non.." ujar fang yin tak di terus kan karena dia terkejut tidak mendapati xia yu di dalam kamar nya. 'kemana nona xia yu..?' batin nya bertanya.
"nona..nona..nona xia yu.." ujar fang yin memanggil-manggil xia yu.
fang yin semakin khawatir karena tidak menemukan sosok nona nya di dalam kamar. fang yin mencari di luar kamar sampai halaman. dia juga meminta bantuan pada pelayan dan pengawal yang berada di sana.
kabar ke tidak beradaan xia yu telah di ketahui oleh jendral ho dan minghao yang tengah sarapan bersama. betapa terkejut nya mereka saat fang yin menghadap nya untuk memberikan surat yang di tinggal kan oleh xia yu.
"tuan besar.. saya menemukan sebuah surat di atas meja rias nona xia yu, seperti nya ini sengaja di tinggal kan oleh nona untuk tuan." ujar fang yin menghadap jendral ho dan memberikan surat dari xia yu.
"kapan kau menemukan surat ini..?" tanya jendral ho.
"baru saja tuan.. maaf tadi saya tidak menyadari jika nona meninggal kan surat ini di atas meja rias nya." jawab fang yin.
"apa kakak ku tidak berbicara pada mu kemana dia akan pergi.?" tanya minghao.
"tidak tuan.. sejak kemarin nona tidak banyak bicara kepada saya, nona hanya menyuruh saya menunggu di depan pintu dan melarang siapa saja yang ingin bertemu dengan nya." jelas fang yin.
"xia yu.. apa kau masih marah pada ayah.." lirih jendral ho.
"tenang lah ayah.. sekarang kita baca dulu saja surat dari kakak.. mungkin kakak mengatakan kemana dia pergi.." ujar minghao menenang kan ayah nya.
"tolong panggil selir xin dan xinxin kemari.." titah jendral ho pada fang yin.
"baik tuan.." jawab fang yin. dia bergegas keluar dari ruang makan dan melaksanakan perintah jendral ho.
jendral ho membuka lipatan kertas surat yang di berikan oleh fang yin. dengan perasaan yang tidak karuan jendral ho membaca isi surat itu.
_Teruntuk keluarga ku_
Ayah tolong maafkan aku.. aku tidak bermaksud meninggalkan kalian. tolong jangan cari aku suatu saat jika sudah waktu nya aku akan kembali kepada kalian.
aku sangat menyayangi kalian..
...keluarga ku..."
ujar jendral ho membaca kan isi surat dari xia yu.
meskipun isi surat itu sangat sedikit tapi mereka telah mengetahui jika xia yu menyayangi dan memaafkan keluarga nya dengan tulus.
di lain tempat fang yin telah menemukan surat yang di tinggal kan oleh xia yu. fang yin membaca isi surat itu dengan sangat antusias. sebenar nya dia merasa kecewa karena xia yu meninggal kan nya begitu saja tanpa memberitahu kan kepergian nya. dia merasa jika xia yu tidak benar-benar menganggap nya sebagai teman.
"untuk fang yin sahabat ku...
fang yin maaf kan aku karena tidak memberitahu mu sebelum nya. dan maaf bukan maksud ku meninggal kan mu. tapi aku ingin memastikan jika tempat yang aku tuju tidak akan berbahaya untuk mu. tenang saja aku akan kembali menjemput mu minggu depan tapi aku mohon jangan beritahu kan surat ini pada orang lain. kau buat saja alasan agar kau kembali ke tempat nenek. aku akan menjemput mu di sana.
tolong beritahukan kepergian ku kepada kelima saudara jiang dan berikan resep buku masakan yang telah ku buat kepada jiang ya. beritahu mereka untuk membuka usaha kedai makanan di ibu kota. gunakan semua penghasilan yang sudah kita tabung dari awal penjualan minyak. dan pekerjakan orang yang benar-benar membutuh kan pekerjaan. fang yin selama satu minggu ini berlatih lah kultifasi untuk pemula. aku tahu kau ingin mempelajari seni beladiri aku akan membantu mu asal kau melaksanakan semua perintah ini.. oke.
tunggu aku pasti akan kembali untuk menjemput mu." isi dari surat yang di tulis xia yu.
"nona.. aku tidak menyangka jika nona akan memperlakukan ku berbeda dengan yang lain nya.. maafkan aku telah berburuk sangka pada mu, dan aku pasti akan melaksanakan semua perintah mu. aku berjanji akan berkultifasi dengan serius agar kelak di kemudian hari aku bisa melindungi nona." lirih fang yin menyesali prasangka buruk nya dan bersemangat menjalan kan semua perintah xia yu.
fang yin pun meminta ijin pada jendral ho untuk kembali bekerja di paviliyun nenek xia wei. mendengar hal itu jenral ho langsung menyetujui permintaan nya. jendral ho tahu jika fang yin tulus dan jujur pada keluarga nya. dia juga tidak terlalu menganggap fang yin sebagai pelayan.
semua orang kembali ke pekerjaan nya masing-masing setelah jendral ho memberitahu kan pada mereka jika xia yu telah pergi ke sebuah sekolah para nona yang ingin belajar menjadi seorang pemula dalam seni beladiri. karena hanya alasan itu yang masuk akal untuk situasi saat ini. dia tidak mungkin memberitahu kan yang sebenar nya jika xia yu kabur dari kediaman nya.
.
.
.
.
**tbc