
"yihua..!!" ujar jendral ho memanggil yihua yang sedang terbaring di atas tanah kemudian menghampiri nya, di ikuti oleh selir xin dan xinxin juga minghao.
semua orang yang berada di sana sangat terkejut melihat keadaan yihua yang sudah tak sadar kan diri setelah dia batuk.
"kakak.. kau kenapa kak..?" ujar yue yin histeris menepuk-nepuk pipi yihua.
"apa yang terjadi pada yihua..?" tanya selir xin pada jendral ho yang tengah memeriksa yihua.
"bawa dia ke dalam." ujar jendral ho tak menjawab pertanyaan selir xin. sekarang dia tengah menghawatir kan keadaan yihua.
meskipun dia tahu jika yihua selalu iri dengan saudara nya. tapi tidak bisa di pungkiri jika dia tetap anak nya.
yihua di bawa ke dalam ruangan yang ada di dalam arena pembuktian. tubuhnya di baringkan di atas tempat tidur tempat para petarung yang mengalami cidera.
seorang pria yang di panggil tabib tengah memeriksa denyut nadi nya. tidak berapa lama dia menggeleng kan kepala nya pelan ke arah jendral ho, mengisyarat kan jika yihua telah meninggal.
semua orang yang berada di dalam itu terkejut mengetahui yihua meninggal. apa lagi karena tidak ada gejala berat sama sekali, dia hanya batuk tidak lama dia meninggal.
"kakak..kakak..!! kakak tidak boleh meninggal.. tidak boleh" jerit yue yin kembali histeris.
"tenang lah yue yin.." ujar minghao mencoba menenang kan nya.
"kak minghao.. kakak ku tidak meninggal.. hu.hu... dia hanya tidur kan.. dia tidak meninggal hiks..hiks.." lirih yue yin menangis dalam pelukan minghao.
dia tidak percaya jika kakak yang selalu menjaga nya meninggal secara mendadak membuat nya tak terima dengan kematian yihua setelah beberapa hari lalu baru saja di tinggal kan oleh ibu nya.
"bawa yue yin keluar.. dan kamu juga keluar aku ingin berbicara dengan tabib.." ujar jendral ho memerintahkan minghao membawa yue yin keluar dari kamar itu. dia juga menyuruh selir xin dan xinxin keluar.
"baik ayah.. ayo yue yin.." jawab minghao mengajak yue yin keluar.
"tidak..! aku tidak mau meninggal kan kakak.. kasihan dia sendirian tidur di sana.. aku harus menemani nya hwaaaa... kakak." ujar yue yin menolak.
"sadar lah.. kakak mu sudah meninggal." bentak minghao.
"kakak..hiks... kakak.. jangan tinggal kan a.." lirih yue yin terpotong karena tidak sadar kan diri di pelukan minghao.
"yue yin.." ujar minghao dan selir xin bersamaan saat menyadari yue yin pingsan.
minghao membawa yue yin keluar dari ruangan yang di tempati oleh yihua. dia membaringkan yue yin di ruangan sebelah itu.
tabib tadi menjelas kan akibat dari kematian yihua. dia mengatakan jika yihua mengalami sesak nafas akut yang mengakibat kan nya kesulitan bernafas dan meninggal.
jendral ho menerima kematian yihua. dia memerintah kan para pelayan nya untuk membantu membawa jasad yihua kembali ke rumah.
jendral ho juga memberitahu kan kabar itu kepada kaisar yang sedari tadi menunggu nya di tempat nya bersama para raja dan mentri lain nya.
semua orang mengucap kan turut berduka atas kematian anak jendral ho. sedangkan mereka tidak menyadari jika xia yu telah kembali ke kediaman jendral ho terlebioh dulu bersama fang yin.
***
ke esokkan hari nya keluarga dan para pekerja jendral ho di sibuk kan dengan acara kremasi yihua.
mereka semua memakai pakaian serba putih. yue yin terlihat begitu menyedihkan dengan mata nya yang sembab. dia menghampiri yihua yang berada di atas tumpuk kan kayu.
"kakak.. kenapa kau tinggal kan aku sendirian..hiks.. kenapa kau tidak mengajak ku pergi bersama mu..hiks.. aku ingin ikut bersama mu bertemu ibu.. bukan kah kau ingin melihat kematian jala*g itu." ujar yue yin menangis tersedu-sedu di hadapan jasad yihua.
saat yue yin mengatakan kematian xia yu, dia langsung sadar dan teringat dengan xia yu yang di racuni oleh yihua.
yue yin mencari keberadaan xia yu di sekitar nya. dan dia melihat xia yu tidak jauh dari tempat nya berada. dia terkejut melihat xia yu baik-baik saja.
'kenapa jala*g itu tidak mati..? seharus nya dia mati 'kan.. meskipun aku tidak berhasil membunuh nya.. tapi siapa yang aku lihat ini..?
tunggu.. atau jangan-jangan kematian kakak adalah ulah li tong yang berhianat dan membunuh kakak dengan racun itu.' batin yue yin. mencurigai li tong pelayan setia yihua.
dengan amarah nya yang memuncak dia menghampiri xia yu yang tengah menantikan kegilaan apa yang akan di lakukan oleh yue yin.
"dasar pembunuh..!! kau adalah dalang dari kematian kakak ku kan..?" ujar yue yin menuduh xia yu di hadapan semua orang. membuat mereka terkejut dengan teriakan nya.
"Yue yin..!!" bentak jendral ho.
"Yue yin apa yang kau ucap kan.. Jaga bicara mu jangan sembarangan menuduh orang." sambung minghao.
Tapi yue yin menghiraukan ucapan jendral ho dan minghao. Dia kembali menghampiri xia yu.
fang yin terlihat takut saat yue yin menghampiri mereka. sedangkan xia yu tersenyum tipis menyambut kedatangan yue yin yang tengah murka.
"Pembunuh.." bentak yue yin.
"kau membunuh nya kemarin.." ujar yue yin kembali menunjuk xia yu.
"bukan nya kemarin aku bertarung dengan mu..?" jawab xia yu.
"Kemarin malam kau menyuruh li tong untuk meracuni kakak ku kan.? akui lah perbuatan mu.. kau telah membunuh ibu ku dan kemarin kau meracuni kakak ku 'kan.." ujar yue yin kekeh dengan prasangka nya.
"aku tidak mengerti maksud mu.. siapa itu li tong..?" jawab xia yu pura-pura tidak mengenal li tong. demi mengikuti alur permainan cantik nya.
"kau berpura-pura tidak mengenal nya.. akan ku bawa dia kemari agar kau ingat dengan anak buah mu itu." ujar yue yin meninggal kan xia yu.
dia kembali ke tempat kremasi yihua. menarik tangan li tong yang sedari tadi ketakutan saat nama nya di sebut oleh yue yin. dia membawa nya ke hadapan xia yu.
..akh.. brukh.... jerit li tong terjatuh saat yue yin melepaskan tangan li tong dan mendorong nya ke arah xia yu.
"akui.. perbuatan mu yang telah meracuni kakak ku.." bentak yue yin pada li tong.
"ampun nona.. saya tidak meracuni nona yihua." jawab li tong.
"dasar pembohong.. Penghianat.. Kau telah mengkhianati kakak ku.." ujar yue yin mulai menjambak rambut li tong dan menyiksa nya.
"Aakkhh...nona.. ampun nona hiks... Ampun saya tidak berbohong nona.. Saya tidak menghianati nona yihua.. Saya telah melakukan apa yang di perintahkan nona pada saya. Saya tel..." jawab li tong keceplosan.
"Diam kau..!!" bentak yue yin memotong ucapan li tong. Dia terkejut hampir saja li tong mengucap kan rencana pembunuhan nya.
"Apa yang telah kau lakukan..?" tanya jendral ho pada li tong.
"H.. Ha.. Hamba.." jawab li tong gagap karena takut pada jendral ho.
"Tidak ayah.. Dia tidak melakukan apa pun.." jawab yue yin menyela ucapan li tong.
"Jawab aku.. jika tidak kau dan keluarga mu akan aku hukum." ancam jendral ho.
"Akan ku bunuh kau..!!" ujar yue yin menghampiri li tong dia mulai mencekik nya.
...crack!... Suara botol yang pecah keluar dari dalam baju li tong. Yue yin semakin memperkuat cekik kan nya saat melihat botol itu.
"Mati kau.." gumam nya.
"Pengawal hentikan nona yue yin.." perintah jendral ho.
"Baik tuan.. " jawab mereka melaksanakan perintah jendral ho.
"Lepaskan aku.." ujar yue yin saat para pengawal mencegah nya. yue yin mencoba menyerang pengawal itu dengan pukulan tangan nya.
.. Hiyaaa... Bugh.. Bugh... Yue yin memukul para pelayan itu.
setelah dia memukul mereka dia bingung kenapa para pengawal itu masih terlihat baik-baik saja. Dan sebalik nya para pengawal itu tidak merasakan sakit pada bagian yang di pukul okeh yue yin. Mereka hanya merasakan tangan anak kecil yang tengah memukul mereka tidak ada kekuatan sekalipun.
"Tuan.. Ini adalah botol yang terjatuh dari pakaian pelayan itu." ujar salah satu pengawal memberikan botol yang sudah pecah itu pada jendral ho.
"Botol apa ini..?" tanya jendral ho pada li tong.
"I..it....itu adalah botol racun milik nona yihua." jawab li tong.
"Untuk apa yihua memberi mu botol ini.? Dan apa isi dari dalam botol itu.?" tanya minghao.
"Ampun tuan.. Ampun... Isi dari botol iti adalah racun bayangan.. Hamba hanya di perintahkan untuk menaruh botol itu di dalam kamar nona sulung.."
"LANCANG SEKALI KAU..!!" bentak jendral ho. Dia mulai murka setelah mendengar jawaban li tong.
"Seret dia ke dalam penjara dan hukum pancung hari ini juga.." lanjut jendral ho.
"Dan kau.. aku sungguh kecewa pada kalian.." ujar jendral ho pada yue yin setelah menghampiri nya.
'Akhir nya permainan ini berakhir juga.. Selamat menempuh hidup baru kalian dua cucunguk..' batin xia yu meninggal kan kegaduhan di tengah-tengah acara kremasi yihua.
Jendral ho memerintahkan para pengawal untuk membawa kedua gadis itu ke penjara. Li tong di hukum pancung oleh jendral ho dan yue yin di hukum kurungan penjara selama hidup nya.
Acara kremasi yihua tetap di jalan kan. Tapi tidak di saksi kan oleh jendral ho dan minghao. Di sana hanya ada selir xin dan beberapa pengawal dan pelayan.
Kehidupan baru untuk keluarga xia yu sudah bersih dari para pelakor dan penghianat.
**tbc