
***
Kereta yang Xia yu tumpangi telah berhenti di depan aula istana ibu suri yang kini dipenuhi oleh para tamu. tamu-tamu itu berasal dari para bangsawan, para menteri, pangeran, putri, nona muda serta tuan muda. bahkan sampai ada tamu yang berasal dari kerajaan tetangga. seperti kerajaan Xifang, kerajaan tiankong, dan kerajaan lainnya.
Fang yin dan Li zyan turun lebih dulu. kemudian mereka berdua berdiri di samping kereta menunggu Xia yu turun dari dalam kereta. saat mereka turun mereka sudah menjadi objek kekaguman dari orang-orang di sana, terutama kaum hawa.
para penjaga yang mengendarai kereta mempersilahkan nonanya turun dari kereta. para penjaga memakai pakaian yang sama. pakaian mereka berwarna merah dan di padukan dengan warna hitam sebagai coraknya.
ternyata mereka datang bukan hanya dengan satu kereta, melainkan dengan dua kereta sekaligus. satu keretanya diisi oleh Xia yu dan teman-temannya dan satu kereta lagi dengan rombongan para pengiring penari, yang di sewa oleh Xia yu untuk mengiringi pertunjukannya malam ini di dalam aula istana Ibu suri.
Xia yu turun dari kereta dengan anggun nya. bahkan semua tamu tertegun saat melihatnya turun dari atas kereta. kini dia berdiri di antara Fang yin dan Li zyan.
amat sangat sempurna.!
Xia yu bagaikan seorang putri misterius yang sedang berkunjung ke istana kerajaan tetangga yang di kawal oleh gadis cantik dan pria tampan. padahal dia hanya anak dari seorang jendral yang kerajaan nya jauh di sebrang sana.
para kaum hawa terpesona melihat ketampanan Li zyan yang memakai pakaian berwarna putih berkerah kain hitam. setengah rambutnya di ikat di atas dan di beri hiasan rambut khusus pria pria. di tambah topeng emas setengah wajahnya yang menambah kesan tampan bak' seorang pangeran.
topeng itu berguna untuk penyamarannya. para kaum hawa yang terpesona itu menatap iri pada dua gadis yang berada di depan dan samping nya. namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena takut menyinggung perasaan orang yang belum mereka kenal. bagaimana jika pria tampan itu adalah seorang pangeran.
Sementara Fang yin tetap setia memakai pakaian pink. pakaian yang khas dan menandakan jika dirinya itu adalah seorang pelayan nona. namun, bedanya bahan pakaiannya itu lebih bagus dari bahan pakaian yang di kenakan nona-nona dari bangsawan. bisa di bilang jika bahannya sekelas dengan bahan pakaian yang di kenakan seorang putri kerajaan. dan untuk Xia yu, dia tetap cantik dengan kecantikan yang di sembunyikan nya.
kenapa dia menyembunyikan kecantikan wajahnya itu?
itu karena dia ingin memikat seorang penggila wanita cantik untuk bersanding dengan dirinya. sekuat-kuatnya seorang pendekar, dia juga pasti memiliki kelemahan terhadap gadis cantik. apalagi gadis cantik itu dengan sengaja menyembunyikan kecantikan wajahnya.
Xia yu mengenakan pakaian serba merah. namun rambutnya ia gerai dan ia tutupi dengan selendang merah. sementara wajahnya ia tutupi dengan kain cadar yang memiliki motif sama dengan pakaian dan selendang penutup kepalanya. kira-kira seperti di bawah ini visual penampilan Xia yu saat ini.
Benar-benar kecantikan yang tersembunyi. tubuh putihnya di tutup rapi dengan kain merah. namun sedikit terbuka di bagian ************ leher, pundak sampai dadanya. di tambah Lirik kan Mata birunya menjadi serangan mematikan untuk menarik perhatian pria yang memuja kecantikan.
Xia yu dan yang lainnya di persilahkan masuk oleh pihak yang menyambut para tamu. mereka di bawa ke sebuah tempat yang mengarah ke arah aula istana. tempat dimana semua tamu berkumpul untuk memberikan hadiah kepada ibu suri serta menyaksikan pertunjukan yang akan di tampilkan malam ini.
ya.. malam ini adalah malam dimana Xia yu akan ikut tampil dalam acara pemberian ucapan selamat ulang tahun pada ibu suri.
malam ini juga adalah acara Dimana kaisar harus memilih salah satu nona dan putri yang di pilih untuk menjadi selir dan permaisuri kaisar kerajaan bei.
...
Acara ulang tahun ibu suri akan di mulai beberapa menit lagi. kini Xia yu tengah bersiap untuk tampil, dia akan tampil dua kali tampil dalam acara malam ini.
penampilan pertama adalah acara pembukaan yang berarti mempersembahkan tarian pembuka. penampilan kedua adalah pemberian selamat ulang tahun. yaitu dia harus memberikan tarian yang tidak pernah di lihat oleh ibu suri. itu menandakan jika tarian itu memang di tujukan untuk beliau. belum lagi ia harus mempersembahkan kata-kata bijak untuk umur panjang ibu suri.
setelah penampilan pertama, dia akan kembali ke kamar yang di siapkan untuk pengisi acara, yang kini sedang dia tempati bersama kedua temannya dan beberapa penjaganya yang akan berperan sebagai pengiring nya.
GOOONG...
GOOONG...
suara gong telah berbunyi menandakan jika acara akan segera di mulai. Xia yu bersama yang lainya telah keluar dari kamar dan menunggu giliran untuk mempersembahkan tarian pembukaan acaranya. Xia yu akan tampil setelah narator acara ini mempersilahkan nya untuk tampil.
irama musik mulai terdengar bersamaan dengan datangnya Ibu suri dan kaisar kerajaan bei. mereka di sambut hangat oleh keluarga kerajaan yang telah berdiri menyambut kedatangan mereka. semua orang berdiri mengikuti keluarga kerajaan yang menyambut kedatangan pemimpin kerajaannya.
*SALAM HORMAT KAMI KEPADA BAGINDA YANG MULIA KAISAR.!
*SALAM HORMAT KEPADA IBU SURI, SEMOGA PANJANG UMUR.!
ujar semua orang memberi penghormatan pada kaisar dan ibu suri. mereka memberi hormat dengan cara membungkukkan tubuh dan memposisikan kedua tangannya di depan dada.
kaisar dan ibu suri yang melihat itu hanya melanjutkan langkah mereka sampai tiba di depan tempat duduk yang memang tersedia untuk mereka. kini ibu suri duduk berdampingan dengan kaisar. itu menandakan jika hari ibu suri adalah ratu dari kerajaan ini.
tiba dimana acara pembukaan di mulai. semua orang telah kembali ke posisi mereka. perempuan dan laki-laki di pisahkan dalam posisi kanan dan kiri.
kira-kira seperti ini lah susunan aula istana ibu suri, tempat dimana acara ulang tahun di adakan.
Xia yu berada di tengah-tengah penari yang telah di sewanya. kini dia akan menunjukkan karismanya kepada semua orang yang berada di istana ini. terlebih lagi dia akan menggunakan kecantikannya untuk memikat satu orang yang menjadi targetnya.
suara musik tradisional mulai terdengar mengalun indah berirama mengiringi satu persatu gerakan dari para pengiring penari.
pengiring penari itu sedikit menjauh darj sosok gadis berpakaian serba merah yang tengah duduk di tengah-tengah altar. wajahnya tertutup kain cadar merah. menutupi kesempurnaan kecantikan wajahnya.
iringan musik semakin terdengar, Xia yu mulai menggerakan kakinya dan mulai menari dengan indahnya. jari jemari lentiknya sangat pas dengan posisi tangan yang bergerak lunglai ke kiri dan kanan.
Xia yu mulai meloncat-loncat ringan bahkan terbilang anggun karena kain merah yang berada di sekitar pinggang nya ikut bergerak ke atas dan ke bawah saat dia bergerak. berputar-putar dengan iringan lagu yang terus mengiringi menari. Xia yu seperti bidadari yang berjalan di atas udara yang memisahkan jarak antara angka satu dan nol.
musik berhenti, sebuah tanda dimana acara tarian pembukaan itu terhenti, ini saatnya ia harus membacakan puisi atau kata-kata bijak yang bersangkutan dengan ibu suri dan kaisar. Xia yu akan mempersembahkan puisi dengan cara bersandiwara bersama Li zyan dan Fang yin. dengan lihainya ia keluar dari altar tanpa menimbulkan suara yang mengusik telinga para tamu dan keluarga kerajaan.
para pria yang ikut bersamanya telah menyusun properti yang akan mereka gunakan dalam sandiwara itu. setelah tersusun rapi, Li zyan dan Fang yin mulai memasuki altar untuk bersandiwara sesuai dengan apa yang telah mereka latih beberapa hari yang lalu.
Fang yin bertugas sebagai narator yang membacakan alur puisi yang akan di mainkan oleh Xia yu dan Li Zyan.
"RANTING KERIPUT, AKAR MENUA UNTUK IBU"
matahari kecewa melihatnya.
dia akan terbakar oleh panasnya
dia baru sadar setelah menjadi abu
tersapu angin ke arah timur
jauh dari jangkauan raja dan ratu.
remaja itu mengeluh karena hidupnya serba kekurangan.
kawannya memiliki segalanya
dia ingin seperti yang lainnya
dia menyalahkan, lalu membentak kedua orang tuanya.
ia seraya berkata kepada ratu:
"kenapa hidup kita begini? jawablah?" (lirih Li zyan yang berperan sebagai pemuda dalam cerita yang di bawakan mereka sebagai kado untuk ulang tahun ibu suri)
"Oh sungguh kejamnya anak itu, Raja dan ratu itu salah apa dimatamu??" (lirih Xia yu yang baru saja kembali memasuki altar. kini ia memakai pakaian yang lebih sopan dan tetap memakai cadar. dia kembali bersandiwara.)
"dia tidak mengeluh mengandung mu, menjagamu, mengajarimu.
Heyy.. remaja tidak tahu diri
Syukuri lah itu, terimalah, bergeraklah tak ada gunanya kau membentak ratu.
Surga ada di telapak kakinya, ingat itu pecundang!!!
bila kau ingin seperti kawanmu yang ada segalanya bilanglah kepada ibumu.
"Ibu aku akan merubah hidup kita, do'akan aku sertakan dalam jiwaku, doronglah aku agar bisa mencapainya" (bentak Xia yu dengan sorotan tajam dalam matanya yang bercampur dengan kelembutan)
"cepatlah sampaikan itu kepada ratu
matahari sudah tenggelam di barat.!" titahnya lagi.
"hey pecundang apa kau masih ingat?" tanya Xia yu pada Li zyan.
"ingat apa hah?" jawab Li zyan.
"ucapan-ucapan kasih sayang dari ratu, apa kau ingat?
kau harus mandi, agar tubuh mu bersih
kau harus makan, agar tak lapar
kau harus belajar, agar pintar."
remaja itu baru sadar, membuka mulut lalu berbicara dengan penuh penyesalan. ia menatap langit dengan kesedihan.
membayangkan raut wajah sang ratu karena ratu sudah tidak ada disampingnya.
ia adalah ratu yang sangat tabah, tak pernah mengeluh. dia pun membayangkan bagaimana ratu itu sudah tidak ada di sana.
Dia menggeleng kan kepalanya menolak pikiran tidak baiknya dan seraya berkata :
"wahai ibu hanya bayangan raut wajahmu berputaran di pikiranku
aku ingin kau menyaksikan kejayaanbku. kumohon tetaplah bersamaku, hingga aku benar-benar berada di atas puncak. ya Tuhan berilah ibuku kesehatan jasmani dan rohani. jauhkanlah ia dari segala macam penyakit. aku ingin berbakti padanya. biarkan aku membahagiakan nya dalam usianya yang sudah tidak lagi muda. aku berjanji akan memberikan segalanya untuk dapat membuatnya selalu tersenyum." (ujar Li zyan dengan sangat menghayati perannya)
ini ucapan untukmu Ibu.
"Disaat ku melihat senyuman indahmu, disertai manis itu kau tampak bahagia, aku senang melihatnya. dengan semua perasaan senang itu, tentu tak bisa dibayar dengan apapun.
remaja itu terus berkata:
aku selalu mendoakanmu, semoga engkau panjang umur. menemani setiap langkahku menuju kejayaan yang telah aku raih. sentuhan tangan ibu selalu menghangatkan jiwa ku. teruslah berada di sisiku, ibu.."
semua orang yang berada di sana sangat menghayati penampilan dari Xia yu dan Li zyan. mereka bisa merasakan pesan yang terkandung dalam cerita mereka. mungkin ucapan itu memang yang ingin di ucapkan oleh kaisar mereka kepada ibunya.
bahkan ada beberapa tamu wanita dan pria yang hanyut dalam cerita itu. mereka sampai meneteskan air mata mereka karena terbawa perasaan. namun ada beberapa tatapan yang tak bisa di artikan. ada sebuah senyuman yang tersungging indah saat penampilan pertama Xia yu yang menari dan di sambung dengan memberikan sajak puisi berbentuk cerita.
**tbc
sampai sini, apa kalian sudah mengerti isi jalan pikiran Xia yu.?
kita sambung lagi besok ya..
maaf jika puisi tidak nyambung atau terlalu datar. author tidak pandai dalam merangkai kata-kata puitis.. sebenarnya episode ini akan up tadi malam cuman baru setengah. jadi batu sekarang di update nya. maaf ya🙏
like, vote, rate nya jangan sampai tidak mendarat ya..😘