
***
Wajah Yuan Zhu-Ming benar-benar suram, dia merasa di lecehkan oleh sosok yang dia kira seorang tuan muda. Dan kini sosok itu malah terdiam kaku dengan posisi bibir yang masih bersentuhan dengan bibir sucinya. Yang tidak dia ketahui bahwa itu adalah bibir yang sama, yang pernah bersentuhan dengan bibirnya.
Dia menatap tajam pada Xia yu, lalu dia berkata dengan suara yang tinggi.
"Lepaskan!"
Sekuat tenaga Yuan Zhu-Ming mendorong tubuh Xia yu, lalu menendangnya, hingga gadis yang dia kira pria itu tenggelam dalam air. Kemudian Yuan Zhu-Ming melesat pergi meninggalkan Xia yu tanpa menoleh sedikitpun, setelah mendengar suara derap langkah kaki dari luar pemandian, meninggalkan situasi yang tidak pernah dia kira.
Xia yu meneguk beberapa air yang tidak sengaja masuk ke dalam mulutnya, setelah berhasil sadar dari keterkejutannya berkat dorongan dan tendangan kasar dari pria yang dia panggil. Paman!
'Uhuk! Uhuk! Uhuk!'
Xia yu terbatuk ketika dia berhasil menjulurkan kepalanya ke permukaan air, dan melihat sekeliling tempat itu lalu mengetahui jika Yuan Zhu-Ming sudah menghilang dari tempat itu.
"Oww! Berani sekali dia menendang seorang perempuan?! Tunggu dan lihat saja nanti!" Ujar Xia yu kesal dengan perlakuan kasar pria itu.
Dia memukul air dengan marah, kemudian dia keluar dari kolam mata air panas. Dia segera mengenakan pakaian kering ketika mendengar suara keributan dari luar. Aura dingin mulai terasa ketika Xia yu mengenakan topeng di wajahnya, lalu dia berjalan keluar dengan wajah suram.
"Keributan macam apa ini?"
Suara teriakan amarah Xia yu yang terdengar keras dan sangat tajam, berhasil mengejutkan Fang yin yang sedang berjaga di depan pintu.
"Nona.." Ujar Fang yin, dia segera menghampiri Xia yu dan menjawab pertanyaannya.
"Mereka bilang ada seseorang yang menyelinap ke gudang obat pasar gelap dan mencuri beberapa jenis obat ajaib, mereka mengejar orang itu ke sini dan bersikeras meminta masuk ke mata air panas untuk melihatnya." Jelas Fang yin yang sedari tadi mencoba menahan para penjaga dari pasar gelap Negeri Awan.
Tatapan Xia yu kini mengarah pada beberapa penjaga yang membawa senjata jenis tombak, pedang dan panah. Lalu tatapannya beralih, tertuju pada pria paruh baya yang memimpin mereka.
Xia yu memicingkan matanya, dia pun mengangkat kakinya dan menendang pria itu di bagian perutnya.
'Brukh!'
Pria paruh baya itu lengah saat perut yang ditendang oleh Xia yu. Seluruh tubuhnya terlempar cukup jauh dari tempatnya berdiri. Dia terkejut dan merasakan sakit di bagian perutnya, lalu dia berteriak dengan marah pada Xia yu.
"Apa yang kamu lakukan?!"
Xia yu berjalan menghampiri pria paruh baya itu dengan tatapan yang tajam dan aura yang mengerikan. Dia menatap pria itu sambil berkata.
"Kau pikir, kau itu siapa? Sehingga bertindak kurang ajar dihadapanku! Bukankah pelayanku memberitahumu kalau aku sedang mandi di dalam?!" Xia yu meluapkan kekesalannya pada pria paruh baya itu.
'Sungguh malang nasib mu pak, pak.. kena amuk.' Batin author, maaf ??iklan.
"Kamu!" Pria paruh baya itu menatapnya dengan penuh amarah titik namun dia tidak berani melakukan apapun pada Xia yu.
"Kenapa kau masih menatapku seperti itu? Apa kau ingin, aku mencongkel matamu?"
"Hmph!"
Xia yu mendengus dengan nada mengejek, lalu dia mengibaskan lengan bajunya dan masuk ke dalam.
Setelah kepergian Xia yu dan Fang yin, pria paruh baya itu mengangkat kepalanya. Tatapannya sangat ganas, dia bahkan mengepalkan tangannya erat-erat di balik lengan bajunya. Dan dia pun berkata dengan jijik.
"Berani beraninya dia merendahkan ku! Tunggu saja, akan ku balas saat dia mempermalukan diri sendiri di acara besok pagi. Apa dia masih bisa sombong seperti itu. Hmph!" Decak kesal pria paruh baya itu menggerutu, setelah itu dia pun melangkah pergi dari tempat itu, bersama semua penjaga pasar gelap.
Sesampainya di dalam kamar, Fang yin bisa merasakan Xia yu masih dalam keadaan marah. Lalu dia mengingat suara-suara yang sempat dia dengar dari dalam kamar pemandian air panas, sebelum para penjaga pasar gelap tiba di hadapannya. Fang yin segera berlutut guna meminta maaf pada tuannya.
"Saya telah gagal dalam menjalankan tugas. Saya mohon agar Nona menjatuhkan hukuman!"
Xia yu duduk di samping meja teh, kemudian dia melepaskan topeng emas di wajahnya. Lalu mengibaskan tangannya dengan gerakan acuh tak acuh sambil berkata pada gadis itu.
"Bangun lah, kamu tidak salah.. itu semua tidak ada hubungannya dengan mu.."
Seketika Fang yin menundukkan kepalanya, dia tetap merasa bersalah. Bahkan kali ini dia menyebut dirinya seorang bawahan.
"Tapi bawahan Anda tetaplah bersalah, dengan membiarkan penyusup masuk menyelinap sehingga mengganggu Nona." Ujar Fang yin dengan penuh penyesalan.
"CK.. Bahkan aku bukan tandingan orang itu, apalagi kamu.."
Xia yu mengerucutkan bibirnya ketika merutuki kebodohannya beberapa saat yang lalu. Namun, di waktu yang sama lengkungan di bibirnya muncul, ketika dia mengingat betapa lucunya posisi terjatuhnya tadi. Dia pun melanjutkan ucapannya dengan nada tidak peduli.
"Lagi pula, aku sama sekali tidak di rugikan. Haha.. Justru aku berhasil melakukan hal yang di luar nalar.."
Seketika wajah Xia yu berubah menjadi aneh setelah mengatakan itu. Sudut bibirnya tidak berhenti berkedut ketika mengingat kejadian konyol tadi.
Fang yin mengangkat kepalanya karena terkejut dengan perkataan Xia yu. Dia merasa bingung dengan ekspresi wajahnya. Sekejap tadi dia terlihat begitu sangat menakutkan, dan sekarang dia malah terlihat menggelikan karena senyum-senyum tidak jelas.
'Sepertinya, sekarang nona tengah bahagia. Dan melupakan masalah tadi.' Batin Fang yin yang masih dalam posisi berlutut, dan dia sedang berusaha mengerti pola pikir Nona-nya.
"Bangkitlah, sekarang kamu kembali dan beristirahatlah. Besok kita akan melihat-lihat Negara Awan yang Masyhur ini.." Perintah Xia yu yang membuat Fang yin mau tidak mau harus bangkit.
Fang yin pun bangkit dari posisi berlutut nya, karena mengetahui nonanya akan beristirahat. Dia berjalan dengan kepala yang tertunduk setelah memberi ucapan selamat malam pada Xia yu.
Sepeninggal Fang yin, Xia yu yang kembali menuangkan teh kesukaannya dan menghirup udara malam dengan sangat puas. Kemudian dia beranjak dari tempat duduk, dan berjalan menuju tempat peristirahatannya. Xia yu terlihat sangat kelelahan, hingga pada saat mandi pun dia malah ketiduran karena saking nyaman dan tenangnya.
****tbc
Maaf author jarang up, author lagi sibuk-sibuknya. Banyak hajatan, jadi bantu mamah masak terus..
Terimakasih atas dukungan dan kesetiaan kalian selalu menunggu novel ini up.. maaf ya engga rutin**..