
Maaf sebelum nya author mau jawab dulu pertanyaan dari salah satu reader yang meminta jawaban di up episode ini. pertanyaan nya adalah..
*siapa kah yang akan menjadi pendamping xia yu..?
(ini adalah pertanyaan dari id kembar kembaran. terimakasih ya untuk pertanyaan nya yang pasti nya mewakili semua reader di novel ini).
*jawaban nya adalah : tuan X yang masih di rahasiakan.
kalian penasaran tidak,? kenapa author kasih nama tokoh peran utama pria nya tuan x..?
jika penasaran jawab di kolom komentar ya dan author akan menjawab nya..
terimakasih.. dukung author terus ya.. jangan bosan kasih like, vote dan rate nya.. author sayang kalian..🤗
__________________________________________
Permaisuri sangat bahagia meskipun dia merasakan sakit yang luar biasa melebihi rasa sakit saat keperawanan nya di ambil oleh suami nya. karena sesi melahirkan yang sakit itu bukan saat ngeden melainkan saat merasakan sesi kontraksi hebat yang bisa di rasakan selama tiga hari atau lebih dan singkat nya satu hari.
shuwan memberikan kabar jenis kelamin pada semua orang yang berada di luar dan kebahagian pun di rasakan oleh keluarga kaisar karena kehadiran seorang pewaris setelah kaisar turun tahta tahun ini dan tahta itu di berikan kepada ayah dari anak yang di lahir kan oleh permaisuri nya dengan bantuan xia yu.
putra mahkota beserta yang lain nya masuk ke dalam kamar dia melihat penampilan xia yu yang sangat misterius dengan topeng sera hanfu nya yang telah ternoda oleh darah nifas. dia tengah mengobati permaisuri dan memerintah kan pelayan yang di suruh masuk oleh nya untuk membantu membersihkan darah nifas. dia juga memerintahkan pelayan lain nya memarut tanaman herbal yang di sebut jahe untuk menetralkan kewanitaan permaisuri agar tidak terinfeksi setelah dia menguras darah nifas dari rahim, dan tentu nya itu sangat perih dan ngilu jika sakit jangan di tanya lagi tapi semua itu impas dengan kebahagiaan yang di dapat.
setelah mengurus sang ibu si bayi kini dia mengambil bayi itu dari permaisuri untuk di mandikan. hanya butuh beberapa menit untuk membersihkan nya. dia juga merasa bangga karena dia baru pertama kali nya dia membantu persalinan bahkan dia tidak pernah datang keruang kandungan dia hanya mengandalkan buku sebagai pengetahuan nya.
xia yu menyerahkan bayi yang telah bersih kepada putra mahkota yang sedang menemani istri nya. "selamat permaisuri anda melahirkan bayi laki-laki.." ujar xia yu menyerahkan bayi itu tanpa menggunakan embel-embel pangkat pada lelaki di hadapan nya. mereka juga tidak menggubris ucapan xia yu karena bagaiman pun dia adalah penolong di istana ini. kini bayi itu berada di pangkuan ayah nya dan xia yu pun sedikit menjauh dari tempat itu dan memasukan kembali peralatan nya ke dalam cincin ruang nya.
Mata bayi bertatapan dengan manik mata ayah nya yang menatap wajah bayi kecil nya sangat bersih tidak ada cacat sedikit pun di semua organ tubuh nya. dia juga mengagumi paras tampan bayi nya yang sangat manis yang terbilang imut dengan mata yang bersih, hidung mancung bibir yang merah muda dan rambut hitam yang tebal menambah kesan sempurna. dia pun berkata. "permaisuri ku.. pangeran kita sangat tampan.."
"benar suami ku.. dia sangat tampan seperti diri mu.." jawab permaisuri dan itu semua tak luput dari pandangan mereka yang berada di dalam kamar.
"bagaimana keadaan mu menantu ku.." ujar ibu suri yang terlihat bahagia namun cemas saat ingat betapa pucat nya tadi permaisuri.
"aku bai-baik saja ibu.. aku selamat karena bantuan dari tabib." jawab permaisuri dengan suara pelan nya karena tubuh nya masih lemah.
"terimakasih tabib telah menyelamat kan menantu dan cucu ku.. kami sungguh berhutang budi pada anda." ujar ibu suri menghadap pada xia yu.
"sama-sama.. saya hanya seorang tabib dan tugas saya menyembuhkan orang sakit. baik itu seorang putri atau rakyat jelata saya akan tetap menyelamat kan nya jika saya mampu menolong nya," jawab xia yu membuat semua orang yang berada di sana terkagum-kagum pada nya. karena baru kali ini mereka mendengar ucapan seorang tabib yang menjunjung tinggi pasien nya tapi tidak ada kesan membedakan derajat nya.
"maaf saya menggangu kebahagiaan kalian, tapi saya perlu membersihkan diri. jika boleh saya ingin meminjam kamar mandi." sambung xia yu menyadarkan mereka semua jika dia sangat kotor dan berbau amis darah dan air ketuban yang menempel di pakaian nya.
"ahh.. iya kami lupa karena kami terlalu bahagia, maaf telah membuat anda merasa tidak nyaman.. shuwan.. liu sheng antar lah tabib ke kamar yang sudah di siap kan untuk tabib.." jawab kaisar dan memerintah kan ke dua anak nya untuk membawa xia yu ke kamar yang di sediakan untuk tamu.
"baik ayah.." jawab mereka berdua. "mari tabib.." sambung mereka mengajak xia yu dan mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu pergi tempat yang di tuju. jiang yu juga mengikuti xia yu dari belakang.
beberapa saat kemudian, tiba lah mereka di depan kamar yang memang sudah xia yu kira jika kamar itu bersebelahan dengan fang yin. shuwan mempersilahkan xia yu untuk masuk dan melirik pria bertopeng di belakang xia yu yang terlihat sangat gagah menurut nya. karena dia baru pertama kali nya bertemu dengan pria seperti jiang yu yang memiliki kepribadian dingin dan kalem tidak seperti saudara-saudara nya.
setelah xia yu masuk shuwan dan raja liu pun kembali kamar mereka masing-masing untuk istirahat dan hal itu juga di lakukan oleh semua orang yang berada di istana karena malam semakin laru. kini mereka bisa beristirahat dengan tenang karena beban pikiran mereka telah hilang.
berbeda dengan xia yu dia menyuruh jiang yu masuk ke dalam kamar fang yin lewat jendela sebelah utara yang tidak di jaga oleh pengawal. dia menyuruh jiang yu agar fang yin menangis dengan keras seolah dia sedang merasakan sakit dan tentu nya itu hanyalah sebuah siasat dari rencana untuk bisa membawa fang yin pergi dari istana dengan cara yang tidak membuat mereka curiga.
15 menit kemudian mulai terdengar jeritan dari kamar fang yin setelah jiang yu keluar dari kamar nya dan membuat para pengawal yang berjaga terbangun dari tidur mereka yang berada dalam posisi berdiri.
"..Akhh... sakit... tolong perut ku sakit sekali.." jerit fang yin.
"siapa itu.." ujar si pengawal terkejut dengan jeritan fang yin.
"akh.... sakit....sakit.. tolong aku..hu..hu..hu.." jerit fang yin kembali dengan suara tangis nya yang sempurna membuat para pengawal itu kebingungan.
mereka pun masuk ke dalam kamar dan mendapati fang yin tengah meringkuk di atas ranjang dengan tangan yang memeluk perut nya. "kau kenapa nona..? apa yang sakit..? bertahan lah saya akan memanggil tabib dao.." ujar si pengawal terlihat cemas melihat sandiwara fang yin.
xia yu keluar dari kamar nya dengan pakaian yang bersih dan di ikuti oleh jiang yu mereka berdua mencegat pelayan yang akan memanggil tabib dan berkata. "apa yang terjadi..? kenapa kau berlari dan jeritan siapa tadi.." tanya jiang yu dengan kepura-puraan nya.
"tu..tuan jeritan itu berasal dari kamar pelayan.." jawab si pengawal merasakan sakit di lengan nya karena cengkraman jiang yu yang menahan pundak nya.
"kenapa dia..?" tanya xia yu.
"pe..perut nya sakit..." jawab si pengawal.
"aku adalah tabib.. bawa aku ke sana aku akan memeriksa pelayan itu.!" jawab xia yu dengan nada tegas nya.
"tidak ada tapi.. cepat bawa aku ke sana jika telat dan dia meninggal kau akan di salah kan." sela xia yu.
"tidak jangan.. sa..saya akan membawa anda ke kamar nya." jawab si pengawal ketakutan jika benar dia di salah kan dan keluarga nya akan terancam bahaya karena keteledoran nya.
mereka pun bergegas ke arah kamar fang yin dan setiba nya di sana xia yu bisa melihat jika fang yin melakukan tugas nya dengan sangat baik bahkan mata dan hidung nya sampai memerah karena tangis nya yang berpura-pura menahan sakit.
"kalian keluar lah aku akan memeriksa nya.." ujar xia yu menyuruh mereka keluar dan jiang yu juga keluar berdiri di depan pintu. dia merasa sedih saat melihat keadaan fang yin beberapa saat lalu yang terlihat sangat menderita terkurung di istana.
"sudah berhenti kau ini menangis beneran atau pura-pura sih..?" ujar xia yu duduk samping fang yin. tapi bukan jawaban dari mulut fang yin melainkan sebuah pelukan kerinduan yang di terima nya.
..pluk... "nona.." gumam fang yin memeluk xia yu dengan erat.
"Apakah kau serindu itu pada ku..?" tanya xia yu membalas pelukan fang yin.
"Tentu..! Karena aku tidak sabar untuk keluar dari tempat ini.." jawab fang yin melepas pelukan nya dengan mata yabg berbinar.
"Kenapa..? Apa kau tidak senang tinggal di istana.?" tanya xia yu sedikit menggeser tubuh nya.
"tidak nona.. di sini saya seperti tawanan yang tidak di perbolehkan keluar dari ruangan ini. selama di sini saya hanya makan minum dan tidur, saya ingin kebebasan nona." jawab fang yin dengan raut wajah sedih nya.
"maaf karena masalah ku kau jadi sengsara. tapi besok pagi aku akan membawa mu dan kita akan memulai perjalan kita setelah masalah di sini selesai." ujar xia yu menghibur fang yin. "sekarang istirahat lah sandiwara mu sukses dan besok kau tidak perlu menderita lagi serahkan semua ini pada ku. tidur lah malam ini sudah sangat larut aku juga lelah." sambung nya merebahkan tubuh nya di atas kasur itu dan terlelap begitu saja tanpa mengeluarkan suara lagi.
"selamat malam nona.." lirih fang yin merebahkan tubuh nya menyusul nona nya yang sudah lebih dulu pergi ke alam mimpi yang penuh dengan kepalsuan.
...
Pukul tujuh pagimatahari telah menyongsong membangunkan semua umat manusia yang masih terlelap dalam tidur nya terkecuali xia yu dan fang yin yang sudah lebih dulu bangun dan membersihkan diri.
xia yu memakai hanfu biru dengan perlengkapan penyamaran nya dan fang yin memakai hanfu kuning polos. rambut nya di ikat layak nya tatanan rambut seorang pelayan. setelah itu mereka pun menyantap makanan ringan yang telah di siap kan oleh pelayan yang memang selalu mengirim kan makanan ke tempat fang yin dan mereka menambah porsi nya karena mengetahui jika xia yu tidur di dalam kamar itu untuk merawat fang yin yang semalam kesakitan. kaisar juga mengetahui itu dan membiarkan xia yu mengobati fang yin. sebenarnya kaisar sangat heran dengan kepribadian tabib yang menyelamat kan menantu nya karena tabib itu mau mengobati seorang pelayan biasa yang bisa di bilang orang yang menganggu waktu istirahat nya.
..tok..tok..tok..
suara pintu yang di ketuk dari luar kamar.
"masuk..!" ujar xia yu menjawab ketukan pintu itu. ternyata adalah jiang yu yang meminta ijin masuk karena ada berita yang harus di sampaikan pada xia yu.
"nona.. di luar ada kasim lu dan pelayan nya berkata jika kaisar mengirim kasim lu untuk menjemput nona." ujar jiang yu memberitahu sebelum mempersilahkan kasim lu masuk ke dalam kamar.
"suruh dia masuk.!" jawab xia yu.
"baik nona.." jawab jiang yu dia pun kembali ke luar dan mempersilahkan kasim lu untuk masuk ke dalam kamar itu. "silahkan tuan.." ujar jiang yu.
kasim lu pun masuk dengan beberapa pelayan dan pengawal untuk mengawal xia yu nanti nya. "salam hormat pada tabib agung.." ujar kasim lu sedikit membungkuk kan setengah badan nya memberi hormat pada xia yu.
'tabib agung..?' batin xia yu mengerut kan kedua alis nya. 'cih.. kalian mau buat aku tersanjung dengan panggilan konyol seperti itu.. kalian pikir aku akan sudi di panggil tabib agung memang nya aku ini dewi.?' lanjut nya menggerutu kesal pada kasim lu dan orang-orang di sini.
"bangun lah.. apa yang membuat mu datang kemari sepagi ini.?" ujar xia yu menjawab salam kasim lu dengan pertanyaan nya.
"maaf jika kedatangan saya mengganggu tabib namun saya di utus oleh yang mulia kaisar untuk menjemput tabib karena yang mulia mengundang anda untuk sarapan bersama keluarga kerajaan dan para mentri di aula istana sebagai ucapan terimakasih nya telah menyelamat kan menantu dan cucu pewaris kerajaan ini." jawab kasim lu menjelaskan kedatangan nya.
"ucapan terimakasih..?" ulang xia yu.
"benar tabib.. sekarang semua orang telah hadir dan tengah menunggu kehadiran tabib." jawab kasim lu.
"baik aku akan pergi dengan mu tapi.. gadis ini akan ikut bersama ku. karena tabib dao pernah berkata jika aku berhasil menyelamat kan permaisuri aku bisa meminta apa saja yang aku ingin kan dan kini aku sudah mendapat kan apa yang aku mau, yaitu membawa gadis ini untuk menjadi pelayan ku. bagaimana..?" jawab xia yu.
"mm...sa..saya tidak bisa memutuskan hal itu sekarang, tapi saya akan memberitahukan keinginan tabib pada yang mulia kaisar terlebih dulu. karena gadis ini adalah pelayan dari seorang nona yang tengah belajar.." ucapan nya terpotong karena xia yu menyela nya.
"aku tahu..!! karena aku sudah mendengar semua itu dari gadis lemah yang kalian tawan ini. sekarang kau pergi lah menghadap kaisar mu dan beritahu dia jika gadis ini yang aku minta sebagai ucapan terimakasih nya. dan aku tidak butuh jamuan makan kalian karena aku sudah kenyang dengan makanan ringan yang pelayan kalian kirim untuk dia makan." sela xia yu telak membuat kasim lu terhenti dari ucapan nya.
"baik.. saya akan memberitahu kan hal ini terlebih dulu pada kaisar dan saya akan kembali secepat nya. saya mohon undur diri." jawab kasim lu.
"ya cepat lah karena aku harus segera pergi dari kerajaan ini." jawab xia yu.
"baik.." jawab kasim lu, dia pun pergi dari tempat itu dan memberitahukan apa yang di minta xia yu pada kaisar.
kaisar terkejut dengan permintaan xia yu namun dia memilih untuk membahas nya terlebih dulu dengan memerintahkan xia yu bersama fang yin datang menghadap nya setidak nya dia masih seorang kaisar yang harus di hormati pikir nya. kasim lu pun kembali ke tempat xia yu, dia memberitahu xia yu apa yang di perintah kan kaisar pada nya dan xia yu pun menyetujui nya. mereka langsung pergi dari tempat itu untuk menghadap kaisar.
**tbc