
Xia yu keluar dari ruangan itu tanpa di ketahui oleh tuan gong, dengan teleportasinya dia menghilang begitu saja saat melewati pintu. pemuda yang sedari tadi batuk dan mengeluarkan darah akibat racun yang di dapatnya, kini mulai sadar dan melihat orang-orang yang berada di ruangan, yisan mengenali semua orang yang menatapnya dia memberikan senyuman kepada mereka yang penuh perhatian kepadanya.
"ayah..." lirih yisan pada tuan gong.
"yi'er... apa kau baik-baik saja..?" tanya tuan gong cemas.
"aku baik-baik saja ayah." jawab yisan dengan suara lemahnya.
"syukur lah kau baik-baik saja, oh ya nak...." ujar tuan gong bersyukur mendengar jawaban anaknya jika dia baik-baik saja, saat tuan gong akan bicar pada xia yu dia melihat ke arah tempat xia yu berdiri tapi dia tidak menemukannya.
"kemana gadis yang bercadar tadi...?" tanya tuan gong pada pengawal dan pelayan yang berada di sana.
"maaf tuan.. saya hanya melihat gadis bercadar itu keluar dari kamar tuan muda, tapi tidak melihat jejaknya lagi setelah keluar, gadis itu seperti menghilang setelah melewati pintu tuan." jawab salah satu pengawal.
"gadis bercadar..?" ujar yisan dengan raut wajah yang tidak mengerti maksud perkataan ayahnya.
"yi'er.. apa kau tidak tahu jika tadi kau sedang di obati oleh gadis bercadar itu..?" tanya tuan gong.
"aku tidak tahu ayah, aku hanya merasakan ada energi yang masuk ke dalam tubuhku, setelah itu aku merasakan sakit di dada ku dan sadar dengan batuk ku yang mengeluarkan darah." jelas yisan tidak mengetahui jika ada seorang gadis becadar yang telah melalukan pengobatan padanya.
"jika kau tiak mengetahuinya, bagaimana ayah bisa berterimakasih pada gadis itu..?" tanya.
"ayah.. apa ini." ujar gadis muda bernama yueyue adik dari yisan. dia menunjuk dua botol obat dan secarik kertas di dekatnya.
"apa itu.? cepat berikan pada ayah." ujar tuan gong saat mendengar ucapan yueyue.
"baik ayah.. ini.." jawab yueyue, dia mengambil apa yang dia tadi tunjukkan pada ayahnya.
tuan gong menerima barang yang di berikan yueyue beliau membuka penutup dari botol itu dan mencium bau dari dalam botol. tercium bau obat yang sedikit menyengat di hidung, tuan gong kembali menutup botol itu. kini dia beralih membuka kertas yang di tinggalkan xia yu, setelah terbuka ternyata sebuah surat dan cara minum obat yang benar dari xia yu, tuan gong mulai membaca isi surat itu.
"anda pasti bertanya-tanya siapa saya, kenapa saya bisa masuk ke dalam kamar anak anda.. maaf anda tidak perlu tahu siapa saya, saya hanya seorang tabib muda yang datang ke tempat ini dan kebetulan bertemu dengan anda yang sedang di landa ke khawatiran. saya ikhlas membantu dan mengobati anak anda, saya memberi dua botol berisi obat untuk pemulihan anak anda, beri dia satu sendok obat di dalam botol untuk satu hari dan suruh dia untuk berolahraga agar peredaran darahnya yang membeku bisa kembali mengalir." jelas tuan gong membacakan isi surat dari xia yu.
"gadis yang baik..." ujar istri tuan gong setelah mendengar apa yang di bacakan suaminya.
"ayah juga tidak tahu.. ayah bertemu dengannya kemarin di pasar saat ada seorang bandit yang mencuri tanaman obat yang ayah beli di pelelangan." jelas tuan gong memberi tahu pertemuan pertama kalinya dengan xia yu.
"apakah dia melawan bandit itu sendirian..?" tanya istri tuan gong semangat mendengar gadis yang baru pertama kali bertemu bisa langsung menolong suaminya dan mengobati anaknya.
'sungguh beruntung suamiku bertemu dengan gadis itu' batin istri tuan gong.
"dia melumpuhkan bandit itu dengan satu serangan seperti yang dia lakukan pada para pengawal" jawab tuan gong
"melumpuhkan..?" ujar yisan mengulang perkataan ayahnya.
"saat ayah salah menuduh orang lain mencuri barang ayah, gadis itu melawan para pengawal dan mengalahkan para pengawal dengan jurus totok nya yang bisa melumpuhkan saraf manusia dalam beberapa menit." jelas tuan gong.
"sungguh gadis yang kuat, pintar dan bijaksana." ujar istri tuan gong.
"ya sungguh luar biasa... andai aku bisa bertemu kembali dengannya." ujar tuan gong semakin membuat yisan penasaran dengan sosok gadis penolongnya.
"ayah kenapa kita tidak mencarinya, gadis itu pasti masih berada di kota ini." usul yisan.
"tapi dia menyuruh kita untuk tidak mencarinya.." jawab tuan gong.
"tapi aku ingin berterimakasih padanya.." ujar yisan kekeh ingin mencari gadis cadar itu.
"sudah lah sekarang kau istirahat dan pulihkan kesehatan mu dulu, jika kau sudah sehat kita bisa mencarinya." jelas tuan gong memberi usul agar anaknya memulihkan dirinya dulu baru mencari gadis penolongnya.
" baiklah ayah.. aku akan menuruti perintah mu" jawab yisan mengalah, dia tidak mau membuat ayah dan keluarganya khawatir kembali karena kondisinya.
****tbc**
maafkan author yang semakin sedikit up karena author masih dalam kondisi kurang sehat, mohon di maklumi ya readers...