The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
86. Mengganti nama



Minghao membawa xia yu ke sebuah gazebo yang terdapat di kediaman jendral ho. tempat dimana yihua dan yue yin tercebur ke dalam kolam saat mencoba mencelakai xia yu.


minghao juga melarang para pelayan dan pengawal mengikuti nya. dia ingin mengungkap kan permintaan maaf secara pribadi pada kakak nya xia wei yang telah berganti menjadi xia yu.


xia yu hanya pasrah saat di perlakukan seperti itu oleh minghao. dia tidak bisa menolak meskipun hati nya risih mendapat perlakuan nya.


tapi demi kebebasan yang akan dia dapat kan dia rela di perlakukan seperti boneka. dia juga membiarkan minghao memeluk nya melepas kan kerinduan dan penyesalan nya pada xia wei.


"kak terimakasih sudah memaafkan aku.. aku bersikap tidak baik pada mu karena ulah ibu yenny yang menghasut ku.." ujar minghao menghadap xia yu dan memegang erat tangan kecil nan halus xia yu.


"hm.. sudah lah itu sudah berlalu," jawab xia yu. 'memang nya kau itu bocah ingusan yang masih belajar mengenal keluarga mu sendiri, bisa-bisa nya termakan hasutan ucapan orang yang baru saja masuk ke dalam lingkaran keluarga mu.' lanjut xia yu dalam hatinya.


"kak.. bagaimana kabar mu.? apakah raja liu masih menyiksa mu.?" tanya minghao.


"tidak.. aku sudah bercerai dengan nya.. jadi jangan sebut lagi nama nya di depan ku.. aku muak." jawab xia yu kesal membuat minghao tak berani bertanya perihal perceraian nya dengan raja liu.


"baik lah.. lalu kakak mau melakukan apa untuk mengisi waktu luang..?"


"tidak tahu.." jawab xia yu acuh. 'ya kali aku bilang mau ninggalin kalian.. tunggu saat yang tepat aku bakalan cepat-cepat pergi.' lanjut xia yu dalam batin nya.


dia sudah memutuskan tekad nya untuk segera menemui kakek li di hutan arwah. dia tidak betah berlama-lama tinggal di kediaman xia wei.


meskipun sekarang keluarga xia wei telah menerima kembali xia wei. tapi yang di inginkan xia yu adalah kebebasan sebagai diri nya sendiri bukan orang lain.


"minghao..?" panggil xia yu.


"ya kak.." jawab minghao mengalihkan wajah nya ke arah xia yu..


"jika aku ingin mengganti nama ku apa itu bisa..?" tanya xia yu. minghao terkejut dengan pertanyaan xia yu sampai dia mengerenyit kan kening nya.


"kenapa kakak ingin mengganti nama.." ujar minghao balik bertanya. tidak menjawab pertanyaan xia yu.


..pltak... Aww... suara sentilan xia yu tepat mengenai kening minghao. jerit minghao meringis sakit merasakan sentilan kakak nya yang orang bilang lemah. tapi sentilan yang di rasakan minghao itu lumayan sakit, padahal hanya sentilan kecil yang xia yu berikan.


"heyy.. aku yang bertanya kenapa tidak di jawab malah balik tanya." ujar xi ayu kesal sampai dia menyentil nya.


"maaf kak.. bukan maksud tidak menjawab, tapi aku hanya terkejut kenapa kakak mendadak ingin mengganti nama..?" jelas minghao.


"jawab dulu.. nanti aku jawab pertanyaan mu." jawab xia yu kekeh dengan pertanyaan nya yang belum terjawab.


"bisa kok asal ayah menyetujui dan tetua keluarga lain nya mengetahui niat kakak untuk menganti nama.." jawab minghao jelas.


"sekarang kakak jawab pertanyaan ku.." lanjut minghao meminta jawaban xia yu.


"aku inign menghilang kan nasib buruk dari tubuh ku.. mungkin dengan mengganti nama nasib dan takdir hidup ku akan lebih baik." jawab xia yu memberi alasan untuk mengganti nama nya.


'ya kali aku bilang karena aku bukan xia wei.' batin xia yu.


"hm..🤔.. itu masuk akal... ya sudah nanti aku akan bantu kasih tahu ayah kalau kakak ingin mengganti nama.." jawab minghao mengerti alasan aneh xia yu.


"benarkah...?" jawab xia yu dengan kepolosan nya meraih tangan minghao, dia ingin meyakin kan ucapan minghao yang akan membantu nya.


"aahhh.. terimakasih.. " ujar xai yu senang bukan main. sampai-sampai dia memeluk minghao dengan erat nya karena senang bisa mengunakan nama nya sendiri.


sedangkan minghao yang di peluk oleh xia yu menjadi salah tingkah. pipi dan telinga nya memerah karena perlakuan xia yu. ada perasaan berbeda saat xia yu memeluk nya. berbeda saat pertama dia memeluk xia yu di hadapan semua orang.


"ehemm.." deheman seseorang telah memisah kan dua orang yang tengah berpelukan di gazebo.


"yo.. gadis ****** sedang merayu kakak ke tiga rupa nya.." ujar yue yin setelah deheman nya membuat peluk kan xia yu lepas.


"yue yin.. jaga bicara mu.." ujar minghao tidak senang mendengar ucapan yue yin.


"kak.. gadis itu telah membunuh ibu ku.." jawab yue yin menunjuk ke arah xia yu. dengan wajah kesal nya menatap ke arah xia yu.


"YUE YIN.." bentak minghao bangkit dari duduk nya.


"kak kenapa kau membela nya.. apa kau tidak marah ibu ku mati karena di bunuh oleh nya..?" tanya yue yin tidak bisa lagi menahan amarah nya pada xia yu.


"kenapa aku harus marah..? apakah kau tahu kesalahan apa yang telah ibu mu lakukan.?" ujar minghao balik bertanya pada yue yin.


"ibu ku tidak melakukan kesalahan apa pun.. dia membaktikan hidup nya menjadi selir, tidak pernah di angkat menjadi permaisuri oleh ayah.." jawab yue yin mulai mengeluarkan air mata nya.


"membaktikan...? heh.. ibu mu adalah wanita jahat yang telah meracuni ibu ku dan memfitnah kakak ku sendiri. dimana nya kalimat membaktikan itu. yang ada adalah ke serakahan dari seorang selir yang ingin naik pangkat menjadi permaisuri" jawab minghao membuat yue yin semakin geram pada xia yu.


minghao berdecak sebal dengan yue yin karena tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.


"ibu ku tidak pernah meracuni permaisuri xia he.. dia yang telah membunuh ibu mu kak.." ujar yue yin tidak terima ibu nya di sebut wanita jahat. dia kembali menunjuk xia yu dengan tatapan tajam nya.


"yue yin.." panggil yihua yang baru saja datang melihat keributan itu.


"kak yihua.." jawab yue yin berbalik ke arah yihua.


"minghao apa yang terjadi..?," tanya yihua dengan suara lembut nya. dia selalu bersikap lembut di hadapan semua orang tapi tidak di hadapan pelayan dan xia wei. seperti ibu nya selir yenny yang pintar memain kan peran gadis yang lugu, berbeda dengan yue yin yang selalu menampilkan sifat dan sikap asli nya.


"kenapa kalian berdebat.." lanjut nya melirik ke arah xia yu. 'gadis jalan ini pasti sedang mengadu pada minghao.. aku harus membujuk minghao terlebih dulu sebelum si ****** itu melakukan nya.' lanjut yihu dalam hati nya.


**tbc


Author kasih bonus visual ya.. Kalian juga kasih bonus buat author dengan boom like dan vote kalian oke.. Rate nya jangan lupa


Yihua



Yue yin



Selir yenny