
Kebahagian di dalam kamar permaisuri sangat membuat iri author yang nulis, tapi kita beralih pada orang-orang yang berada di luar menunggu kabar nona yang selama ini tinggal di luar kediaman selama satu tahun lebih.
di sana sudah ada kedua anak selir yenny dan selir xin qian bersama anaknya xinxin tidak lupa para pelayan dan pengawal yang menunggu perintah tuan besarnya. mereka sangat penasaran kenapa xia yu pingsan saat pertemuan keluarga yang dramatis pake banget itu.
(maklum si author-nya ratu drama dia lebay dikit nggak papa 'kan ya hehe..)
jendral ho keluar dari kamar itu dan memberi perintah pada pelayan dan pengawal serta memberi perintah pada selir ke dua-nya untuk menjaga xia yu, jendral ho tahu jika selir xin qian tidak pernah bertingkah seperti selir yenny, dia menikahi selir xin qian karena sangat di setujui oleh permaisuri xia he yang memang memilih selir xin untuk selir ke dua jendral ho,sikap nya yang hangat lemah lembut dan penyayang membuat permaisuri xia he percaya padanya dan menitipkan anak-anak dan suaminya pada selir xin qian saat menjelang kematiannya.
"Mulai hari ini xia we nona sulung kalian.. sudah kembali ke kediaman ini dan kamar permaisuri akan di tempati olehnya, jika aku masih lihat atau mendengar kalian memperlakukannya dengan buruk siap-siap nyawa kalian yang menjadi gantinya." ujar jendral ho membuat semua oran tak berkutik dan menerima perintahnya.
"BAIK TUAN BESAR.." ujar para pelayan dan pengawal serempak.
"Qian.. kemari lah." panggil jendral ho pada selir xin qian.
"saya menghadap tuan.." jawab selir qian setelah berada di hadapan jendral ho.
"tolong rawat xia wei seperti kau merawat xinxin.." pinta jendral ho pada selir qian dengan kehangatan di matanya menatap selir qian.
"dia juga anak saya tuan dan permaisuri telah menitipkannya pada saya saat dia tiada, maafkan saya yang tidak bisa menjaganya dari niat jahat selir yenny." jawab selir qian menundukan wajah sedihnya meratapi nasib xia wei.
"sudah yang lalu biar lah berlalu, sekarang kita harus memberi kehangatan keluarga padanya menebus semua kesedihan dengan kebahagiaan." ujar jendral ho merangkul pundak selir qian dan memeluknya.
"baik suamiku.." jawab selir qaian membalas pelukan jendral ho.
"euhhheumm..." deheman dari xinxin membuat ke dua orang yang tengah berpelukan itu sadar jika mereka berada di hadapan banyak orang.
"ayah apa ku boleh bertemu kakak sulung.." ujar xinxin dengan wajah imutnya.
"masuklah temui kakak mu, tapi jangan ganggu dia dengan pertanyaan aneh mu.." jawab jendral ho mengijinkan xinxin menemui xia yu, tidak lupa dia memperingatinya agar tidak terlalu banyak bicara.
"baik ayah.." jawab xinxin menerima peringatan ayah.
xinxin bergegas melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dia sangat senang akhirnya dia bisa dekat kembali dengan kakak sulungnya, ya dia sangat kesepian karena kedua kakak lainnya tidak pernah bersikap baik padanya. terutama saat xia wei selalu di jauhkan darinya karena selalu di perintah dan di tindas oleh anak selir yenny jika jendral ho sedang melakukan tugasnya sebagai jendral perang.
"kakak.." panggil xinxin dengan suara cemprengnya mengagetkan xia yu yang tengah duduk di kursi meja makan sedang menikmati makanan yang di bawa fang yin.
'siapa lagi ini..?' batin xia yu belum mengenali xinxin.
"kakak.. kau baik-baik saja 'kan..?" tanya xinxin menempelkan tangannya di kening xia yu, mengerjapkan matanya menghadapi sikap xinxin.
xia yu mengalihkan pandangannya ke arah fang yin meminta penjelasan dalam raut wajahnya bertanya siapa kah gadis cilik di hadapannya ini.
"nona xinxin.. nona sulung baru saja siuman dan dia tengah makan, apakah nona bisa membiarkan nona melanjutkan makanya terlebih dulu." jelasa fang yin seolah mengerti maksud xia yu.
'kamu memang hebat fang yin bisa mengerti maksudku, meskipun tak sepenuhnya benar' batin xia yu tersenyum ke arah fang yin seolah berterimakasih dan fang yin mengerti maksud xenyuman itu dia pun membalas senyuman xia yu dengan anggukan pelan dari kepalanya.
"ahh maaf kak.. aku tidka sadar jika kakak tengah makan.. silahkan kakak lanjutkan makannya aku akan menunggu kakak di sini.." jawab xinxin meminta maaf lalu dia menarik kursi dan duduk di hadapan xia yu dengan pose ala cherybell yang tengah menahan wajahnya dengan ke dua tangan. sungguh imut.
xia yu hanya menggeleng-geleng kan kepalanya pelan melihat tingkah gadis di hadapannya. dia melanjutkan makannya meskipun tak seenak masakannya sendiri. setelah makan xia yu melihat ke arah xinxin yang masih dalam pose itu.
xia yu menatap wajah mungil xinxin dan tertuju pada mata coklatnya yang tengah berbinar memperhatikan dirinya dia menerawang mata xinxin mencari ketulusannya dan ternyata dia memang sangat menyayangi xia wei.
"kenapa kau terus menatap ku..?" tanya xia yu dingin.
"karena kakak cantik.." jawab xinxin jujur. xia yu memang cantik bahkan lebih cantik.
"ada apa kau datang kemari...?" tanya xia yu kembali.
"aku kangen kakak.. sejak kakak menikah dengan raja liu kakak tidak pernah berkunjung lagi kemari.. apa raja liu tidak memperbolehkan kakak untuk pulang..?" jawab xinxin dan menanyakan kenapa xia yu tidak pernah pulang ke rumah ayahnya.
"jangan bahas itu.. aku malas.." jawab xia yu ngasal, dia malas sekali jika bahas masalah itu-itu terus. xia yu beranjak dari tempatnya melakukan peregangan ringan dan berjalan ke arah luar.
"kakak mau kemana..?" tanya xinxin mengikuti xia yu dan fang yin.
"jalan-jalan.. temani aku melihat kediaman ini.. sudah lama aku tidak pulang, pasti banyak sekali yang berubah.." jawab xia yu sambil melewati pintu.
fang yin dan xinxin mengikuti xia yu dari belakang melewati pintu. mereka berjalan ke arah barat di sana terdapat gazebo yang di kelilingi air berhiaskan ikan koi dan bunga teratai putih. ketika xia yu melihat bunga teratai putih itu dia berlari-lari kecil demi menghampiri bunga yang berada di pinggir kolam.
"kakak tunggu.." panggil xinxin melihat xia yu pergi meninggalkan mereka berdua.
"nona hati-hati nanti anda bisa jatuh.." ujar fang yin khawatir melihat xia yu lari.
xia yu memang menyukai segala macam bunga terutama bunga berwarna putih yang melambangkan kesucian. dia menghiraukan kicauan dari mereka berdua dia terus berlari ke arah kolam dan berjongkok mengulurkan tangannya untuk menggapai bunga itu.
saat xia yu ingin meraih bunga itu ada dua pasang mata yang memperhatikannya di balik tanaman bunga bugenvile, seringai di bibir pemilik mata itu menandakan jika mereka ingin mencelakai xia yu dengan mendorongnya ke dalam kolam.
**tbc