The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
256. Tuan Ling..



***


Xia yu dan Yuan Zhu-Ming berhenti di tepi perairan, masing-masing dari mereka melihat sekeliling tempat itu. Disana terdapat beberapa kapal air yang besar dan kecil. Tiba-tiba, seseorang muncul begitu saja dihadapan mereka berdua.


"Selamat datang Tuan Ling." Sapa pria itu, setelah memberikan sikap hormat kepada tuannya yang dia panggil dengan sebutan Tuan Ling.


Pria itu adalah salah satu dari pengawal bayangan dari dua kerajaan sekaligus, yang bertugas di wilayah perbatasan Kerajaan Tiankong. Pria itu memakai pakaian serba hitam, lengkap dengan pedang yang dia pegang di tangan kanannya.


"Dimana kapal ku?" Tanya sosok pria bejenggot yang dipanggil dengan sebutan Tuan Ling.


"Di sebelah sana Tuan. Kapal anda sudah siap untuk berlayar." Jawab pria itu sembari menunjuk arah dimana perahu besar milik tuannya itu berada.


Pria berjenggot itu mengikuti arah yang di tunjuk oleh pria dewasa didepannya. Disana dia dapat melihat kapal air yang ukurannya lumayan besar. Kapal itu selalu dia gunakan untuk bepergian sebagai sosok pria berjenggot, yang di kenali orang-orang sebagai Tuan Ling Wei.


"Bawa aku ke sana.." Ucap Tuan Ling yang ternyata adalah Yuan Zhu-Ming.


Dia menggunakan nama dan penyamaran itu agar mempermudahkan dirinya keluar masuk di dua Kerajaannya, tanpa membuat orang lain penasaran dengan kepergiannya. Nama Ling Wei, dia ambil dari Kaisar Ling Wei, adik dari Kaisar Long Wei atau Bai Long-nya yang berasal dari Kerajaan Kegelapan.


"Silahkan Tuan.." Pria itu mempersilahkan Yuan Zhu-Ming berjalan di depannya. Berjalan menuju sebuah kapal yang tidak jauh dari mereka.


Dari arah belakang, si pengemis atau Xia yu mengikuti kedua orang itu, sebelum akhirnya mereka sadar akan keberadaannya.


Yuan Zhu-Ming menghentikan langkahnya, begitu pula dengan pengawalnya. Mereka membalikkan tubuh dan melihat pengemis itu dengan tatapan yang tidak enak dipandang.


"Kau sudah berhasil keluar dari Kerajaan ini. Sekarang jangan ikuti aku lagi, tujuan kita berbeda!" Seru Yuan Zhu-Ming menatap tak suka akan kehadiran pengemis kecil itu. Kemudian dia melanjutkan kembali langkahnya, meninggalkan pengemis yang terkejut.


Ketika pria itu terus berjalan tanpa menghiraukannya, pengemis itu tidak merasa terganggu dengan seruannya. Xia yu berpikir akan berbahaya jika pegi tanpa tujuan di sini, dan hanya mengandalkan dirinya sendiri. Tapi jika dia pergi dengan pria itu, dia akan merasa lebih aman. Bagaimana pun, keadaan di kerajaan ini sedang genting setelah kemunculannya bersama Xiao huang.


Karena itulah, kapanpun dan kemana pun pria itu berjalan, dia akan mengikutinya, dan ketika pria itu berhenti, dia juga akan berhenti. Sampai tiba dimana dia berada di wilayah tempat tinggalnya, baru dia akan meninggalkannya.


Tapi dibandingkan dengan ketidakperduliannya, aura dingin yang dipancarkan tubuh Yuan Zhu-Ming dihadapannya tampak menguat. Sampai akhirnya dia sudah tidak tahan lagi, dia menatap pengemis itu dengan pandangan yang dingin dan wajah yang merengut sambil berucap.


"Kenapa kamu terus mengikutiku?" Seru Yuan Zhu-Ming dengan intonasi suara yang lebih tinggi. Dia paham kalau dirinya bukanlah orang yang mudah didekati. Selama ini, manusia mana yang tidak menjaga jarak ketika mereka melihat dirinya?


Bahkan orang paling tidak peka sekalipun, tidak akan mengikutinya dengan rasa tidak tahu malu setelah di usir berkali-kali. Tapi pengemis dihadapannya ini seperti plester tebal yang tidak bisa dilepaskan, tidak peduli apapun yang dia lakukan.


"Karena kamu satu-satunya orang yang bersedia menolongku. Jadi paman, biarkan aku ikut bersamamu. Yaa, bolehkan?"


Xia yu menjawab dengan rasa tidak tahu malunya. Entah kenapa, dia tertarik dengan pria berjenggot itu, seolah dia pernah bertemu dengannya.


Dia menatap kearahnya seolah itu adalah hal yang bisa di pahami. Kedua matanya mencoba menutupi tatapannya yang menelisik. Tetapi wajahnya mengekspresikan perasaan yang lain, dan dia pun mencoba berkata dengan serius.


"Sejak awal kamu memberikanku bongkahan perak itu, aku sudah yakin, kalau kamu pasti orang yang sangat baik!"


Urat berwarna hijau yang mengkhawatirkan mulai terlihat di dahi Yuan Zhu-Ming, dan ujung alisnya terlihat berkedut. Bibirnya menipis membentuk garis lurus, sesaat tatapannya yang keras mengarah pada pengemis kecil itu. Sejurus kemudian dia lanjut berjalan ke depan tanpa sepatah kata.


'Pengemis kecil ini mengingatkan ku pada sosok Tabib Kecil Misterius! Siapa dia sebenarnya?' Ucap Yuan Zhu-Ming yang hanyut dalam pikirannya.


"Apa ini artinya aku di perbolehkan ikut oleh tuanmu?" Tanya Xia yu yang kepada pengawal Yuan Zhu-Ming.


Pengawal itu menoleh pada pengemis dekil di hadapannya, dia mengernyitkan alisnya. Dia bingung akan jawaban apa yang harus dia berikan kepada pengemis kecil itu, hingga akhirnya dia menjawab antara iya dan tidak.


"Mungkin.." Begitulah jawabnya. Dia melanjutkan langkahnya mengikuti kepergian tuan besarnya.


"Yes.. Ada tumpangan gratis.." Ucap Xia yu dengan ekspresi wajah yang sangat gembira, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan izin untuk pergi ke taman hiburan.


Dengan senyuman yang tidak hilang dari bibirnya, Xia yu mengikuti langkah tegas pria berjenggot didepannya, sampai mereka tiba dihadapan kapal berwarna hitam, yang berdiam diri ditepi perairan.


Kapal itu terlihat begitu megah berbeda dengan kapal atau perahu lainnya. Kain putih membentang di tengah-tengah kapal, yang terikat pada sebuah tiang besar. Di atas tiang besar itu terdapat bendera kecil yang memiliki sebuah lambang.


Lambang Negeri awan tercetak jelas dalan kain bendera itu, menandakan bahwa kapal itu berasal dari Negeri tersebut. Padahal kapal hitam itu tidak pernah berlayar ke Negeri Awan.


Terdapat tiga pria dewasa dibawah kapal. Mereka bertiga memberikan sikap hormat kepada Yuan Zhu-Ming, kemudian mempersilahkan tuannya menaiki kapal itu.


Langkah demi langkah, Yuan Zhu-Ming memijakkan kakinya di atas papan tebal yang memiliki pijakan, begitu pula dengan pengawalnya. Akan tetapi saat pengemis kecil di belakangnya mau melangkah maju, dia dicegah masuk oleh ketiga pria itu.


"Berhenti, kamu tidak boleh masuk.. Perahu ini milik pribadi." Bentak salah satu dari ketiga pria itu.


"Aku tahu, aku ikut bersama paman berjenggot itu!" Ucap Xia yu sambil mengangkat telunjuk kanannya kearah Yuan Zhu-Ming, ketika dia mendapatkan pencegahan dari ketiga pria itu.


Seketika ketiga orang itu mengalihkan pandangan pada sosok yang di tunjuk oleh si pengemis. Kedua mata mereka saling bertatapan, bertukar pertanyaan yang hanya di mengerti oleh mereka saja.


"Biarkan pengemis kecil itu naik"


Suara bariton yang berat dan dalam itu berasal dari atas kapal, pria berjenggot itu berbicara pada ketiga bawahannya.


"Baik Tuan Ling.. Silahkan tuan." Jawab mereka bertiga secara bersamaan, lalu merek mempersilahkan si pengemis itu naik ke atas kapal.


"Terimakasih.." Dengan senang hati, Xia yu melangkahkan kakinya naik ke atas kapal.


Sesampainya di atas kapal, Xia yu berdiri tidak jauh dari Yuan Zhu-Ming. Dia langsung memberikan sikap hormat kepadanya, bagaimanapun dia harus tahu cara berterimakasih dengan baik kepada orang yang telah menolongnya.


"Terimakasih paman, aku berhutang budi padamu. Suatu hari nanti saat kau dalam kesusahan, aku bersedia menolong mu." Ucapnya dengan rasa terimakasih yang tulus.


Lagi-lagi Yuan Zhu-Ming menghiraukannya, dia hanya memberi tatapan kosong pada pengemis kecil itu. Seolah dia benar-benar tidak tertarik dengan asal usulnya. Padahal dari tatapannya itu, dia sedang menilai lebih jelas, apakah pengemis kecil itu benar-benar tidak memiliki tingkat kultivasi.


****tbc


Segini dulu, Author nya lelah..


Lelah akan hidup yang terus berjalan di tempat.. eaaaa**..