
***
Subuh dini hari, Artefak Kapal Terbang telah sampai di pendaratan.
Pagi hari itu, Xia yu terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya kesakitan hingga dia merasa seperti habis tertindih kuda jantan yang beratnya hampir satu ton. Sekujur tubuhnya terasa sakit.
Dia berusaha duduk di atas tempat tidur dengan susah payah dan merasa tenggorokannya sangat kering. Dengan pandangan yang masih terlihat kabur, dia mengedarkan pandangannya.
Melihat ada secangkir air di meja samping tempat tidur, dia mengambilnya dan menenggaknya tanpa pikir panjang. Secangkir air hangat mengalir ke perutnya yang membuatnya merasa lebih baik, dan berangsur-angsur mengingat kembali kejadian tadi malam.
Xia yu mengusap kepalanya, secara samar dia mengingat bahwa dirinya masuk ke dalam kereta dengan seorang pria. Dia juga sepertinya telah melakukan sesuatu yang luar biasa dengan pria itu.
'Ahhh!'
Xia yu kaget dan dengan cepat menyingkap selimutnya. Meskipun dia sudah siap untuk itu, dia ketakutan melihat banyak bekas gigitan cinta berwarna ungu pekat di hampir sekujur tubuhnya.
'Bagaimana ini bisa terjadi?'
Dia menarik rambutnya dengan frustasi. Namun, dia segera mengedarkan pandangannya pada seprai putih yang membungkus tempat tidur itu. Anehnya dia tidak melihat bercak darah disana. Dikala kegundahan hatinya, tiba-tiba terdengar suara pintu yang di buka. Xia yu tersentak dan buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Siapa itu?"
Pintu kamar terbuka dan seorang pria berperawakan tinggi masuk ke dalam kamar dengan langkah mantap.
Mata Xia yu terbelalak. 'Paman?'
Meskipun kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, dia dengan samar mengingat kejadian semalam, dan dia masih ingat pria mana yang tidur dengannya.
Yuan Zhu-Ming mengenakan setelan pakaian kebesarannya. Jubah hitam dengan hiasan bulu halus membalut pakaian formal yang senada dengan jubahnya. Ikat pinggang dengan ukiran naga memperjelas lekuk pinggangnya, dia yang seperti itu terlihat tampan dan mempesona. Tubuhnya memancarkan aura dingin.
Dia membawa satu setel pakaian wanita di tangannya. Dia bejalan dengan mantap ke arah tempat tidur. Bahkan, setelah melihat Xia yu bangun, ekspresinya biasa saja. Namun siapa yang tahu bahwa hatinya saat ini sedang berbunga-bunga.
Yuan Zhu-Ming meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur dan berkata dengan lembut. "Ganti pakaianmu dan keluarlah untuk sarapan."
Alih-alih menjawab, Xia yu malah menanyakan kejadian semalam. "Tentang kejadian semalam.." Lirihnya.
Yuan Zhu-Ming berpaling dan bibirnya melengkung, tapi suaranya masih acuh tak acuh dan dingin. "Kita bicara setelah sarapan."
Setelah mengucapkan kalimat terakhir itu, dia keluar kamar. Dia juga menutup pintu dengan sopan.
Xia yu tercengang untuk sesaat, lalu dia tiba-tiba menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia meraih bantal dan menempelkannya ke wajahnya, dan berteriak tanpa suara.
Meskipun ingatannya terputus-putus, dia masih mengingatnya sedikit. Dia samar-samar menyadari apa yang telah dilakukannya semalam, setelah mengumpulkan penggalan ingatannya.
"Ahhh! Betapa memalukannya!" Teriaknya di balik bantal itu.
Namun, tidak peduli betapa menyesalnya dia, tidak ada cara untuk memutar ulang waktu. Jadi, setelah dia merasa malu beberapa saat, dia akhirnya bangkit dari tempat tidur dan dengan wajah yang tertunduk mengambil pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi.
Saat mandi, Xia yu melihat banyak bekas gigitan cinta di sekujur tubuhnya, dia tersipu lagi. Dia pun menutup wajah merahnya dengan kedua telapak tangannya. Dan saat itu juga dia baru sadar, kalau di salah satu telapak tangannya terdapat luka sayatan.
"Sejak kapan luka ini ada di tanganku?" Lirihnya bertanya pada dirinya sendiri. Dia kembali menggali ingatannya, anehnya dia tidak mengingat kapan dia terluka.
Setelah mandi, Xia yu berpakaian dan keluar dari kamar untuk menemui Yuan Zhu-Ming yang sedang duduk di kursi ruangannya.
Ternyata ruangan itu cukup luas, dirancang dengan gaya tradisional china, seperti kamar tidur yang tadi malam mereka tiduri. Tampak mewah, dan jendela bulat di samping terbuka lebar. Angin sepoi-sepoi yang bertiup membuat ruangan itu sedikit dingin.
Mendengar langkah kaki dari arah belakang, Yuan Zhu-Ming menoleh. Kilatan takjub berkedip di matanya ketika dia melihat Xia yu berdiri di ambang pintu kamarnya.
Xia yu mengenakan Hanfu dengan kerah tinggi. Garis lehernya agak lebar dan ada kain hitam yang melingkar di sekeliling lehernya. Dengan tubuh yang proposional, dia terlihat sederhana tetapi mempesona dan menggoda.
Mata Yuan Zhu-Ming melebar, dia segera bangkit dan berjalan ke ruang makan. Xia yu berjalan di belakangnya. Dia akhirnya bisa menyusulnya saat mereka melangkah ke ruang makan.
"Tuan, soal kejadian semalam.. Aku benar-benar minta maaf. Aku lagi mabuk!" Ujar Xia yu memecah keheningan di ruang makan. Dan tidak lupa untuk beralasan tentang kejadian tadi malam.
Yuan Zhu-Ming menarik kursi untuk Xia yu, lalu dia sendiri duduk di ujung yang lain. Dia menjawab dengan lembut, "Tidak apa-apa."
Setelah beberapa saat, Yuan Zhu-Ming menambahkan jawabannya, "Aku sudah melakukan bagian ku."
"Hah?"
Wajah Xia yu bingung, tetapi seorang pria berjalan masuk sebelum dia bisa mengerti apa yang dimaksud Yuan Zhu-Ming.
Pria itu berjalan menuju Yuan Zhu-Ming, dan dengan hormat memberitahu sesuatu kepada tuannya. "Tuan, dua kereta untuk kembali ke Istana Tiankong telah siap."
"Ya, kembalilah.." Ucap Yuan Zhu-Ming.
"Baik, Tuan." Jawab pria itu yang tidak lain adalah Bayangan Satu.
"Kau ingin aku mencungkil matamu?" Suara dinginnya terdengar menakutkan.
Bulu kuduk Bayangan Satu langsung berdiri ketika mendengar peringatan itu. Dia segera mengalihkan pandangannya dan meminta maaf pada Tuannya.
"Maaf, Tuan. Saya sudah lancang, saya pamit undur diri untuk menyiapkan para pengawal."
"Hmm, pergilah.." Jawab Yuan Zhu-Ming sambil mengibaskan tangannya ke udara. Bayangan Satu pun pergi setelah mendapat pengampunan.
....
Xia yu dan Yuan Zhu-Ming telah menyelesaikan sarapan mereka. Yuan Zhu-Ming membawa Xia yu kembali ke dalam kamar. Disana dia bersenandung kecil, membuat Xia yu kebingungan, melihat perubahannya. Meskipun begitu, Xia yu tetap mengikutinya.
Di dalam kamar, Yuan Zhu-Ming mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam ruang dimensinya. Di hadapan Xia yu dia membuka kotak itu. Sebuah token giok berwarna putih dengan lambang naga muncul di dalam kotak itu. Terdapat sekelebat cahaya putih yang bersinar untuk sesaat. Yuan Zhu-Ming mengambilnya, lalu menyerahkannya kepada Xia yu dengan santai.
"Lihatlah." Titahnya.
Xia yu tertegun dan tanpa sadar merasa bahwa token giok itu tampak tidak asing. 'Mengapa token itu terlihat seperti..'
Dengan perasaan terkesima, Xia yu mengambilnya dan memandangi ukiran naga, secara tiba-tiba di bagian sisi lain token itu muncul dua nama yang jelas dan mencolok.
"A-Apa yang terjadi?"
Yuan Zhu-Ming menatapnya. Dibandingkan dengan keterkejutan Xia yu, Yuan Zhu-Ming tampak jauh lebih tenang. Dia menutup kembali kotak penyimpanan token rahasia. Setelah itu berkata dengan suara yang berat.
"Apakah kamu lupa, dengan syarat yang kamu setujui tadi malam?"
"Syarat?" Mata Xia yu membulat. "Syarat apa?" Tanya Xia yu.
"Syarat menjadi istriku. Kita telah menikah." Jawab Yuan Zhu-Ming.
Xia yu mendesis karena terkejut.
"Menikah? Kita? I-Itu tidak mungkin! Aku sedang mabuk tadi malam, dan aku baru sadar. Lalu, kapan aku menikah dengan mu?"
Yuan Zhu-Ming dengan tatapan dingin dan tersenyum dingin. Dia berjalan menghampiri Xia yu, dan meraih tangannya. Seolah mengantisipasi reaksi Xia yu, Yuan Zhu-Ming melakukan penyatuan darah tadi malam. Dia berkata sambil memperlihatkan luka sayatan di kedua tangan mereka.
"Kamu bilang, kamu bersedia menyetujui syaratnya ketika kamu ingin tidur dengan ku, tapi kamu tidak mau mengakuinya sekarang karena kamu sudah berpakaian lengkap?"
Xia yu terdiam. "..."
"Hahaha!" Yuan Zhu-Ming tertawa lagi dengan sedikit mengejek.
Xia yu kehilangan kata-kata sejenak. Dia akhirnya bersuara setelah terdiam sekian lama, "Pernikahan adalah hal yang membutuhkan persetujuan bersama. Bagaimana saya yang sepenuhnya disalahkan?"
'Tak disangka skenario ku berhasil juga. Tapi aku harus tetap berpura-pura tidak bersalah. Mau ditaruh dimana harga diriku nantinya?' Cicit Xia yu di dalam hatinya.
Dia adalah seorang wanita. Jika pria itu menolak, dapatkah dia memaksakan kehendak pada pria tersebut?
Tentunya bisa! Buktinya Xia yu kehilangan kesadaran dan terus menggoda Yuan Zhu-Ming.
Namun, pada detik berikutnya, seseorang dari mereka berdua membuka baju bagian atasnya. "Aku tahu kamu tidak akan mau mengakuinya. Untungnya aku ada bukti yang tertinggal." Ucap Yuan Zhu-Ming.
Xia yu mengikuti gerakan pria itu dan memandanginya. Tulang selangkanya yang halus terlihat di balik jubah putih yang terbuka, bagian dasarnya tertutup oleh bekas kecupan dan cakaran. Bisa dilihat, betapa bergairahnya mereka bercumbu semalam! Dan mereka hanya bercumbu, bukan bercinta dengan menyatukan dua tubuh.
Saat itu juga, Xia yu merasa ingin menutupi wajahnya dan melarikan diri! Dia menghabiskan satu jam untuk bersenang-senang dan terbangun untuk pemakamannya!
'Gila! Ternyata aku sadis juga.' Gumam Xia yu dalam hatinya, dia tidak tahu bahwa nafsu bisa membuatnya kehilangan akal.
Setelah di ingatkan oleh pria itu, Xia yu akhirnya ingat betapa antusiasnya dia tadi malam. Wajahnya langsung memerah seperti tomat matang.
"Maafkan aku! Aku benar-benar tidak bermaksud demikian!"
Yuan Zhu-Ming menutup kembali tubuhnya, bibirnya melengkung ketika melihat Xia yu. Dia menatap dalam mata gadis di depannya dan berkata.
"Karena kamu telah mengaku bersalah, aku akan memaafkan mu." Ucapnya penuh seringai kepuasan.
Xia yu melihat seringai itu dan berdecih. 'Cih, bukannya kamu senang?' Sayangnya dia hanya bisa mengucapkan kata-kata itu dalam hatinya.
"Baiklah, masalah semalam telah selesai. Dan karena aku telah melakukan bagian ku, sekarang kamu harus melakukan bagian mu." Ujar Yuan Zhu-Ming penuh teka-teki.
"Bagian ku?" Xia yu mengulang kata yang tidak dia mengerti.
"Kamu harus menghadiri sebuah pesta perkenalan." Jelas Yuan Zhu-Ming.
**tbc