
***
(ilustrasi xia yu)..
Seseorang yang menahan xia yu itu adalah seorang penjaga. dia terkejut jika sosok bertudung di hadapan nya yang terlihat kumuh itu adalah seorang perempuan. terlebih lagi tidak menduga saat xia yu memberi nya koin emas untuk bisa membiarkan nya masuk.
karena tidak ingin kehilangan rezeki yang tidak dia duga, penjaga itu dengan gesit mempersilahkan xia yu masuk. dia akan memberitahu atasan nya jika xia yu memiliki uang cukup untuk makan di sana, karena penjaga itu berbohong jika xia yu menunjukan satu kantung koin kepada nya.
xia yu hanya memesan satu porsi kue osmanthus dan satu poci teh hijau. pada awal nya orang-orang di sana merasa risih dengan keberadaan xia yu tapi dengan penjelasan dari penjaga tadi orang-orang itu memahami nya.
salah satu pelayan wanita membawa pesanan xia yu dengan anggun nya. "silahkan tuan.." ujar nya.
xia yu tidak menyangka jika diri nya akan di panggil tuan. padahal penjaga tadi sudah sangat jelas memanggil nya nona. tapi kenapa pelayan ini masih saja memanggil nya tuan.? pikir nya.
"terimakasih.." ucap nya dengan sedikit keras namun terdengar merdu dan lembut di telinga mereka.
pelayan itu tertegun di tempat nya. dia tidak mengira jika orang yang berpenampilan seperti itu adalah seorang perempuan. awal nya dia berpikir jika orang yang di balik tudung itu adalah seorang pria tampan yang sedang menyembunyikan ketampanan nya atau apalah pikiran nya tentang orang yang berduit.
"sial..ternyata dia perempuan.! pengemis dari mana ini.?" bisik pelayan itu berdecak kesal pada sosok di hadapan nya. berbeda dengan xia yu yang masih bisa mendengar bisikan pelayan itu.
ingin sekali xia yu menyiram mulut pelayan itu dengan teh panas di hadapan nya. tapi dia urung kan. karena saat ini xia yu sedang mencari informasi dengan berbaur dengan para pelanggan di sana. jika dia membuat masalah dengan pelayan itu, bisa-bisa rencana nya gagal. jadi dia menurunkan ego nya dan tidak memperdulikan ucapan pelayan itu.
para pelanggan yang tadi mendengar suara xia yu, langsung menggosipkan diri nya karena penampilan nya yang terlihat tidak asing bagi mereka. tapi xia yu tak peduli dia lebih memilih menutup mata nya dan menajamkan indra pendengaran nya dan berkonsentrasi untuk mendengar kan obrolan para pelanggan lain nya yang terlihat sebagai mentri kerajaan.
"lihat lah.. penampilan nya itu kenapa tidak asing ya.?"
"penampilan nya seperti lukisan tabib misterius yang di pasang pada papan pengumuman.."
"eh.. iya benar, tabib misterius juga memakai tudung seperti itu.!"
"hah.. jika perempuan itu benar tabib misterius, kita harus memberitahu pihak kerajaan."
"aku akan bertanya apakah dia benar-benar tabib misterius. jika benar aku akan menyampaikan berita ini pada kerajaan dan mendapat kan hadiah dari kaisar."
seorang pria muda melangkah kan kaki nya ke arah tempat duduk xia yu dan bertanya dengan sopan untuk berjaga-jaga jika benar pelanggan yang di kira nya adalah tabib misterius.
xia yu yang memang sedari tadi mendengar kan obrolan mereka. tapi dia tidak terlalu memperdulikan mereka. dia lebih mendengar kan para pelanggan lain nya yang sedang membicarakan kondisi kesehatan putri kaisar yang semakin melemah.
konsentrasi xia yu terganggu saat seseorang menyapa nya. padahal itu orang yang tengah membahas kesehatan putri menyebut-nyebut satu orang tabib yang terkenal dari kerajaan bei.
"permisi nona.." ujar pria itu dengan sopan bahkan tubuh nya sedikit membungkuk.
xia yu terkejut saat seseorang memanggil nya bahkan dia tidak sadar jika salah satu pria yang sedari tadi membicarakan nya sudah ada di hadapan nya. dengan wajah kesal nya xia yu pun mengarahkan pandangan nya kepada pria itu, dan menjawab sapaan nya dengan nada ketus. "ya..ada apa..?"
"maaf jika saya lancang nona. namun saya penasaran dengan nona." ujar pria itu langsung to the point.
"kenapa kau penasaran dengan ku.? memang nya kita pernah bertemu." decak kesal xia yu. 'cih.. hanya karena penasaran kau berani mengganggu konsentrasi ku.' gerutu xia yu dalam hati nya.
"tidak.. bukan itu maksud saya.."
"lalu apa maksud mu..?"
"maksud saya penampilan nona seperti seseorang yang sedang di cari oleh pihak kerajaan.!"
"pihak kerajaan.? memang nya kenapa dengan penampilan ku.? apa aku terlihat seperti seorang tahanan.? kenapa pihak kerajaan mencari ku.?" jawab xia yu dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh nya. ini lah sifat telmi nya yang terkadang muncul jika dia sedang kesal dan banyak pikiran.
"bukan seperti itu nona.. pihak kerajaan tengah mencari seorang tabib yang berpenampilan seperti nona.." jelas pria itu.
"tabib..?" ulang xia yu.
"benar nona.. kaisar telah menurun kan titah bagi siapa saja yang mengetahui keberadaan tabib misterius agar memberitahu kan nya pada pihak kerajaan saat itu juga," (jelas pria itu berhenti untuk menghela nafas nya). "apa nona ini adalah tabib misterius.?" sambung nya.
"tabib misterius..? maaf seperti nya anda salah orang, saya hanya warga biasa.!" jawab xia yu.
"asal anda tahu saja, saya berpenampilan seperti ini karena saya memiliki wajah yang buruk. saya juga sedang mencari tabib misterius untuk meminta nya mengobati saya." xia yu memotong ucapan pria itu dengan kebohongan yang sengaja di buat nya untuk mengakhiri kecurigaan pria itu.
pria itu tak bisa lagi melanjutkan ucapan nya. dia pun meminta maaf dan kembali ke tempat duduk nya. sedangkan xia yu mencari orang yang tadi membahas tentang kesehatan putri kaisar dan tabib yang terkenal beberapa tahun lalu.
ternyata para mentri itu telah pergi dari restorant itu saat xia yu berdebat dengan pria tadi. xia yu semakin kesal karena kehilangan informasi yang sedari tadi di bicara kan nya.
xia yu bertanya pada pelayan, siapa nama ke tiga mentri yang tadi makan di tempat itu. "maaf nona, apa anda tahu ketiga pria yang tadi duduk di sebelah sana.?" tanya xia yu sembari menunjuk tempat yang di duduki ke tiga mentri itu.
"maaf nona.. ada perlu apa anda menanyakan mereka.?" tanya balik pelayan itu.
xia yu mengeluarkan satu koin emas lagi dan berbisik pada pelayan itu. "jika nona memberitahu saya siapa mereka, koin ini akan menjadi milik mu." bisik nya.
pelayan itu tentu saja senang di tawari koin emas yang bisa dia dapat kan secara percuma. dia pun menjawab xia yu. "mereka adalah mentri kesehatan yang bekerja di istana. mentri wang, mentri liu, dan mentri yu."
"terimakasih.." xia yu memberikan koin emas itu pada si pelayan dan membayar pesanan yang dia makan. setelah itu dia keluar dari restoran dan mencari keberadaan ketiga mentri itu di sepanjang jalan namun dia tidak menemukan nya.
setidak nya dia merasa sedikit lega. karena bagaimanapun dia telah mengetahui siapa orang yang tadi membahas seseorang yang mungkin xia yu cari.
setelah keluar dari restauran xia yu terus mencari keberadaan para mentri itu tapi tidak di temukan. waktu terus berjalan sampai petang itu xia yu belum menemukan keberadaan ketiga mentri itu.
akhir nya xia yu memilih untuk bertanya di mana kediaman ketiga mentri itu pada para warga dan mereka semua memberitahu dimana tempat tinggal mereka pada xia yu.
...
Xia yu mendatangi tempat mentri liu dan mentri yu tapi dia tidak bertemu dengan mereka. kini harapan xia yu hanya mentri wang. dengan wajah lesu nya xia yu menuju kediaman mentri wang yang masih berada di pusat kota tapi sedikit berjauhan dengan kediaman kedua mentri tadi.
saat tiba di sana xia yu langsung meminta ijin pada pekerja nya bahwa dia ingin bertemu dengan tuan nya. si penjaga awal nya ragu memberitahu tuan nya tentang keinginan xia yu yang ingin bertemu dengan nya.
tapi penjaga itu mau tidak mau tetap harus memberitahu tuan nya. karena dia mendapat ancaman dari xia yu. jika dia tidak memberitahu tuan nya dia akan menyesal dan akan mendapat hukuman dari tuan nya.
mentri wang memerintah kan penjaga itu untuk menyuruh xia yu masuk. Penjaga itu menuntun xia yu ke tempat dimana mentri wang bertemu dengan tamu nya.
"Silahkan nona.." seorang pelayan wanita mempersilahkan xia yu untuk masuk ke dalam ruangan itu. Ternyata di dalam ruangan itu mentri wang tengah menunggu nya sembari menikmati hidangan teh nya.
"Terimakasih.." jawab xia yu. Dia masih berdiri di tempat nya sebelum mentri wang menyuruh nya duduk.
"Jika saya boleh tahu siapa kau dan ada keperluan apa kamu mencari saya.?" tanya mentri wang.
"Saya hanya seorang gadis biasa.. Saya datang kemari karena saat di restoran tadi saya tidak sengaja mendengar obrolan tuan bersama kedua teman tuan yang membicarakan seorang tabib terkenal beberapa tahun lalu." jawab xia yu dengan jelas.
"Oh.. Kau gadis yang tadi ribut dengan pemuda di restoran yang mengira diri mu tabib misterius ya..?"
"Benar tuan.."
"Lalu apakah kamu benar tabib misterius.?"
"Tentu saja bukan.. Saya berpenampilan seperti ini karena saya memiliki masalah dengan wajah saya.. Saya juga ingin bertemu dengan tabib misterius dan memohon pada nya agar menyembuhkan wajah saya."
"Seperti itu.. Lalu apa kau datang kemari hanya untuk menanyakan tabib yang terkenal itu saja.?"
"Tidak tuan.. Saya kemari ingin mengenal tabib terkenal itu.. Tapi itu pun jika tuan berkenan memberitahu saya."
"Rasa ingin tahu mj sangat tinggi ya, sampai-sampai rela mendatangi rumah saya hanya untuk bertanya seseorang yang sudah menghilang.."
"Benar tuan.. Saya menanggung amanah dari seseorang untum menemukan keluarga dari seorang tabib yang bermarga li.. Apakah tabib yang tadi tuan bicara kan adalah tabib li..?"
**tbc
Maaf jika ada typo author nya dah ngantuk..
Tolong kasih author amunisi like, vote dan rate sebanyak-banyak nya ya.. Biar author selalu semangat oke..
Terimakasih..