
***
"AKU!!" Suara lantang dari salah satu peserta yang bermasalah.
Suara itu milik Yuri, gadis yang menyamar sebagai Tabib Misterius. Kekuatan mistiknya memang telah hilang. Namun, dia tidak ingin berputus asa untuk kembali ke tangga popularitas kehidupan.
Yuri tidak memberitahu ayahnya jika kekuatannya telah di serap oleh Kaisar Yuan Zhu-Ming. Dia akan menggunakan pengetahuan dasar dari membuat Obat Ajaib. Karena tidak ada yang mengetahui jika dirinya telah bergabung dengan Serikat Alchemist Golongan Hitam, sebelum dia kehilangan kemampuannya.
Tidak sembarangan orang bisa mengikat kontrak dengan serikat itu. Ingat! Hanya orang yang memiliki niat serupa dengan pemimpin Serikat Alchemist Golongan Hitam. Barulah orang itu bisa menjalin kontrak.
Yuri di perintahkan Raja Iblis agar dirinya tetap melanjutkan penyamarannya sebagai Tabib Misterius. Karena ternyata Raja Iblis adalah, raja yang di musuhi oleh semua orang. Raja yang berumur lebih tua dari Kaisar Yuan Zhu-Ming itu mempunyai rencana untuk menaklukan dunia dengan kekejamannya.
Entah apa yang akan terjadi pada sebuah negara jika memiliki pemimpin seperti Raja Iblis..
...
"Silahkan buktikan pada kami bahwa Nona Muda ini adalah Tabib Misterius!"
Ucap salah satu juri yang tadi bertanya kepada Yuri dan Xia yu. Dia memerintahkan Yuri membuktikan dirinya yang ahli dalam membuat Obat kualitas tinggi.
"Baik..!" Jawab Yuri dengan semangat 45-nya.
Dia berjalan ke arah tempat dimana semua alat yang di butuhkan untuk membuat obat di sediakan. Disana sudah terdapat kuali yang memiliki tingkat spirit. Dan juga tanaman herbal dari yang biasa di dapat juga yang langka. Tentunya tanaman yanga memiliki roh pun terdapat di sana.
Yuri mengambil tanaman Herbal langka yang memiliki kekuatan mistik. Dalam pikirnya dia akan membuat Obat Pembekuan Darah!
Semua orang yang ada di aula itu menatap Yuri dengan antusias. Sementara seorang gadis yang berpakaian serba merah terlihat tenang di tempatnya berdiri. Membiarkan Gadis di sampingnya mengambil peran.
Xia yu dengan asiknya menonton pertunjukan yang baru saja di mulai. Kedua manik matanya tidak pernah lepas dari gadis di sampingnya yang mulai meracik sebuah obat.
Senyum sumringah terlihat dari bibir gadis itu. Namun, yang di lihat Xia yu. Senyuman Gadis itu tengah mengejeknya. Bahkan gadis itu beberapa kali memberikan tatapan jijik yang terkesan sangat merendahkan kemampuannya.
Waktu berselang selama lima belas menit. Yuri telah menyelesaikan tugasnya. Dia berhasil membuat Obat yang menurutnya bisa membuktikan dirinya sebagai Tabib Misterius.
Yuri berjalan kembali ke tempatnya. Di waktu Juri sebelumnya langsung bertanya kepada Yuri.
"Nona, bisa beritahukan kepada kami. Obat Ajaib apakah yang Nona buat?"
Yuri tidak langsung menjawab pertanyaan Juri. Dengan perasaan yang tenang, tidak terlihat tertekan atau gugup. Sebelum menjawab Yuri melirik Xia yu sesaat, tidak lupa memberikan senyum Iblis-nya. Lalu dia berjalan ke arah para Juri, memberikan Obat yang dia buat kepada Juri yang sedari tadi berbicara.
Ke delapan Juri yang berada di atas panggung memeriksa Obat buatan Yuri secara bergantian. Bahkan obat yang di buat Yuri juga di periksa oleh Yuan Zhu-Ming. Ke delapan Juri itu menganggukkan kepala dengan berulang kali, seolah tanda bahwa obat yang di buat Yuri berhasil.
Kemudian salah satu Juri yang pakar dalam Hal Obat berdiri dengan memegang obat. Di waktu yang sama pria paruh baya itu memberitahu semua orang yang ada di aula, obat apa yang di buat oleh Yuri.
"Nona muda berhasil membaut Obat Pembekuan Darah tingkat satu!"
Semua orang yang berada di atas panggung terlihat terkejut. Selama ini tidak ada yang bisa membuat Obat pembekuan darah tingkat satu. Riuh tepukan tangan terdengar sangat saat itu juga. Rekor yang selalu di buat oleh Tabib Misterius adalah tingkat satu, dan gadis itu berhasil.
Yuri yang mendapat tepukan tangan, begitu senang. Ternyata upaya yang di pertahankan nya itu berbuah manis. Dia membungkukkan tubuhnya untuk mengucapkan terimakasih kepada para Juri.
"Terimakasih Ketua.. Terimakasih senior.. Terimakasih.." Usai mengucapkan terimakasih, dia mengeluarkan kata-kata yang berusaha menyudutkan Xia yu.
"Apakah saya boleh membuktikan keajaiban obat yang saya buat. Agar semua orang dapat menilai, apakah saya Tabib Misterius yang ASLI atau yang PALSU!!" Ucapnya dengan sombong sambil melirik Xia yu dengan lirikan penuh arti.
Semua juri saling bertukar pandangan. Mereka terlihat merundingkan keputusan yang akan mereka berikan. Karena dengan tidak secara langsung, pembuktian yang akan di lakukan oleh Yuri akan membuat seseorang terluka.
Tidak berapa lama mereka dapat mengambil keputusan. Karena mereka yakin jika Yuri dapat mempertanggung jawabkan ucapannya.
"Itu mudah Ketua.." Sahut Yuri, dia mengalihkan pandangan kearah ayahnya seolah meminta bantuan.
Tidak berapa ayahnya melangkah maju dan meminta izin untuk berbicara di hadapan mereka. Setelah mendapatkan izin dia pun berkata.
"Apakah di sini ada yang bersedia menjadi relawan pembuktian Obat Ajaib yang di buat oleh Tabib Misterius? Saya akan memberikan satu peti koin emas. Di dalamnya terdapat 50 tael emas untuk imbalan keberanian anda!" Suara lirih dari ayah gadis itu terdengar oleh semua orang.
Semua orang yang ada di sana terkejut melihat peti yang lumayan besar di hadapan mereka. Mereka mengerti maksud relawan yang di maksud pria itu. Pria itu yakin jika akan ada orang bersedia terluka untuk mendapatkan kekayaan mendadak itu.
Tidak berapa lama, terdengar suara dari arah belakang kerumunan.
"SAYA BERSEDIA!" Suara seorang lelaki remaja yang usianya sekitar lima belas tahun mengangkat tangan kanannya sambil melangkah maju.
Semua mata tertuju pada pemuda itu, tidak terkecuali Xia yu yang juga ikut terkejut. Bukan karena keberaniannya, melainkan karena kondisi fisiknya yang terlihat tidak sehat.
Seorang anak lelaki remaja itu berjalan tertatih-tatih. Ternyata di kakinya terdapat kain putih yang membebat sebuah luka yang terlihat membengkak. Lelaki muda itu berhasil berdiri di hadapan semua orang, kemudian dia berkata.
"Tuan saya bersedia menjadi relawan!" Ucap anak remaja itu ketika dia berdiri di hadapan ayah Yuri.
"Tunggu!" Seorang pria paruh baya yang menjadi salah satu Juri berteriak. "Apa kamu tidak salah berkata nak?" Tanya Pria paruh baya yang merasa iba dengan pemuda itu.
"Saya tida salah Tuan Besar. Saya membutuhkan Uang untuk mengobati kaki saya." Lirih pemuda itu, kembali membuat orang-orang di sana terenyuh. Terkecuali Yuri dan ayahnya. Mereka datang ke negara ini tidak membawa banyak orang, mereka datang ke sini bersama pengawal dan pelayan mereka saja.
"Tapi, apa kamu tidak takut jika di tubuhmu terdapat luka baru?" Tanya juri yang tadi.
"Saya tidak takut Tuan besar.." Lirih pemuda itu sudah yakin dengan keputusannya.
Karena merasa iba, Xia yu pun bersuara. "Kenapa kau tidak meminta Tabib Misterius di sampingku ini mengobati kakimu saja! Dari pada harus membuat luka yang baru." Ujar Xia yu dengan acuh tak acuh.
Kini semua orang tertuju pada Xia yu. Pikiran mereka tidak sampai dengan apa yang di pikirkan oleh Xia yu. "Benar! Kenapa tidak mengobati kakinya saja!"
"Iya, aku tidak tega jika anak remaja itu harus merasakan sakit di tempat yang berbeda!"
"Tapi luka di kakinya sepertinya tidak terdapat darah! Lalu bagaimana Obat pembekuan darah bisa di buktikan?"
Begitulah pertanyaan yang terangkum. Di waktu yang sama anak remaja itu kembali bersuara. "Saya bersedia mendapat luka baru, yang saya butuhkan uang itu!" Ujarnya penuh tekad.
"Bodoh!" Gerutu Xia yu yang dapat di dengar oleh semua orang. Mereka terlihat tidak senang ketika mendengar gerutu-nya yang terdengar tidak sopan berbicara seperti itu di hadapan ke delapan Juri.
"Baiklah, karena relawan telah di dapat. Apakah pembuktian Obat pembekuan darah bisa kita mulai?" Ayah dari Yuri kembali bersuara, agar anaknya bisa cepat-cepat membuktikan dirinya.
Ke delapan juri kembali berunding dan tidak lama mereka memberi keputusan dengan membiarkan anak itu menjadi relawan.
Setelah mendapat persetujuan, salah satu penjaga yang memegang pedang berjalan masuk. Penjaga itu akan bertugas melakukan serangan ringan untuk membuat luka di tubuh anak remaja itu. Sang Penjaga mengayunkan pedangnya dan..
'Syatt!'
'Akhh!'
Sayatan cukup dalam tercetak jelas di lengan kiri Anak remaja itu. Dia terduduk merasakan perih dan sakit di tempat yang baru saja mengeluarkan darah cukup banyak.
Yuri, yang melihat relawannya telah mendapat luka sayatan pun langsung menghampirinya. Sebelumnya dia melirik Xia yu sekilas. Setibanya di hadapan anak remaja itu, Yuri langsung membubuhkan Obat pembekuan darahnya. Dan benar saja darah segar yang keluar dari luka pemuda itu langsung berhenti.
Melihat itu, semua orang bertepuk tangan. Sementara Xia yu terlihat malas memandangi keriuhan yang memekakkan telinganya itu.
**tbc