
***
Xia yu terdiam mendengar semua informasi yang dia dengar dari xiao huang dan hei tian. dia tidak menyangka jika keluarga kakek li bisa mendapat kan penghinaan dan pengkhianatan dari orang yang mereka sayang.
tangan nya mengepal dengan erat. dia dapat merasakan apa yang di rasakan oleh anak dan cucu nya kakek li. dalam hati nya dia bertekad akan membalaskan semua rasa sakit dan penghinaan yang di terima oleh mereka.
xia yu semakin tidak menyukai cara bermain mereka. maka dari itu dia akan mengikuti alur permainan mereka. xia yu akan membuat mereka senang seperti terbang di atas angin, kemudian menjatuhkan nya dengan sangat keras ke atas tanah yang di penuhi dengan bambu runcing yang siapa melenyapkan nyawa nya saat itu juga.
"setelah fang yin kembali.. kita pergi ke tempat pengemis itu. kemudian mencari rumah untuk kita tinggal sementara di kerajaan ini." ucap xia yu.
"baik nona..!" jawab mereka berdua tanpa membantah atau bertanya.
dari kejauhan fang yin telah datang dengan kereta kuda yang bagus. ukiran indah di setiap sisi dan sudut nya menampilkan jika pemilik nya adalah seorang bangsawan. xia yu hanya menggeleng-geleng kan kepala saat melihat kereta yang di beli oleh fang yin.
sementara kedua lelaki serta kuda nya tercengang dengan apa yang mereka lihat. dalam ekspresi terkejut nya hei tian masih bersikap dingin.
fang yin turun dari kereta itu. dia segera menghampiri xia yu dan yang lain nya. dengan imut nya dia memberi pertanyaan pada mereka tentang kereta yang di beli nya. "nona.. bagaimana kereta nya.?"
"bagus..!" jawab xia yu sembari memperhatikan kereta itu.
"kereta itu terlihat seperti kendaraan untuk orang nikah." celetuk xiao huang.
"xiao huang..! kereta ini kereta bangsawan tahu." jawab fang yin berdecak kesal dengan celetukan xiao huang.
"kenapa kau tidak membeli kereta biasa saja.?" tanya hei tian yang sedari diam tak berekspresi.
"it..itu karena, karena kereta ini sangat cocok untuk nona.!!" jawab fang yin dengan gagapnya.
"sudah lah..! kita harus segera pergi dari tempat ini, ayok masuk..!" xia yu menyudahi debat mereka bertiga. xia yu melangkah kan kaki nya untuk menaiki tangga kereta kuda dan masuk ke dalam kereta.
setelah xia yu masuk ke dalam kereta dia tidak melihat fang yin masuk. dia pun kembali melihat ke luar kereta. ternyata fang yin bukan nya masuk malah duduk di tempat kusir. "kenapa kau duduk di situ.? biar hei tian saja yang mengendarai kereta nya.!" tanya xia yu.
"tidak nona.! saya duduk di sini saja." jawab fang yin.
"kau lelah.. duduk lah di dalam." titah xia yu lagi.
"saya lebih nyaman duduk di sini nona. biarkan saya melayani nona." jawab fang yin masih kekeh dengan pilihan nya.
"gadis keras kepala.!" desis xiao huang. yang gemas pada fang yin yang bersikeras untuk duduk di tempat kusir.
xia yu menarik nafas dengan jengah menanggapi sikap keras kepala sahabat nya. dia pun mengalah sembari memperingati fang yin. "baik lah.. hati-hati, jangan sampai kau jatuh dari atas kursi itu.
"terimakasih nona.. saya akan berhati-hati." jawab fang yin. dia mengalihkan pandangan nya pada xiao huang dan menjulurkan sedikit lidah nya untuk mengejek xiao huang. menunjuk kan jika diri nya menang.
tentu saja hal itu membuat xiao huang kesal. berbeda dengan hei tian yang menggeleng kan kepala nya pelan. dia tidak habis pikir jika diri nya mempunyai dua teman yang sangat kekanak-kanak kan.
mereka pun pergi dari tempat itu. xiao huang menunggangi keli, sedangkan hei tian menunggangi shaku. mengiringi kereta yang di kendarai oleh fang yin yang membawa xia yu.
***
Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat pengemis itu berada. hei tian memberitahu xia yu jika pengemis itu masih berada di tempat nya.
"panggil pelayan itu.." titah xia yu yang di mengerti oleh hei tian.
hei tian turun dari punggung keli. dia berjalan menghampiri pengemis itu dan memberi tahu nya jika nona nya ingin bertemu. pengemis itu terkejut jika pria yang tadi bertanya pada nya kembali bersama gadis yang mengendarai kereta serta pemuda lain nya yang menunggangi kuda.
dengan perasaan yang was-was pengemis itu menuruti ucapan hei tian. baru kali ini ada orang yang ingin mengajak nya berbicara setelah beberapa bulan lalu dia di usir dari kediaman klan li.
hei tian mengajak si pelayan yang telah menjadi pengemis kehadapan xia yu dan yang lain nya menunggu di tempat nya. sesampai nya di sana hei tian mempersilahkan pengemis itu untuk masuk ke dalam kereta. namun pengemis itu tidak enak hati untuk naik ke dalam kereta.
dengan penampilan xia yu yang masih memakai jubah berwarna hitam. dia tidak bisa terlalu lama berdiri di depan banyak orang. hal itu akan menarik perhatian orang-orang yang mengetahui penampilan tabib misterius. tentu nya dia tidak ingin jika diri nya di ganggu dengan orang-orang yang ingin bertemu dengan nya.
pengemis wanita itu pun menaiki kereta dan masuk ke dalam nya. dia ingin memastikan apa benar pemilik suara perempuan tadi itu mengenal tuan nya. wanita itu sedikit terkejut dengan penampilan xia yu.
dia tidak menyangka jika gadis itu memakai jubah hitam. biasa nya gadis yang menaiki kereta seperti ini adalah seorang nona cantik dengan perhiasan yang menghiasi kepala dan tubuh nya. tapi gadis di hadapan nya malah memakai jubah hitam menutupi semua tubuh nya.
kini xia yu dapat melihat rupa si pengemis. dia adalah seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat menyedihkan. penampilan nya sangat kucel, bahkan tangan nya memiliki luka seperti koreng (borok).
xia yu membuka sedikit penutup kepala nya. kini wanita itu dapat melihat dengan jelas wajah xia yu yang tertutupi topeng. dia terpana akan kecantikan yang tertutup itu. berbeda dengan xia yu yang menatap lekat pada mata pengemis wanita itu.
dia ingin melihat kenangan tentang wanita itu yang melayani keluarga kakek li. pengemis itu berkepribadian jujur dan berprinsip untuk melayani keluarga kakek li saja. dia juga orang kepercayaan kakek li. setelah kepergian mendiang istri kakek li, dia lah yang merawat dan melayani semua keperluan anak serta cucu kakek li. dia adalah orang yang memliki ketulusan dan kejujuran. dia juga tidak memiliki niat untuk mengkhianati tuan nya.
xia yu mengakhiri menggali kenangan wanita itu. dia pun mulai bertanya pada wanita itu. "siapa nama bibi.?" tanya xia yu dengan sopan. dia akan sopan dan bersikap baik pada orang yang baik.
wanita itu sedikit terkejut dengan pertanyaan xia yu. tidak bukan pertanyaan nya, melainkan panggilan nya. ada rasa kehangatan dalam panggilan itu. dengan senang hati dia menjawab pertanyaan xia yu. "nama saya may.."
"nama yang bagus, apa boleh saya memanggil anda bibi may.?"
saat mendengar pertanyaan itu, mata wanita paruh baya yang bernama may itu berkaca-kaca. seakan nostalgia saat mendengar panggilan yang begitu akrab di telinga nya. 'bibi may..?' dalam hati nya mengulang panggilan itu.
'siapa gadis ini sebenar nya.? apa dia anak tuan li.? tapi itu tidak mungkin.! apa dia murid tuan li.? ya mungkin dia murid tuan.?' berbagai pertanyaan dalam hati pelayan itu.
"bibi.. bibi may.?!" panggil xia yu karena bibi may tidak menjawab pertanyaan nya.
"hah?" jawab bibi may tersadar dari lamunan nya.
"apa saya boleh memanggil anda bibi may.?" tanya xia yu lagi.
bibi may langsung menjawab nya dengan anggukan kepala dan seruan suara nya yang terdengar sangat bahagia. "boleh nona.!" wajah yang tadi terlihat begitu ketakutan kini terlihat lebih tenang.
"apakah bibi tahu dimana rumah yang akan di jual atau di sewakan.?" alih menanyakan tentang bibi may, xia yu lebih memilih menanyakan rumah yang akan dia tempati. berhubung ada bibi may yang asli orang sini dan dulu nya dia adalah seorang pelayan. pasti nya dia mengenal dengan benar kehidupan di kerajaan ini.
bibi may mengangguk kan kepala nya, tanda di mengetahui tempat yang xia yu maksud. dia pun memberi tahu xia yu dimana tempat itu.
xia yu memberitahukan nama tempat itu pada teman-teman nya. xia yu yakin jika mereka mengerti maksud nya. masalah rumah, xia yu serahkan pada mereka. sedangkan dia beralih kembali pada bibi may.
"apakah anda sedang sakit.?" tanya xia yu sembari mengalihkan pandangannya ke arah tangan yang di penuhi dengan luka koreng (borok). bibi may pun menjawab nya dengan angguk kan pelan kepala nya.
xia yu mengulurkan tangan kiri nya sembari bertanya untuk meminta ijin pada bibi mau. "boleh, memeriksa anda.?"
bibi may tidak langsung menjawab xia yu, dia ragu dan takut jika xia yu menyentuh nya kemungkinan dia akan tertular. itu lah yang menjadi keraguan nya.
"Saya seorang tabib.! Penyakit bibi tidak akan mudah menular pada saya. saya berharap bibi percaya pada saya.!"
bibi may pun memberi kan lengan nya pada xia yu. dengan telaten dan penuh kelembutan xia yu memeriksa kondisi tubuh nya. ternyata penyakit bibi may adalah penyakit yang di akibat kan oleh seseorang. terdapat racun yang mengalir di dalam tubuh nya.
"saya akan menyembuhkan bibi.! sekarang bibi may adalah tanggung jawab saya." lirih xia yu membuat bibi may terharu. bahkan xia yu memeluk nya tanpa ada rasa jijik sama sekali. bibi may tidak bisa berkata apa-apa lagi.
bibi menerima pelukan itu dengan ekspresi terkejut nya. hanya cucu tuan li yaitu li zyan yang memeluk nya dengan kehangatan yang sama. bibi may semakin rindu dengan pemuda itu. li zyan, pemuda yang selalu ceria dan baik hati, serta memiliki prestasi di bidang pengobatan. tapi tidak tahu kenapa li zyan kehilangan semua kemampuan nya dalam ilmu pengobatan maupun kultivasi.
Kita akan membahas nya di episode selanjut nya.
****tbc
Maaf jika ada typo**