
Setelah raja liu merasa sedikit tenang dia menghapus sisa air mata dengan lengan bajunya, kemudian dia bangkit berdiri manik matanya mencari sosok gadis yang tadi bersamanya tapi keberadaannya tak di temukan. Raja liu beranjak dari tempat itu menelusuri setiap jengkal sudut ruangan dia juga masuk ke dalam kamar mencari keberadaannya tapi tetap tidak mendapatkannya sampai di depan meja rias dia melihat sebuah kotak yang baru terlihat sejak terakhir dia pergi dari kediaman ini.
Raja liu mengambil kotak itu dan duduk di atas kasur yang keras tempat tidur xia wei.
....Deg... Hatinya merasakan rasa bersalah saat memegang kasur itu dan mendudukinya tak terasa air matanya kembali membasahi pipinya tapi segera dia hapus karena di kamar itu tidak hanya dirinya sendiri disana juga ada qiu dan sing yang merasa khawatir dengan raja liu.
Raja liu membuka kotak itu.. setelah terbuka dia melihat 2 kertas dan satu jepit rambut serta kipas bertuliskan pangeran minghao. Tangannya mengambil kertas yang terlipat rapi di bukalah kertas itu ternyata sebuah surat dari ibunya dia membacanya dengan teliti bait demi bait dia ucapkan dengan perasaan yang semakin membuatnya sesak.
'Ternyata dia bungkam karena nasehatmu, maafkan saya nyonya karena perbuatan saya anakmu mengalami kisah hidup yang sangat menyedihkan dia sengsara setelah menikah dengan saya tapi mulai sekarang saya akan memberikan keadilan untuknya dan juga menebus kesalahan saya' batin raja liu setelah membaca surat dari ibundanya xia wei.
Tangan Raja liu beralih mengambil gulungan kertas yang sangat kusut. Di bukanya kertas itu dan membaca tulisan yang tertera di atas kertas yang ternyata surat dari ayah xia wei. Dia membaca setiap bait kata yang tertulis di kertas itu, entah perasaan apa yang sedang hinggap di hatinya Sakit, marah, kesal, sedih, bercampur menjadi satu. Bagaimana jika dia yang menerima semua cacian dan hinaan dari ayahnya sendiri seperti yang di rasakan oleh xia wei.
'Maaf... Maafkan aku xia wei.. hiks.. Maaf... aku sungguh bodoh, aku menyalahkanmu tanpa bukti dan membuat hidupmu menderita, aku raja yang sangat bodoh.. Hu.. hu... hu... ' batin raja liu menangis. Qiu dan sing semakin bingung dengan apa yang mereka lihat, raja liu menangis setelah membaca surat itu.
'Surat apa itu..?' tanya qiu dalam hati matanya menatap sing
'Aku tidak tau...' jawab sing dalam hati dan sedikit menggelengkan kepalanya dengan menatap qiu
'Apa itu surat permaisuri' tanya qiu lagi dengan mata yang melirik kertas dan ke arah luar mengarah ke pintu luar.
'Mungkin..' jawab sing dengan mengangkat kedua bahunya.
***
Di lain tempat xia yu dan fang yin kini berada di tepi danau, xia yu duduk di atas batu menatap langit yang kelabu seolah sedang bersedih dengannya. buliran bening keluar dari sudut matanya dengan tatapan sendu sat dia melihat bayangan xia wei, dia mengungkapkan kepeduliannya terhadap xia wei dan bebicara dengannya melalui suara hati.
'Xia wei.. satu duri yang tajam telah ku cabut dalam hatimu, apakah kau merasa lebih baik sekarang..?' ujar xia yu dalam hati bertanya pada xia wei.
'Aku merasa lebih baik sekarang, aku tidak merasakan sakit lagi..' jawab xia wei yang terlihat dari langit menatap xia yu yang duduk memeluk lututnya di atas batu.
'Syukurlah... Akan ku cabut semua duri dalam hatimu dan mengobatinya dengan kasih sayang orang terdekatmu.' ujar xia yu
'Terimakasih xia yu.. kedatangan mu ke zaman ini telah membantuku untuk mendapatkan keadilan, aku bersungguh-sungguh berterimakasih' ujar xia wei tak kalah sedih dia juga menangis.
'Xia wei.. Terkadang kejahatan yang kecil jika di biarkan itu tidak akan membuat si penjahat puas, dia akan terus menyerang pihak yang tidak melawan dengan sangat kejam, Merebut semua yang di miliki pihak itu sampai membuatnya benar-benar puas.
Aku harap jika kau terlahir kembali kau tidak menjadi gadis yang lemah lagi, di kehidupanku yang dulu aku berpura-pura lemah tapi yang aku dapatkan penghianatan dari kekasih dan sahabatku, karena ulah mereka aku berpisah dari keluargaku.
Sekarang pergilah dengan tenang temui ibumu aku pasti akan membalas setiap perbuatan jahat mereka padamu dan untuk suami mu aku tidak menyukainya jadi maafkan aku tidak bisa meneruskan pernikahan mu ini. Aku ingin mulai hidup baruku setelah menuntaskan tugasku dan terimakasih telah bersedia memberikan seluruh ragamu untuk ku.' jelas xia yu dengan memberikan senyuman pada bayangan xia wei yang menghilang dengan desiran angin yang membawa bayangannya.
'Nona pasti sedih.. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tadi..?' batin fang yin bertanya-tanya.