The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
198. Gadis Misterius!



***


"Si-siapa kau?" lirih Gadis muda itu dengan terbata-bata. dia tidak pernah menduga jika gadis yang di anggapnya lemah itu akan mengetahui siapa dirinya, lebih tepatnya penyamarannya.


"Aku hanya gadis kecil, sama seperti mu.." jawab Xia yu masih dengan posisi menyandera gadis itu.


"Kenapa kau tahu siapa diriku?" tanya gadis itu lagi.


"Aah.. kau penasaran, kenapa aku tahu jati dirimu?" jawab Xia yu dengan menggantungkan pertanyaannya.


"....." hening, gadis itu tidak menjawab pertanyaan Xia yu.


"Um.. sebaiknya kau tidak tahu siapa aku, jika kau tahu, aku takut kau akan menyesal!" sambung Xia yu dengan senyum evilnya membuat tubuh gadis itu menegang.


Saat itu juga gadis jubah merah melayangkan tatapan nanarnya pada paman dan kakaknya. Sang kakak yang tahu jika adiknya telah ketakutan pun mencoba bernegosiasi kembali.


"Baiklah, aku akan memberikan busur ku pada mu, dan kau lepaskan adikku." ujar pria itu masih meremehkan Xia yu, di dalam pikirannya pria itu akan mengelabui Xia yu agar dia melpaskan adiknya dan dia akan menyerang Xia yu dengan busur yang di pegangnya. Sungguh taktik yang luar biasa. pikir pria itu.


"Kita akan menukarnya secara bersamaan, saat aku sudah melepaskannya, kalian semua jangan datang padaku." jawab Xia yu sambil tersenyum, dia sudah bisa membaca niat mereka, tapi dia memilih bermain-main dengan mereka.


"Tentu saja." pria paruh baya itu setuju dengan suaranya yang dalam.


"Kau bisa kembali kepada keluarga mu jika kau bersikap baik." bisik Xia yu pada gadis muda itu.


Gadis itu menggertakkan giginya sambil mengangguk. "selama kamu membiarkanku pergi, aku tidak akan melawan mu."


Setelah mendengar hal itu, Xia yu memberi kode pada kakak dari gadis itu untuk segera melakukan pertukaran. "Baiklah, kalau begitu kita bisa mulai sekarang."


Sebelum mendatangi Xia yu, pria dewasa itu melirik ke arah adiknya, tatapan pria itu seolah memerintahkan adiknya melepaskan diri saat Xia yu lengah. setelah itu mereka pun saling berjalan mendekat.


Kini mereka saling berhadapan pria itu membiarkan busur ajaib yang ada di tangannya di pegang oleh Xia yu, sementara Xia yu membiarkan kakak gadis muda itu menggenggam tangan adiknya, dan melakukan satu trik yang tidak di ketahui oleh kelompok itu.


"Dalam hitungan ketiga kita bertukar." ujar pria itu.


"Baik.." mereka pun mulai menghitung secara bersamaan.


1..


2..


Pria dewasa itu menatap lekat adiknya, tatapannya mengartikan sebuah perintah, yaitu: 'Lari!'


"3..," ujar Xia yu, dia melepaskan gadis yang ditawan nya, dan menarik paksa busur ajaib itu dengan tangannya. kemudian berlari menjauh dari kedua orang itu.


Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat, gerakan cepat Xia yu tidak terduga oleh mereka. Sedangkan pria dewasa itu seolah terhipnotis oleh Xia yu, dia melupakan adiknya yang sedari tadi mencoba menyadarkannya.


"Terimakasih.." sambungnya dari kejauhan, ia pun berlari dengan ilmu peringan tubuhnya, menjauh dari kelompok orang-orang yang menurutnya bodoh.


Melihat Xia yu pergi, orang-orang itu sadar bahwa mereka telah dibodohi gadis itu, yang paling kesal adalah pria dewasa yang baru saja tersadar.


"Dasar ****** kecil! beraninya kau mengelabui ku!" pekik pria itu melepaskan genggaman tangannya pada sang adik, berniat mengejar gadis yang telah membodohi nya.


Baru saja berlari beberapa langkah, tiba-tiba suara pria paruh baya itu terdengar cukup dalam dan terdapat nada kecemasan. "Yuri!"


Ya, pria paruh baya itu menghampiri keponakan perempuannya setelah Xia yu pergi. Tubuh gadis itu menegang, lebih tepatnya kaku.


"Paman ketiga! Aku tidak bisa bergerak!" pekik gadis itu panik, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Gadis itu juga melirik kakaknya yang mengejar Xia yu.


Pria paruh baya itu mengalihkan pandangannya pada orang-orang yang berseragam itu, kemudian membentak mereka.


"Apa yang kalian lakukan?! Cepat kejar Zhen shao!" titah pria paruh baya itu kepada semua pria yang bekerja padanya.


"Baik tuan!" jawab mereka serentak, mereka pun mengejar tuan mudanya meninggalkan pria tua itu dengan gadis muda tadi.


"Apa yang terjadi padamu Yuri?" cemas pria tua itu.


"Aku tidak tahu, tubuhku tidak bisa di gerakan! Akuk rasa gadis itu telah melakukan sesuatu pada tubuh ku!" jawab Yuri.


Mendengar jawaban Yuri, pria tua itu memeriksa denyut nadinya, mencari penyebab keponakannya tidak bisa bergerak. Tidak berapa lama mata pria tua itu terbelalak, tidak menduga jika keponakannya terkena jurus totok jari mentari (It Yang Ci), jurus totok yang berasal dari kaisar selatan terdahulu.


_Beberapa saat yang lalu, sebelum pertukaran terjadi, Xia yu telah melakukan sesuatu pada gadis peniru nya. Xia yu tahu jika dia berurusan dengan kelompok orang bermuka dua, maka dari itu dia tidak menurunkan pertahanannya.


Untuk memastikan dugaannya benar atau tidak, pria itu pun mencoba melepaskan totok yang ada di punggung keponakannya.


'DAK..DAK..DAK..DAKK!!'


Suara jurus totok mentari yang di lakukan pria tua itu berhasil membuat Yuri terlepas dari penotokan Xia yu, terlihat dari tubuhnya yang bisa di gerakan kembali.


'Ternyata memang benar, gadis berjubah tadi telah melakukan penotokkan pada Yuri. tapi kenapa Yuri tidak merasakan sakit?' batin pria itu, orang yang di totok mentari setidaknya akan mengeluarkan suara saat penotokan itu terjadi. pria itu bingung kenapa keponakannya tidak merasakan sakit.


"Paman dimana kakak?" kali ini Yuri mencemaskan kakak nya.


Seakan tersadar dari keterkejutannya, pria itu pun teringat dengan keponakan laki-lakinya yang mengejar Xia yu. "Zhen shao! Ayo kita kejar mereka.." ujar nya penuh kecemasan.


"Mm!" Yuri mengangguk, tanda ia menyetujui.


Mereka pun mengejar kepergian Zhen shao dengan ilmu peringan tubuh mereka. Dalam kedua mata pria itu terlihat kegusaran akan keadaan keponakannya, dan rasa penasaran akan sosok gadis berjubah merah.


Beberapa saat kemudian mereka berdua pun menemukan Zhen shao dan orang-orangnya, pria itu mengucap syukur karena kepponakan laki-lakinya tidak cedera apapun, namun terlihat gelisah.


Melihat kedatangan paman dan adiknya, Zhen shao mendatangi mereka dan memberitahu jika dia tidak berhasil mengejar gadis berjubah merah itu.


"Zhen shao! Kakak!" ujar pria tua dan Yuri serempak.


"Paman ketiga, adik!" jawab Zhen shao.


"Dimana gadis itu?" tanya pria tua langsung ke intinya.


"Paman ketiga, gadis itu menghilang! Aku tidak berhasil mengejarnya!" jawab Zhen shao sedih, ia kehilangan busur kesayangannya.


"Paman ketiga, kenapa paman menghentikan kakak saat menyerang gadis itu? Jika tadi paman membiarkan kakak langsung membunuhnya, kakak tidak akan kehilangan busur ajaib ku? Dan aku tidak akan kehilangan bunga Baibaihe!" protes Yuri, dia kesal karena ulah pamannya dia dan kakaknya merugi.


"Iya paman, kenapa paman melarang?" sambung Zhen shao melarang.


"Gadis itu sangat misterius, aku tidak bisa mendeteksi level bela dirinya! Jelas sekali Gadis itu tidak berlatih beladiri apapun, tapi dia memiliki kemampuan yang seperti tadi, kurasa dia bukan gadis desa biasa. Beruntungnya kau tidak terlalu memprovokasi gadis itu, bagaimana jika gadis itu adalah Tabib misterius!"


Mendengar julukan itu, Yuri teringat jika gadis jubah merah tadi, mengetahui dirinya menyamar sebagai tabib misterius. ia pun memberitahu paman dan kakaknya. "Paman gadis tadi, mengetahui diriku menyamar sebagai tabib misterius!"


Suaranya berhenti sesaat, sebelum akhirnya dia kembali berbicara. "Dia juga memberitahu ku, jika kita mengetahui siapa dia sebenarnya, maka penyesalan yang akan kita dapatkan."


"Sepertinya gadis misterius itu memang bukan orang biasa. Sudahlah kita punya hal yang lebih penting untuk perjalanan ini. Jangan buat masalah yang tidak perlu, dan masalah busur ajaib mu, bukan kah kau masih memiliki yang lainnya di dalam ruang dimensi mu?" jeda pria tua itu pada kedua keponakannya.


"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan! Kita sudah membunuh dan mengambil inti kekuatan dari beberapa hewan penjaga hutan. Sekarang waktunya menemukan singa putih itu (Bai shizi), jika kakak mu berhasil melakukan kontrak dengan singa putih itu, maka kakak mu bisa dengan mudah meraih kesuksesan, kakak mu juga akan di akui oleh kaisar."


Walaupun tidak rela, mereka hanya bisa menyetujui ucapan pamannya. Bagaimanapun, dibandingkan misi mereka pada perjalanan ini, masalah dengan gadis kecil itu tidak penting. 'Aku akan langsung membunuh gadis itu, jika bertemu dengannya lagi.' batin Zhen shao, dia menaruh dendam kekesalannya dalam hati.


Ketika Zhen shao mengingat misi itu, dia akhirnya melupakan amarahnya lalu bertanya dengan hati-hati. "Paman ketiga, Apakah benar singa putih itu (Bai shizi) masih hidup? bukan kah dia sudah mati, karena ratu hutan ini juga telah mati seratus tahun yang lalu."


"Singa putih itu masih hidup, beberapa kultivator telah melihat penampakannya. Singa putih itu telah menjadi buruan para kultivator, kita harus menjadi yang pertama mendapatkan singa itu, dengan begitu kamu bisa dia akui."


Zhen shao pun tersenyum, dan menjawab pamannya. "Terimakasih paman, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menaklukan singa itu."


"Mm, Aku percaya bahwa kalau keluarga lain akan mendapatkan kabar angin tentang hal ini, dan akan datang ke hutan kehidupan. Atau bahkan mereka sudah ada disekitar sini. Jadi kita harus bergegas agar tidak ketinggalan kesempatan ini." pria paruh baya itu mengangguk sambil menatap kedalam hutan. Kedua matanya penuh dengan tekad yang kuat.


Mendengar kalimat taman ketiga, Zhen shao berpikir sesaat sebelum bertanya. "Apa mungkin gadis misterius itu juga mencari singa putih? Aku lihat dia berlari pergi ke arah Utara, (kedalaman hutan) kurasa dia memiliki target yang sama dengan kita."


"jika memang tujuan kita sama, maka kita harus mencari kesempatan untuk membunuhnya." kedua mata pria paruh baya itu menyipit, seakan menargetkan Xia yu sebagai buruannya.


"Dengan senang hati!" Zhen shao dan Yuri pun tersenyum, mereka senang karena bisa membalas dendam pada gadis yang telah berani memprovokasi mereka. Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya, meninggal sosok pria misterius yang mendengarkan semua percakapan kelompok itu.


Terdapat sosok pria misterius yang memakai jubah hitam tidak jauh dari kelompok itu. Pria misterius itu, muncul pada awal pertemuan kelompok Zhen shao dengan gadis berjubah merah, dia sudah menyaksikan dan mendengarkan semua yang terjadi di antara mereka, tanpa di ketahui oleh siapa pun.


Kedatangan pria misterius ke hutan kehidupan adalah mencari bunga Baibaihe, namun pria itu tidak menduga, jika bunga itu lebih dulu di temukan oleh Xia yu.


Awalnya pria itu yang akan merebut bunga Baibaihe. tapi, lagi-lagi dia keduluan. dia pun memilih menyaksikan siapa yang akan kalah, dan akan merebutnya dari pemenang di antara mereka. Tapi, akhirnya dia di buat terkejut oleh gadis itu. Pria itu menyaksikan sendiri, saat Xia yu mengelabui kelompok itu dan menghilang saat Xia yu menabrakkan tubuhnya pohon besar, dari situ lah Zhen shao dan orang-orang datang dan kehilangan jejak Xia yu.



(Bonus visual pria misterius! kira-kira siapa pria misterius ini?)


**tbc