
***
Kegelapan dan keheningan malam memenuhi langit-langit gua. Namun, semakin masuk ke dalam bukannya gelap atau dingin. Tetapi malah terang dan hangat. Di sana terdapat cahaya yang menerangi kegelapan itu. Cahaya itu berasal dari tumpukkan kayu yang terbakar sebagai penghangat dan penerang dalam kegelapan dan dinginnya malam.
Setelah melewati cahaya api itu, Xia yu terpaksa berlutut di hadapan seseorang yang sedang duduk di atas batu besar. Xia yu mendongakkan kepalanya sehingga dia bisa melihat setengah wajah yang di tutupi oleh topeng perak. Dia terus saja memperhatikan dengan seksama pahatan wajah dari sosok misterius itu. Menghiraukan ucapan pria yang telah membawanya ke dalam gua.
"Tuanku, anak buah anda menemukan perempuan ini di dalam hutan. Sepertinya dia pelayan yang bertugas di kerajaan Iblis." Suara itu berasal dari pria yang membawa Xia yu ke dalam gua.
Sosok misterius itu menatap perempuan yang berlutut di hadapannya. Memperhatikan gadis itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Namun, tatapannya terhenti tepat di bagian wajahnya. Lebih tepatnya dia memperhatikan tanda hitam di pipi kanan gadis itu, dan tidak berapa lama dia beralih pada kedua bola mata yang tampak tak asing. Kedua alis pria misterius itu saling bertautan bersamaan dengan perasaan aneh yang muncul seketika.
Beberapa saat kemudian, orang-orang yang ada di dalam gua itu terkejut ketua suara dan panggilan yang terasa tidak asing terdengar. Bahkan Pria misterius itu sampai beranjak dari tempat duduknya.
"Paman?"
Gumam Xia yu ketika dia berhasil mengenali pria misterius di hadapannya. Gumaman Xia yu berhasil mengejutkan mereka. Xia yu berdiri sambil bernafas lega tatkala orang yang di mintai bantuan olehnya datang dengan sangat cepat dan tak terduga. Dia mengira kalau pria itu tidak akan menyadari sepucuk surat yang dia tinggalkan ketika melarikan diri. Bahkan setelah dia mencuri ginseng seribu tahun miliknya.
Sementara pria itu yang ternyata adalah Tuan Neraka alias Yuan Zhu-Ming dengan cepat merubah ekspresi wajahnya. Hanya ada satu orang yang dengan berani memanggilnya dengan sebutan 'Paman'. Dengan perasaan yang tak karuan dia menghampiri gadis bertanda hitam itu dan memeluknya dengan erat.
"Gadis ku.." Gumam Tuan Neraka ketika dia memeluk pujaan hatinya yang dengan berani kabur tanpa sepengetahuannya.
Tubuh Xia yu kaku bak boneka manekin ketika dia mendapat pelukan tak terduga dari Tuan Neraka. Perasaan aneh tiba-tiba muncul begitu saja, dan entah kenapa gumaman Tuan Neraka terasa nyaman di dengar. Kehangatan dan kenyamanan yang pernah dia rasakan dari seorang pria kembali dia rasakan. Dan perasaan itu di berikan oleh lelaki yang memeluknya.
"Paman, tolong lepaskan aku! Aku bisa mati kehabisan nafas karena kamu memelukku terlalu erat." Rengek Xia yu karena ternyata Tuan Neraka mengeratkan pelukannya ketika dia melepaskan kerinduannya.
Seketika Tuan Neraka melepaskan pelukannya, namun sebelum itu dia memberi kecupan singkat di kening Xia yu. Setelah itu Tuan Neraka meminta maaf karena tidak sadar kalau dia telah menyakiti Xia yu akibat pelukannya yang terlalu erat.
"Maaf, maaf.. Aku terlalu antusias karena terlalu merindukan mu."
Hal kecil yang baru saja di tunjukan oleh Tuan Neraka berhasil membuat semua anak buahnya terperanjat kaget. Mereka tidak menduga jika Tuannya bisa melakukan hal manis seperti itu.
Xia yu pun sama halnya, bahkan dia menaikan satu alisnya merasa ada yang aneh dengan pria di hadapannya. Tiba-tiba tangannya terulur dan menempatkannya di sisi leher Tuan Neraka yang tidak tertutup topeng. Kemudian, dia berkata.
"Tidak panas." Gumam Xia yu, wajahnya terlihat kebingungan dan kembali berkata. "Apa kamu benar Tuan Neraka? Pemipin yang terkenal dingin dan acuh!"
"Ya, ini aku.." Jawab Tuan Neraka sambil melepaskan topeng perak di wajahnya.
Kedua mata Xia yu berbinanr ketika melihat wajah di balik topeng itu. 'Terpesona' satu kata ketika dia melihat penampilan Tuan Neraka yang terlihat begitu tampan dan segar. Bak mangga muda yang sedang segar-segarnya. Dia memperhatikan wajah Tuan Neraka dengan seksama dan penuh ketelitian.
Kedua mata yang selalu menatap dingin saat itu tertutup sesaat. Di lihat dari samping, alis hitam Tuan Neraka terlihat begitu runcing di bagian ujungnya. Terlihat seperti sebilah pedang yang siap menghunus. Hidungnya yang begitu mancung di tambah bibir seksi membuat pahatan wajah itu terlihat sangat sempurna.
Beralih pada rambut hitam legam yang di ikat tinggi, di tambah kepangan kecil di bagian sisi kirinya. Pita biru seta hiasan rambut perak dan hitam yang senada dengan pakaian dan topengnya. Menambah tingkat ketampanan sang kaisar muda. Penampilan yang begitu segar layak mendapatkan pujian sebagai pendekar muda yang misterius.
'Glegk!'
Secara tidak sadar, Xia yu menelan saliva-nya. Baru kali ini dia melihat sosok pria yang terlihat begitu tampan dan sempurna. Sangking terpesonanya kedua pipi Xia yu bersemu merah .
"Apa kamu terpesona?"
Suara dingin itu kembali terdengar. Dan pertanyaan itu, seratus persen menyadarkan lamunan Xia yu. Dia segera melangkah mundur, untuk memberi jarak antara dirinya dengan Tuan Neraka. Namun, belum sempat Xia yu menjauh. Secepat kilat Tuan Neraka menarik tubuh Xia yu, setelah dia memakai kembali topengnya. Kini tangan kekar Tuan Neraka kembali melingkar di pinggang ramping milik Xia yu.
"Jangan coba-coba menjauh dariku lagi." Lirih Tuan Neraka memperingati Xia yu.
Rona di pipi Xia yu semakin memerah. Dia merasa malu dengan perlakuan Tuan Neraka yang tidak tahu tempat. Secara dengan terang-terangan Tuan Neraka memeluknya di hadapan sepuluh Kultivator. Dalam pelukan Tuan Neraka, Xia yu berbicra dengan lirih dan terbata-bata.
"Le.. Lepaskan! Tolong jangan seperti ini." Xia yu menundukkan wajahnya, enggan memperlihatkan wajahnya yang benar-benar merah karena menahan malu.
Melihat Xia yu yang malu dan salah tingkah, kedua sudut bibir Tuan Neraka langsung terangkat membentuk senyuman yang manis dan seksi. Kemudian suara berat Tuan Neraka terdengar.
"Maaf, aku tidak bisa melepaskan mu. Aku tidak ingin kau melarikan diri lagi.."
"Xia yu, dengarkan aku. Tempat ini penuh dengan jebakan, dan orang-orang di kerajaan ini semuanya berhati iblis. Mereka tidak pandang bulu untuk membunuh orang seperti kita. Aku tahu tempat dan cara melepaskan saudara dan sahabatmu. Aku akan membantumu! Jadi, tolong dengarkan ucapanku dan patuh lah. Aku tidak ingin kau terluka."
Mendengar kata-kata Tuan Neraka yang terdengar begitu mengkhawatirkannya, Xia yu pun mengangguk.
"Baiklah, aku akan mendengarkan ucapan mu. Jadi tolong lepaskan aku."
Tidak salahkan jika dia menerima bantuan dari Tuan Neraka. Saat ini, dia membutuhkan bantuan dari luar. Karena masalah yang sedang dia hadapi bukan dari satu keluarga, tapi satu kerajaan. Satu kerajaan yang di huni oleh ribuan manusia keji. Yang saat ini sedang mencarinya karena dia telah membunuh pangeran di kerajaan itu. Di tambah dia telah membakar kediamannya.
***
Tuan Neraka merasa sangat senang karena Xia yu telah menaruh kepercayaan padanya. Itu artinya Xia yu telah membuka hati untuknya. Tuan Neraka harus lebih pintar untuk meluluhkan hati Xia yu, yang sepertinya tidak begitu tertarik dengan sebuah hubungan pasangan.
Xia yu memutuskan untuk menunggu di dalam gua sampai hujan reda bersama kelompok Tuan Neraka. Gua itu terletak diantara celah gunung dan tidak jauh dari tempat tujuan Xia yu. Hanya berjarak satu kilometer saja.
Xia yu berjalan mengelilingi gua itu, dia di temani Serigala abu-abu dan satu temannya yang kini di tugaskan menjadi pengawal Xia yu oleh Tuan Neraka. Xia yu melihat kekiri dan ke kanan sambil berpikir bahwa tempat itu sangat aneh. Dia menemukan batu kecil yang meruncing tergantung di langit-langit gua. Dan batu runcing itu seperti di tempatkan dengan sengaja. Terlihat jelas di beberapa tempat serta dia menemukank sebuah formasi pembatas di setiap jalan. Beberapa formasi pembatas bahkan berisi berbagai macam marabahaya, namun beberapa formasi pembatas hanya memiliki labirin mistis.
"Aneh sekali... Gua apa ini?"
Xia yu bergumam sambil terus berjalan. Dia tiba-tiba melihat dua pria yang sedari tadi mengikutinya. Kedua mata Xia yu penuh dengan pertanyaan, dia bergegas menghampiri mereka dan berkata.
"Tuan-tuan, bolehkah saya bertanya.."
Sebelum Xia yu selesai bicara, tiba-tiba tanah yang dia pijak bergetar hebat. Dan batu runcing yang menggantung di langit-langit gua berjatuhan. Bersamaan dengan itu, Serigala abu-abu yang sedari tadi waspada segera menarik Xia yu menjauhkannya dari bahaya yang baru saja mengincar nyawa calon istri tuannya.
"Nona!"
Xia yu tertegun beberapa saat. Dia sudah selamat dari marabahaya. Namun ketika kejadian itu terjadi, mata Xia yu sempat menangkap satu sosok bayangan hitam yang berlari ke dalam gua. Entah kenapa, Xia yu merasa kalau sosok bayangan hitam itulah yang menimbulkan tanah bergetar. Oleh karena itu, Xia yu segera mengejar sosok bayangan itu sambil berteriak.
"Hei! Jangan kabur! Siapa kau!"
Namun, seharusnya Xia yu tidak berteriak pada sosok bayangan itu. Nyatanya, setelah dia berteriak, tanah yang dia pijak kembali bergetar dan batu runcing yang tergantung kembali berjatuhan. Padahal seingatnya batu-batu itu telah terajatuh dan seharusnya tidak akan ada lagi batu runcing yang jatuh. Tapi apa yang dia lihat, batu runcing itu kembali berjatuhan dan mengarah pada mereka. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya.
"Nona! Awas!"
Teriakan itu berasal dari Serigala abu-abu yang melihat kedatangan batu runcing yang melesat ke arah Xia yu.
'Prang!'
Batu runcing itu terbelah menjadi dua, Serigala abu-abu mengarahkan pedang panjangnya ke seluruh batu yang mengarah padanya. Begitu pula dengan temannya. Bunyi yang di hasilkan dari kegiatan itu seperti sedang terjadi pertarungan. Bahkan Xia yu telah memegang pedang, senjata panjang itu dia dapatkan dari Serigala abu-abu yang sedari tadi menghalau batu-batu itu.
Sementara Tuan Neraka dan yang lainnya langsung masuk ke dalam gua lebih dalam. Disana dia melihat pertarungan mereka bertiga dengan puluhan batu yang sedari tadi seperti tidak ada habisnya.
"Apa yang sedang terjadi?!"
Tuan Neraka mengerutkan alisnya dan menatap ketiga orang itu. Seketika dia langsung berlari ke arah mereka dan mengeluarkan kekuatannya mistiknya lalu mengarahkan tangannya pada kumpulan batu-batu itu. Saat itu pula, semua batu runcing mengapung di udara, berhenti bergerak. Tuan Neraka mengembalikan batu-batu itu ke lubang dimana asal batu-batu itu. Dan bunyi dentuman keras pun terdengar.
Wajah Tuan Neraka terlihat begitu panik dan cemas. Dia mendekati Xia yu dan meneliti seluruh tubuh Xia yu. Kemudian, dia bertanya dengan cemas.
"Apa kau baik-baik saja? Ada yang terluka? Dimana yang sakit? Kenapa kalian ceroboh sekali? Cepat kita harus segera pergi dari gua ini!"
Tuan Neraka bergegas menarik tangan Xia yu, dia membawanya keluar dari gua itu dengan di kawal sepuluh anak buahnya. Ternyata gua yang mereka jadikan untuk tempat berteduh adalah gua yang di huni oleh Diyu Emo. Titisan iblis dari neraka.
Diyu Emo sengaja tinggal di dalam gua itu, bedanya dia berada di dasar gua, yang berada di perut bumi. Di sana tentunya tempat dia terlahir, jadi wajar jika dia banyak memasang pembatas dan membuat seolah gua itu tidak dalam. Namun, seorang Xia yu dapat dengan jelas menyadari kejanggalan pada gua itu.
Sebenarnya Diyu emo adalah manusia yang belum sempurna. Dia seperti roh yang menempati tubuh seseorang, seperti Xia yu. Namun bedanya dia belum bersatu dengan tubuhnya saat ini. Dia membutuhkan darah dari titisan Dewi.
**tbc