
***
Saat ini adalah pertengahan musim gugur dan sekarang Xia yu sedang berada di pesisir perairan yang ada di wilayah perbatasan Kerajaan Tiankong.
Cuaca di sana sangat dingin, dedaunan kering berserakan di seluruh permukaan tanah. Namun udara di sekitarnya semakin hangat, terasa seperti musim semi. Itu semua berkat sosok pemuda yang memberikan kehangatan dari kekuatan yang dia miliki.
Beberapa saat yang lalu Xia yu mengeluarkan Xiao huang dari ruang dimensi. Setelah dia berhasil mendapatkan hewan kecil untuk asupan perutnya. Dia memerintahkan Xiao Huang mengurus alat untuk dia memasak.
Xiao huang mengumpulkan banyak sekali ranting pohon. Lalu dia menjentikkan jarinya, seketika api kecil keluar dari jari telunjuknya. Sejurus kemudian api itu membakar tumpukkan kayu yang sengaja di tumpuk menggunung olehnya.
Setelah memastikan api itu menyala dengan baik, Xiao huang memberitahu tuannya bahwa apa yang di perintahkannya telah siap.
Melihat kinerja sahabatnya, Xia yu mengacungkan jempol. Kemudian dia mulai memasak sesuatu di atas kobaran api itu. Beberapa saat kemudian bau harum menyelinap masuk kedalam Indra penciuman mereka berdua.
Sesuatu yang di masak oleh gadis itu pasti akan menggugah selera makan orang-orang. Buktinya, sedari tadi sahabatnya itu sudah berulang kali menelan saliva-nya.
Xia yu memasak kudapan pagi untuk sarapan mereka. Dua ekor kelinci muda dia jadikan hidangan panas nan pedas. Kelinci bakar di padukan dengan sambal kecap yang manis dan pedas. Tentunya semua bumbu dan bahan masakan itu dia dapatkan dari ruang dimensinya. Terkecuali dua ekor kelinci muda itu yang ditangkapnya.
Mereka menikmati kudapan pagi itu dengan hidmat. Bahkan Xiao Huang beberapa kali memberikan acungan jempol dan pujian untuk masakan Xia yu.
Setelah selesai dengan rutinitas sarapan itu. Xia yu mengembalikan sahabatnya kedalam ruang dimensi. Dia tidak mau sosok Xiao Huang dikenali oleh orang lain yang ada di kerajaan Tiankong.
"Xiao Huang, kamu adalah sahabatku, sekaligus orang yang aku anggap sebagai saudara. Aku tidak mau kau dikenali orang, lebih baik kamu tinggal di dalam ruang dimensi. Agar aku bisa tenang dalam perjalanan pulang ku!"
Kata-kata itu keluar setelah Xiao Huang masuk kedalam ruang dimensi. Mengucapkan kata saudara, Xia yu teringat dengan orang-orangnya yang berada di Kerajaan Bei.
Xia yu memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Bei melalui jalan darat. Dia tidak bisa menggunakan jalan udara, karena hal itu akan menggegerkan kembali Negeri itu.
Xia yu tidak bisa menggunakan identitas misteriusnya di negeri ini. Lagi-lagi dia merubah penampilannya. Namun kali ini dia tidak mengenakan pakaian berkualitas tinggi, melainkan bahan pakaian yang sering di gunakan oleh orang miskin.
Dia memakai hanfu berwarna merah pudar, dipadukan dengan luaran atau rompi yang senada. Rambut panjangnya Xia yu ikat dengan asal, agar terkesan berantakan. Bahkan dia membuat pakaian dan wajahnya kotor.
Xia yu mengambil lumpur yang ada di atas tanah, kemudian membaluri pakaiannya dengan lumpur itu. Kini penampilan Xia yu benar-benar berbanding terbalik dengan penampilan misteriusnya.
Dia terlihat sangat dekil, kampungan! Layaknya seorang pengemis jalanan yang menggunakan pakaian usang, compang-camping dan jorok, wajahnya yang kotor berlumuran lumpur dan debu, rambutnya ditutupi kain yang robek. Dia benar-benar terlihat seperti pengemis kecil yang kurus dan kekurangan gizi.
Tidak akan ada orang yang mengira, kalau pemilik dari Binatang Sakral Kuno Phoenix Api itu, adalah seorang pengemis kecil yang berada di ujung jalan.
...
Seseorang berbadan kecil sedang berjongkok di ujung jalan yang sepi sambil menguap. Kedua matanya yang setengah tertutup dan nampak bosan sedang melihat kearah tim yang berpatroli di jalanan ramai. Dia adalah Xia yu atau pengemis kecil.
Xia yu mengeluarkan apel dari dalam bajunya, lalu dia memakan apel itu dengan gigitan yang besar.
"Sungguh Sial! Bagaiman caranya aku bisa keluar dari sini?" Dengkus Xia yu disela-sela kesibukan mengunyah apelnya.
Xia yu menghela nafas. Kalau saja dia tahu jika memulangkan tujuh gadis itu akan membuatnya terkurung di Kerajaan Tiankong, mungkin dia akan mengurungkan niatnya.
Seharusnya dia memulangkan mereka sampai di perbatasan saja. Tapi dia malah memulangkan mereka sampai didalam wilayah kerajaan Tiankong. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Xia yu sudah terlanjur menginjakkan kakinya di wilayah kekuasaan Kaisar termuda itu.
Pengemis kecil itu melemparkan apel yang sudah setengah dimakan olehnya. Dan duduk disana sambil menghela nafas, merasa putus asa karena penjagaan di gerbang utama sangat ketat. Hingga sebuah suara terdengar jelas tepat dihadapannya.
'Cling! Cling! Cling!'
Tiba-tiba sebongkah perak kecil berputar menggelinding, sebelum akhirnya berhenti tepat dihadapannya. Xia yu menatap kosong ke arah perak itu dan mengambilnya untuk dilihat. Rasanya tidak ada bedanya dengan batu biasa, hanya saja ada lapisan perak di luarnya.
Dia mendongkakkan kepalanya ke atas, lalu menoleh ke arah orang yang melempar bongkahan perak yang tadi menggelinding kearahnya. Xia yu melihat punggung seseorang yang memakai jubah berwarna hitam.
Orang itu berjalan dengan pelan, langkahnya ringan namun tegas. Aura dingin terpancar dari seluruh tubuhnya, yang membuat orang-orang pergi menjauhinya.
Kedua mata Xia yu berbinar, dan senyum tipis muncul di bibirnya. Seolah mendapatkan ide cemerlang, setelah menoleh kearah pria itu. Dia segera melompat untuk menangkap kaki si pria tanpa berpikir panjang. Bahkan dia merengek sedih dengan suara yang kencang.
"Huuu... Kakak ipar! Akhirnya aku menemukanmu, kakak ipar."
Pria itu tiba-tiba menghindar secepat kilat, membuat pengemis kecil itu tidak berhasil menangkap kakinya. Dan Xia yu pun terjatuh kedepan, menggesekkan kedua tangannya dan merintih kesakitan.
Seketika itu pula Pria berjubah itu mengernyitkan dahi, tatapannya yang tajam tertuju pada si pengemis, sebelum dia melanjutkan langkahnya untuk maju. Hanya dengan satu lirikan, dan dia bisa menebak kalai pengemis itu hanyalah orang biasa yang tidak memiliki keahlian kultivasi.
Tentu saja, saat ini Xia yu hanyalah orang biasa, karena dia menutup tingkat kultivasinya. Sekarang dia sedang berperan sebagai orang biasa yang tidak memiliki keahlian tingkat kultivasi apapun.
"Kakak Ipar! Jangan tinggalkan aku! Waahh.. Aku mengalami banyak kesulitan sebelum aku bisa menemukan kakak ipar! Kakak Ipar.."
Xia yu berdiri dan melompat lagi, dia gagal beberapa kali, sampai si pria berjubah hitam didepan itu akhirnya menghentikan langkahnya.
'Kesempatan ini jangan sampai terlewat!' Tegas Xia yu dalam hatinya.
"KAKAK IPAR!" Lirih Xia yu, dia merapatkan kakinya untuk memeluk kaki sang pria, kemudian dia mengangkat kedua matanya yang berlinang air mata untuk melihat pria itu dengan sedikit rasa malu.
Dan ketika dia melihat wajah pria itu, tanpa sadar bibirnya menjadi tegang. Kaki yang dia peluk seperti koala ini mungkinkah milik orang yang salah?
Melihat punggungnya yang bidang pria di hadapannya terlihat seperti pria sejati. Namun, ketika dia melihat wajahnya dia merasa seperti ini menampar dirinya sendiri dan berkata sambil menghela nafas panjang.
'Oh, ayolah! Sudah jelas ini wajah seorang paman-paman yang berusia 30-an tahun!' Xia yu membatin ketika melihat jelas pria yang kakinya sedang dia peluk itu.
Wajahnya yang tajam dan kuat tertutupi oleh janggut, yang membuat bentuk wajah pria itu hampir sulit untuk dikenali. Walaupun kedua pasang matanya sangat dalam dan misterius, namun dilihat dari sisi manapun dia adalah seorang Paman berusia 30 tahun, dan dia tidak cocok dengan bayangan Xia yu tentang saudara-saudaranya yang masih muda.
'Aku tidak punya pilihan lain, aku harus mengikuti paman berjenggot ini!'
Xia yu tidak punya pilihan lain, maka dari itu dia tidak akan membiarkan kaki yang sedang di peluk erat itu pergi begitu saja. Jadi dia pun kembali merengek dan mengiba.
"Kakak Ipar! Akhirnya aku menemukanmu, huhu.. Kakak Ipar."
Kedua alis pria itu pun naik dan mengerut, seketika saat dia menatap pengemis kecil yang memeluk erat kakinya seperti koala karena dia tidak bisa terbiasa disentuh. Saat ini seluruh badannya terasa kaku, dia mencoba melepaskan si pengemis kecil itu dari kakinya, dan dia pun berteriak.
"Kamu salah orang! Lepaskan!" Teriaknya. Akan tetapi si pengemis kecil itu memeluk kakinya terlalu erat dan dia tidak bisa melepaskannya.
"Huuu... Kakak ipar, aku tidak salah orang. Kakak perempuanku memberitahu kalau kamu punya janggut yang besar. Aku melihatmu saat aku masih sangat kecil, dan aku yakin tidak akan salah orang. Huuu.. Kakak ipar jangan menjauhiku, di rumah tidak ada orang lagi dan ibu tiriku ingin menjual ku! Huuu.. Kakak Ipar..."
"Aku bukan Kakak ipar mu! Kamu benar-benar salah orang!"
Ekspresi wajah pria itu berubah menjadi dingin, dan aura dingin yang keluar dari dirinya semakin menguat. Tapi pengemis kecil yang menempel di kakinya tidak melonggarkan pelukannya sama sekali.
Pria itu menggoyangkan kakinya beberapa kali, namun dia masih saja gagal melepaskan orang itu. Dan ketika dia mengulurkan tangannya untuk melepaskan si pengemis kecil itu. Tiba-tiba dia berteriak, karena pengemis itu malah memeluk kakinya lebih erat. Bahkan kepalanya menyentuh area sensitif di antara kedua kaki sang pria, seketika tubuhbya berubah kaku, dan wajahnya pun langsung memerah.
"Lepaskan!" Bentak pria itu yang ternyata adalah Yuan Zhu-Ming.
"Tidak mau! Kecuali kamu mau membawaku pergi bersamamu!"
Xia yu sama sekali tidak merasa malu melakukan hal itu. Dia tidak sadar kalau kepalanya semakin menekan ke bagian sensitif milik Yuan Zhu-Ming. Diam-diam Xia yu merasa bahagia walaupun paman tua itu bersikap dingin. Tapi untung saja hanya mulut pria itu yang kasar, tidak dengan tingkah lakunya. Itu terlihat dari sikapnya yang tidak menguatkan menggunakan kekuatannya pada orang biasa yang tidak berlatih Kultivasi.
Dengan menahan rasa ingin membunuh, Yuan Zhu-Ming menarik nafas yang dalam sebelum berkata.
"Lepaskan! Aku akan membiarkanmu pergi denganku!"
"Hiks.. Kakak ipar, aku tahu kamu tidak akan meninggalkanku!" Xia yu mengusap matanya yang kering, lalu dia dengan cepat berdiri. Melihat pria itu telah berbalik dan pergi, dia pun segera menyusulnya.
Melihat jarak antara mereka berdua semakin menjauh, kedua mata Xia yu bersinar dan senyum pun merekah di wajahnya. Tidak heran kalau pria itu setuju untuk membiarkan dia mengikutinya. Jadi inilah yang akan dia lakukan, meninggalkannya di belakang begitu saja?
Sayang sekali, pria itu salah perhitungan. Tidak mungkin Xia yu tidak bisa mengikuti kecepatan langkahnya! Setidaknya, sebelum Xia yu sampai ke luar perbatasan, dia harus tetap bersamanya. Pria itu jelas memiliki latar belakang yang tidak biasa, dan dengan tetap bersamanya, dia akan memastikan bahwa penjaga tidak akan berani menghentikan mereka.
"Kakak ipar! Tunggu, aku tidak bisa mengikutimu! Kakak ipar.." Xia yu berlari dengan pelan dibelakangnya, dan ketika dia melihat pria itu akan pergi menuju gerbang kota, hatinya merasa kegirangan dan dia pun mempercepat langkah untuk mengejarnya.
Langkah Yuan Zhu-Ming tersendat, lalu dia sedikit menoleh kebelakang. Dia melihat tangan pengemis itu menarik ujung jubahnya. Dia pun mengibaskan tangannya untuk menjauhkan si pengemis, kemudian dia mempercepat langkahnya ke depan.
"Kakak ipar! Kakak ipar, jangan marah padaku, aku tidak akan menarik bajumu lagi.. Kakak ipar!"
Lirih Xia yu berlari sambil menangis. Dia melirik para penjaga gerbang perbatasan yang tiba-tiba menjadi kaku saat mereka mengenali paman di depannya itu, dan mereka pun menundukkan kepala.
Para penjaga yang berbaris menuju ke arah Xia yu tiba-tiba terdiam. Ketika mendengar dia memanggil pria itu dengan sebutan kakak ipar. Wajah mereka kebingungan sambil diam-diam memperhatikan keduanya.
'Sungguh sandiwara yang melelahkan!' Batin Xia yu dalam langkahnya saat mengejar Yuan Zhu-Ming.
Bonus ilustrasi..
**tbc