The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
267. Perkelahian yang menegangkan..



***


Beberapa saat yang lalu..


Wajah Serigala Abu-abu terlihat begitu tegang. keningnya di penuhi keringat dingin ketika Xia yu menusukkan jarum perak itu ke beberapa titik akupuntur di pinggangnya.


Setelah Xia yu memberikan beberapa titik akupuntur. Dia melepaskan kembali jarum yang tertancap tidak begitu dalam, dia berhasil membuka saraf yang dia segel.


"Selesai!" Ucapnya sembari mengemas beberapa jarum yang telah dia gunakan.


"Hah!" Serigala abu-abu agak terkejut. Dia menoleh pada sosok pemuda yang berdiri tidak jauh darinya.


"Aku bilang, Se-le-sai! Apa kau tuli?" Jawab Xia yu dengan mengeja ucapannya.


"Tidak! Aku tidak tuli, aku hanya terkejut. Apa aku sudah sembuh?" Jawab Serigala Abu-abu. 'Aku langsung sembuh hanya dalam beberapa tusukan jarum? Huh! Bagaimana mungkin?!' Gumamnya dalam hati.


"Apa kamu tidak percaya padaku?" Xia yu melirik Serigala Abu-abu, kemudian dia menyeringai sambil berkata.


"Hey, tidak perlu terburu-buru. Kamu sudah bisa kembali ke tempat mu. Aku jamin, bahwa kamu akan melihat hasilnya besok pagi! Percayalah padaku."


Saat itu, Serigala Abu-abu tidak melihat senyuman licik dari wajah Xia yu. Jika tidak, pria itu tidak akan mempercayai kata-katanya begitu saja.


Serigala abu-abu masih agak ragu, dan ketika dia akan mengenakan pakaiannya kembali. Ada sosok yang masuk ke dalam ruangan secara tiba-tiba. Mengejutkan dua umat manusia yang baru saja selesai berdebat.


"Apa yang sedang kalian lakukan?!" Teriak sosok pria misterius itu.


Tatapan yang tajam dan mengerikan itu sangat dingin seperti es ketika tertuju pada tubuhnya, sehingga Serigala Abu-abu tidak berani bergerak sedikit pun. Bahkan suaranya menjadi sedikit gemetar karena aura yang benar-benar mengerikan ia rasakan.


"Tu-tuan.. Tuanku?"


Tatapan tajam Tuan Neraka tertuju pada Serigala Abu-abu yang sedang mengenakan ikat pinggangnya. Kedua matanya terlihat seperti pedang es yang dingin. Yang bisa membuat hati seseorang menjadi beku.


"Apakah kamu membantu mengobatinya?!"


,Tiba-tiba sepasang mata biru yang tajam itu tertuju pada Xia yu yang berdiri tepat di samping Serigala Abu-abu. Tidak ada yang bisa merasakan emosi seperti apa yang sedang Tuan Neraka tunjukkan dalam kedua matanya. Suaranya terdengar lirih dan tenang, sehingga orang lain tidak bisa menebak apa yang sedang dia pikirkan.


Xia yu mengedipkan matanya. Kemudian, dia mengangguk. "Benar." Jawabnya.


Dia menatap Tuan Neraka sambil merasa kebingungan. Dia berpikir bahwa dua pria dihadapannya memang sedikit gila.


"Apakah dia melepas pakaiannya?" Tatapan Tuan Neraka tertuju pada Serigala Abu-abu yang benar-benar tegang. Suaranya seakan-akan tanda bahwa sedang ada bahaya yang siap melanda.


Xia yu menjawabnya dengan jujur dengan menganggukkan kepalanya. 'Bagaimana aku bisa melakukan akupuntur jika Serigala Abu-abu tidak melepas pakaiannya? Tentu saja dia harus melepasnya!' Batin Xia yu.


"Berarti kamu melihat tubuhnya?"


Suara itu berubah menjadi sangat dingin seperti es sehingga Serigala Abu-abu benar-benar merasa tegang dan mengeluarkan keringat dingin. Dia bertanya-tanya dalam hati, apa yang telah dia lakukan sehingga membuat Tuannya merasa tidak senang? Mungkinkah, dia telah melanggar sesuatu yang tabu tanpa dia sadari.


"Tentu saja! Bagaimana mungkin aku memberikan akupuntur tanpa melihat tubuhnya?" Xia yu berpikir jika semua ini mulai tidak masuk akal. Khususnya ketika dia merasakan suhu ruangan yang dingin dan angin malam yang berhembus di dalam ruangan. Ini sangat aneh!


Tuan Neraka melihat wajah Xia yu yang kebingungan. Tiba-tiba dia merasa sangat marah. Dia menatap Xia yu beberapa saat. Kemudian, suaranya yang sangat tajam dan penuh dengan amarah kembali menggelegar.


"Bayangan Satu, bawa keluar Serigala Abu-abu dari ruangan ini. Dan lemparkan dia ke dalam Menara Diatas Awan!" Panggilan Bayangan Satu di tujukan untuk tangan kanan Tuan Neraka. Dia adalah Yuche, atau pengawal bayangan Kaisar Yuan Zhu-Ming.


"Menara... Menara Diatas Awan?" Tatapan dari Bayangan Satu tertuju pada Serigala Abu-abu yang ada didalam ruangan.


Wajah Serigala Abu-abu terlihat terperangah ketika dia berdiri dengan kaku di sana. Raut wajah Bayangan Satu menunjukkan bahwa dia tidak percaya dengan perintah tuannya.


Xia yu sedikit terkejut saat memandangi kedua orang itu. Lebih tepatnya, ketika dia melihat wajah mereka berdua yang terlihat tidak percaya. Dia mengedipkan matanya beberapa kali. Kemudian, dia bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.


"Menara Diatas Awan? Tempat seperti apa itu?"


Siapa yang tahu? Hanya dengan satu pertanyaaan dari Xia yu, membuat Serigala Abu-abu merasa sangat hancur. Dia pun bergegas pergi menghampiri tuannya dan bersimpuh dihadapannya.


"Tuanku! Tuanku, anak buah mu tidak ingin pergi ke Menara Diatas Awan. Tuanku, tolong maafkan kesalahan yang tidak anak buah mu ketahui.."


Ketika mendengar rengekan Serigala Abu-abu, Bayangan Satu segera tersadar dan menghampirinya. Dia menarik paksa Serigala Abu-abu dari hadapan Tuannya. Jika dia tidak menjalankan perintah dari Tuan Neraka, maka Serigala Abu-abu bukan satu-satunya orang yang pergi ke Menara Diatas Awan, dia bisa saja terseret masuk ke sarang yang dalam.


Oleh karena itu, daripada mereka berdua mengalami nasib yang sama, Bayangan Satu lebih memilih salah satu yang menderita. Dia tidak punya pilihan selain mengecewakan temannya.


Xia yu masih berdiri di tempatnya berdiri. Dari sana dia bisa mendengar suara kekecewaan dari Serigala Abu-abu. Dia pun berpikir sambil mengerutkan dahi.


'Menara Diatas Awan? Tempat seperti apa itu? Kenapa raut wajah Serigala Abu-abu berubah hanya dengan mendengar namanya saja?'


Ketika sedang asyik berpikir, Xia yu tidak menyadari jika sosok manusia es itu masih berada di ruangan yang sama. Tatapan Tuan Neraka tertuju pada sosok gadis yang mengenakan pakaian pria. Dia ingin memastikan, apa sosok dihadapannya ini benar seorang gadis atau seorang pria.


Hingga Xia yu menyadari ada sosok yang menatapnya seperti singa yang lapar. Dia pun mengalihkan pandangan pada sosok pria misterius yang berdiri tidak jauh darinya. Hanya berjarak beberapa meter saja.


'Dia masih ada di sini?' Batin Xia yu sambil menajamkan penglihatannya. Lalu bertanya dengan acuhnya.


"Tuan Neraka, apa anda masih ada urusan dengan saya?"


Bukannya menjawab, pria itu malah melangkah maju menghampiri Xia yu. Membuat kewaspadaannya muncul begitu dia merasakan ancaman dari tatapan tajam Tuan Neraka. Hingga jarak beberapa meter itu hanya tersisa setengah meter saja.


"Hai, Gadis pencuri?"


Suara Tuan Neraka terdengar begitu lirih, membuat sosok gadis dalam balutan pakaian pria itu terkejut, sehingga dia memundurkan tubuhnya dan menabrak pilar tinggi yang berada di dalam kamar. Tiba-tiba kedua matanya tertuju pada sosok pria yang membuatnya kehilangan nafas panjang, membuatnya susah bernafas.


Tangan besar tuan Neraka berada di leher Xia yu. Dia menekan kuat tangannya pada leher jenjang yang bisa dia kuasai dengan tangan kosong. Wajah Xia yu terlihat begitu kaget, hingga jejak darah di wajahnya hanya tersisa beberapa persen.


Dia pun tidak tahan dengan perlakuan kasar yang dia dapatkan dari Tuan Neraka, dengan senang hati dia akan meladeni orang yang telah berani menyakitinya.


Xia yu mengarahkan tinjunya pada perut Tuan Neraka, dengan sigap Tuan Neraka menahan Tinju Xia yu. Namun ternyata itu hanya pengalihan yang Xia yu buat untuk melancarkan serangannya.


Dia memutar kepalanya, sehingga lengan Tuan Neraka ikut memutar dan genggamannya terlepas dari leher Xia yu. Kemudian, Xia yu menggunakan sikunya untuk menghantam wajah yang tertutup topeng. Dia bahkan mengarahkan tangannya untuk melepas topeng itu, dia sangat penasaran dengan wajah yang tersembunyi di balik topeng. Yang dengan berani mencekik lehernya.


Niat Xia yu dapat di baca oleh Tuan Neraka, mereka pun berkelahi dalam satu ruangan itu. Membuat beberapa penjaga berdatangan karena suara gaduh yang terdengar dari rumah kecil, tempat Tabib Misterius tinggal.


Perkelahian terus berlangsung, namun tidak satupun dari mereka mengeluarkan tenaga dalamnya. Xia yu melemparkan semua barang pecah yang ada di dalam kamar kepada Tuan Neraka. Dia begitu kesal karena tidak ada satu pun barang yang mengenai Tuan Neraka. Sehingga dia kembali tertangkap dalam pelukan Tuan Neraka.


"Kamu Si Gadis Pencuri atau Si Gadis Penari? Atau kamu mata-mata yang di kirimkan oleh Kerajaan Iblis?" Suara Tuan Neraka kembali terdengar.


'Siapa pria ini sebenarnya? Kenapa dia memanggil ku dengan dua julukan seperti itu?' Xia yu terlihat kebingungan, dia tidak menyangka Tuan Neraka akan menanyakan siapa dirinya. Terlebih dia memanggil dengan kata gadis. 'Apakah penyamaranku tidak berpengaruh padanya?'


**tbc