The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
146. Kepergian tabib misterius..



***


Maafkan author yang selalu telat up. apalah daya author hanya manusia bisa bukan seorang wonder woman. beberapa hari ini author terlalu sibuk untuk menenangkan hati dan pikiran author.


mungkin beberapa dari pembaca novel ini tahu kenapa author telat up. bukan maksud author untuk menggantungkan setiap chapter nya. tapi itu adalah kesalahan dari pikiran dan perasaan author yang sedang kalut.


mohon maaf untuk segala keterlambatan dan belum membalas setiap komentar yang telah author terima. terimakasih untuk dukungan dan suport kalian yang selalu setia menyemangati author.


selamat membaca..


***


Xia yu menutup pintu kamar nya setelah mereka melewati nya. kemudian dia mengunci nya dengan gerakan cepat.


..Krakk..


tanda pintu itu telah terkunci oleh satu batang kayu sebagai kunci nya.


xia yu beralih pada meja yang telah di penuhi oleh makanan. dia mengarahkan tangan nya ke arah makanan dan fokus memasukan makanan itu ke dalam ruang dimensi nya.


setelah itu dia juga ikut masuk untuk menyantap makanan itu bersama teman-teman nya.


tiba di dalam ruang dimensi. ke empat teman nya telah meyambut nya di tempat duduk masing-masing. xia yu sangat senang melihat pemandangan itu. dia segera duduk untuk bergabung dengan mereka. kini mereka seperti keluarga yang tengah berkumpul untuk makan.


"ayok makan..!" ajak xia yu memulai acara makan itu.


mereka pun makan dengan khidmat dan tenang, tanpa ada perdebatan antara xiao huang dan fang yin.


berbeda dengan hei tian, dia penasaran dengan situasi di luar sana. dia pun bertanya pada xia yu. " nona bagaimana keadaan di luar sana.? apakah anda mendapat kan informasi tentang keluarga tabib li dari pihak kerajaan.?"


"hm.. aku mendapat kan nya, selesai makan kita akan pergi ke kerajaan bei.!" xia yu menjawab dengan mulut yang masih mengunyah makanan.


"kerajaan bei..?!" ulang xiao huang dan fang yin.


"ya..!" jawab xia yu. "keluarga kakek li berada di kerajaan bei. mereka tinggal bersama dengan orang yang membunuh kakek li.!" jelas xia yu.


"maksud nona..?" tanya hei tian kurang memahami penjelasan xia yu.


"mereka tinggal dengan adik kakek li yang bernama tabib li zhu. anak kakek li bernama li wei dan dia memiliki anak remaja bernama li zyan. kita akan menemui mereka setelah kita sampai di kerajaan bei." jelas nya lagi.


"apa nona akan pergi dengan berteleportasi atau menaiki kuda.?" tanya fang yin yang memang telah mengetahui jika xia yu mempunyai kemampuan berteleportasi.


alih-alih menjawab pertanyaan fang yin, xia yu malah balik bertanya. "apa kalian mau ikut dengan ku.?"


wajah mereka terlihat begitu senang saat mendengar pertanyaan xia yu. dengan cepat mereka mengangguk kan kepala mereka secara bersamaan dengan jawaban riang mereka. "KAMI MAU NONA..!"


xia yu terkekeh melihat itu. "setelah ini kalian harus bersiap, karena aku bisa mengeluarkan kalian kapan saja."


"baik nona.!" jawab mereka serempak.


mereka menyelesaikan acara makan itu dengan tenang. xia yu keluar dari ruang dimensi berbarengan dengan perabotan makan yang telah bersih dari makanan.


kemudian xia yu mengenakan topeng putih serta jubah biru nya. dia berniat untuk pergi dari kamar itu. xia yu mulai membuka palang pintu nya. dia membuka pintu itu dengan kedua tangan nya dan berjalan keluar.


ada sosok pria tampan yang tengah memperhatikan xia yu dari atas genting. pria itu adalah pangeran xian ming. sebenar nya xia yu tahu bahwa ada yang memperhatikan nya secara diam-diam. namun dia tidak mau menanggapi nya karena dia tidak merasakan ancaman dari sosok yang memperhatikan nya itu.


Kini xia yu berjalan ke arah kandang kuda. tepat dimana keli berada. sebelum nya dia berpesan untuk memberi nya makanan buah-buahan dan melarang sang penjaga untuk memberi nya jerami. xia yu tidak tega untuk memberi pakan hewan kesayangan nya dengan yang tidak memiliki gizi untuk tubuh nya.


tepat saat dia sampai di tempat keli. dia melihat kuda itu semakin menawan dari jarak jauh. saat ini ada seorang pria yang tengah menyikat tubuh nya dengan sikat khusus kuda. namun aktivitas itu terhenti karena kedatangan nya yang di ketahui oleh keli.


keli sedikit berlari menghampiri xia yu. semalaman penuh dia cemas kepada tuan nya itu. "~ngihh...! (nona..!)"


xia yu segera memberi nya pelukan dan belaian hangat untuk memastikan diri nya baik-baik saja. "bagaimana keadaan mu.?" tanya xia yu.


"..ngihh.. (saya baik nona, bagaimana dengan nona.?)"


"aku baik, apa kau makan dengan benar.?"


"..ngihh.. (em.. mereka memberi saya buah-buahan yang selalu nona berikan. saya sangat kenyang nona.. mereka memberikan satu bakul penuh untuk saya seorang diri tanpa harus berbagi dengan kuda lain nya.)" jelas keli.


"bagus lah.. urusan ku di sini sudah selesai, kita bisa pergi sekarang juga.!" xia yu memberitahu nya bahwa mereka akan pergi dari istana.


ucapan nya tak sengaja di dengar oleh xian ming. dengan segera dia keluar dari tempat persembunyian nya. "tabib..!" ujar nya mengagetkan para pelayan dan pengawal tidak dengan xia yu.


xia yu berbalik ke arah xian ming dan memberinya tatapan tidak suka. "ada apa.?" tanya nya ketus.


"sebaik nya anda menghadap kaisar terlebih dulu sebelum anda pergi dari istana kami.!" titah nya.


xia yu berdecih. "cih.. kau mengatur ku.?" ujar nya dengan nada yang sedikit kasar.


"ti..tidak tabib..! maksud saya, yang mulia pasti ingin memberi anda hadiah sebagai tanda terimakasih nya."


"hadiah..?" ujar xia yu sembari menaiki punggung keli, kemudian melanjutkan ucapan nya. "maaf saya tidak membutuh kan nya.!"


"tapi.." ucapan nya tidak di teruskan karena xia yu langsung meninggal kan tempat itu tanpa memperdulikan pangeran xian ming dan yang lain.


..Hiya..


ujar xia yu menghentak kan kaki nya untuk menyuruh keli berlari. dengan satu kali hentak kan, keli melesat berlari dengan kencang nya. bahkan gerakan nya seperti angin. sampai-sampai membuat mereka yang terkejut dengan mulut yang menganga saat melihat nya.


pangeran xian ming tidak bisa berbuat apa-apa. dia segera pergi dari tempat nya berdiri dengan ilmu peringan tubuh. menuju ke dalam aula istana untuk memberitahu ayah nya tentang kepergian xia yu.


beberapa saat lalu putri bungsu kaisar telah sadar. kondisi nya langsung di periksa oleh tabib istana. penyakit nya telah hilang seratus persen dari tubuh sang putri. mereka takjub sekaligus senang dengan kesembuhan dan kehebatan dari sang tabib misterus.


tapi kebahagian itu harus di tertunda saat mendengar kepergian sang tabib dari anak nya pangeran xian ming. ada rasa yang mengganjal di hati kasiar tentang kepergian nya. sekelebatan ingatan muncul di kepala nya.


kepergian xia yu yang diam-diam seperti pernah terjadi. kejadian itu adalah saat tabib li yang mengobati nya pergi dengan cara yang sama tanpa mengharapkan balasan dari keluarga pasien.


kaisar langsug memerintahkan mereka untuk menyusul kepergian xia yu. dia tidak bisa berhutang budi pada sang penolong nya. dia ingat jika xia yu di undang ke istana nya dengan perjanjian akan memberitahu keberadaan keluarga tabib li. namun, dia tidak mengerti kenapa xia yu tidak menagih perjanjian itu.


pangeran xian ming beserta kedua adik tiri nya yang kembar segera pergi dari hadapan kaisar. mereka pergi dengan beberapa pengawal tentu nya.


**tbc